Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : PESHUM

Pancasila dalam Perspektif Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia Kirana Cinta Mentari; Mutia Rohman; Sopi Sulistiawati; Zaenul Slam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14074

Abstract

Pancasila, sebagai landasan dan ideologi negara Indonesia, berfungsi dasar filosofis yang mempersatukan keragaman bangsa. Secara historis, Pancasila lahir dari janji kemerdekaan Jepang pada tahun 1944, pembentukan BPUPKI pada tahun 1945, dan pidato Soekarno pada 1 Juni 1945 memperkenalkan lima prinsip Pancasila. Pada 18 Agustus 1945, Pancasila secara resmi disahkan sebagai landasan negara. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kronologi dan evolusi makna Pancasila dalam sejarah bangsa. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan sumber utama berupa artikel ilmiah dan jurnal akademik berkaitan dengan pembentukan, nilai-nilai, dan posisi Pancasila. Pengumpulan data dilakukan melalui pencarian literatur dan dianalisis secara deskriptif dan interpretatif. Penelitian menunjukkan Pancasila berakar pada nilai-nilai pra-kemerdekaan dan merupakan konsensus mulia bangsa. Pancasila merupakan dasar filosofis, pedoman hidup, dan pemersatu bangsa Indonesia untuk melaksanakan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
Pancasila sebagai Landasan dan Moral Bagi Kemajuan IPTEK di Indonesia Salsabila Mahmada; Citra Annisa; Nur Afni; Zaenul Slam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14111

Abstract

Berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk sosial, ekonomi, dan budaya, dipengaruhi kemajuan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, kemajuan ini membawa tantangan moral dan etika, seperti peningkatan ketidaksetaraan sosial, penyalahgunaan teknologi, dan kerusakan nilai-nilai manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan kualitatif. Penelitian menunjukkan bahwa Pancasila berfungsi sebagai acuan moral penting dalam mengarahkan pengembangan dan penerapan teknologi dan ilmu pengetahuan. Kepercayaan kepada Tuhan memastikan bahwa teknologi tidak hanya sesuai prinsip agama tetapi juga ramah lingkungan. Prinsip Kemanusiaan menekankan teknologi dan ilmu pengetahuan tidak boleh digunakan untuk eksploitasi tetapi untuk kesejahteraan manusia. Di tengah tantangan globalisasi digital, prinsip persatuan memperkuat solidaritas nasional. Sementara itu, prinsip demokrasi dan keadilan sosial menekankan tanggung jawab kolektif dan keadilan dalam kemajuan teknologi. Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan teknologi dan ilmu pengetahuan merupakan upaya strategis untuk mendorong kemajuan yang moral, berorientasi pada manusia, dan adil secara sosial. Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai landasan moral, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung terhadap efek buruk dari kemajuan teknologi kontemporer.
Pancasila sebagai Sistem Etika Kherunnissa Az Zahra Tabroni; Naia Safira; Rijka Mukaromatussalisah; Zaenul Slam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14127

Abstract

Pancasila, merupakan sistem nilai yang berfungsi sebagai dasar negara, membantu mengarahkan kehidupan moral rakyat Indonesia. Pancasila berfungsi sebagai sistem etika yang tidak hanya berfungsi sebagai norma, tetapi juga berfungsi sebagai pedoman praktis membangun karakter, kebijakan publik, dan perilaku sosial. Tujuan penelitian ini adalah menguraikan sumber utama Pancasila sebagai sistem etika dengan mempertimbangkan aspek historis, sosiologis, dan politis. Metode yang digunakan adalah melakukan penelitian literatur dengan melihat tulisan ahli. Kajian menunjukkan prinsip-prinsip Pancasila berasal dari perspektif bangsa yang ada sebelum kemerdekaan. Pancasila berasal dari realitas masyarakat yang heterogen secara sosiologis, dan politis, itu menjadi dasar moral untuk menjalankan kekuasaan negara. Dengan tiga dimensi ini, Pancasila menjadi bukan hanya dasar ideologis tetapi juga sistem etika yang membantu memajukan kehidupan bangsa menuju tatanan yang berkeadilan, beradab, dan berketuhanan. Pancasila memiliki makna filosofis dan kehidupan nyata karena memiliki kapasitas membentuk landas moral bangsa Indonesia di tengah globalisasi dan kerusakan nilai.
Pancasila Sebagai Sistem Filsafat yang Mendasari Negara Hukum Indonesia Aida Rahmasari; Cahya Nariyah Azizah; Sherina Ariyanti; Zaenul Slam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14160

Abstract

Pancasila, sebagai landasan negara, berfungsi sebagai ideologi nasional dan kerangka filosofis yang memberikan dasar moral dan normatif untuk penerapan negara hukum Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kajian pustaka dengan pendekatan filosofis normatif. Penelitian ini menunjukkan prinsip-prinsip negara hukum seperti kedaulatan hukum, keadilan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia didukung oleh dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologis dari setiap sila Pancasila. Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai sumber nilai hukum, tetapi juga berfungsi sebagai standar moral untuk proses penyusunan, pelaksanaan, dan penegakan hukum di Indonesia. Sebagai sistem filosofis, Pancasila menegaskan identitas dan arah perkembangan hukum nasional yang sepenuhnya berasal dari Indonesia. Hal ini meningkatkan kesadaran akan pentingnya prinsip-prinsip tersebut dalam kehidupan sehari-hari kita. Setiap sila Pancasila mengandung nilai-nilai yang menopang prinsip negara hukum dan menjadi pedoman etis dalam kehidupan nasional, memperkuat karakter hukum nasional yang berlandaskan jati diri bangsa Indonesia.
Pancasila di Era Globalisasi, Tantangan, dan Relevansi sebagai Dasar Negara Luthfia Amalia Mulyadi; Renita Rudiana; Siti Nur Azizah; Zaenul Slam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14352

Abstract

Pancasila berfungsi dan tetap kuat sebagai dasar negara dalam menghadapi tantangan globalisasi, yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan bangsa kita. Indonesia melihat dua sisi globalisasi: liberalisasi ekonomi, kemajuan teknologi, dan arus informasi yang melintasi batas negara. Kedua aspek ini membawa peluang dan risiko bagi Indonesia. Di satu sisi, globalisasi memungkinkan inovasi, kemajuan digital, dan integrasi ekonomi global; namun, di sisi lain, ia juga menyebabkan ketidakadilan digital, kesenjangan sosial-ekonomi, individualisme yang lebih besar, dan penurunan semangat gotong-royong, yang menunjukkan bahwa sila Kelima belum dilaksanakan dengan baik. Selain itu, memasuki budaya negara lain dan menyebarkan ideologi yang tidak toleran melalui media digital membahayakan persatuan. Untuk menyelidiki literatur ilmiah yang berkaitan dengan Pancasila, globalisasi, dan keadilan sosial, artikel ini menggunakan pendekatan kajian pustaka deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila masih relevan sebagai filter ideologis dan kompas moral dalam menangani efek buruk globalisasi. Pancasila meminta negara menjalankan perannya sebagai negara kesejahteraan, memperkuat pemerataan pembangunan, menjaga identitas bangsa, dan memastikan bahwa kemajuan teknologi digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat. Pancasila berfungsi sebagai pedoman strategis bagi Indonesia untuk mempertahankan kebebasan dan keadilan di era global.
Pancasila: Sistem Filsafat dan Kebudayaan Indonesia Efa Nurzazila; Salsabila Nurwahyu Lestari; Setya Apriliana; Zaenul Slam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14390

Abstract

Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang berperan sebagai system filsafat dan kebudayaan bangsa sekaligus pedoman moral dan pandangan hidup warga negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian Pancasila, landasan dan sumber filsafatnya, peranannya sebagai kebudayaan dan identitas bangsa, serta relevansinya dalam konteks zaman modern. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian berbasis literatur dengan pendekatan kualitatif melalui proses pengumpulan data dari literatur akademik, dokumen resmi, dan penelitian terdahulu, kemudian mengolahnya melalui analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila memiliki landasan filosofis yang kokoh, bersumber dari nilai-nilai budaya dan pengalaman sejarah bangsa, tercermin dalam praktik gotong royong, toleransi, persatuan, dan keadilan sosial. Sebagai identitas bangsa, Pancasila membedakan Indonesia dari negara lain serta membentuk pandangan hidup yang memandu perilaku masyarakat. Diskusi menekankan relevansi Pancasila di era modern, di mana nilai-nilainya menjadi pedoman adaptif menghadapi globalisasi, perkembangan teknologi, dan dinamika sosial, sekaligus memperkuat integritas dan harmoni bangsa. Kesimpulannya, Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga berfungsi sebagai sistem filsafat dan kebudayaan yang dinamis, tetap relevan sebagai pedoman moral dan karakter kebangsaan untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Pancasila: Landasan Nilai untuk Kemajuan Ilmu dan Teknologi Fani Alifya Putri; Muhammad Alif Putra Ahtar; Atikah Aini; Zaenul Slam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14391

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam era globalisasi membawa pengaruh besar terhadap perubahan pola hidup, cara berinteraksi, serta perkembangan sosial budaya masyarakat Indonesia. Kemajuan teknologi memang menawarkan berbagai kemudahan dan peluang baru, namun di balik itu muncul pula tantangan serius terkait etika, moralitas, dan kemampuan bangsa dalam menjaga nilai-nilai Pancasila agar tidak tergeser oleh arus modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pancasila sebagai dasar moral dan filosofis dalam mengarahkan pemanfaatan IPTEK sehingga tetap berada dalam koridor nilai kebangsaan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, memanfaatkan sumber ilmiah terbitan 2015–2025, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk melihat keterkaitan antara nilai Pancasila dan praktik penggunaan teknologi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki relevansi yang sangat kuat dalam menghadapi perkembangan IPTEK masa kini. Sila pertama menegaskan perlunya tanggung jawab etis dalam penggunaan teknologi. Sila kedua mendorong perlindungan martabat manusia di tengah pesatnya inovasi digital. Sila ketiga menjaga harmoni dan persatuan di era keterhubungan global. Sila keempat memperkuat prinsip musyawarah dalam perumusan kebijakan IPTEK. Sila kelima memastikan keadilan dalam akses, distribusi, dan pemanfaatan teknologi agar tidak memperlebar kesenjangan sosial. Integrasi nilai Pancasila melalui pendidikan, literasi digital, dan regulasi teknologi menjadi kunci untuk membangun ekosistem IPTEK yang inklusif, manusiawi, dan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa Pancasila mampu menjadi fondasi moral yang memandu arah pembangunan IPTEK tanpa menghilangkan identitas nasional.
Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Putri Aulia Septiyanti; Hasna Septiana; Salsabila Fiqi Fauziah; Zaenul Slam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hakikat Pancasila sebagai sistem filsafat yang utuh dan mengkaji urgensi serta relevansinya dalam menghadapi tantangan kontemporer. Permasalahan utama yang diangkat adalah kedudukan Pancasila sebagai landasan filosofis (Grundnorm) dan pandangan hidup bangsa (Weltanschauung) di tengah arus globalisasi dan risiko fragmentasi ideologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan, di mana data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui pengelompokan tematik filsafat (Ontologi, Epistemologi, Aksiologi) dan triangulasi antar sumber. Hasil penelitian menegaskan bahwa Pancasila bertransformasi menjadi sistem filsafat yang koheren dengan struktur monodualis-hierarkis. Secara Ontologis, Pancasila mendasarkan diri pada hakikat manusia Indonesia yang monopluralis dan berketuhanan. Secara Epistemologis, sumber kebenaran Pancasila bersifat inklusif, memadukan rasionalitas universal dengan nilai luhur dan kearifan lokal. Secara Aksiologis, sila kelima (keadilan sosial) ditetapkan sebagai telos (tujuan akhir) negara. Ditemukan dua pokok pikiran baru yang krusial: Pertama, urgensi Pancasila terletak pada perannya sebagai "Metanarrative" dan "Genetivus Subjektivus" yang efektif mengatasi risiko fragmentasi ideologis dan primordialisme ekstrem. Kedua, relevansinya terwujud dalam fungsinya sebagai otoritas etis dan filter ideologi, yang wajib memandu seluruh kebijakan publik, memastikan pembangunan tidak jatuh pada kapitalisme murni, melainkan tetap berlandaskan kemanusiaan yang adil dan beradab. Dengan demikian, Pancasila berfungsi sebagai perekat ideologis yang dinamis dan kompas strategis di masa depan.