Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penerapan Demokrasi Pancasila di Indonesia Riadhul Fadilah; Alikha Naya Dwi Azkhia; Dzira Vania Putri Purnomo; Zaenul Slam
Garuda: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Dan Filsafat Vol. 4 No. 2 (2026): Juni : GARUDA: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/garuda.v4i2.6370

Abstract

Democracy is a system of government that places the people as the highest authority in political decision-making. The concept of democracy is not only related to electoral mechanisms, but also includes values such as freedom, equality, participation, and respect for human rights. This paper aims to comprehensively examine the meaning of democracy, its defining characteristics, the aspects that shape the democratic system, its fundamental principles, and its implementation in national and civic life. The characteristics of democracy can be seen in the existence of popular sovereignty, government based on the rule of law, and the protection of citizens’ rights. The aspects of democracy include political, legal, and social dimensions that are interconnected. Democratic principles such as freedom of expression, equality before the law, and active public participation serve as the main foundation in its practice. In its implementation, democracy requires a balance between the rights and obligations of citizens, as well as an active role of the government in ensuring justice and welfare. Therefore, democracy is expected to create a just, prosperous, and civilized society.
Pancasila Dalam Cara Pandang Bangsa: Filsafat Yang Menyatukan Keberagaman Ahmad Abiyyu; Naila Nafisah; Zaenul Slam
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9663

Abstract

Indonesia sebagai negara yang terdiri dari beragam suku, agama, ras, dan golongan menghadapi tantangan besar dalam menjaga persatuan nasional. Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pandangan hidup bangsa hadir sebagai kerangka nilai yang mampu menyatukan keberagaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai dalam setiap sila Pancasila yang berperan penting dalam menyatukan identitas sosial dan budaya di Indonesia. Dalam konteks masyarakat multikultural, Pancasila memiliki fungsi fundamental sebagai pedoman hidup bersama yang menumbuhkan sikap toleransi, persaudaraan, dan solidaritas nasional. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai literatur ilmiah yang relevan, seperti buku, jurnal akademik, serta dokumen kebijakan negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial secara integratif membentuk dasar moral dan etika yang memandu bangsa Indonesia dalam mengelola perbedaan serta mencegah konflik sosial-budaya. Dengan demikian, Pancasila bukan hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai filsafat hidup bangsa yang berperan penting dalam menciptakan kehidupan bermasyarakat yang harmonis, adil, dan bersatu. Kata Kunci: Pancasila, keberagaman, nilai-nilai, identitas sosial, persatuan bangsa
Pendidikan Pancasila Digital: Rekonstruksi Identitas Monopluralis Generasi Z Indonesia Menghadapi Disrupsi Media Sosial Nur Azizah; Ahmad Ikhwan Saputro; Zaenul Slam
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 01 (2026): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v11i01.12167

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkonstruksi model Pendidikan Pancasila Digital sebagai strategi rekonstruksi identitas monopluralis Generasi Z Indonesia dalam menghadapi disrupsi media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain survei cross-sectional terhadap 211 responden Generasi Z yang aktif menggunakan media sosial. Instrumen penelitian disusun berdasarkan indikator ontologi diri dan disrupsi identitas digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya fenomena ontological dissonance, yaitu kondisi ketika individu meyakini adanya “inti diri” yang tetap, tetapi pada saat yang sama menampilkan identitas digital yang cair dan berbeda di berbagai platform media sosial. Sebanyak 74,4% responden mengaku memiliki “inti diri” yang tidak berubah, sedangkan 70,6% merasa seperti “satu orang dengan banyak wajah”. Penelitian ini menemukan bahwa nilai monopluralisme Pancasila relevan sebagai kerangka filosofis dalam menjembatani kesenjangan antara identitas inti dan ekspresi digital yang beragam melalui penguatan literasi digital dan pendidikan karakter berbasis Pancasila.