Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pancasila Sebagai Sistem Filsafat yang Mendasari Negara Hukum Indonesia Aida Rahmasari; Cahya Nariyah Azizah; Sherina Ariyanti; Zaenul Slam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14160

Abstract

Pancasila, sebagai landasan negara, berfungsi sebagai ideologi nasional dan kerangka filosofis yang memberikan dasar moral dan normatif untuk penerapan negara hukum Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan filosofis normatif. Penelitian ini menunjukkan prinsip-prinsip negara hukum seperti kedaulatan hukum, keadilan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia didukung oleh dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologis dari setiap sila Pancasila. Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai sumber nilai hukum, tetapi juga berfungsi sebagai standar moral untuk proses penyusunan, pelaksanaan, dan penegakan hukum di Indonesia. Sebagai sistem filosofis, Pancasila menegaskan identitas dan arah perkembangan hukum nasional yang sepenuhnya berasal dari Indonesia. Hal ini meningkatkan kesadaran akan pentingnya prinsip-prinsip tersebut dalam kehidupan sehari-hari kita. Setiap sila Pancasila mengandung nilai-nilai yang menopang prinsip negara hukum dan menjadi pedoman etis dalam kehidupan nasional, memperkuat karakter hukum nasional yang berlandaskan jati diri bangsa Indonesia.
Pancasila di Era Globalisasi, Tantangan, dan Relevansi sebagai Dasar Negara Luthfia Amalia Mulyadi; Renita Rudiana; Siti Nur Azizah; Zaenul Slam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14352

Abstract

Pancasila berfungsi dan tetap kuat sebagai dasar negara dalam menghadapi tantangan globalisasi, yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan bangsa kita. Indonesia melihat dua sisi globalisasi: liberalisasi ekonomi, kemajuan teknologi, dan arus informasi yang melintasi batas negara. Kedua aspek ini membawa peluang dan risiko bagi Indonesia. Di satu sisi, globalisasi memungkinkan inovasi, kemajuan digital, dan integrasi ekonomi global; namun, di sisi lain, ia juga menyebabkan ketidakadilan digital, kesenjangan sosial-ekonomi, individualisme yang lebih besar, dan penurunan semangat gotong-royong, yang menunjukkan bahwa sila Kelima belum dilaksanakan dengan baik. Selain itu, memasuki budaya negara lain dan menyebarkan ideologi yang tidak toleran melalui media digital membahayakan persatuan. Untuk menyelidiki literatur ilmiah yang berkaitan dengan Pancasila, globalisasi, dan keadilan sosial, artikel ini menggunakan pendekatan kajian pustaka deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila masih relevan sebagai filter ideologis dan kompas moral dalam menangani efek buruk globalisasi. Pancasila meminta negara menjalankan perannya sebagai negara kesejahteraan, memperkuat pemerataan pembangunan, menjaga identitas bangsa, dan memastikan bahwa kemajuan teknologi digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat. Pancasila berfungsi sebagai pedoman strategis bagi Indonesia untuk mempertahankan kebebasan dan keadilan di era global.
Pancasila: Sistem Filsafat dan Kebudayaan Indonesia Efa Nurzazila; Salsabila Nurwahyu Lestari; Setya Apriliana; Zaenul Slam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14390

Abstract

Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang berperan sebagai system filsafat dan kebudayaan bangsa sekaligus pedoman moral dan pandangan hidup warga negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian Pancasila, landasan dan sumber filsafatnya, peranannya sebagai kebudayaan dan identitas bangsa, serta relevansinya dalam konteks zaman modern. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian berbasis literatur dengan pendekatan kualitatif melalui proses pengumpulan data dari literatur akademik, dokumen resmi, dan penelitian terdahulu, kemudian mengolahnya melalui analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila memiliki landasan filosofis yang kokoh, bersumber dari nilai-nilai budaya dan pengalaman sejarah bangsa, tercermin dalam praktik gotong royong, toleransi, persatuan, dan keadilan sosial. Sebagai identitas bangsa, Pancasila membedakan Indonesia dari negara lain serta membentuk pandangan hidup yang memandu perilaku masyarakat. Diskusi menekankan relevansi Pancasila di era modern, di mana nilai-nilainya menjadi pedoman adaptif menghadapi globalisasi, perkembangan teknologi, dan dinamika sosial, sekaligus memperkuat integritas dan harmoni bangsa. Kesimpulannya, Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga berfungsi sebagai sistem filsafat dan kebudayaan yang dinamis, tetap relevan sebagai pedoman moral dan karakter kebangsaan untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Pancasila: Landasan Nilai untuk Kemajuan Ilmu dan Teknologi Fani Alifya Putri; Muhammad Alif Putra Ahtar; Atikah Aini; Zaenul Slam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14391

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam era globalisasi membawa pengaruh besar terhadap perubahan pola hidup, cara berinteraksi, serta perkembangan sosial budaya masyarakat Indonesia. Kemajuan teknologi memang menawarkan berbagai kemudahan dan peluang baru, namun di balik itu muncul pula tantangan serius terkait etika, moralitas, dan kemampuan bangsa dalam menjaga nilai-nilai Pancasila agar tidak tergeser oleh arus modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pancasila sebagai dasar moral dan filosofis dalam mengarahkan pemanfaatan IPTEK sehingga tetap berada dalam koridor nilai kebangsaan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, memanfaatkan sumber ilmiah terbitan 2015–2025, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk melihat keterkaitan antara nilai Pancasila dan praktik penggunaan teknologi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki relevansi yang sangat kuat dalam menghadapi perkembangan IPTEK masa kini. Sila pertama menegaskan perlunya tanggung jawab etis dalam penggunaan teknologi. Sila kedua mendorong perlindungan martabat manusia di tengah pesatnya inovasi digital. Sila ketiga menjaga harmoni dan persatuan di era keterhubungan global. Sila keempat memperkuat prinsip musyawarah dalam perumusan kebijakan IPTEK. Sila kelima memastikan keadilan dalam akses, distribusi, dan pemanfaatan teknologi agar tidak memperlebar kesenjangan sosial. Integrasi nilai Pancasila melalui pendidikan, literasi digital, dan regulasi teknologi menjadi kunci untuk membangun ekosistem IPTEK yang inklusif, manusiawi, dan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa Pancasila mampu menjadi fondasi moral yang memandu arah pembangunan IPTEK tanpa menghilangkan identitas nasional.
Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Putri Aulia Septiyanti; Hasna Septiana; Salsabila Fiqi Fauziah; Zaenul Slam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hakikat Pancasila sebagai sistem filsafat yang utuh dan mengkaji urgensi serta relevansinya dalam menghadapi tantangan kontemporer. Permasalahan utama yang diangkat adalah kedudukan Pancasila sebagai landasan filosofis (Grundnorm) dan pandangan hidup bangsa (Weltanschauung) di tengah arus globalisasi dan risiko fragmentasi ideologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan, di mana data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui pengelompokan tematik filsafat (Ontologi, Epistemologi, Aksiologi) dan triangulasi antar sumber. Hasil penelitian menegaskan bahwa Pancasila bertransformasi menjadi sistem filsafat yang koheren dengan struktur monodualis-hierarkis. Secara Ontologis, Pancasila mendasarkan diri pada hakikat manusia Indonesia yang monopluralis dan berketuhanan. Secara Epistemologis, sumber kebenaran Pancasila bersifat inklusif, memadukan rasionalitas universal dengan nilai luhur dan kearifan lokal. Secara Aksiologis, sila kelima (keadilan sosial) ditetapkan sebagai telos (tujuan akhir) negara. Ditemukan dua pokok pikiran baru yang krusial: Pertama, urgensi Pancasila terletak pada perannya sebagai "Metanarrative" dan "Genetivus Subjektivus" yang efektif mengatasi risiko fragmentasi ideologis dan primordialisme ekstrem. Kedua, relevansinya terwujud dalam fungsinya sebagai otoritas etis dan filter ideologi, yang wajib memandu seluruh kebijakan publik, memastikan pembangunan tidak jatuh pada kapitalisme murni, melainkan tetap berlandaskan kemanusiaan yang adil dan beradab. Dengan demikian, Pancasila berfungsi sebagai perekat ideologis yang dinamis dan kompas strategis di masa depan.
Implementasi Pancasila terhadap Kasus Korupsi di Indonesia Rohma Nurunisa; Raya Kamila CB Winata; Rofiq Ibrahim Natis; Zaenul Slam
Jurnal Pendidikan dan Kewarganegara Indonesia Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Jurnal Pendidikan dan Kewarganegara Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jupenkei.v2i4.886

Abstract

Pancasila as the foundation of the state and the national ideology of Indonesia, has a very important function in shaping the moral values, ethics, as well as the attitudes and behavior of state officials. However, the reality of the persistent prevalence of corruption cases reflects a gap between the values contained in Pancasila and the practices of national and state life. This article aims to examine the implementation of Pancasila values in efforts to prevent and address corruption cases in Indonesia. The research method used is a qualitative approach with a literature review method, conducted through an examination of laws and regulations, scientific journals, and various relevant literary sources. The discussion results show that each principle of Pancasila contains anti-corruption values, such as belief in God that instills honesty, humanitarian values that uphold justice, the value of unity that rejects the interests of certain groups, democratic values that emphasize trustworthiness, and the value of social justice for all Indonesian people. However, the implementation of these values has not been carried out optimally due to weak law enforcement and low moral awareness. Therefore, efforts are needed to strengthen Pancasila education, improve the integrity of state officials, and build a collective commitment to realize clean and just governance.
Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Indonesia Kayla Risti Adzani; Adib Hashif Herliansyah; Zaenul Slam
JURNAL RISET RUMPUN ILMU PENDIDIKAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: JURRIPEN : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurripen.v5i1.8028

Abstract

Science and technology (science and technology) has a strategic role in encouraging the progress of the nation, but its development needs to be directed so that it is not separated from moral and humanitarian values. Without a strong ethical foundation, the advancement of science and technology has the potential to cause various social problems, such as inequality of access to technology, misuse of technology, and degradation of human values. In the Indonesian context, Pancasila as the basis of the state and the nation's outlook on life can be used as a paradigm in the development of science and technology that is oriented towards humanity, unity, democracy, and social justice. This research aims to examine the role of Pancasila values in building science and technology ethics in Indonesia. The method used is a qualitative approach with literature study techniques on various academic sources, public policy documents, and relevant laws and regulations. The results of the study show that Pancasila values are able to become an ethical foundation in the development of science and technology, so that technological progress is not only oriented to technical and economic aspects, but also to moral responsibility, social justice, environmental sustainability, and the welfare of society as a whole.
Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Ilmu luthfiyah muslimah; Alya Muhzur Anggraini Siregar; Zaenul Slam
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9502

Abstract

Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia bukan sekadar berfungsi sebagai acuan moral dan ideologis, tetapi juga berperan sebagai dasar pemikiran dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Paradigma ini menempatkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam setiap aktivitas ilmiah agar pengembangan ilmu tidak lepas dari nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Setiap sila Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk arah dan tujuan IPTEK, mulai dari peneguhan moral ketuhanan, penghormatan terhadap martabat manusia, penguatan persatuan, penumbuhan kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan ilmiah, hingga pemerataan hasil inovasi bagi seluruh rakyat Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran Pancasila sebagai paradigma dalam pengembangan IPTEK di Indonesia, serta mengidentifikasi relevansi nilai-nilai Pancasila dalam menjawab tantangan kemajuan teknologi modern. Penelitian ini juga bertujuan untuk menunjukkan bagaimana strategi penerapan yang dapat membangun keharmonisan antara nilai-nilai Pancasila dan arah kebijakan IPTEK nasional, sehingga keduanya dapat sejalan dengan cita-cita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. berbagai tantangan, seperti pengaruh ideologi asing dan kemajuan teknologi yang cenderung mengabaikan etika. Di sisi lain, Pancasila juga menawarkan peluang besar sebagai filter nilai dan sumber inspirasi bagi inovasi yang berkeadilan sosial dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan IPTEK yang berlandaskan Pancasila, guna mendukung tujuan nasional mencerdaskan kehidupan bangsa. Adapun Kesimpulannya Pancasila memiliki relevansi yang kuat sebagai paradigma pengembangan IPTEK karena mampu memadukan antara kemajuan teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan dan moral bangsa. Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam setiap aktivitas ilmiah, Indonesia dapat mengarahkan kemajuan IPTEK agar tidak hanya menciptakan kemajuan material, tetapi juga memperkuat karakter bangsa, memperluas keadilan sosial, serta mendukung tujuan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945. Kata Kunci: Paradigma, Ilmu, IPTEK
Relevansi Filsafat Pancasila Terhadap Krisis Identitas Generasi Fitriyah Zakiyatul Hamidah; Shabria Wafa Haniya; Zaenul Slam
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9529

Abstract

Penelitian ini membahas relevansi filsafat Pancasila terhadap Krisis Identitas yang dialami generasi modern di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi pustaka, penelitian ini menyoroti bagaimana perubahan nilai, budaya populer global, dan pengaruh media sosial memicu disorientasi moral serta melemahkan identitas nasional generasi muda. Filsafat Pancasila dengan dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologisnya memberikan solusi konseptual yang menekankan keseimbangan antara kebebasan individu dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial menjadi landasan moral untuk memperkuat karakter bangsa di era globalisasi. Revitalisasi pemahaman dan implementasi Pancasila melalui pendidikan, keluarga, media, dan kebijakan publik menjadi langkah strategis untuk membangun generasi muda yang berkarakter, adaptif, dan berjiwa nasionalis Kata Kunci: Pancasila, Krisis Identias, Generasi Modern  
Pancasila Sebagai Fondasi Ideologi Negara Amanda Ramadhani; Alyaa Putri Saila; Marchel Malikahafiz; Zaenul Slam
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9549

Abstract

Pancasila dianalisis sebagai fondasi ideologi negara yang esensial, berakar dari nilai luhur dan kearifan lokal bangsa, yang disahkan secara yuridis dalam pembukaan UUD 1945. Penelitian ini bertujuan menganalisis signifikansinya mengenai Pancasila sebagai fondasi ideologi negara dengan menggunakan metode kualitatif pada analisis studi literatur ilmiah. Temuan studi ini mengonfirmasi fungsi utama Pancasila sebagai kerangka moral dan etika, serta primadona sumber hukum, yang didukung oleh aspek ideal, normatif, dan realistis. Hal ini bertujuan untuk memastikan kemampuannya dalam beradaptasi tanpa mengurangi prinsip-prinsip dasarnya, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Meskipun nilai-nilai krusial untuk pemandu penyelenggaraan negara dan kehidupan masyarakat, implementasinya menghadapi tantangan serius dari globalisasi, individualisme, dan isu transparansi, sehingga menuntut revitalisasi nilai terstruktur demi memperkuat jati diri bangsa dan mewujudkan cita-cita keadilan sosial dan kedaulatan rakyat secara optimal. Dengan ini Pancasila merupakan landasan ideologis dan prinsip fundamental negara yang menduduki posisi krusial serta fungsi sentral dalam kerangka hukum serta tatanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Kata Kunci: Pancasila, Fondasi, Ideologi Negara