Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Jorlang Hataran Tamba, Arnauli; Saragih, Ramainim; Haloho, Bongguk
Manajemen: Jurnal Ekonomi Vol. 7 No. 1 (2025): Manajemen : Jurnal Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/tkxjdq58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMK Negeri 1 Jorlang Hataran. Populasi dan sampel dari penelitian ini sebanyak 47 orang guru SMK Negeri 1 Jorlang Hataran. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan motivasi yang tinggi dapat mendorong peningkatan kinerja guru. Oleh karena itu, manajemen sekolah disarankan untuk terus memperhatikan dan mengembangkan aspek motivasi kerja tersebut guna menunjang kualitas pendidikan yang lebih baik
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) SEBAGAI UPAYA MENDORONG MINAT BELAJAR DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Haloho, Bongguk
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4566

Abstract

Salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh peserta didik dalam pembelajaran abad 21 adalah kemampuan berpikir kritis. Berpikir kritis dianggap sebagai modal intelektual yang sangat penting bagi peserta didik, sebagai unsur kematangan berpikir yang esensial.  Mengajarkan keterampilan berpikir kritis bertujuan agar peserta didik dapat mempelajari cara mengatasi masalah secara terstruktur dan kreatif, sehingga mereka dapat menemukan berbagai alternatif solusi. Untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis peserta didik, diperlukan suatu model, strategi, atau pendekatan pembelajaran yang inovatif agar peserta didik merasa tertarik dan termotivasi selama mengikuti pembelajaran. Guru yang telah menerapkan model, strategi, atau pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik, pasti akan lebih efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). PBL adalah suatu model pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata yang kompleks sebagai sarana untuk mendorong: pemahaman konsep, pengembangan keterampilan berpikir kritis, kemampuan dalam memecahkan masalah, keterampilan komunikasi, kesempatan untuk berkolaborasi dalam kelompok, serta menemukan dan menilai bahan penelitian, dan belajar secara berkelanjutan.  Penulisan artikel ini merupakan jenis tulisan yang berfungsi sebagai tinjauan literatur dari jurnal ilmiah, atau studi pustaka. Data yang terdapat dalam artikel ini disajikan secara deskriptif, menunjukkan suatu kajian ilmiah yang dapat dikembangkan dan diterapkan lebih lanjut. Proses yang dilakukan dalam penulisan artikel ini mencakup pencarian, yaitu mencari sumber data dari buku, jurnal, tesis, dan artikel online yang relevan dengan masalah yang akan dikaji.
KREATIVITAS GURU DALAM MEMANFAATKAN KEARIFAN LOKAL UNTUK MEMPERKUAT KARAKTER PESERTA DIDIK Haloho, Bongguk
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4567

Abstract

Kreativitas guru dalam memanfaatkan kearifan lokal memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat karakter siswa dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya setempat (seperti gotong royong, cerita rakyat, kesenian daerah) ke dalam proses pembelajaran melalui metode inovatif (proyek budaya, media digital, kemitraan dengan tokoh adat). Hal ini memungkinkan siswa untuk lebih mudah memahami, merasa memiliki, dan menginternalisasi nilai-nilai seperti kejujuran, kerja keras, dan toleransi, sekaligus melestarikan budaya serta membangun identitas diri yang kuat dalam menghadapi era globalisasi. Dengan demikian, peserta didik merasa terhubung dengan materi dan menumbuhkan identitas budaya yang kuat. Penulisan artikel ini merupakan jenis tulisan yang bersifat literature review jurnal ilmiah, atau studi pustaka. Data dalam artikel ini disajikan secara deskriptif yang menunjukkan suatu kajian ilmiah yang dapat dikembangkan dan diaplikasikan lebih lanjut. Adapun proses yang dilakukan dalam penulisan artikel ini adalah mencari, yaitu mencari sumber data dari buku, jurnal, tesis dan artikel online yang sesuai dengan masalah yang akan dikaji. Selanjutnya data yang diperoleh dibaca, dianalisis, diolah, dan disimpulkan untuk menghasilkan kesimpulan.