Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kontribusi Koperasi Syariah BMT UGT Nusantara Cabang Pontianak Dalam Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi Dan Sosial Masyarakat Lediana; Franklin Yohanes Sulla; Fitria Ghaida Nur Rahma; Alya Fitriani; Mulia Sari; Rabiatul Alya
Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/jupsi.v2i1.140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi Koperasi Syariah BMT UGT Nusantara Cabang Pontianak terhadap pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat lokal. Temuan menunjukkan bahwa koperasi ini berperan signifikan dalam memberikan akses layanan keuangan berbasis syariah, mendukung pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta meningkatkan inklusi keuangan masyarakat. Dalam aspek sosial, koperasi melaksanakan program pemberdayaan seperti pelatihan kewirausahaan dan bantuan sosial melalui program UGT Peduli, yang memperkuat solidaritas sosial di antara anggota. Kesimpulannya, koperasi ini tidak hanya menjadi lembaga keuangan, tetapi juga agen transformasi sosial dan ekonomi yang berkontribusi positif terhadap kualitas hidup masyarakat lokal.
Dampak Kemiskinan terhadap Ketidaksetaraan Pelayanan Kesehatan di Indonesia Agisti Maharani; Astrid; Arya; Deti; Dewi Yanti; Franklin Yohanes Sulla; M. Zainul Hafizi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/j61qt429

Abstract

Kemiskinan masih menjadi salah satu permasalahan besar yang memengaruhi kualitas hidup masyarakat di Indonesia, terutama dalam hal akses terhadap pelayanan kesehatan. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), masyarakat miskin masih menghadapi hambatan serius, baik dari sisi biaya, jarak, maupun keterbatasan infrastruktur. Hal ini menimbulkan ketidaksetaraan yang nyata, di mana kelompok ekonomi menengah ke atas dan masyarakat perkotaan cenderung memiliki akses lebih mudah terhadap layanan kesehatan dibandingkan masyarakat miskin di daerah pedesaan atau wilayah terpencil. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan yang memanfaatkan berbagai sumber jurnal ilmiah, laporan penelitian, serta publikasi relevan dalam kurun wkatu sepuluh tahun terkahir. Temuan dari kajian tersebut mengisikasikan bahwa kondisi kemiskinan tidak hanya menghambat masyarakat dalam mencukupi kebutuhan pokok, tetapi juga memperlebar ketidakmerataan akses terhadap layanan kesehatan dengan dibutuhkannya kebijakan yang menitikberatkan pada aspek pemerataan. Dengan strategi yang terarah dan berkelanjutan, kesenjangan pelayanan kesehatan di Indonesia dapat dikurangi sehingga seluruh lapisan masyarakat memperoleh hak yang sama atas layanan kesehatan yang layak dan bermutu.