Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : INFOKOM

Peramalan Pemakain Listrik Menggunakan Metode Double Exponential Smoothing Pada PLN. ULP Jatiwangi Virgiyanti; Musfiroh
INFOKOM Vol. 16 No. 1 (2023): JURNAL INFOKOM
Publisher : STIKOM POLTEK CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Population growth and rapid economic growth have led to higher demand for electrical energy, so it is necessary to provide and distribute adequate electricity. The State Electricity Company is an institution that distributes electricity in various parts of Indonesia. Provision of electricity supply can occur obstacles that hinder community activities. The reasons are a lack of supply, maintenance constraints, and extreme weather disturbances. The unbalanced capacity of electricity supply and demand for electrical energy can cause problems for consumers. Therefore, it is necessary to forecast electricity consumption for the next one year to be able to balance consumer demand with electricity supply capacity. The Double Exponential Smoothing method is used in this study. The results are for one period carried out from each category. Social customer category was 338180.07 kwh, household was 11720101.36 kwh, business was 1252099.755 kwh, industry was 7890454.24 kwh, government was 102954.03 kwh with a MAPE value of 4.55%, household category with MAPE of 4.83%, business category with MAPE of 111.52%, industry category with MAPE of 8.32%, and government category with MAPE of 7.95%.
METODE CASE BASED REASONING UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT KUCING DI GHANISA PETSHOP Riza Maulana; Virgiyanti; M. Adi Muhsidi
INFOKOM Vol. 17 No. 1 (2024): JURNAL INFOKOM STIKOM POLTEK CIREBON
Publisher : STIKOM POLTEK CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini membahas tentang penyakit yang di derita oleh kucing dilihat dari gejala-gejala yang dialami, pada dasarnya pemilik kebingungan di karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat tentang penyakit yang di derita kucing. kesalahan sering terjadi akibat ketidak tahuan masyarakat akan penyakit kucing tentang diagnosa, pengetahuan serta penanganan penyakit kucing. terkadang sulit untuk memenuhi seseorang ahli dalam keadaan mendesak/ darurat. karena itu peneliti membuat sebuah sistem pakar yang dimana untuk mendiagnosa penyakit yang di derita oleh kucing untuk memulai suatu diagnosa pada kucing dengan melihat gejala apa saja yang di alami kucing berguna untuk membantu pemilik kucing dan memahami memelihara kucing menggunakan Case Based Reasoning (CBR) merupakan metode untuk menyelesaikan masalah dengan mengingat kembali kejadian-kejadian yang sama atau sejenis (similarity) yang pernah terjadi di masa lalu kemudian menggunakan pengetahuan atau informasi tersebut untuk menyelesaikan masalah dengan mengadopsi solusi-solusi yang pernah digunakan di masa lalu. Diagnosa penyakit kucing dengan dilihat dari gejala-gejala dan menggunakan metode Case Based Reasoning terbukti berhasil mencari similarity, proses retrieval atau similarity dilakukan dengan membandingkan setiap atribut antara kasus baru dengan kasus yang ada di basis kasus. Perhitungan similarity kemudian dilakukan dengan teknik nearest neighbor. Nearest neighbor merupakan pendekatan untuk mencari kasus dengan kedekatan antara kasus baru dengan kasus lama, yaitu berdasarkan pada kecocokan bobot sejumlah fitur yang ada. Proses retrieval atau similarity dilakukan dengan membandingkan setiap atribut antara kasus baru dengan kasus yang ada di basis kasus. Hasil perhitungan kemiripan nearest neighbor akan menampilkan beberapa kasus yang memiliki nilai similaritas di atas nilai treshold. Kemudian hasil diagnosa dapat dibuat dengan skor tertinggi dari berbagai penyakit, dan dapat membantu dokter dalam mendiagnosa dini penyakit kucing.
IMPLEMENTASI METODE EDAS DALAM MEMILIH INVESTASI DI SEKTOR PERTANIAN Ilman Kadori; Igen Meyasha; Virgiyanti; Nofie Anggraeni
INFOKOM Vol. 18 No. 1 (2025): JURNAL INFOKOM
Publisher : STIKOM POLTEK CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut BPS Kabupaten Kuningan, karakteristik ketenagakerjaan masih mengandalkan sektor pertanian. Meskipun menjadi pekerjaan yang diandalkan namun masih banyak petani yang mengeluhkan harga jual hasil pertanian tidak sesuai dengan modal yang sudah dikeluarkan. Permodalan mencangkup modal sebelum tanam, masa tanam hingga masa panen tiba dan pasca panen. Oleh karena, banyaknya petani di Kabupaten Kuningan sehingga Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan membutuhkan investor untuk membantu para petani. Pada penelitian ini merancang dan membangun aplikasi berbasis website untuk memilih investasi di sektor pertanian menggunakan sistem pendukung keputusan dengan metode EDAS, mengolah data input dengan kriteria-kriteria yang digunakan adalah luas lahan, modal, masa panen, hasil panen, dan harga jual. Dengan alternatif yang digunakan adalah nama petani seperti Tati, Niryo, Odah, Umin, dan Tarwa serta jenis pertanian seperti cabai, bawang merah, padi, jagung, dan kacang tanah menjadi data output untuk mengetahui hasil terbaik dari data yang sudah terdata. Tujuannya menjadikan media sarana antara investor dan petani dalam permodalan. Hasil akhir perhitungan dari penelitian ini menghasilkan rekomendasi tertinggi yaitu dengan nilai AS 0,606 yang menunjukkan petani Tati dengan jenis pertanian Cabai yang memiliki peluang tinggi untuk berinvestasi. Dengan terbentuknya sistem pendukung keputusan menggunakan metode EDAS mampu menghasilkan rekomendasi peluang investasi.
IMPLEMENTASI METODE MABAC UNTUK EVALUASI KINERJA KARYAWAN PADA YOGYA GRAND KOTA CIREBON Virgiyanti; Susi Widyastuti; Dimas Pambudi Subagyo
INFOKOM Vol. 18 No. 1 (2025): JURNAL INFOKOM
Publisher : STIKOM POLTEK CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi kinerja karyawan adalah sebuah proses penilaian kinerja atau evaluasi yang diberikan oleh perusahaan untuk mengukur kualitas kinerja karyawan. Dalam proses evaluasi kinerja karyawan memiliki tenggang waktu selama enam bulan sekali dan jumlah karyawan yang bekerja berjumlah lebih dari 150 menyebabkan pihak manager memerlukan waktu yang cukup lama untuk melakukan penilaian terhadap karyawannya. Selain itu, tujuan dari melakukan evaluasi kinerja karyawan juga diharapkan dapat menilai kinerja karyawan secara adil dan efektif. Oleh karena itu penulis tertarik untuk merancang suatu sistem yang dapat mampu mengevaluasi kinerja karyawan menggunakan metode Multi -Attributve Border Approximation Area Comparison (MABAC). MABAC merupakan salah satu metode sistem pendukung keputusan yang bersifat multikriteria. Adapun kriteria yang digunakan dalam proses evaluasi kinerja karyawan adalah Kehadiran (C1), Tanggung Jawab (C2), Kerjasama dan Komunikasi (C3), Sikap (C4) dan Kepatuhan (C5). Berdasarkan hasil peneltian ini yang diperoleh dari perhitungan metode MABAC merupakan data berupa rangking dan Implementasi metode MABAC ini memberikan informasi kepada bagian Manager / Supervisor sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan evaluasi kinerja karyawan dengan menghasilkan daftar karyawan yang akan dipromosikan dan dievaluasi.
PERBANDINGAN METODE MAUT DAN SMART UNTUK MENENTUKAN CALON PENERIMA BANTUAN RUMAH TIDAK LAYAK HUNI PADA DESA KADIPATEN Erwanto, Muhammad; Virgiyanti; Muthiah, Siti
INFOKOM Vol. 18 No. 2 (2025): JURNAL ILMIAH INFOKOM STIKOM POLTEK CIREBON
Publisher : STIKOM POLTEK CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) merupakan program pemerintah yang memberikan bantuandana untuk perbaikan rumah tidak layak huni. Desa Kadipaten adalah salah satu desa penerima bantuankelangsungan hidup kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah, berupa perbaikan rumah yangkondisinya tidak layak untuk ditempati. Masalah yang terjadi pada instansi dalam menentukan calonpenerima bantuan rumah tidak layak huni adalah proses penentuan calon penerima bantuan masih bersifatsubjektif, artinya yang tidak berhak justru menerima bantuan tersebut. Berdasarkan permasalahantersebut, penulis membuat sistem pendukung keputusan yang dimana membandingkan metode MAUTdan SMART untuk mengatasi permasalahan tersebut. Untuk kriteria yang digunakan pekerjaan,penghasilan, jumlah tanggungan keluarga, material atap, material dinding, material lantai, mck dan statusrumah. Berdasarkan hasil perhitungan metode MSE, diperoleh hasil perhitungan perbandingan antarametode MAUT yaitu 444.3286 sedangkan SMART 443.9798. Dapat disimpulkan bahwa metode dengannilai akhir dari metode MSE yang lebih kecil yaitu metode SMART adalah metode terbaik dan dapatdirekomendasikan untuk menentukan calon penerima bantuan rumah tidak layak huni pada DesaKadipaten. Bedasarkan hasil penelitian dengan menggunakan dua metode yang berbeda menyatakanbahwa Sukarman dengan skor 0.900, Lilis Lismayanti dengan skor 0.888, Ahmad Subagjo dengan skor0.883, Ipah Saripah dengan skor 0.854 dan Riyanto dengan skor 0.846 ini direkomendasikan sebagaicalon penerima bantuan rumah tidak layak huni.