Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Innovation Research and Knowledge

EFEKTIVITAS KOMPRES BAWANG MERAH DAN KOMPRES LIDAH BUAYA TERHADAP PENURUNAN DEMAM PADA ANAK PASCA IMUNISASI DPT HB-Hib DI POSYANDU MAWAR DESA MEKARSARI TAHUN 2025 Utami, Siti Nur; Uci Ciptiasrini; Ageng Septa Rini
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 1: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan laporan Bulanan Puskesmas Anyar data kasus angka kejadian ikutan pasca imunisasi dari bulan Januari-September tahun 2024 sebanyak 0 namun ada 224 anak mengalami demam fisilogis selama 2 hari pasca imunisasi DPT yaitu sebesar 78%. Sedangkan di Posyandu Mawar pada setiap bulan januari – September sebayak 87 bayi yang datang untuk melakukan imunisasi dan 80% mengalami demam selama 2 hari setelah mendapatkan imunisasi DPT-Hb HIB. Salah satu alternatif penurunan demam tersebut,bisa dilakukan dengan 2 cara yakni dengan memberikan kompres bawang merah dan kompres lidah buaya. Tujuan: Untuk memberikan asuhan kebidanan serta mengkaji efektifitas kompres bawang merah dan daun lidah buaya terhadap penurunanan demam pasca imunisasi DPT Hb-Hib di Posyandu Mawar, Desa Mekarsari Tahun 2025 Metodologi: Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sampel yang digunsakan sebanyak 2 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling Hasil Penelitian: By. F sebelum diberikan kompres bawang merah mengalami demam dengan suhu tubuh 37,9℃ dan setelah diberikan kompres mengalami penurunan demam dengan suhu tubuh menjadi 36,7℃. By. A sebelum diberikan kompres lidah buaya mengalami demam dengan suhu tubuh 38,1℃ dan setelah diberikan kompres lidah buaya mengalami penurunan demam dengan suhu tubuh menjadi 36,5℃. Secara umum kompres lidah buaya lebih efektif dengan selisih penurunan suhu sebesar 0,80C pada kunjungan hari ke 2 dan dengan selisih penurunan suhu sebesar 0,80C pada kunjungan hari ke 3.
STUDY CASE LITERATURE REVIEW (SCLR): PENGARUH BUAH PEPAYA DAN PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI ASI IBU MENYUSUI POST SC DI RSUD MALINGPING KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN TAHUN 2025 Rohimah, Fathur; Lina Nurul Izza; Uci Ciptiasrini
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI (Air Susu Ibu) adalah air susu yang dihasilkan oleh ibu dan mengandung semua zat gizi yang diperlukan oleh bayi untuk kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Cakupan ASI di Kabupaten Lebak masih rendah yaitu 60,7% salah satu penyebabnya adalah ASI sedikit dan belum keluar. Pemberian buah papaya dan pijat oksitosin merupakan salah satu upaya peningkatan produksi ASI. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui pengaruh pemberian buah papaya, pengaruh pijat oksitosin, dan perbandingan pengaruh buah papaya dan pijat oksitosin terhadap produksi ASI. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus yang dilakukan kepada dua responden ibu menyusui post SC (Sectio Caesarea) dengan memberikan intervensi yang berbeda, satu responden diberikan buah papaya sebanyak tiga kali 200 gram dalam sehari selama tiga hari, dan satu responden lainnya diberikan pijat oksitosin dua kali sehari selama 15 menit dalam tiga hari berturut-turut. Terdapat pengaruh buah papaya dan pijat oksitosin terhadap produksi ASI, serta pijat oksitosin terbukti lebih berpengaruh terhadap peningkatan produksi ASI dibuktikan dengan peningkatan produksi ASI dari semula sebanyak 17 ml meningkat setelah intervensi pijat oksitosin menjadi 26,8 ml. Pijat oksitosin dilakukan secara dini akan lebih efektif dalam peningkatan produksi ASI.
EFEKTIFITAS PIJAT OKETANI DAN KOMPRES HANGAT TERHADAP BENDUNGAN ASI PADA IBU MENYUSUI DI RSUD MALINGPING TAHUN 2025 Kusumawati, Yeni; Uci Ciptiasrini; Lina Nurul Izza
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Bendungan ASI merupakan salah satu masalah yang cukup umum dialami oleh ibu menyusui. Hal ini terjadi akibat produksi ASI yang berlebihan dan kebutuhan bayi pada hari-hari pertama sangat sedikit. Pijat oketani dan kompres hangat merupakan dua metode yang patut dipertimbangkan dalam penanganan bendungan ASI. Tujuan : untuk mengetahui efektifitas pijat oketani dan kompres hangat terhadap bendungan ASI. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan kepada dua responden ibu menyusui yang mengalami bendungan ASI. Hasil: Pijat oketani efektif dalam penanganan bendungan ASI dibuktikan dengan adanya perubahan atau perkembangan yang positif setiap harinya. Kompres hangat efektif dalam penanganan bendungan ASI namun perlu waktu yang lebih lama untuk memberikan hasil yang signifikankesimpulan: pemberian intervensi pijat oketani lebih efektif dalam penangana bendungan ASI dibandingkan dengan kompres hangat.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN AIR RENDAM HANGAT PADA KAKI DAN TERAPI MUROTAL TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS TIDUR LANSIA DI PUSKESMAS WANARAJA KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Novianty, Badrurrifha; Uci Ciptiasrini; Meinasari Kurnia Dewi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8853

Abstract

Berdasarkan data di Puskesmas Wanaraja pada tahun 2023 terdapat sebanyak 128 orang wanita lansia mengalami gangguan tidur yang disebabkan oleh cemas sebanyak 31 orang (24,2%), kebiasaan tidur larut malam sebanyak 36 orang (28,2%), sakit 20 orang (15,6%), sering terbangun 41 orang (32%). Dampak dari gangguan tidur pada lanjut usia apabila tidak ditangani dapat menurunkan kualitas hidup, demensia, suasana hati, produktivitas, dan kesehatan fisik. Salah satu terapi untuk meningkatkan kualitas tidur dapat menggunakan rendam kaki dan terapi murotal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pemberian air rendam hangat pada kaki dan terapi murotal terhadap peningkatan kualitas tidur lansia. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada bayi sebanyak 2 orang lansia yang mengalami gangguan tidur. Hasil penelitian menunjukkan pemberian rendam kaki efektif dalam meningkatkan kualitas tidur dengan skor PSQI sebelum diberikan rendaman kaki sebesar 14 dan sesudah diberikan rendaman kaki sebesar 3. Pemberian terapi murotal juga efektif dalam meningkatkan kualitas tidur dengan skor PSQI sebelum diberikan rendaman kaki sebesar 14 dan sesudah diberikan rendaman kaki sebesar 3. Tidak terdapat perbedaan antara pemberian air rendam hangat pada kaki dan terapi murotal terhadap peningkatan kualitas tidur lansia artinya rendaman kaki dan terapi murotal sama-sama efektif terhadap peningkatan kualitas tidur lansia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengatasi kualitas tidur pada lansia dengan menggunakan rendaman kaki dengan air hangat dan pemberian terapi murotal.
EFEKTIVITAS PIJAT ENDORPHIN DAN PIJAT OKSITOSIN TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN DI TPMB N KABUPATEN GARUT TAHUN 2024 Nurbaeti, Neulis; Meinasari Kurnia Dewi; Uci Ciptiasrini
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8906

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di TPMB N terhadap 8 orang ibu bersalin diperoleh bahwa proses persalinan merasakan nyeri yang sangat hebat saat kala I. Bahkan 5 dari 8 orang menyatakan tidak tahan dengan nyeri yang dirasakan pada saat ibu merasakan nyeri yang sangat dan kecemasan yang memuncak dapat berakibat trauma bagi ibu maupun janin. Salah satu upaya dalam menurunkan intensitas nyeri yaaotu diberi terapi non farmakologi seperti Massage Endorphin dan oksitosin kepada ibu hamil saat melahirkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pijat endorphin dan pijat oksitosin terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada ibu bersalin kala I sebanyak 2 orang yang mengalami nyeri persalinan di TPMB N. Piijat endorphin efektif dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan kala I dengan skor NRS dari 7 pada kunjungan pertama menjadi 4 pada kunjungan kedua dan tetap 4 pada kunjungan ketiga. Piijat oksitosin juga efektif dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan kala I dengan skor NRS dari 7 pada kunjungan pertama menjadi 4 pada kunjungan kedua dan tetap 4 pada kunjungan ketiga. Tridak terdapat perbedaan antara pemberian pijat endorphin dan oksitosin dalam menurunkan intensitas nyeri pada ibu bersalin dimana kedua intervensi ini sama-sama efektif. Hasil penelitian ini diharapkan ibu dalam persalinan kala I yang mengalami nyeri persalinan dapat mengetahui dan menerapkan massage endorphine sebagai upaya penurunan tingkat intensitas nyeri persalinan.