Claim Missing Document
Check
Articles

INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN IPA Purwanti, Purwanti; Herdiana, Dodi
Journal Of Education Vol 1 No 3 (2024): Artikel Pendidikan Bag.3
Publisher : Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65353/7wqxyn27

Abstract

IPA ialah ilmu pengetahuan tentang kejadian—kejadian yang berkaitan dengan kebendaan dan biasanya didasarkan pada hasil observasi, eksperimen, dan induksi (Iskandar, 1997).  IPA berasal dari kegiatan observasi dan eksperimen, yang merupakan kegiatan ilmiah. Pembelajaran IPA merupakan pembelajaran yang menekankan pada kegiatan proses, dimana peserta didik dituntut aktif selama kegiatan pembelajaran berlangsung dan membangun pengetahuannya melalui rangkaian kegiatan berupa penemuan (penyelidikan) terhadap konsep, teori, ataupun hukum. Karakteristik IPA tersebut berkaitan dengan pandangan pragmatisme yang memandang bahwa pengetahuan dapat diperoleh melalui pengalaman atau penyelidikan. Tujuan dari penelitian ini mengetahui cara yang tepat untuk memfasilitasi peserta memperoleh konsep IPA secara bermakna sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik yang menjadi salah satu indikator keberhasilan pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi literatur. Hasil dari studi literatur diperoleh bahwa model pembelajaran inkuiri dapat memfasilitasi peserta didik untuk menemukan konsep/teori/hukum secara bermakna melalui pengalaman/ penyelidikan yang dilakukan peserta didik.
Integrasi Pembelajaran Transformatif Dalam Pendidikan Agama Islam: Membangun Pemahaman Holistik Dan Keterampilan Hidup Di Sekolah Dasar Jajang, Jajang Ahmad Nurdin; Herdiana, Dodi
Journal Of Education Vol 1 No 3 (2024): Artikel Pendidikan Bag.3
Publisher : Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65353/raqe2b72

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi integrasi pendekatan Pembelajaran Transformatif dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar, dengan tujuan untuk mengembangkan pemahaman holistik dan keterampilan hidup peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan metode kepustakaan, melibatkan pengumpulan data dari sumber-sumber pustaka yang relevan. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pembelajaran transformatif, yang awalnya dikembangkan oleh Mezirow, menawarkan cara baru dalam pendidikan agama yang tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter, keterampilan berpikir kritis, dan reflektif. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan ini memungkinkan peserta didik untuk menghubungkan ajaran agama dengan pengalaman hidup nyata, mendorong refleksi kritis, dan memfasilitasi pembentukan pemahaman agama yang lebih mendalam dan pribadi. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dalam pengajaran PAI di sekolah dasar dan menawarkan rekomendasi untuk implementasi yang efektif, termasuk pengembangan kurikulum berbasis pembelajaran transformatif, pelatihan guru, penggunaan teknologi, dan peningkatan keterlibatan siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan metode pengajaran PAI yang lebih dinamis dan berdampak bagi perkembangan spiritual dan moral peserta didik.
PEMAHAMAN KOMPREHENSIF TENTANG PEMBELAJARAN MANUSIA Fariza, Fariza Zulfalillah; Herdiana, Dodi
Journal Of Education Vol 1 No 1 (2024): Artikel Pendidikan Bag.1
Publisher : Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65353/0c4ac236

Abstract

Humans as learners are required to actively participate in learning activities so that they can acquire knowledge, skills, and attitudes that can improve themselves.  Since the 19th century, many theories about learning have been created, and each theory has a different perspective, foundation, epistemology, and content. This research focuses on providing an understanding of learning, learning theories according to experts, factors that influence learning, and challenges faced in learning. These things need to be studied more deeply by an educator to gain knowledge that can help in providing good learning and providing a memorable learning experience. The research method used is library research by collecting literature sources in the form of books and journals related to the topic of human learning. Key words: learning, human learning
Penerapan Model Pembelajaran untuk Meningkatkan Efektivitas Strategi Pembelajaran noviar, Anggi; Herdiana, Dodi
Journal Of Education Vol 1 No 3 (2024): Artikel Pendidikan Bag.3
Publisher : Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65353/hakwvs51

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model pembelajaran dalam meningkatkan efektivitas strategi pembelajaran. Studi literatur ini dilakukan dengan meninjau berbagai sumber terpercaya, seperti jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan hasil belajar siswa, motivasi belajar siswa, keterampilan berpikir kritis, keterampilan memecahkan masalah, keterampilan bekerja sama, dan kreativitas siswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penerapan model pembelajaran antara lain keterampilan guru, karakteristik siswa, karakteristik materi pembelajaran, ketersediaan sarana dan prasarana, dan dukungan dari pihak sekolah.   Kata Kunci: Model Pembelajaran, Strategi Pembelajaran, Efektivitas, Hasil Belajar, Motivasi Belajar, Keterampilan Berpikir Kritis, Keterampilan Memecahkan Masalah, Keterampilan Bekerja Sama, Kreativitas
Desain Instruksional Modern Dengan Model CTL Untuk Meningkatkan Kemampuan Peserta Didik Noneng, Noneng Yuningsih; Herdiana, Dodi
Journal Of Education Vol 1 No 3 (2024): Artikel Pendidikan Bag.3
Publisher : Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65353/90hmh078

Abstract

Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar tertentu. Interaksi antara guru dan peserta didik harus adil. artinya mereka harus berkomunikasi satu sama lain baik secara langsung maupun tidak langsung maupun melaui media. Seorang guru yang baik harus mampu menyiapkan berbagai macam strategi dan model pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik sehingga pesrta didika dapat belajar dengan nyaman dan syarat makna sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dan kebutuhan mereka dapat terpenuhi. Salah satu model pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik adalah model pembelajaran kontekstual (contekstual learning). dalam jurnal ini akan dibahas apa dan bagaimana model pembelajaran kontestual dengan menggunakan metode penelitian studi literatur yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. (Zed, 2008:3)
Relevansi Teori Sosial Pembelajaran Wenger untuk Pendidikan Modern: Perspektif dari Indonesia Rahmat, Rahmat Diana; Herdiana, Dodi
Journal Of Education Vol 1 No 1 (2024): Artikel Pendidikan Bag.1
Publisher : Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65353/jdbeck96

Abstract

Teori sosial pembelajaran Wenger menawarkan perspektif baru tentang bagaimana pembelajaran terjadi dalam masyarakat modern. Wenger berpendapat bahwa pembelajaran bukan hanya proses individual, tetapi juga proses sosial yang terjadi melalui interaksi dan partisipasi dalam komunitas praktik.Komunitas praktik adalah kelompok orang yang berbagi minat dan tujuan bersama dan yang belajar dari satu sama lain.Selain itu, teori Wenger dapat digunakan untuk mengembangkan komunitas praktik di antara para pendidik sendiri. Komunitas praktik pendidik dapat menjadi tempat bagi para pendidik untuk berbagi praktik terbaik, belajar dari satu sama lain, dan berkolaborasi dalam mengembangkan kurikulum dan program pendidikan yang lebih baik. Teori sosial pembelajaran Wenger memiliki relevansi yang signifikan untuk pendidikan modern di Indonesia. Teori ini menawarkan kerangka kerja yang inovatif untuk mengatasi berbagai tantangan dan memanfaatkan peluang dalam pendidikan modern. Penerapan teori Wenger secara efektif dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan modern di Indonesia dan mempersiapkan siswa untuk masa depan yang lebih cerah.
TRANSITION TO COGNITIVISM MODERN santi, santi hardiani; Herdiana, Dodi
Journal Of Education Vol 1 No 3 (2024): Artikel Pendidikan Bag.3
Publisher : Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65353/sd5m1246

Abstract

ABSTRACT In the early 20th century, Cognitive Psychology developed as a reaction to the behavioral approaches prevailing at the time. Behaviorism views human behavior as the result of stimulus and response, without paying attention to the role of thinking. The transition from behaviorism to cognitivism is a change in the understanding of how humans learn and understand the world around them, this involves a shift from an approach that only considers behavior that can be observed externally (Behaviorism) is an approach that recognizes the important role of individual thinking, interpretation and understanding in the formation of knowledge (cognitivism). Important figures in the modern cognitive transition include Hebb, Tolman and the Gestalists. These three figures have different views of thinking, but have similarities in their rejection of the behavioral approach. The aim of this research is to discuss the views of Robert Hebbs, Tolman, and the Gestalists. This influences the modern cognitive transition. This research uses library research methods. Research information was obtained from books, articles, journals and other relevant sources. This research shows that the views of Hebb, Tolman, and Gestalist greatly influenced the development of cognitive psychology. This view helps explain complex human behavior such as thinking, solving problems, learning and expanding understanding of how humans learn and understand the world. Hebb, Tolman, and Gestalis emphasize the importance of individual thinking, understanding and understanding in the process of forming knowledge which is the basis of the Cognitivism approach. . Keywords: Cognitive transition, Hebb's theory, Tolman's theory, Gestalt theory, cognitive processes   ABSTRAK Pada awal abad ke-20, Psikologi Kognitif berkembang sebagai reaksi terhadap pendekatan perilaku yang berlaku pada saat itu. Behaviorisme memandang tingkah laku manusia sebagai hasil stimulus dan respon, tanpa memperhatikan peran berpikir. Transisi dari behaviorisme ke kognitivisme merupakan perubahan dalam pemahaman tentang bagaimana manusia belajar dan memahami dunia di sekitarnya,ini melibatkan pergeseran dari pendekatan yang hanya mempertimbangkan perilaku yang dapat di amati secara eksternal (Behaviorisme) menjadi pendekatan yang mengakui peran penting pemikiran,interpretasi,dan pengertian individu dalam pembentukan pengetahuan (kognitivisme).Tokoh penting dalam transisi kognitif modern antara lain Robert Hebb, Tolman,dan  Gestalist. Ketiga tokoh ini mempunyai pandangan berpikir yang berbeda, namun memiliki kesamaan dalam penolakannya terhadap pendekatan behavioral.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas bagaimana pandangan Robert Hebbs,.Tolman, dan Gestalist. tersebut mempengaruhi transisi kognitif modern.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan. Informasi penelitian diperoleh dari buku, artikel, jurnal dan sumber lain yang relevan.Penelitian ini menunjukkan bahwa pandangan  Hebb, Tolman, dan Gestalist.sangat mempengaruhi perkembangan psikologi kognitif. Pandangan ini membantu menjelaskan perilaku manusia yang kompleks seperti berpikir, memecahkan masalah, dan belajar dan memperluas pehaman tentang bagaimana manusia belajar dan memahami dunia, Hebb,Tolman,dan  Gestalis menekankan pentingnya pemikiran,pemahaman dan pengertian individu dalam proses pembentukan pengetahuan yang menjadi dasar dari pendekatan Kognitivisme. kata kunci : Transisi kognitif, Teori Hebb, Teori Tolman, Teori Gestalt, Proses Kognitif
MODEL PEMBELAJARAN INTERAKSI SOSIAL : EFEKTIVITAS DAN IMPLEMENTASI noviar, Anggi; Herdiana, Dodi
Journal Of Education Vol 1 No 2 (2024): Artikel Pendidikan Bag.2
Publisher : Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65353/cp7ywa43

Abstract

Social skills are essential skills that are necessary for success in life, both at school, at work, and in society. Social skills include the ability to communicate, collaborate, solve problems, and adapt. The social interaction learning model is a learning model that emphasizes the interaction between the student and the educator and the student with the other students. Research has shown that social interaction learning models are effective in improving the social skills of pupils. A study conducted by Johnson and Johnson (1999), Suherman (2012), Wulandari (2013), Lestari (2014), Sugiyono (2013), Hamalik (2007), Arsyad (2008), Sa’ud (2011), found that pupils participating in cooperative learning have higher social skills than pupils who do not participate in co-operative learning. To improve the effectiveness of social interaction learning models, educators need to pay attention to some of the following: Educators need to have a good understanding of the theories underlying the learning model of social interaction. Educators should have the necessary skills to manage the classroom effectively. Teachers need to provide support and guidance to learners throughout the learning process. The social interaction learning model is one of the most effective learning approaches to developing the social skills of students. This approach can be applied to a wide range of subjects, both at primary, secondary, and upper school levels.
Analisis Instruksional Mata Pelajaran Bahasa Inggris pada jenjang SMP dalam Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris Siswa noviar, Anggi; Herdiana, Dodi
Journal Of Education Vol 1 No 2 (2024): Artikel Pendidikan Bag.2
Publisher : Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65353/1dr01k43

Abstract

ABSTRACT   Instructional analysis is a process for studying and evaluating a learning process. Instructive analysis can be performed for a variety of subjects, including English for middle school. The purpose of this instructional analytics is to determine the effectiveness of the English language learning process for junior high and junior high. This instructive analysis is carried out using qualitative descriptive methods. The data collected is observation data, interviews, and documentation. The results of the analysis showed that the process of learning English in the 9th grade was not fully effective. This is evidenced by a number of factors, including: (1) excessive and dense content; (2) less varied learning methods; (3) insufficient learning facilities; and (4) a lack of student learning motivation. Based on the results of the analysis, it is recommended that teachers of English for secondary and secondary education in the ninth grade do some of the following: (1) simplify the lesson material; (2) use more varied methods of learning; (3) improve the learning facility; and (4) improve student learning motivation.   Keywords: instructional analysis, English, Grade IX
PENERAPAN SISTEM INSTRUKSIONAL MODERN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL) DI SEKOLAH DASAR Yusup, Ade; Herdiana, Dodi
Journal Of Education Vol 1 No 2 (2024): Artikel Pendidikan Bag.2
Publisher : Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65353/m910y528

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan Penerapan sistem instruksional dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL), metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif menggunakan kualitatif. Data diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengembangan sistem instruksional untuk meningkatkan kualitas pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pembelajaran inovatif guna meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar. Keberhasilan penerapan model pembelajaran ini juga dapat dilihat dari peningkatan kreativitas belajar siswa, yang pada kondisi awal masih kategori pasif bisa meningkat menjadi lebih Kritis dan kreatif. Metode pengembangan yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, evaluasi, dan revisi berkelanjutan. Sistem ini dirancang untuk mendukung interaksi guru dan siswa, memfasilitasi pembelajaran berbasis teknologi, dan memberikan umpan balik yang cepat. Dengan mengintegrasikan teknologi, sistem ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan siswa, memperbaiki pemahaman konsep, dan mengoptimalkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan model pembelajaran modern melalui model Project Based Learning (PjBL) yang dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran di Sekolah Dasar.