Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PEMBELAJARAN POTENSI LOKAL DI WILAYAH GARUT DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SMP Lestari, Wiwit Yuli
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.6596

Abstract

The utilization of local potential as a source for science learning in junior high school is a strategic step to create contextual learning that is relevant to students' daily lives. This study aims to identify the compatibility of local potential in the Garut region with science subjects and analyze its integration in the learning process. A qualitative approach was employed using a literature review method to collect information from various sources. The study results show that Garut’s local potential is highly diverse, ranging from traditional foods such as dodol, burayot, and dorokdok; natural tourism such as waterfalls, craters, and wildlife parks; livestock such as Garut sheep; to the leather tanning industry. All these potentials correspond to science topics such as food additives, the digestive system, energy, biodiversity, biotechnology, and chemical reactions. Integrating local potential into learning not only enhances the understanding of scientific concepts but also fosters positive character traits such as environmental awareness, collaboration, and social responsibility. Learning becomes more meaningful, exploratory, and contextual. The findings recommend the development of local-potential-based teaching materials as an innovation in junior high school science education.. ABSTRAKPemanfaatan potensi lokal sebagai sumber pembelajaran IPA di SMP menjadi langkah strategis untuk menciptakan pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian potensi lokal wilayah Garut dengan materi IPA serta menganalisis integrasinya dalam proses pembelajaran. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode telaah pustaka untuk menghimpun informasi dari berbagai sumber literatur. Hasil studi menunjukkan bahwa potensi lokal Garut sangat beragam, mulai dari makanan khas seperti dodol, burayot, dan dorokdok; wisata alam berupa curug, kawah, dan taman satwa; hewan ternak seperti domba Garut; hingga industri penyamakan kulit. Semua potensi ini sesuai dengan materi IPA seperti zat aditif, sistem pencernaan, energi, keanekaragaman hayati, bioteknologi, dan reaksi kimia. Integrasi potensi lokal dalam pembelajaran tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep sains, tetapi juga menumbuhkan karakter positif seperti cinta lingkungan, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial. Pembelajaran menjadi lebih bermakna, eksploratif, dan kontekstual. Hasil ini merekomendasikan perlunya pengembangan perangkat ajar berbasis potensi lokal sebagai inovasi dalam pendidikan IPA di tingkat SMP.
Empowering Science Teachers to Implement ESD through Project-Based Learning: A Community Service Program for Professional Development Purnamasari, Shinta; Santika, Ayu Ratna; Lestari, Wiwit Yuli; Syarifatoha, Nawa Hilmi; Anwar, Siti Nazila; Alyatunnawal, Annisa; Safarizi, Sabrina Aprilla; Hidayat, Aceng Muhammad Rohmat; Ramdan, Raihan Muhammad
Jurnal Pengabdian Sains dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2025): 2025 October Edition
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan-Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jpsh.v4i2.10224

Abstract

The integration of Education for Sustainable Development (ESD) into science instruction remains limited in secondary schools due to teachers’ insufficient understanding and practical skills. To address this, a professional development program was conducted to enhance the capacity of junior and senior high school science teachers to implement ESD through project-based learning (PjBL). The program consisted of three phases: conceptual enrichment, on-the-job training, and microteaching. A total of 12 science teachers completed the program. During the microteaching phase, one teacher served as a model by delivering an ESD-integrated lesson to 24 students, focusing on a solar energy project. Data were collected through facilitator observations, teacher reflections, and post-program questionnaires completed by both teachers and students. The findings indicate improved teacher understanding of ESD principles, greater ability to design PjBL activities linked to sustainability goals, and increased instructional confidence. Student feedback revealed high levels of engagement, satisfaction, and awareness of sustainability issues. These outcomes suggest that structured and practice-based professional development can effectively support science teachers in integrating ESD into classroom practice. Expanding similar programs may foster transformative science education and help prepare students to take informed action on sustainability challenges.
Analisis Ketersediaan dan Standarisasi Sarana Prasarana Laboratorium IPA dalam Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Peserta Didik SMP Lestari, Wiwit Yuli; Surtikanti, Hertien Koosbandiah; Rahman, Taufik; Riandi, Riandi
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i1.2471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi sarana dan prasarana laboratorium IPA di jenjang sekolah menengah pertama dan madrasah tsanawiyah pada Tahun Pelajaran 2023/2024. Fokus utama penelitian ini adalah meninjau sejauh mana fasilitas laboratorium IPA, termasuk kondisi ruang dan kelengkapan sarana, mampu mendukung keterampilan proses sains peserta didik dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini dilaksanakan pada lima sekolah menengah pertama, yaitu SMP Negeri A, SMP Negeri B, SMP Negeri C, MTs Negeri A, dan MTs Negeri B yang berada di salah satu kota di Provinsi Jawa Barat. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode komparatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi menggunakan daftar ceklis. Aspek yang dievaluasi mencakup empat kategori sesuai dengan standar Permendiknas No. 24 Tahun 2007, yaitu: (1) ruang laboratorium IPA, (2) perabot dan media pembelajaran, (3) peralatan pendidikan, serta (4) perlengkapan lainnya. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan metode skoring. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kelengkapan sarana dan prasarana laboratorium IPA di SMP Negeri A mencapai 93%, SMP Negeri B sebesar 88%, SMP Negeri C sebesar 72%, MTs Negeri A sebesar 75%, dan MTs Negeri B sebesar 70%. Secara keseluruhan, sarana dan prasarana laboratorium di kelima sekolah tersebut masih belum mencapai kondisi ideal karena belum memenuhi 100% dari standar yang ditetapkan dalam Permendiknas No. 24 Tahun 2007. Kekurangan dalam kelengkapan laboratorium ini berpotensi menghambat kelancaran proses pembelajaran serta dapat berdampak pada pengembangan keterampilan proses sains peserta didik.
Penerapan Model Problem Based Learning berbasis Education for Sustainable Development untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Pada Materi Pemanasan Global Hoerunnisa, Mariam; Purnamasari, Shinta; Lestari, Wiwit Yuli
Unnes Physics Education Journal Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upej.v13i3.11505

Abstract

Keterampilan berpikir kritis merupakan salah-satu keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa pada abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis serta mengetahui respons siswa terhadap model problem based learning berbasis education for sustainable development. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen jenis quasi eksperimental dengan desain penelitian non-equivalent control group design. Teknik pengumpulan data yang digunakan tes dan angket/kuesioner. Kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji homogenitas, uji normalitas, uji mann-whitney dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa kelas eksperimen diperoleh nilai N-Gain 0,56 yang termasuk kategori sedang sedangkan kelas kontrol diperoleh nilai N-Gain 0,24 yang masuk kategori rendah. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis antara kelas yang menggunakan model PBL berbasis ESD dengan kelas yang menggunakan model PBL saja. Kemudian respons siswa terhadap model problem based learning berbasis education for sustainable development diperoleh rata-rata 75,7% yang masuk kategori setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat perbedaan pengaruh terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis antara kelas eksperimen yang menggunakan model PBL berbasis ESD dengan kelas kontrol yang menggunakan model PBL.
PENILAIAN KETERAMPILAN KREATIVITAS PRODUK DALAM PENYUSUNAN PUZZLE MAHASISWA PGSD LESTARI, WIWIT YULI; RATNA, AYU SANTIKA; ANWAR , SITI NAZILA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4342

Abstract

This study aims to assess creativity in developing innovative learning media in the form of puzzles. Assessment plays a crucial role in measuring various aspects, including product development. This research aims to describe the creativity of elementary school teacher education students in developing puzzle-based media for science subjects at a private university in West Java. The study involved the product evaluation of 7 groups through observation. The assessment focused on novelty, resolution, elaboration, and synthesis. The findings revealed that the percentage for the novelty aspect was 55%, the resolution aspect was 83%, and the elaboration and synthesis aspect was 72%. The average creativity aspect of PGSD students showed that novelty scored the lowest, followed by elaboration and synthesis, while resolution scored the highest at 83%. Measuring creativity skills among prospective teacher students is essential to help enhance and train their creative abilities. This article is expected to contribute to developing creative, innovative, and relevant learning media to support quality education. ABSTRAKPenelitian ini untuk menilai kreativitas dalam penyusunan media pembelajaran inovatif yaitu berupa puzzle. Penilaian sangat berperan penting dalam mengukur berbagai hal, begitu juga bisa untuk mengukur penyusunan produk. Tujuan penelitian untuk mendesrksipkan kreativitas mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar dalam mengembangkan media berupa puzzle pada materi IPA di salah satu universitas swasta di Jawa Barat. Penelitian yang dilakukan menggunakan penilaian produk kepada 7 kelompok dengan cara observasi. Dalam penelitian ini dilihat dari ketiga aspek yaitu novelty, resoluty, dan elaboraty and synthesis. Hasil temuannya menunjukkan bahwa pada persentase pada aspek novelty mahasiswa prodi pgsd 55%, aspek resolusi 83%, dan aspek elaboration dan sintesis 72%. Rata-rata aspek kreativitas mahasiswa pgsd yang paling rendah yaitu novelty, kemudian aspek elaboration sintesis, dan yang paling gginggi resolusi yaitu 83%. Penting mengukur keterampilan kreatifitas pada mahasiswa calon guru untuk membantu meningkatkan dan melatih keterampilan kreatifitas. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan media pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan relevan untuk mendukung pendidikan berkualitas.