Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Effect of Sleep Deprivation on the Number of Prefrontal Cortex Neuroglia Cells in Male White Rats (Rattus norvegicus) Arjadi, Fitranto; Kuncoro, Prasetyo Tri; Gumilas, Nur Signa Aini; Harini, Ika Murti; Mustofa, Mustofa; Wisesa, Sindhu
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/gmhc.v11i2.10743

Abstract

Stress induced by sleep deprivation can increase inflammation and oxidative stress, destroying the pyramidal and neuroglia cells in the prefrontal cerebral cortex and interrupting cognitive and behavioral functions. This study aims to observe the difference in the number of pyramidal and neuroglia cells in the prefrontal cortex of male white rats (Rattus norvegicus) after stress induction by paradoxical sleep deprivation (PSD) and total sleep deprivation (TSD). This study was conducted in the Anatomy Laboratory of the Faculty of Medicine, Universitas Jenderal Soedirman, from November 2019 to February 2020. The method of this study was a posttest-only design with a control group approach using ten rats for each group; that was control (K.I.), PSD (KII), and TSD (K.I.). PSD and TSD groups received sleep deprivation treatment for eight days for 20 hours/day and 24 hours/day, respectively. The mean pyramidal cell number decreased in the PSD (66.67±24.55) and TSD (65.90±34.91) compared to the control (77.10±26.11) group, but no significant differences were found between all groups (p>0.05). The mean neuroglial cell number was lower in the PSD (97.78±28.17) and TSD (75.80±22.39) compared to the control (126.00±48.81). Post-hoc Bonferroni test showed a significant difference between control and TSD (p<0.05) but not between control and PSD or PSD and TSD (p>0.05). In conclusion, there was a significant difference in the number of neuroglial cells but not pyramidal cells in the prefrontal cortex of male white rats (Rattus norvegicus) after stress induction with total sleep deprivation (TSD).
HUBUNGAN KADAR TIMBAL, ARSEN, DAN AIR RAKSA DENGAN STATUS GIZI ANAK CEREBRAL PALSY DI KABUPATEN BANYUMAS Widodo, Azzahra Wuri; Laksana, Agung Saprasetya Dwi; Kuncoro, Prasetyo Tri
Mandala Of Health Vol 17 No 1 (2024): Mandala of Health
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mandala.2024.17.1.11453

Abstract

Latar Belakang Salah satu faktor risiko penyebab cerebral palsy adalah paparan logam berat. Timbal (Pb), arsen (As), dan air raksa (Hg) merupakan logam berat yang neurotoksik. Pb, Hg, dan As juga dapat mempengaruhi status gizi anak normal maupun anak cerebral palsy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar Pb, As, dan Hg dengan status gizi anak cerebral palsy di Kabupaten Banyumas. Metode Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional. Sampel ditetapkan dengan non probability sampling menggunakan metode consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mengisi kuesioner data diri, mengukur tinggi dan berat badan, serta memotong rambut anak untuk dilakukan pemeriksaan kadar Pb, As dan Hg dengan spektrofotometer serapan atom (SSA). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Spearman. Hasil didapatkan sebanyak 24 anak cerebral palsy usia 1-12 tahun. Karakteristik data yang diperoleh berdasarkan jenis kelamin didapatkan mayoritas laki-laki (54,2%) dan berdasarkan usia paling banyak berusia 6-12 tahun (70,8%). Uji statistik menunjukkan kadar Pb (p = 0,716) tidak berhubungan dengan status gizi anak cerebral palsy di Kabupaten Banyumas. Hasil uji statistik kadar arsen (p = 0,681) tidak berhubungan dengan status gizi anak cerebral palsy di Kabupaten Banyumas. Uji statistik kadar air raksa (p = 0,453) menunjukkan tidak ada hubungan dengan status gizi anak cerebral palsy di Kabupaten Banyumas.
Relationship Between Diabetes Distress and Self Management on Type 2 Diabetes Mellitus Patients in Sumbang District Banyumas Fadillah, Aulia Nur; Wulansari, Rahmawati; Kuncoro, Prasetyo Tri; Isnaya, Purwa Riana; Oktavilia, Ernasiwi Astri; Anamani, Teguh
Medical and Health Journal Vol 5 No 1 (2025): August
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mhj.2025.5.1.17204

Abstract

Background: Diabetes distress is a form of anxiety, worry, fear, and perceived threat related to the struggles experienced by individuals living with diabetes mellitus. The presence of diabetes distress is associated with reduced self-care (self-management). Diabetes mellitus self-management refers to a series of actions taken by individuals to manage their medical condition, including dietary regulation, physical activity management, regular and consistent intake of diabetes medication, blood glucose monitoring, and routine foot care. Objective: This study aims to determine the relationship between diabetes distress and self- management in patients with type 2 diabetes mellitus in Sumbang District, Banyumas. Method: This research uses an analytical observational study with a cross sectional approach. The sampling technique used was a total sampling of 55 people. Data analysis using the chi-square test. Research Results: The results of the research showed that self-management of type 2 DM patients was mostly in the sufficient category, namely 25 people (45.5%) and diabetes distress of type 2 DM patients is in the mild category, namely 35 people (63.6%). There is a relationship between diabetes distress and self-management in type 2 diabetes mellitus patients in Sumbang District, Banyumas (p = 0.000). Conclusion: Diabetes distress is related to self-management in type 2 diabetes mellitus patients.
KORELASI ANTARA USIA DAN LAMA MENDERITA HIPERTENSI DENGAN FUNGSI KOGNITIF PADA PESERTA PROLANIS HIPERTENSI DI SUMBANG Agustin, Rahma Rizki; Kuncoro, Prasetyo Tri; Harini, Ika Murti; Pramudigdo, Muttaqien; Setiawan, Agus Budi
Mandala Of Health Vol 16 No 2 (2023): Mandala of Health
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mandala.2023.16.2.9025

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik (≥140/≥90 mmHg). Salah satu dampak dari hipertensi adalah penurunan fungsi kognitif. Lama seseorang menderita hipertensi menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi fungsi kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara usia dan lama menderita hipertensi dengan fungsi kognitif pada peserta prolanis hipertensi di salah satu Klinik Pratama yang ada di Kecamatan Sumbang. Jenis penelitian yang dilakukan bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan pada kegiatan prolanis hipertensi di Klinik Pratama Sumbang. Pengambilan sampel diperoleh dari data primer berupa kuesioner Montreal Cognitive Assessment versi Indonesia (MoCA-Ina). Populasi pada penelitian ini menggunakan total sampling yaitu sebanyak 33 sampel peserta prolanis hipertensi. Teknik analisis data menggunakan uji Chi-square. Dihasilkan bahwa dari 33 penderita hipertensi dengan usia 45-60 tahun sebanyak (45,5%), dan yang berusia 61-75 tahun sebanyak (54,5%). Sebagian besar responden menderita hipertensi >5 tahun sebanyak (51,5%), dan terdapat (66,7%) responden yang mengalami penurunan fungsi kognitif. Analisis bivariat uji Chi-square antara usia dengan fungsi kognitif diperoleh nilai p value = 0,007 (p>0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna; lama menderita hipertensi dengan fungsi kognitif diperoleh nilai p value = 0,026 (p>0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna. Terdapat hubungan yang bermakna antara usia dengan fungsi kognitif pada peserta prolanis di Klinik Pratama Sumbang; terdapat hubungan yang bermakna antara lama menderita hipertensi dengan fungsi kognitif pada peserta prolanis di Klinik Pratama Sumbang.
Identifikasi dan Upaya Pemenuhan Kebutuhan Informasi Terkait Pemeliharaan Kesehatan Reproduksi Remaja Melalui Kegiatan Edukasi pada Siswa Sebuah SMP di Kabupaten Cilacap Widiartini, Catharina; Pribadi, Fajar Wahyu; Sutasman, Thomas; Kuncoro, Prasetyo Tri; Setiawan, Agus Budi
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2023.1.1.9350

Abstract

Meningkatnya permasalahan kesehatan reproduksi remaja akibat dampak buruk pajanan internet selama masa pembelajaran daring perlu mendapat perhatian kita bersama. Hal ini diperburuk oleh tertutupnya jalur komunikasi dengan orang tua akibat pandangan bahwa pembicaraan kesehatan reproduksi merupakan hal tabu. Permasalahan ini pun relevan bagi SMP Pius, Cilacap, Jawa Tengah. Upaya identifikasi kebutuhan pengetahuan mengenai berbagai aspek kesehatan reproduksi bagi para siswa mengawali langkah selanjutnya berupa kegiatan edukasi. Sebanyak 80 siswa kelas 8 dan 65 siswa kelas 9 (total 145 siswa), dengan rerata usia 13,3 tahun mengikuti kegiatan ini. Penyampaian materi terkait aspek biologis, psikologis dan sosial kesehatan reproduksi remaja dilaksanakan secara langsung melalui ceramah, diskusi interaktif, games dan menonton video edukasi, serta secara tertulis melalui modul yang dibagikan. Rerata persentase siswa yang menjawab benar pada pre-test sebesar 74,31 % dan pada post-test sebesar 74,92%. Terdapat peningkatan pengetahuan siswa pasca pelaksanaan kegiatan yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai minimal dan maksimal serta modus pada post-test. Tingkat pengetahuan siswa pada 15 sub topik kesehatan reproduksi memadai, sedangkan pada 10 sub topik kesehatan reproduksi kurang kurang memadai. Kegiatan selanjutnya dapat memprioritaskan upaya peningkatan pengetahuan siswa yang kurang memadai pada beberapa aspek tersebut. Kegiatan ini perlu dirutinkan dengan memperluas sasaran melalui peningkatan kapasitas guru sebagai fasilitator dan narasumber dalam diskusi masalah kesehatan reproduksi remaja dengan siswa.
HUBUNGAN KADAR TIMBAL, ARSEN, DAN MERKURI DENGAN STATUS GIZI ANAK AUTISM SPECTRUM DISORDER DI KABUPATEN BANYUMAS Andani, Raden Roro Scundria Ayu Kusuma; Laksana, Agung Saprasetya Dwi; Kuncoro, Prasetyo Tri
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.04.4

Abstract

Di Indonesia, penderita autism spectrum disorder  meningkat sekitar 500 kasus per tahun. Autism spectrum disorder  disebabkan oleh faktor genetik dan faktor lingkungan. Salah satu faktor lingkungan berupa paparan timbal (Pb), arsen (As), dan merkuri (Hg) yang dapat pula memengaruhi status gizi anak dengan cara menurunkan penyerapan nutrisi dan menghambat sekresi hormon pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar timbal, arsen, dan merkuri dengan status gizi anak autism spectrum disorder  di Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan rancangan cross-sectional. Sampel diambil dengan purposive sampling. Kriteria inklusi sampel adalah anak autism spectrum disorder  dengan usia 1-12 tahun dan orang tua anak mengizinkan anaknya berperan serta dalam penelitian. Sampel rambut diambil sebanyak 3 g dan diperiksa kadar timbal, arsen, dan merkuri dengan metode AAS. Status gizi dinyatakan dengan Z-score untuk anak usia <5 tahun dan untuk anak usia 5-12 tahun dinyatakan dengan IMT/U kemudian dikategorikan menurut grafik CDC 2000. Uji hipotesis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang tidak signifikan kecuali pada uji kadar timbal yang signifikan (r = 0,613; p = 0,045) dengan status gizi (IMT/U) di kelompok usia <5 tahun. Kadar arsen dan merkuri masing-masing nilai r = 0,175, p = 0,606, dan r = 0,296, p = 0,377. Kesimpulan penelitian adalah kadar timbal rambut berhubungan dengan status gizi pada anak autism spectrum disorder usia <5 tahun, dan tidak ada hubungan antara arsen dan merkuri dengan status gizi anak autism spectrum disorder  di Kabupaten Banyumas pada semua kelompok usia anak.