Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penerapan Demokrasi Pancasila di Indonesia Riadhul Fadilah; Alikha Naya Dwi Azkhia; Dzira Vania Putri Purnomo; Zaenul Slam
Garuda: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Dan Filsafat Vol. 4 No. 2 (2026): Juni : GARUDA: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/garuda.v4i2.6370

Abstract

Democracy is a system of government that places the people as the highest authority in political decision-making. The concept of democracy is not only related to electoral mechanisms, but also includes values such as freedom, equality, participation, and respect for human rights. This paper aims to comprehensively examine the meaning of democracy, its defining characteristics, the aspects that shape the democratic system, its fundamental principles, and its implementation in national and civic life. The characteristics of democracy can be seen in the existence of popular sovereignty, government based on the rule of law, and the protection of citizens’ rights. The aspects of democracy include political, legal, and social dimensions that are interconnected. Democratic principles such as freedom of expression, equality before the law, and active public participation serve as the main foundation in its practice. In its implementation, democracy requires a balance between the rights and obligations of citizens, as well as an active role of the government in ensuring justice and welfare. Therefore, democracy is expected to create a just, prosperous, and civilized society.
Pancasila Dalam Cara Pandang Bangsa: Filsafat Yang Menyatukan Keberagaman Ahmad Abiyyu; Naila Nafisah; Zaenul Slam
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9663

Abstract

Indonesia sebagai negara yang terdiri dari beragam suku, agama, ras, dan golongan menghadapi tantangan besar dalam menjaga persatuan nasional. Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pandangan hidup bangsa hadir sebagai kerangka nilai yang mampu menyatukan keberagaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai dalam setiap sila Pancasila yang berperan penting dalam menyatukan identitas sosial dan budaya di Indonesia. Dalam konteks masyarakat multikultural, Pancasila memiliki fungsi fundamental sebagai pedoman hidup bersama yang menumbuhkan sikap toleransi, persaudaraan, dan solidaritas nasional. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai literatur ilmiah yang relevan, seperti buku, jurnal akademik, serta dokumen kebijakan negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial secara integratif membentuk dasar moral dan etika yang memandu bangsa Indonesia dalam mengelola perbedaan serta mencegah konflik sosial-budaya. Dengan demikian, Pancasila bukan hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai filsafat hidup bangsa yang berperan penting dalam menciptakan kehidupan bermasyarakat yang harmonis, adil, dan bersatu. Kata Kunci: Pancasila, keberagaman, nilai-nilai, identitas sosial, persatuan bangsa
Pendidikan Pancasila Digital: Rekonstruksi Identitas Monopluralis Generasi Z Indonesia Menghadapi Disrupsi Media Sosial Nur Azizah; Ahmad Ikhwan Saputro; Zaenul Slam
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 01 (2026): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v11i01.12167

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkonstruksi model Pendidikan Pancasila Digital sebagai strategi rekonstruksi identitas monopluralis Generasi Z Indonesia dalam menghadapi disrupsi media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain survei cross-sectional terhadap 211 responden Generasi Z yang aktif menggunakan media sosial. Instrumen penelitian disusun berdasarkan indikator ontologi diri dan disrupsi identitas digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya fenomena ontological dissonance, yaitu kondisi ketika individu meyakini adanya “inti diri” yang tetap, tetapi pada saat yang sama menampilkan identitas digital yang cair dan berbeda di berbagai platform media sosial. Sebanyak 74,4% responden mengaku memiliki “inti diri” yang tidak berubah, sedangkan 70,6% merasa seperti “satu orang dengan banyak wajah”. Penelitian ini menemukan bahwa nilai monopluralisme Pancasila relevan sebagai kerangka filosofis dalam menjembatani kesenjangan antara identitas inti dan ekspresi digital yang beragam melalui penguatan literasi digital dan pendidikan karakter berbasis Pancasila.
UNDANG-UNDANG DASAR 1945: PENGERTIAN, SIFAT, KEDUDUKAN, DAN DINAMIKA PELAKSANAANNYA Kherunnissa Azzahrah Tabroni; Naia Safira; Luthfia Amalia Mulyadi; Zaenul Slam
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.51842

Abstract

The 1945 Constitution of the Republic of Indonesia (UUD NRI 1945) is the highest basic law that serves as the foundation for the administration of national and state life in Indonesia. This article comprehensively discusses the meaning of a constitution, the characteristics and position of the 1945 Constitution, the relationship between the Preamble and the body of the Constitution, the dynamics of its implementation from the independence era to the Reform era, as well as the amendment process carried out four times between 1999 and 2002. This study employs a normative legal research method using statutory and historical approaches. Data were collected through library research using various relevant primary and secondary sources. The results of the study indicate that the 1945 Constitution holds a very fundamental position as the grundnorm or basic norm of the Indonesian legal system, so any amendments to it must still consider the values that live within society. In addition, the Preamble of the 1945 Constitution contains fundamental principles that serve as the philosophical foundation for all articles in the body of the Constitution. The amendments to the Constitution have also brought significant changes to Indonesia’s constitutional system, particularly in strengthening democracy, protecting human rights, and establishing a clearer separation of powers.
KETAHANAN NASIONAL DALAM BINGKAI SMART POWER MELALUI INTEGRASI DIPLOMASI BUDAYA DAN GEOSTRATEGI DI ERA GLOBALISASI Lukluk Zakiya; Fitriyah Fitriyah; Zaenul Slam
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 8.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi kekuatan cerdas melalui diplomasi budaya sebagai elemen strategis dalam memperkuat ketahanan nasional Indonesia. Di tengah dinamika globalisasi, penggunaan kekuatan fisik saja dianggap tidak lagi efektif untuk melindungi kepentingan nasional secara komprehensif. Dengan menggunakan metode kualitatif, studi ini mengeksplorasi integrasi kekuatan lunak seperti keunggulan kuliner dan kreativitas digital dengan kekuatan militer yang ada. Temuan penelitian menegaskan bahwa diplomasi budaya yang direncanakan dengan baik dapat memperkuat identitas nasional sekaligus membangun citra positif sebagai perisai terhadap pengaruh asing. Mengorientasikan kembali strategi ini sangat penting bagi Indonesia untuk beradaptasi dengan pergeseran geopolitik dunia sambil mempertahankan kedaulatan nasional secara berkelanjutan. Lebih lanjut, sinergi antara nilai-nilai tradisional dan platform komunikasi modern sangat penting untuk menjaga stabilitas regional. Indonesia harus memanfaatkan warisan budayanya yang beragam untuk membangun kepercayaan internasional dan membina kemitraan global. Dengan mengoptimalkan aset-aset ini, bangsa dapat memengaruhi persepsi global dan mengamankan posisi strategisnya di antara negara-negara lain. Integrasi teknologi dalam mempromosikan kearifan lokal semakin meningkatkan efektivitas pendekatan ini. Pada akhirnya, strategi kekuatan cerdas yang komprehensif akan memberdayakan bangsa untuk menghadapi berbagai tantangan di abad ke-21 sambil memastikan bahwa nilai-nilai nasional tetap dihormati di panggung internasional.