Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Jenis Vaksin Covid-19 pada Kualitas Hidup Terkait Kesehatan (HRQoL) Masyarakat di Kota Padang dan Pariaman Andre, Boy; Lailaturrahmi, Lailaturrahmi; A, Almahdy; Armenia, Armenia
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 9 No 3 (2022): J Sains Farm Klin 9(3), Desember 2022
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.9.3.277-284.2022

Abstract

Covid-19 (Corona Virus Disease-2019) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus coronavirus 2 yang sangat mudah menular dan menyebabkan infeksi pada sistem pernafasan. Vaksinasi Covid-19 adalah salah satu upaya pencehagan penularan, dimana jenis vaksin yang diberikan kepada masyarakat ditetapkan oleh pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh jenis vaksin Covid-19 terhadap kualitas hidup terkait kesehatan (HRQoL) di Kota Padang dan Pariaman. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan dalam jaringan kuisioner generik WHOQOL-BREF yang berisi 26 pertanyaan pada bulan Juli – September 2022. Jenis vaksin merupakan variabel independen sedangkan data sosiodemografi responden yang meliputi jenis kelamin, usia, status perkawinan, pekerjaan, kota domisili, pendidikan terakhir, dan penyakit penyerta sebagai covariat. Kuisioner diolah secara statistik menggunakan SPSS versi 26 dengan analisis univariat. Vaksin Covid-19 yang diterima oleh responden yaitu Sinovac dan Sinopharm (inactivated virus), Moderna dan Pfizer (mRNA), serta Astra Zeneca (Non-Replicating Viral Vector). Kuisoner yang diisi secara  lengkap oleh 418 responden didapatkan hasil dimana sebanyak 242 dan 81 responden menyatakan kualitas hidup terkait kesehatan mereka berstatus baik dan sangat baik, sedangakan  93 dan 2 repsonden menyatakan biasa dan buruk. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan (p>0,05) antara jenis vaksin terhadap ke empat domain pada HRQoL. Namun, terdapat pengaruh yang signifikan (p<0,05) pada covariat yaitu status perkawinan, pekerjaan dan pendidikan terakhir terhadap semua domain pada HRQoL.
Uji Efektifitas Ekstrak Etanol Daun Arbei (Rubus rosifolius Sm.) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Mencit Diabetes Afriyeni, Helmice; Rizal, Rosiana; Armenia, Armenia; Esfika, Mike; Dillasamola, Dwisari
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 10 No 2 (2023): J Sains Farm Klin 10(2), Agustus 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.10.2.248-255.2023

Abstract

Daun arbei (Rubus rosifolius Sm.) mengandung senyawa metabolit aktif seperti pomolic acid, tormentic acid, quercetin dan euscaphic acid yang berpotensi sebagai antihiperglikemia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun arbei (Rubus rosifolius Sm.) dan lama pemberian terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit diabetes. Sebanyak 25 ekor mencit diinduksi dengan aloksan dosis 150 mg/kg secara intraperitonial. Pemeriksaan glukosa darah dilakukan dengan metode enzimatis menggunakan glukometer. Mencit dengan kadar glukosa darah sewaktu >200 mg/dL dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol positif (Na.CMC 0,5%), pembanding (glimepirid) dan kelompok ekstrak uji dosis 100, 200 dan 400 mg/kg. Perlakuan diberikan selama 15 hari dan pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada hari ke 5, 10 dan 15. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Anova Dua Arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan post hoc pada tingkat kepercayaan 95%. Pemberian ekstrak uji berpengaruh signifikan (p<0.05) terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit. Semua kelompok dosis ekstrak uji memberikan efek penurunan glukosa darah yang tidak berbeda signifikan (p>0.05) dengan kelompok yang diberi glimepiride. Efek penurunan kadar glukosa darah semakin besar seiring bertambah lama waktu pemberian ekstrak uji (p<0,05), nilai penurunan terbesar ditunjukkan pada hari ke 15. Hasil penelitian mengindikasikan ekstrak etanol daun arbei efektif menurunkan kadar glukosa darah dan nilai penurunannya sebanding dengan glimepirid.
OPTIMALISASI FARMAKOTERAPI: IDENTIFIKASI DAN EDUKASI TENTANG ADRs DAN DRPs PADA PESERTA PROLANIS WILAYAH PUSKESMAS SURIAN, KABUPATEN SOLOK, SUMATERA BARAT Gumala, Azhoma; Armenia, Armenia; Prima Putra, Deddi; Syafni, Nova; Handayani, Fitri; Eka Putri, Desi; Furqan, Mainal; Sentat, Triswanto; Gusnelti, Yessi; Lucida, Henny
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i1.%p

Abstract

Peningkatan risiko reaksi obat yang tidak diinginkan (adverse drug reactions/ADRs) dan masalah terkait obat (drug-related problems/DRPs) pada pasien penyakit kronis, khususnya peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS), sangat membutuhkan informasi dan edukasi intensif terkait optimalisasi terapi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi insiden ADRs dan DRPs pada kelompok PROLANIS di Puskesmas Surian dan memberikan edukasi yang terfokus untuk meminimalkan risiko, demi mencapai terapi optimal. Kegiatan diawali dengan wawancara dan pengumpulan data kuesioner dari 30 responden (semua perempuan). Hasil demografi menunjukkan mayoritas responden (70,00%) berusia 45–64 tahun, dan dua pertiga (66,67%) mengalami polifarmasi (menderita 3–7 penyakit kronis). Empat penyakit utama yang diderita adalah artritis, hipertensi, hiperurisemia, dan dislipidemia. Penting untuk dicatat, 60% responden melaporkan keluhan yang mengindikasikan ADRs dan DRPs. Sebagian besar subjek memperoleh obat dari tenaga kesehatan formal (86,67%). Tindak lanjut kegiatan mencakup pemeriksaan kesehatan gratis (tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat) serta konseling langsung. Pasien PROLANIS menerima edukasi mendalam tentang cara penggunaan obat yang benar, terutama dalam terapi polifarmasi, untuk meminimalkan masalah terkait obat. Disimpulkan bahwa edukasi intensif dan berkelanjutan mengenai obat-obatan, pengobatan alternatif, dan suplemen kesehatan kepada komunitas PROLANIS sangat penting. Intervensi ini secara signifikan berkontribusi pada keselamatan pasien dan meningkatkan pemahaman masyarakat dalam pengelolaan penyakit kronis.