Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

SISTEM PONDOK PESANTREN SALAFI DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS KEPRIBADIAN SANTRI AL JADID PADARINCANG CIOMAS SERANG Maryam, Siti; Rosyidah, Neneng Aida
Ta'dibiya Vol 4 No 1 (2024): Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam
Publisher : Staisman Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61624/japi.v4i1.139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran secara empiris mengenai sistem pendidikan pondok pesantren khususnya pada pondok pesantren salafi Al Jadid Ciomas dalam pembentukan kepribadian santri dan juga pelaksanaan pendidikan pondok pesantren salafi Al Jadid Ciomas dalam pembentukan kepribadian santri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah obsevasi, interview, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis, penulis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu berupa data-data yang tertulis atau wawancara secara lisan dari orang yang terlibat dalam pondok pesantren tersebut serta perilaku yang di amati, sehingga dalam hal ini penulis berupaya mengadakan penelitian yang bersifat menggambarkan secara menyeluruh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pondok pesantren ini telah melakukan praktek langsung mengenai akhlakul karimah, hal ini dapat dilihat dari kegiatan-kegiatan keagamaan seperti dzikir, tadarus al-Qur’an, istighosahan dan lain sebagainya. Dengan demikian sistem pendidikan pondok pesantren dalam pembentukkan kepribadian santri di pondok pesantren salafi Al Jadid Ciomas adalah sistem salaf (tradisional), sedangkan kurikulum yang digunakan adalah kurikulum yang dirancang oleh pondok pesantren salafi Al Jadid Ciomas itu sendiri
PERAN KIAI DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN DAN KEPRIBADIAN SANTRI DI PESANTREN RIYADHUL ALFIYAH KADUKAWENG PANDEGLANG BANTEN Maryam, Siti; Rosyidah, Neneng Aida; Faridah, Iis; Nurhakim, Muhamad Syara
Ta'dibiya Vol 4 No 2 (2024): Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam
Publisher : Staisman Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61624/japi.v4i2.163

Abstract

Kiai sebagai sosok kharismatik memiliki pengaruh dan peran yang sangat besar dalam membina akhlak santri, selain sebagai tokoh sentral, kiai melalui ilmunya yang mendalam juga dapat menentukan pendidikan sistem di pesantren. Ilmu seorang kiai biasanya memiliki sanad yang sangat kuat dan terjaga pemilik utama. Sanad Keilmuan merupakan tradisi intelektual yang telah melekat pada pesantren sekolah untuk waktu yang lama, melalui keaslian dan kebenaran pengetahuan dipertahankan. Sanad dalam ruang lingkup pondok pesantren memiliki makna sebagai penghubung antara ilmu antara guru dan siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis lapangan. Sumber data yang digunakan adalah primer sumber data dan sumber data sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Sanad keilmuan Pesantren Alfiyah Kadukaweng Pandeglang memiliki kesamaan dengan Pondok Pesantren Alfiyah Kadukaweng Pandeglang, Hal ini terlihat dari kesamaan visi dan buku pegangan dasar yang berisi doa-doa penting diberikan kepada mahasiswa baru yang berguna sebagai pedoman dasar dalam persiapan menghadapi kehidupan masyarakat; 2) Itu aktualitas akhlak santri dapat dikategorikan baik dengan memiliki ruang lingkup yang biasa disebut dengan nilai-nilai pendidikan akhlak yang terdiri dari akhlak kepada Allah SWT, akhlak kepada kiai, akhlak kepada pengurus, akhlak terhadap diri sendiri, akhlak terhadap sesama manusia, akhlak terhadap alam; 3) Peran keilmuan Kiai sanad dalam proses pembinaan akhlak terdiri dari tiga peran, yaitu: pertama, peran kiai sebagai penyangga; Kedua, peran kiai sebagai pendidik; Ketiga, peran kiai sebagai pendakwah
PERAN PENGAJARAN PENDIDIKAN ISLAM DI LINGKUNGAN MAJLIS TALIM NURUL JANNAH KOMPLEK PERUMAHAN KELAPA DUA TANGERANG Maryam, Siti; Rosyidah, Neneng Aida
Ta'dibiya Vol 3 No 2 (2023): Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam
Publisher : Staisman Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61624/japi.v3i2.65

Abstract

Majlis Ta'lim is very closely related to society where in a Majlis Ta'lim there will be social interaction between the speaker and the congregation, as well as between congregations. In the local community, the recitation is only attended by a group of women or mothers whose reception, especially enlightenment, is less than optimal and optimal. However, this did not happen at the Nurul Jannah ta'lim majlis in the Kelapa Dua Tangerang housing complex, which in fact is the biggest advantage of the presence of recitations with the teaching of Islamic education which is able to reflect the norms of good religious life in social life. This research method uses qualitative methods, including observation, interviews and documentation. Based on the results of this research, it is clear that the recitation of Islamic education has an impact on the community environment, the complex environment especially has an impact on the behavior of the women of the Majlis Ta'lim as parents, they must pay attention to their children's behavior and care about their children's education. Furthermore, the Majlis Ta'lim has provided humanist services through teachers or material providers so that the learning process will run conducively and the quality will increase. Not only is the role of the Majlis Ta'lim but also the Islamic education delivered helps improve discipline and understanding of Islam.
SISTEM PONDOK PESANTREN SALAFI DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS KEPRIBADIAN SANTRI AL JADID PADARINCANG CIOMAS SERANG Maryam, Siti; Rosyidah, Neneng Aida
Ta'dibiya Vol 4 No 1 (2024): Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam
Publisher : Staisman Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61624/japi.v4i1.139

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran secara empiris mengenai sistem pendidikan pondok pesantren khususnya pada pondok pesantren salafi Al Jadid Ciomas dalam pembentukan kepribadian santri dan juga pelaksanaan pendidikan pondok pesantren salafi Al Jadid Ciomas dalam pembentukan kepribadian santri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah obsevasi, interview, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis, penulis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu berupa data-data yang tertulis atau wawancara secara lisan dari orang yang terlibat dalam pondok pesantren tersebut serta perilaku yang di amati, sehingga dalam hal ini penulis berupaya mengadakan penelitian yang bersifat menggambarkan secara menyeluruh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pondok pesantren ini telah melakukan praktek langsung mengenai akhlakul karimah, hal ini dapat dilihat dari kegiatan-kegiatan keagamaan seperti dzikir, tadarus al-Qur’an, istighosahan dan lain sebagainya. Dengan demikian sistem pendidikan pondok pesantren dalam pembentukkan kepribadian santri di pondok pesantren salafi Al Jadid Ciomas adalah sistem salaf (tradisional), sedangkan kurikulum yang digunakan adalah kurikulum yang dirancang oleh pondok pesantren salafi Al Jadid Ciomas itu sendiri
PERAN KIAI DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN DAN KEPRIBADIAN SANTRI DI PESANTREN RIYADHUL ALFIYAH KADUKAWENG PANDEGLANG BANTEN Maryam, Siti; Rosyidah, Neneng Aida; Faridah, Iis; Nurhakim, Muhamad Syara
Ta'dibiya Vol 4 No 2 (2024): Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam
Publisher : Staisman Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61624/japi.v4i2.163

Abstract

Kiai sebagai sosok kharismatik memiliki pengaruh dan peran yang sangat besar dalam membina akhlak santri, selain sebagai tokoh sentral, kiai melalui ilmunya yang mendalam juga dapat menentukan pendidikan sistem di pesantren. Ilmu seorang kiai biasanya memiliki sanad yang sangat kuat dan terjaga pemilik utama. Sanad Keilmuan merupakan tradisi intelektual yang telah melekat pada pesantren sekolah untuk waktu yang lama, melalui keaslian dan kebenaran pengetahuan dipertahankan. Sanad dalam ruang lingkup pondok pesantren memiliki makna sebagai penghubung antara ilmu antara guru dan siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis lapangan. Sumber data yang digunakan adalah primer sumber data dan sumber data sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Sanad keilmuan Pesantren Alfiyah Kadukaweng Pandeglang memiliki kesamaan dengan Pondok Pesantren Alfiyah Kadukaweng Pandeglang, Hal ini terlihat dari kesamaan visi dan buku pegangan dasar yang berisi doa-doa penting diberikan kepada mahasiswa baru yang berguna sebagai pedoman dasar dalam persiapan menghadapi kehidupan masyarakat; 2) Itu aktualitas akhlak santri dapat dikategorikan baik dengan memiliki ruang lingkup yang biasa disebut dengan nilai-nilai pendidikan akhlak yang terdiri dari akhlak kepada Allah SWT, akhlak kepada kiai, akhlak kepada pengurus, akhlak terhadap diri sendiri, akhlak terhadap sesama manusia, akhlak terhadap alam; 3) Peran keilmuan Kiai sanad dalam proses pembinaan akhlak terdiri dari tiga peran, yaitu: pertama, peran kiai sebagai penyangga; Kedua, peran kiai sebagai pendidik; Ketiga, peran kiai sebagai pendakwah
Karakteristik Bahasa Parempuan pada Tokoh Utama dalam Novel Perempuan Dititik Nol Karya Nawal El Saadawi Saputra, Eko Suzi; Rosyidah, Neneng Aida
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 12, No 2 (2023): Kajian Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.12.2.485-496.2023

Abstract

Cultural factors that cause differences in language characteristics between men and women are an interesting thing to study. The country that is still very thick with its patriarchal culture is the State of Egypt, which causes differences in language characteristics between men and women. The novel Woman at Point Zero by Nawal El Saadawi is based on a true story of a woman who fought against patriarchal culture in Egypt and was about to be executed for killing someone. The purpose of this writing is to find out the characteristics of women's language in Nawal El Saadawi's women's novel at zero point based on Robinn Lakoff's theory of women's language. The analytical method used in this research is descriptive analysis method. With this method, the researcher analyzes the choice of each word used by the main female character in the novel Woman at Point Zero, so that the language characteristics of the main female character in the film can be revealed. While the method used to collect data in this study is the technique of reading and noting on primary data sources. . In this study, 4 characteristics of women's language were found in the novel Woman at Point Zero by Nawaal El Saadawi based on Robin Lakoff's theory, namely: empty adjectives, hedge, intensifier, avoidance of strong swear words. The use of these linguistic characteristics cannot be separated from the existing patriarchal culture in Egypt. and experienced by the main character in the novel, causing women to be very careful in their speech and often use intensifiers to emphasize their utterances so that their interlocutors understand the meaning of their speech. This novel clearly explains the condition of women who are still second in the country.