Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Upaya Guru Mata Pelajaran IPS Terpadu Dalam Menanamkan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab Siswa Sarika, Suci; Haloho, Bongguk; Napitu, Ulung
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 8, No 2 (2023): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v8i2.5598

Abstract

 The background of this research originates from the discovery of a lack of discipline and responsibility of students in the classroom.This study aims to identify and analyze the efforts of social studies teachers in instilling the character of discipline and responsibility of students through integrated social studies learning in class. This study used qualitative research methods. Through this research, it is hoped that the efforts of Integrated IPS subject teachers in instilling the character of discipline and responsibility, namely through the principles of Contextual Teaching and Learning (CTL) in which the teacher links the material he is learning with real-world situations of students. Some of the obstacles in cultivating the character of discipline and responsibility include a) family factors, b) environmental factors, c) internal factors in students. While the solution to the obstacles in instilling the character of discipline and responsibility is through, a) Control from the school principal, b) The active role of the teacher, c) control from parents.   
Mengembangkan Bahan Ajar Dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (Ips) di Sd Manurung, Jamson; Haloho, Bongguk; Napitu, Ulung
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 8, No 2 (2023): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v8i2.5596

Abstract

Abstract. Learning The world of education continues to experience changes for the better and is increasingly sophisticated, effective and efficient. Therefore, a very important component is needed, one of which is learning material. Learning materials are all the information, tools and texts needed by the teacher/instructor to plan and evaluate the implementation of learning. Teaching materials are a set of tools that contain learning materials, methods, limitations and how to evaluate. Teaching materials can be in the form of written or unwritten things that are used by teachers/instructors and students in the teaching and learning process in the classroom. Learning material is also the knowledge, skills and attitudes that must be learned by students to achieve predetermined competencies. Learning materials consist of knowledge (facts, concepts, principles, procedures), skills, attitudes and values. The problems/obstacles that often occur and are faced by teachers who teach social studies in elementary schools are determining or choosing appropriate teaching materials that can help students achieve these competencies. This is because the curriculum only contains an outline of the basic material. So it is the teacher's obligation to find and describe the basic material in detail so that it becomes a complete learning material that can help teachers and students in the teaching and learning process.Keywords: Learning Materials, Learning of Social Science Abstrak. Dunia pendidikan terus mengalami perubahan kearah yang lebih baik dan semakin canggih, efektif dan efisien. Oleh karena itu di butuhkan komponen yang sangat penting, salah satunya materi pembelajaran. Materi pembelajaran adalah semua informasi, alat dan teks yang diperlukan oleh guru/pengajar untuk merencanakan dan mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran. Bahan ajar merupakan seperangkat sarana yang berisi materi pembelajaran, metode, batasan-batasan dan cara mengevaluasi. Bahan ajar dapat berupa hal-hal tertulis maupun tidak tertulis yang digunakan oleh guru/pengajar  dan peserta didik dalam proses belajar mengajar di kelas. Materi pembelajaran juga merupakan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dipelajari oleh peserta didik  untuk mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur), keterampilan, sikap dan nilai. Masalah /kendala yang sering terjadi dan dihadapi oleh guru yang mengajar IPS di sekolah dasar adalah  menentukan atau memilih bahan ajar yang tepat sesuai yang  dapat membantu peserta didik mencapai kompetensi tersebut. Hal ini disebabkan karena kurikulum hanya memuat garis besar materi dasar. Maka  menjadi kewajiban guru untuk mencari dan menjabarkan materi dasar tersebut  secara rinci sehingga menjadi bahan pembelajaran yang utuh yang dapat membantu guru dan peserta didik dalam proses belajar mengajar.Kata Kunci: Materi Pembelajaran, Pembelajaran Ilmu Sosial.
SOSIALISASI PROYEK PENGUATAN PROFILPELAJAR PANCASILA (P5) BAGI PESERTA DIDIK SMIP YAYASAN UNIVERSITAS SIMALUNGUN Napitu, Ulung; Corry, Corry; Haloho, Bongguk; Arent, Ease; Napitu, Resna; Purba, Indra Gandi; Girsang, Samrin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/rx3a8n50

Abstract

Kegiatan sosialisasi proyek penguatan profil pelajar pancasila bagi peserta didik SMIP Yayasan Universitas Simalungun bertujuan untuk memperkuat karakter dan pemahaman peserta didik tentang arti penting dan kedudukan ideologi negara pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sosialisasi dilaksanakan dengan menggunakan metode partisipatif, ceramah, diskusi serta tanyajawab. Kegiatan sosialisasi, dilaksanakan pada bulan Maret tahun 2024, mengundang 60 orang peserta didik dan 10 orang guru, berlokasi di aula SMIP Yayasan Universitas Simalungun. Melalui kegiatan sosialisasi ini, para peserta didik dan guru diharapkan memahami arti penting pancasila dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat, sehingga dapat mengamalkan dan menghayati nilai - nilai pancasila dalam kehidupannya sehari-hari dan menghindarkan diri dari berbagai gerakan radikalisme, konflik suku, agama, ras antar golongan, disintegrasi dan berbagai gerakan separatisme lainnya yang mengancam keutuhan negara kesatuan republik Indonesia
SOSIALISASI PROYEK PENGUATAN PROFILPELAJAR PANCASILA BAGI PESERTA DIDIK SMIP YAYASAN UNIVERSITAS SIMALUNGUN Napitu, Ulung; Corry, Corry; Haloho, Bongguk; Napitu, Resna; Nasution, Tuty Ariani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/g2ak0821

Abstract

Kegiatan sosialisasi proyek penguatan profil pelajar pancasila bagi peserta didik SMIP Yayasan Universitas Simalungun bertujuan untuk memperkuat karakter dan pemahaman peserta didik tentang arti penting dan kedudukan ideologi negara pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sosialisasi dilaksanakan dengan menggunakan metode partisipatif, ceramah, diskusi serta tanyajawab. Kegiatan sosialisasi, dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2023, mengundang 60 orang peserta didik dan 10 orang guru, berlokasi di aula SMIP Yayasan Universitas Simalungun. Melalui kegiatan sosialisasi ini, para peserta didik dan guru diharapkan memahami arti penting pancasila dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat, sehingga dapat mengamalkan dan menghayati nilai-nilai pancasila dalam kehidupannya sehari-hari dan menghindarkan diri dari berbagai gerakan radikalisme, konflik suku, agama, ras antar golongan, disintegrasi dan berbagai gerakan separatisme lainnya yang mengancam keutuhan negara kesatuan republik Indonesia. 
SOSIALISASI KONSEP DASAR PSIKOLOGI PENDIDIKAN BAGI TENAGA PENDIDIK DI SMK SWASTA PELITA PEMATANGSIANTAR Haloho, Bongguk; Napitu, Ulung; Corry, Corry
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/h7fhwc62

Abstract

Kegiatan sosialisasi konsep dasar psikologi pendidikan bagi tenaga pendidik di SMK Swasta Pelita Pematangsiantar bertujuan untuk membekali dan memperluas wawasan bagi guru tentang kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian yang bermanfaat untuk memotivasi dan meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMK Swasta Pelita Pematangsiantar. Pentingnya sosialisasi untuk memahami kepribadian peserta didik, karena saat ini ditemukan degradasi dan keanekaragaman peserta didik yang cenderung destruktif terhadap proses pembelajaran mendalam, bermakna dan refleksi diri sesuai dengan pembelajaran deep learning. Sosialisasi dilaksanakan dengan menggunakan metode partisipatif, ceramah, diskusi serta tanya jawab yang dihadiri sebanyak 30 orang guru tanggal 11 Agustus 2025 berlokasi di aula SMK Swasta Pelita Pematangsiantar dengan menggunakan media infocus Setelah dilaksanakan sosialisasi pemahaman tenaga pendidik tentang arti penting psikologi khususnya psikologi pendidikan dalam pembelajaran meningkat sehingga para peserta didik terlebih dahulu memahami kondisi psikologis peserta didik secara komprehensif sebagai individu yang unik memiliki karakter yang berbeda-beda sebelum dilaksanakan proses pembelajaran. Dengan pemahaman tersebut para guru terlebih dahulu berempati dan simpati kepada peserta didik sehingga peserta didik tertarik dan termotivasi untuk mengikuti pembelajaran yang diberikan oleh guru pada seluruh mata pelajaran
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) SEBAGAI UPAYA MENDORONG MINAT BELAJAR DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Haloho, Bongguk
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4566

Abstract

Salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh peserta didik dalam pembelajaran abad 21 adalah kemampuan berpikir kritis. Berpikir kritis dianggap sebagai modal intelektual yang sangat penting bagi peserta didik, sebagai unsur kematangan berpikir yang esensial.  Mengajarkan keterampilan berpikir kritis bertujuan agar peserta didik dapat mempelajari cara mengatasi masalah secara terstruktur dan kreatif, sehingga mereka dapat menemukan berbagai alternatif solusi. Untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis peserta didik, diperlukan suatu model, strategi, atau pendekatan pembelajaran yang inovatif agar peserta didik merasa tertarik dan termotivasi selama mengikuti pembelajaran. Guru yang telah menerapkan model, strategi, atau pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik, pasti akan lebih efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). PBL adalah suatu model pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata yang kompleks sebagai sarana untuk mendorong: pemahaman konsep, pengembangan keterampilan berpikir kritis, kemampuan dalam memecahkan masalah, keterampilan komunikasi, kesempatan untuk berkolaborasi dalam kelompok, serta menemukan dan menilai bahan penelitian, dan belajar secara berkelanjutan.  Penulisan artikel ini merupakan jenis tulisan yang berfungsi sebagai tinjauan literatur dari jurnal ilmiah, atau studi pustaka. Data yang terdapat dalam artikel ini disajikan secara deskriptif, menunjukkan suatu kajian ilmiah yang dapat dikembangkan dan diterapkan lebih lanjut. Proses yang dilakukan dalam penulisan artikel ini mencakup pencarian, yaitu mencari sumber data dari buku, jurnal, tesis, dan artikel online yang relevan dengan masalah yang akan dikaji.
KREATIVITAS GURU DALAM MEMANFAATKAN KEARIFAN LOKAL UNTUK MEMPERKUAT KARAKTER PESERTA DIDIK Haloho, Bongguk
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4567

Abstract

Kreativitas guru dalam memanfaatkan kearifan lokal memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat karakter siswa dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya setempat (seperti gotong royong, cerita rakyat, kesenian daerah) ke dalam proses pembelajaran melalui metode inovatif (proyek budaya, media digital, kemitraan dengan tokoh adat). Hal ini memungkinkan siswa untuk lebih mudah memahami, merasa memiliki, dan menginternalisasi nilai-nilai seperti kejujuran, kerja keras, dan toleransi, sekaligus melestarikan budaya serta membangun identitas diri yang kuat dalam menghadapi era globalisasi. Dengan demikian, peserta didik merasa terhubung dengan materi dan menumbuhkan identitas budaya yang kuat. Penulisan artikel ini merupakan jenis tulisan yang bersifat literature review jurnal ilmiah, atau studi pustaka. Data dalam artikel ini disajikan secara deskriptif yang menunjukkan suatu kajian ilmiah yang dapat dikembangkan dan diaplikasikan lebih lanjut. Adapun proses yang dilakukan dalam penulisan artikel ini adalah mencari, yaitu mencari sumber data dari buku, jurnal, tesis dan artikel online yang sesuai dengan masalah yang akan dikaji. Selanjutnya data yang diperoleh dibaca, dianalisis, diolah, dan disimpulkan untuk menghasilkan kesimpulan.
Strengthening Students’ Civic Character through the Pancasila Student Profile Project in the Merdeka Curriculum: A Qualitative Study Haloho, Bongguk; Napitu, Ulung; Corry, Corry; Harianja, Tuangkus; Sonanggok, Maria
Journal La Edusci Vol. 7 No. 1 (2026): Journal La Edusci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallaedusci.v7i1.2907

Abstract

This study explored how the concept of the Pancasila Student Profile Project can be used within the framework of the Merdeka Curriculum and how it can be used to foster the development of the civic character of SMIP Universitas Simalungun students. Due to the perceived mismatches between moral teaching and practical implementation in civic education, a qualitative methodological approach was implemented to evaluate how the project-based learning and institutional practices were implemented in the enactment of character values. The data were gathered through the in-depth interview with school leaders and teachers, classroom observations, and institutional documentation analysis. Data were analyzed using an iterative coding and thematic interpretation to evoke patterns of pedagogical practice, engagement of students, and organizational support. Results indicate that before the project was carried out, civic learning was more theoretical and external thus constraining the internalization of moral values. Constant engagement in participative and situational learning processes contributed to the gradual enhancement of responsibility, social awareness and participatory confidence in the students. Some of the most important facilitators of this change were institutional coordination, reflective evaluation and collaboration among teachers. In addition, the element of the Simalungun local wisdom solidified the moral identity of the students by connecting the national civic principles to the traditionally based ethics. The research indicates that participatory pedagogy, unified institutional design, and culturally sensitive learning conditions are the conditions of the successful construction of civic character in the context of the Merdeka Curriculum.