Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Produktivitas Proyek Reparasi Kapal Tanker pada PT. Janata Marina Indah Kurniawan, Muhammad Rizki; Pratomo, Sunu Arsy; Wa’addulloh, Mu’izzaddin
Jurnal Sains Bangunan Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Sains Bangunan Edisi September 2025
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses docking kapal sebaiknya dilakukan secara tepat waktu. Proses perbaikan kapal yang baik tentunya didukung oleh Quality Control dan Quality Assurance yang baik serta sumber daya manusia yang mendukung. Manajemen proyek merupakan kegiatan pengelolaan proyek yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, serta pengawasan proyek guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Critical Path Method merupakan metode yang diterapkan guna penjadwalan suatu aktivitas yang menjadi elemen kritis pada proyek. Produktivitas pengecatan mandays (PrM) diketahui hasil perhitungan dari kapal MT. Succes Victory dan MV. Lintas Brantas dengan kode (MT) memiliki Volume Pekerjaan (VP) sebesar 676.30 dibagi Tenaga Kerja (TK) dan Durasi Kegiatan (DK), jumlah Tenaga Kerja (TK) 11 Orang dan hasil dari Durasi Kegiatan (DK) yaitu 17 Hari dan hasil dari nilai Volume Pekerjaan (VP) dibagi Tenaga Kerja (TK) dan Durasi Kegiatan (DK) memperoleh hasil PrM dengan nilai 3,62. Dari total pekerjaan pengecatan sangat baik. Produktivitas pipa mandays (PrM) diketahui hasil perhitungan dari kapal MT. Succes Victory dan MV. Lintas Brantas dengan kode (MT) memiliki Volume Pekerjaan (VP) sebesar 20 dibagi Tenaga Kerja (TK) dan Durasi kegiatan (DK), jumlah Tenaga Kerja (TK) 11 Orang dan hasil dari Durasi Kegiatan (DK) yaitu 28 Hari. Hasil dari nilai Volume Pekerjaan (VP) dibagi Tenaga Kerja (TK) dan Durasi Kegiatan (DK) memperoleh hasil PrM dengan nilai 0,06. Dari total pekerjaan perpipaan sangat kurang. Produktivitas tank cleaning mandays (PrM) diketahui hasil perhitungan dari kapal MT. Succes Victory dan MV. Lintas Brantas dengan kode (MT) memiliki Volume Pekerjaan (VP) sebesar 379 dibagi Tenaga Kerja (TK) dan Durasi Kegiatan (DK), jumlah Tenaga Kerja (TK) 5 Orang dan hasil dari Durasi Kegiatan (DK) yaitu 28 Hari. Hasil dari nilai Volume Pekerjaan (VP) dibagi Tenaga Kerja (TK) dan Durasi Kegiatan (DK) memperoleh hasil PrM dengan nilai 2,71. Dari total pekerjaan perpipaan sangat kurang. Tetapkan tujuan dan jadwal yang jelas guna perencanaan seperti kalender atau aplikasi manajemen proyek untuk memantau tenaga kerja. Menetapkan kebijakan yang secara tegas mengatur ketentuan additional works/pekerjaan tambahan agar kapal bisa selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Evaluasi rutin terhadap proses kerja dan sesuaikan jika diperlukan untuk meningkatkan efisiensi. Selalu melakukan pengecekan untuk setiap alat.
Analisis Sumber Daya Awak Kapal, Jumlah Penumpang dan Alat Keselamatan Terhadap Keselamatan di Pelabuhan Sri Bintan Pura Sukmawati, Bunga Dwi; Pratomo, Sunu Arsy; Wa’adulloh, Mui’zzaddin
Jurnal Sains Bangunan Vol 1 No 1 (2024): Jurnal Sains Bangunan Edisi September 2024
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan maritim dalam industri pelayaran menjadi aspek yang sangat penting untuk diperhatikan, di mana keberhasilan operasional kapal sangat ditentukan oleh kualitas dan kuantitas dari faktor-faktor tersebut. Prosedur-prosedur keselamatan dalam dunia maritim sudah sangat ketat, tingkat kecelakaan dan insiden yang terjadi, khususnya di pelabuhan masih sangat tinggi. Hal ini  mempengaruhi aspek keamanan dan kenyamanan penumpang serta efisiensi operasional kapal. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh kriteria – kriteria tersebut terhadap keselamatan pelayaran dan untuk memberikan rekomendasi yang konkret bagi manajemen pelabuhan dalam meningkatkan kondisi keselamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria jumlah penumpang memiliki prioritas utama dalam mempengaruhi keselamatan pelayaran dengan bobot prioritas 0,103 atau 10%, diikuti kriteria sumber daya awak kapal dengan bobot prioritas 0,258 atau 26 % dan kriteria alat keselamatan dengan bobot prioritas 0,638 atau 64%. Hasil perhitungan alternatif menunjukkan yang menjadi prioritas utama dalam keselamatan pelayaran di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang yaitu pada Kapal A dengan bobot 0,1333 atau 13%, Kapal B prioritas ketiga dengan bobot 0,5315 atau 53%, dan Kapal C degan prioritas kedua dengan bobot 0,3352 atau 34%. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan pemahaman dan pengelolaan keselamatan pelayaran di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang.
Analisis Produktivitas Bongkar Muat Petikemas dalam Proses Logistik di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Prakoso, Bayu Galih; Rusmiyanto, Dedy; Pratomo, Sunu Arsy
Jurnal Sains Bangunan Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Sains Bangunan Edisi Maret 2025
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran penting transportasi laut dalam menghubungkan orang dan barang di seluruh dunia melalui berbagai jenis kapal. Penggunaan petikemas menjadi krusial dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam angkutan barang. Oleh karena itu, analisis produktivitas bongkar muat petikemas di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menjadi fokus penelitian untuk meningkatkan layanan dan efisiensi operasional. Masalah penelitian yang diajukan dalam skripsi ini adalah tingkat produktivitas bongkar muat petikemas di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang serta apakah faktor-faktor seperti Box/Crane/Hour, Box/Ship/Hour, dan Berth Occupancy Ratio (BOR) mempengaruhi produktivitas tersebut. Tingkat pemanfaatan dermaga TPKS Semarang pada tahun 2021 memperoleh nilai rata-rata BOR sebesar 36% yang dikategorikan kurang dari nilai BOR yang disarankan sebesar 50% dengan jumlah tambatan 2. Pada Tahun 2022 memperoleh nilai rata- rata BOR sebesar 52% dikategorikan baik tetapi menurut nilai BOR yang disarankan dengan jumlah tambatan 2 belum memenuhi standar nilai BOR yang disarankan. Pada tahun 2023 memperoleh nilai rata-rata BOR sebesar 56% dikategorikan baik dan memenuhi standar nilai BOR yang disarankan. Nilai rata-rata Box/Crane/Hour pada Tahun 2021 sebesar 38,98 Box/Crane/Hour; pada Tahun 2022 sebanyak 79,18 Box/Crane/Hour; pada Tahun 2023 sebesar 60,22 Box/Crane/Hour. Nilai rata-rata Box/Ship/Hour pada Tahun 2021 sebesar 12,59 Box/Ship/Hour; pada Tahun 2022 sebanyak 29,10 Box/Ship/Hour; pada Tahun 2023 sebesar 19,28 Box/Ship/Hour.
Analisis Kecukupan Pandu dalam Meningkatkan Pelayanan Kapal PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Tanjung Perak Surabaya Pasha, Muhammad Andhara Alam; Pratomo, Sunu Arsy; Ihkamuddin, Zihni
Jurnal Sains Bangunan Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Sains Bangunan Edisi Maret 2025
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sangat penting bagi sistem transportasi Indonesia namun menghadapi tantangan dalam meningkatkan kapasitas dan efisiensi. Studi ini mengevaluasi bagaimana layanan pemanduan berdampak pada operasional kapal, dengan fokus pada pergerakan kapal, jam layanan pilot, dan jam kerja. Tingkat aktivitas bervariasi: dari rendah-sedang (2884-2972 pergerakan) pada bulan Januari-April hingga tinggi (6759 pada bulan September) pada bulan Mei-September, kemudian menurun (2975-3666) pada bulan Oktober-Desember. Kecukupan layanan percontohan berfluktuasi, mencapai puncaknya pada 10,84 pada bulan Agustus dan turun menjadi 5,92 pada bulan Juni. Meskipun secara keseluruhan stabil, jam kerja pilot yang berlebihan dapat menurunkan kualitas layanan karena kelelahan. Studi ini menemukan bahwa meningkatkan pergerakan kapal dan mengoptimalkan jam pilot dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi waktu tunggu. Penelitian ini bertujuan untuk memandu manajemen pelabuhan dan menginformasikan penelitian masa depan.
Analisis Kinerja dan Waktu Keterlambatan Perbaikan Kapal Penumpang dengan Metode House Of Risk (HOR) pada PT. Janata Marina Indah Purba, Regius Ovianto; Purwanto; Pratomo, Sunu Arsy
Jurnal Sains Bangunan Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Sains Bangunan Edisi Maret 2025
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia telah mendirikan beberapa perusahaan galangan kapal yang bergerak di bidang perkapalan salah satunya adalah PT. Janata Marina Indah Semarang yang menitik beratkan pada produksi dan reparasi kapal yang terletak di Semarang. PT. Janata Marina Indah, didirikan pada tahun 1977 dan aktif menerima pesanan untuk  pembuatan  bangunan  baru  segala  jenis  kapal.  Hasil  perhitungan  lama  perbandingan  waktu keterlambatan  perbaikan  kapal  penumpang  diketahui  nilai  dengan  rata-rata  keterlambatan  paling  tinggi pada KM. Dharma Rucitra 1 adalah pekerjaan general service dengan nilai 0,44 hari. Pekerjaan nilai rata- rata paling tinggi pada kapal KM. Madani Nusantara adalah pekerjaan general service dengan nilai 7,33 hari dan sea trial dengan nilai 7 hari.  Metode House Of Risk (HOR) adalah salah satu solusi untuk mengatasi keterlambatan perbaikan kapal, metode ini memiliki tujuan untuk mengindentifikasi dan menilai risiko-risiko  yang  ada  pada  kegiatan  perbaikan  kapal.  Hasil  perhitungan  HOR  telah  didapatkan  peringkat agen/penyebab risiko yang diurutkan berdasarkan nilai paling tinggi. Penyebab utama adalah, belum adanya kebijakan yang  secara  tegas mengatur  ketentuan  additional  works dengan  nilai  Agregate  Risk  Potential (ARP) 300, adanya tambahan order material untuk pekerjaan tambahan diluar daftar perbaikan dengan nilai Agregate Risk Potential (ARP) 288, alat kerja banyak memerlukan peremajaan dengan nilai Agregate Risk Potential  (ARP)  145.  Hasil  identifikasi  dan  penilaian  terhadap  risk  event  dan  risk  agent  menggunakan metode HOR upaya mitigasi risiko yang dapat diterapkan untuk memitigasi risiko tersebut ada tiga yaitu, evaluasi  mendalam  terhadap  jenis  dan  jumlah  material  tambahan  yang  diperlukan  untuk  pekerjaan tambahan, dengan nilai Total Efektifitas Mitigasi dengan Kesulitan (ETDk) 1.746, memberikan batas waktu maksimal  untuk  penerimaan  additional  works  di  luar  repair  list  dengan  persetujuan  pihak  yang  terkait, dengan nilai Total Efektifitas Mitigasi dengan Kesulitan (ETDk) 1.494 dan melakukan pengecekan bahwa material yang diperlukan untuk pekerjaan tambahan tersedia dalam jumlah yang cukup dan sesuai dengan permintaan, dengan nilai Total Efektifitas Mitigasi dengan Kesulitan (ETDk) 1.446.
Analisis Manajemen Operasional Repair Container di Depo Masaji Tataan Kontainer Indonesia Srengsem Lampung Tiara, Rahma Putri; Pratomo, Sunu Arsy; Wa’adulloh, Mui’zzaddin
Jurnal Sains Bangunan Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Sains Bangunan Edisi Maret 2025
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri  logistik  dan  transportasi  memiliki  peranan  vital  dalam  mendukung  kegiatan  ekonomi,  baik  di tingkat nasional maupun internasional. Sebuah depo container harus memenuhi persyaratan dari asosiasi depo  container/ASDEKI,  pemerintah dan  pemilik  container.  Depo peti kemas yang bermunculan merupakan salah satu rantai pasok (supply chain) yang sangat penting guna melengkapi aktivitas pasokan dari  produsen  hingga  ke  konsumen  berjalan  dengan  lancar.  Analisis  data  yang  akan  dilakukan menggunakan  metode  preventif  maintenance  menurut  konstan  (1981)  dalam  Mustofs  dan  Hery  (2020) sebagai berikut, perhitungan biaya perawatan repair (Cr), perhitungan biaya perawatan preventive (Cm), perhitungan Kebijakan Repair (TCr), perhitungan kebijakan preventive (TCm). Biaya perbaikan container paling  berpengaruh,  dimana  biaya  yang  dikeluarkan  untuk  kerusakan  Gasket,  Outer  Broken  sebesar Rp.241.668 atau 31,92 %, kerusakan pada Cross Member Assy Bent Insert sebesar Rp.135.330 atau 17,87 % dan kerusakan pada Panel Corrugated. Rotten Patch sebesar Rp.380.182 atau 50,21 %. Biaya Preventive Maintenance yang dikeluarkan paling berpengaruh terhadap biaya repair. Pada kerusakan Gasket, Outer Broken mengeluarkan biaya sebesar Rp.1.510.917 atau 35,61 %, kerusakan pada Cross Member Assy Bent Insert sebesar Rp. 1.288.247 atau  30,36  % dan pada kerusakan  Panel  Corrugated.  Rotten  Patch  sebesar Rp.1.444.026 atau 34,03 %.
Analisis Pengaruh Proses Bongkar Muat Curah Kering terhadap Berthing Time di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Manunggal, Putro Ponco Jalu; Sutini; Pratomo, Sunu Arsy
Jurnal Sains Bangunan Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Sains Bangunan Edisi Maret 2025
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bongkar muat curah kering, proses vital dalam rantai pasokan global, memindahkan komoditas seperti biji-bijian, pupuk, dan batubara dari kapal ke darat. Dilakukan di pelabuhan khusus, bongkar muat curah kering melibatkan berbagai pihak dan berperan penting dalam ketahanan pangan, industri, dan perdagangan internasional. Memahami karakteristik komoditas, proses, teknologi, regulasi, dan tantangan dalam bongkar muat curah kering membuka peluang penelitian menarik, seperti analisis efisiensi, optimasi penumpukan dan dampak lingkungan. Penelitian ini dapat berkontribusi pada pengembangan sistem bongkar muat curah kering yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan. ET/BT Tahun 2023 setiap bulan mengalami kenaikan dan penurunan pada nilai rata-rata ET/BT. Nilai rata-rata ET/BT tertinggi terjadi pada bulan November sebesar 94% dan nilai terendah terjadi pada bulan Maret sebesar 63%. Produktivitas bongkar muat curah kering pada Pelabuhan Tanjung Emas Semarang bedasarkan T/G/J memperoleh nilai rata T/G/J bulk carier sebesar 293,51 dan nilai rata rata T/G/J kapal tongkang memperoleh 149,97. Diagram persentase perbandingan di atas bahwa persentase produktivitas bulk carier lebih banyak sebesar 66% daripada Tongkang yang mendapatkan 34%. Pada bulan November kinerja pelabuhan cukup baik dari nilai standar yang telah ditentukan yaitu 90% sedangkan pada Bulan Maret kinerja Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dikategorikan kurang baik dari nilai standar yang telah ditentukan. Produktivitas bongkar muat curah kering bedasarkan T/G/J pada Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sudah memenuhi standar nilai yang telah ditentukan DirJen Perhubungan Laut.
Analisa Kegagalan Material Kepala Silinder Mesin Diesel 4 TAK Hermawati, Lilin; Mujiarto, Iman; Pratomo, Sunu Arsy; Kundori, Kundori
Jurnal Sains dan Teknologi (JSIT) Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi (JSIT)
Publisher : CV. Information Technology Training Center - Indonesia (ITTC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jsit.v1i2.105

Abstract

cylinder head is a part that is exposed to thermal and mechanical loads which not only affect engine performance parameters. The purpose of this study is to analyze the failure of the cylinder head structure of a 4 stroke diesel engine and find the cause of the failure. In this study, surveys and measurements of the cylinder head were carried out, to find out the appropriate results so that they could determine cracks, wear, and warping of the cylinder head. The results showed that the maximum bend on the side of the cylinder head attached to the cylinder block was 0.07 mm, 0.08 mm, 0.069mm. While the maximum bending on the side of the cylinder head attached to the manifold is 0.15 mm, 0.14 mm, 0.16 mm. At maximum bending on the side of the cylinder head attached to the exhaust manifold, it is necessary to pay attention to how to use the diesel engine correctly and according to operating hours.
Analisa Sistem Manajemen Perawatan Pompa Roda Gigi Di Kapal KM. Kelimutu Haryadi, Sugeng; Hermawati, Lilin; Pratomo, Sunu Arsy
Ocean Engineering : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim Vol. 2 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/ocean.v2i2.1111

Abstract

This study focuses on the management of gear pump maintenance on KM Kelimutu ship. Data collection methods are used to identify and investigate the causes of damage that occur in the gear pump. The required maintenance and repair actions are determined based on the analysis results. The process of managing maintenance involves several important steps. First, planning is carried out to determine the planned maintenance actions. Subsequently, organization is conducted by appointing responsible personnel and coordinating with relevant parties to minimize disruptions to the maintenance of equipment and other machinery on the ship. Furthermore, actuating involves efforts to ensure that all human resources work according to their tasks, functions, and competencies in order to achieve company goals. Finally, control is implemented through supervision of each job performed to identify and rectify any potential errors. The results of this study provide insights into the importance of gear pump maintenance and effective strategies in managing the maintenance process. By implementing the appropriate steps, it is expected to enhance the performance of the gear pump, extend its service life, and optimize operational efficiency in the industry.
INCREASING THE INCOME OF MIE LIDI SME IN THE UNDERDEVELOPED VILLAGE OF BANJARSARI, DEMAK, INDONESIA, THROUGH THE UTILIZATION OF HYBRID INVERTER-BASED SOLAR ENERGY AND AUTOMATIC CONTROL Pratomo, Sunu Arsy; Roehman, Fatchur; Purwanto, Purwanto; Setiawan, Muhammad Ikhsan
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2025): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v9i4.3091

Abstract

The Community Service Program (PKM) aims to improve production efficiency and product quality of the Mie Lidi Small and Medium Enterprises (SME) in Banjarsari Village, Sayung District, Demak Regency, through the application of renewable energy-based technology. The technology implemented includes solar panels with a hybrid inverter and an automatic drying system with temperature control. This technology reduces dependence on PLN electricity, ensures consistent product quality despite adverse weather conditions, and lowers operational costs. As a result, production capacity increased by 25%, and the sustainability of the SME's operations was better ensured. Additionally, technical training and managerial assistance were provided to support efficient and sustainable business management.