Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENERAPAN SAFETY AWARENESS (K3) DAN PENERAPAN 5R PADA UMKM DUTA BAWANG SEMARANG Muhammad Sagaf; Yunia Wahyu Wijayani; Akhmad Syakhroni; Syahrendra Ario Bramantyo; Ramadhan Hafidz; Althesa Androva
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.4909

Abstract

UMKM memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional, namun masih banyak pelaku usaha yang kurang memperhatikan aspek keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) serta budaya kerja 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Kondisi ini terlihat pada UMKM Duta Bawang yang dalam proses produksinya masih minim penerapan K3, belum konsisten menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), dan belum menerpakan prinsip 5R secara optimal. Hal tersebut berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan kerja, dan menurunkan efektivitas produksi. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, dilakukan sosialisasi penerapan safety awareness (K3) dan 5R. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran pekerja terhadap pentingnya keselamatan kerja,yaitu terlihat dari keterlibatan aktif peserta dalam sesi sosialisasi. Penerapan sederhana kepada UMKM Duta Bawang berupa penggunaan masker, hairnet, serta penataan lingkungan kerja dengan prinsip 5R mampu menciptakan suasana kerja yang lebih nyaman, aman, dan produktif. Sosialisasi ini membuktikan bahwa penerapan safety awareness (K3) dan 5R dapat dijalankan secara bertahap sesuai dengan kondisi di UMKM Duta Bawang Semarang.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN REAKTOR FIXED BED GASIFIER UNTUK PRODUKSI SYNGAS DARI BIOMASSA SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKAR GENERATOR DIESEL Althesa Androva; Slamet Supriyadi; M Nurul Arifin
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jatve.v2i1.1485

Abstract

Pemanfaatan beberapa biomassa yang berpotensi menjadi sumber energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perancangan dan pembuatan reaktor fixed bed gasifier dan menganalisis hasil proses gasifikasi menggunakan 4 jenis biomassa yang berbeda melalui beberapa tahapan untuk produksi gas mampu bakar atau syngas. Pengujian reaktor menggunakan 4 jenis biomassa yang berbeda dengan jumlah 3 kg untuk setiap biomassa serta laju aliran udara 1,2 m/s, kemudian diproses reaktor fixed bed gasifier melalui proses gasifikasi. Hasil penelitian dan pengujian menunjukkan proses gasifikasi dapat menghasilkan syngas (CO, CH₄, H₂). Metode penelitian menggunakan metode eksperimen dengan proses pengujian menggunakan biomassa tempurung kelapa yang dapat menghasilkan syngas lebih efisien dibanding biomassa lainnya. Hal ini disebabkan karena biomassa tempurung kelapa memiliki nilai kalor yang tinggi, laju aliran gas stabil, efisiensi gasifikasi, laju aliran udara terbatas, efisiensi waktu, dan hasil nyala api stabil secara visual berwarna merah pekat. Hasil pengujian berupa gas akan didistribusikan untuk bahan bakar generator/genset sebagai pengganti bahan bakar minyak.
RANCANG BANGUN FILTER WET SCRUBBER UNTUK PENURUNAN TEMPERATUR DAN PENGURANGAN KANDUNGAN TAR TERHADAP HASIL SYNGAS PROSES GASIFIKASI Slamet Supriyadi; Althesa Androva; Punky Ari Dwi Prasetyo
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jatve.v2i1.1489

Abstract

Biomassa merupakan salah satu sumber alam yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan. Pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi dapat dilakukan dengan teknologi gasifikasi. Teknologi gasifikasi merupakan proses pengkonversian bahan bakar padat menjadi gas mampu bakar (CO, CH₄, H₂) melalui proses pembakaran. Produk gas hasil gasifikasi tersebut berupa gas mampu bakar seperti karbon monoksida (CO), hidrogen (H₂), gas metana, pengotor anorganik seperti NH₃ dan HCN, kandungan H₂S, debu halus, dan pengotor organik seperti tar. Untuk pengurangan kandungan tar, maka perlu adanya proses penyaringan. Dalam penelitian ini menggunakan filter wet scrubber dengan tujuan penurunan temperatur dan penyaringan kandungan tar, debu, serta mendapatkan visualisasi nyala api terbaik dari 4 jenis biomassa dengan pengaturan tekanan air pada sprayer. Di sisi lain, pengurangan kandungan tar berpengaruh terhadap hasil syngas yang nantinya akan diteruskan ke mesin diesel sebagai pengganti bahan bakar minyak. Jika syngas masih mengandung tar, dapat menghambat bahkan merusak mesin diesel tersebut. Peneliti menggunakan 4 jenis biomassa yaitu: serbuk kayu jati, kayu sengon, sekam padi, dan tempurung kelapa dengan tekanan sprayer 2, 3, 4 kg/cm². Dari 4 jenis biomassa didapat nyala api terbaik yaitu tempurung kelapa dengan tekanan sprayer 4 kg/cm², temperatur 193 °C, dan nyala api tanpa mengandung asap serta hasil syngas sedikit mengandung tar.
Pengaruh Tebal Sirip Terhadap Distribusi Temperature Pada Heatsink Dengan Menggunakan Metode Steady-State Thermal Alvin Rahesta Kurniawan; Muhamad Safi'i; Althesa Androva
Journal of Golden Generation Engineering Vol. 2 No. 2 (2026): Juli : Journal of Golden Generation Engineering
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggengineering.v2i2.1054

Abstract

Heatsink merupakan komponen penting dalam sistem pendinginan perangkat elektronik untuk menjaga kinerja dan keandalannya. Efektivitas heatsink dipengaruhi oleh parameter geometrisnya, salah satunya tebal sirip, yang masih jarang dikaji secara khusus pengaruhnya terhadap distribusi temperatur. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh tebal sirip terhadap distribusi temperatur pada heatsink menggunakan simulasi termal ANSYS. Metode yang digunakan adalah simulasi numerik berbasis Finite Element Method dengan modul Steady-State Thermal pada ANSYS 2020 R1, dengan memvariasikan tebal sirip sebesar 3 mm, 5 mm, dan 7 mm pada model heatsink dengan jumlah sirip tetap sebanyak 7 buah. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semakin tebal sirip, temperatur maksimum semakin menurun, yaitu dari 52,707°C pada variasi 3 mm menjadi 50,794°C pada variasi 7 mm, disertai distribusi temperatur yang semakin merata. Variasi tebal sirip 7 mm menghasilkan performa termal terbaik dengan temperatur puncak terendah dan distribusi panas paling homogen, sehingga dapat direkomendasikan sebagai ketebalan sirip yang lebih optimal untuk mendukung efisiensi pendinginan komponen elektronik.
Studi Pengaruh Jumlah, Ukuran, Bentuk Mesh Terhadap Hasil Simulasi Rangka Sepeda Motor Listrik Menggunakan Metode Finite Element Analysis (Fea) Ahmad Nizam Muhajir; Althesa Androva; Agus Mukhtar; Muchamad Malik; Aan Burhanuddin; Hisyam Ma’mun
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.6168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku struktural rangka sepeda motor listrik berbahan alloy steel melalui simulasi elemen hingga (Finite Element Method/FEM) menggunakan perangkat lunak SolidWorks 2018. Simulasi dilakukan dengan variasi beban statik antara 90 Kg hingga 180 Kg dan membandingkan tiga metode mesh: standard mesh, curvature-based mesh, dan blended curvature-based mesh. Parameter yang dianalisis meliputi tegangan (stress), perpindahan (displacement), regangan (strain), dan faktor keamanan (factor of safety). Hasil simulasi menunjukkan bahwa metode blended curvature-based mesh menghasilkan tegangan maksimum tertinggi sebesar 1.657,377 N/mm² pada beban 180 Kg, dengan perpindahan yang relatif lebih rendah dibandingkan metode lain, menandakan distribusi beban yang lebih efisien. Regangan yang terjadi masih berada dalam batas elastis material, sehingga deformasi bersifat reversibel. Namun, faktor keamanan menurun drastis pada beban di atas 120 Kg, khususnya pada metode blended curvature-based mesh, yang mengindikasikan perlunya optimasi desain untuk menjaga keselamatan struktural. Perbandingan dengan literatur terkini menunjukkan hasil simulasi ini konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan metode simulasi mesh untuk optimasi desain rangka sepeda motor listrik dan menegaskan pentingnya validasi eksperimental untuk memastikan keandalan hasil simulasi.
Analisis Saringan Terhadap Hasil Penepungan Rumput Laut dengan Mesin Disc Mill dan Penggerak Motor Bensin dalam Waktu Tertentu M. Zakki Hilmi Mubarok; Althesa Androva; Aan Burhanudin
IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA) Vol 4 No 3 (2025): Desember
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajtma.v4i3.362

Abstract

This study analyzes the effect of sieve size and operating parameters on seaweed grinding performance using a Disc Mill machine powered by a gasoline engine. The experiments were conducted using a constant initial material mass of 125 g with variations in sieve size (0.3 mm, 0.5 mm, and 0.8 mm) and rotational speed ranging from 2000 to 2400 RPM. The results indicate that sieve size significantly influences the amount and quality of flour produced. The highest flour yield of 79 g was obtained using a 0.8 mm sieve at 2200 RPM, while the lowest yield of 44 g was produced using a 0.5 mm sieve at 2400 RPM. Smaller sieve sizes improved particle fineness but reduced flour yield due to longer particle retention within the grinding chamber. The Disc Mill machine with a gasoline engine drive demonstrated good operational flexibility, particularly in areas without electricity access. Overall, the performance of the Disc Mill machine strongly depends on the appropriate selection of sieve size and operating parameters. These findings highlight the potential of Disc Mill technology to improve efficiency and product quality in seaweed flour processing.