Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Tadibiya

IDEALITAS DAN REALITAS KEMAMPUAN GURU MI/SD DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PEMBELAJARAN TEMATIK Nurkhairina; Hidayatullah, Agus; Rosyidah, Neneng Aida; Noviyanti
Ta'dibiya Vol 3 No 1 (2023): Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam
Publisher : Staisman Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61624/japi.v3i1.23

Abstract

Learning in the 2013 curriculum uses integrated thematic learning. This causes teachers to master and carry out thematic learning well. However, there are many problems that occur, then what is the ideal of the teacher in carrying out thematic learning. This research intends to know and explain in detail about the ideals and reality of MI/SD teachers' abilities in implementing thematic learning. The results of this study are; Ideally the teacher in this thematic learning is to provide meaningful teaching and experiences to students. Not only that, a teacher in addition to being a professional educator, is also an educator, teacher, mentor, director, assessor, and evaluator of students, especially in early childhood education and basic education. There are two factors that impact on the obstacles for teachers to implement, namely: internal factors and external factors. Teachers are still lacking in comprehensive education and training; teachers also still find it difficult to integrate tactics in the learning theme.
PERKEMBANGAN MANUSIA-ANAK DALAM AL-QUR’AN DAN AL-HADITS: Perkembangan Manusia Dalam Perspektif Islam Rosyidah, Neneng Aida; Nurkhairina, Nurkhairina; Sauri, Rohmat
Ta'dibiya Vol 4 No 1 (2024): Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam
Publisher : Staisman Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61624/japi.v4i1.78

Abstract

The Al-Qur’an adan Al-Hadits are the life guidelines for muslims in the world. Guidance in carrying out the flow of life. Every event in this world has it solution. Even thought the Al-Qur’an and Al-Hadits are the books of muslims, every human being in the world is allowed to take lessons from them to carry out activities in their lives and solve the problem they face. One thing written in the Qur’an and Hadits is related to human-child development. So far there are not many studies that discuss child development using an Islamic perspective. More often discussingpshychology whoes theories are bassed on weatern psychology. So it sounds strange when discussing child development from an Islamic perspective. This paper presents studies related to the concept of children in islam (Al-Qur’an and Al-Hadits). Child development in islam(Al-Qur’an and Al-Hadits ) and patterns of child care and education from an Islamic perspektive. Search for information data in this paper using library research. Data collection is carried out by looking for material studies related to the discussion which is then analyzed. The findings showed that children’s development in the Al-Quran and Al-Hadits was discussed by providing strict boundaries. The most important training pattern so that children can act as Khalifatullah on erth and also as Abdullah”is to educate children based on the Qur’an and Hadith.
BUDAYA GASAB SANTRI, ANTARA KEBERSAMAAN DAN KETIADAAN TANGGUNG JAWAB Jubaedah, Siti; Hayati, Ela Hikmah; Rosyidah, Neneng Aida
Ta'dibiya Vol 3 No 1 (2023): Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam
Publisher : Staisman Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61624/japi.v3i1.144

Abstract

Penelitian ini berfokus pada fenomena gasab di kalangan santri, sebuah praktik yang mencerminkan budaya berbagi dan kebersamaan, namun kerap kali mengabaikan tanggung jawab individu. Gasab merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku mengambil barang milik orang lain tanpa izin, yang biasanya terjadi di pondok pesantren. Meskipun dianggap sebagai bagian dari budaya kebersamaan, praktik ini juga menimbulkan dilema etis terkait tanggung jawab pribadi dan kepemilikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif dan wawancara mendalam di beberapa pondok pesantren. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana gasab diterima, dipraktikkan, serta dipersepsikan oleh para santri dan pengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gasab dipandang sebagai norma sosial yang memperkuat solidaritas antar santri, namun di sisi lain, praktik ini juga memunculkan ketegangan terkait rasa tanggung jawab dan keadilan dalam kepemilikan. Selain itu, temuan menunjukkan adanya ambiguitas dalam penegakan aturan di pesantren terkait praktik gasab, yang berdampak pada perkembangan moral santri. Hasil penelitian ini menekankan bahwa meskipun gasab dapat dianggap sebagai ekspresi kebersamaan, diperlukan keseimbangan antara nilai kebersamaan dan tanggung jawab individual untuk menciptakan lingkungan yang lebih adil dan harmonis di pesantren. Oleh karena itu, perlu adanya pembinaan yang lebih baik dalam internalisasi nilai-nilai etika kepemilikan dan tanggung jawab di kalangan santri.
PERAN PENGAJARAN PENDIDIKAN ISLAM DI LINGKUNGAN MAJLIS TALIM NURUL JANNAH KOMPLEK PERUMAHAN KELAPA DUA TANGERANG Maryam, Siti; Rosyidah, Neneng Aida; Hasanudin, Hasanudin
Ta'dibiya Vol 3 No 2 (2023): Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam
Publisher : Staisman Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61624/japi.v3i2.65

Abstract

Majlis Ta'lim is very closely related to society where in a Majlis Ta'lim there will be social interaction between the speaker and the congregation, as well as between congregations. In the local community, the recitation is only attended by a group of women or mothers whose reception, especially enlightenment, is less than optimal and optimal. However, this did not happen at the Nurul Jannah ta'lim majlis in the Kelapa Dua Tangerang housing complex, which in fact is the biggest advantage of the presence of recitations with the teaching of Islamic education which is able to reflect the norms of good religious life in social life. This research method uses qualitative methods, including observation, interviews and documentation. Based on the results of this research, it is clear that the recitation of Islamic education has an impact on the community environment, the complex environment especially has an impact on the behavior of the women of the Majlis Ta'lim as parents, they must pay attention to their children's behavior and care about their children's education. Furthermore, the Majlis Ta'lim has provided humanist services through teachers or material providers so that the learning process will run conducively and the quality will increase. Not only is the role of the Majlis Ta'lim but also the Islamic education delivered helps improve discipline and understanding of Islam.
PERAN KIAI DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN DAN KEPRIBADIAN SANTRI DI PESANTREN RIYADHUL ALFIYAH KADUKAWENG PANDEGLANG BANTEN Maryam, Siti; Rosyidah, Neneng Aida; Faridah, Iis; Nurhakim, Muhamad Syara
Ta'dibiya Vol 4 No 2 (2024): Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam
Publisher : Staisman Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61624/japi.v4i2.163

Abstract

Kiai sebagai sosok kharismatik memiliki pengaruh dan peran yang sangat besar dalam membina akhlak santri, selain sebagai tokoh sentral, kiai melalui ilmunya yang mendalam juga dapat menentukan pendidikan sistem di pesantren. Ilmu seorang kiai biasanya memiliki sanad yang sangat kuat dan terjaga pemilik utama. Sanad Keilmuan merupakan tradisi intelektual yang telah melekat pada pesantren sekolah untuk waktu yang lama, melalui keaslian dan kebenaran pengetahuan dipertahankan. Sanad dalam ruang lingkup pondok pesantren memiliki makna sebagai penghubung antara ilmu antara guru dan siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis lapangan. Sumber data yang digunakan adalah primer sumber data dan sumber data sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Sanad keilmuan Pesantren Alfiyah Kadukaweng Pandeglang memiliki kesamaan dengan Pondok Pesantren Alfiyah Kadukaweng Pandeglang, Hal ini terlihat dari kesamaan visi dan buku pegangan dasar yang berisi doa-doa penting diberikan kepada mahasiswa baru yang berguna sebagai pedoman dasar dalam persiapan menghadapi kehidupan masyarakat; 2) Itu aktualitas akhlak santri dapat dikategorikan baik dengan memiliki ruang lingkup yang biasa disebut dengan nilai-nilai pendidikan akhlak yang terdiri dari akhlak kepada Allah SWT, akhlak kepada kiai, akhlak kepada pengurus, akhlak terhadap diri sendiri, akhlak terhadap sesama manusia, akhlak terhadap alam; 3) Peran keilmuan Kiai sanad dalam proses pembinaan akhlak terdiri dari tiga peran, yaitu: pertama, peran kiai sebagai penyangga; Kedua, peran kiai sebagai pendidik; Ketiga, peran kiai sebagai pendakwah
REKOGNISI NEGARA TERHADAP PENDIDIKAN PESANTREN PASCA UNDANG-UNDANG NOMOR 18 TAHUN 2019: STUDI TENTANG IMPLIKASI TERHADAP KESETARAAN PENDIDIKAN ISLAM Kosasih, Kosasih; Rosyidah, Neneng Aida; Nurkhairina, Nurkhairina
Ta'dibiya Vol 5 No 2 (2025): Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam
Publisher : Staisman Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61624/japi.v5i2.227

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk rekognisi (pengakuan) negara terhadap lembaga pendidikan pesantren pasca disahkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren dan mengkaji implikasinya terhadap kesetaraan pendidikan Islam di Indonesia. Pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam tertua dan berciri khas (tradisional), secara historis kurang mendapat pengakuan setara dibandingkan jalur pendidikan formal lainnya. Lahirnya UU No. 18 Tahun 2019 menjadi tonggak penting dalam upaya rekognisi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research) untuk menganalisis dokumen hukum, kebijakan, dan literatur akademik terkait. Fokus analisis mencakup pasal-pasal kunci dalam UU Pesantren yang mengatur pengakuan kelembagaan, kesetaraan lulusan, dan afirmasi pendanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UU No. 18 Tahun 2019 memberikan rekognisi legal formal yang kuat kepada pesantren, menempatkannya setara dengan jalur pendidikan nasional lainnya. Implikasi utamanya adalah terwujudnya kesetaraan pendidikan Islam melalui: (1) Pengakuan Ijazah/Syahadah Lulusan yang memungkinkan alumni pesantren melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi dan mengakses kesempatan kerja setara dengan lulusan sekolah umum; (2) Penguatan Tata Kelola dan sistem pendidikan pesantren, termasuk pengakuan terhadap kurikulum khas pesantren (Tafaqquh fiddin); dan (3) Pemberian Fasilitasi dan Afirmasi dari negara, seperti dukungan anggaran, yang sebelumnya menjadi kendala utama. Namun, implementasi UU ini juga menyisakan tantangan, terutama terkait harmonisasi kebijakan teknis di tingkat daerah dan menjaga kemandirian serta kekhasan pesantren dari potensi intervensi berlebihan oleh pemerintah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekognisi negara melalui UU Pesantren merupakan langkah progresif menuju integrasi dan kesetaraan penuh bagi pendidikan Islam di Indonesia.