Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Implementasi Penguatan Karakter Nasionalisme Dalam Menyikapi Fenomena Transnasionalisme Di SMP Negeri 3 Entikong Perbatasan Kalimantan Barat Ayuni, Nina; Sulistyarini; Thomy Sastra Atmaja; Amrazi Zakso; Shilmy Purnama
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i2.4871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penguatan karakter nasionalisme dalam menyikapi fenomena transnasionalisme di SMP Negeri 3 Entikong perbatasan Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Waka Bidang Akademik, Waka Bidang Kesiswaan, Guru dan Peserta Didik SMP Negeri 3 Entikong. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis dilaksanakan dengan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program penguatan karakter nasionalisme berbasis kelas yakni melalui program yang dintegrasikan ke dalam perencanaan, proses dan evaluasi pembelajaran, sedangkan penguatan karakter nasionalisme berbasis sekolah dilaksanakan melalui program-program pada kegiatan rutin, spontan, pengkondisian dan keteladanan. Hasil penguatan karakter nasionalisme berbasis kelas dan berbasis sekolah yakni peserta didik cinta tanah air bangsa, bangga sebagai bangsa Indonesia, menunjukkan perilaku menghargai jasa pahlawan, toleransi dalam keberagaman, dan mengutamakan kepentingan umum. Penguatan karakter melalui program tersebut positif dalam menangkal masuknya fenomena transnasionalisme sebagai tantangan terhadap implementasi nasionalisme terutama pada peserta didik di SMP Negeri 3 Entikong.
KAMPUNG LITERATION PROGRAMME OF KAMPUNG BINA DESA IN SUNGAI KUPAH Ramadhan, Iwan; Putri, Marbela Vaderofa; Ayuni, Nina; Salsabila, Salsabila; Wartiningsih, Agus; Sanulita, Henny
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v8i1.2206

Abstract

The Literacy Village Program implemented by FKIP UNTAN Students in Sungai Kupah Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency is a program that fosters a series of new creative, collaborative, and innovative for the cognitive development of children in Sungai Kupah Village. Literacy Village carries several contexts in literacy including reading and writing, science projects, art, and the use of waste into useful items. Implementation of activities with learning and experimental methods. The Literacy Village Program is a means to improve the quality of human resources in the younger generation. The Literacy Village program implemented in Sungai Kupah Village carries several contexts in literacy including reading and writing, science projects, art, and the use of waste into useful items. The existence of literacy programs is expected to provide an improvement in the quality of human resources, especially for the younger generation.
Healthy Training Program Bina Desa: Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Dan Lingkungan Bersih Melalui Pelatihan Berbasis Masyarakat Di Sungai Kupah Ramadhan, Iwan; Imran, Imran; Ayuni, Nina; Vaderofa Putri, Marbela; Novita, Kiki; Alhambasy C, Faren
DEDIKASI PKM Vol. 5 No. 2 (2024): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dkp.v5i2.38865

Abstract

Tujuan Program Healty Training dari program MBKM Bina Desa di Desa Sungai Kupah adalah membantu masyarakat menuju masyarakat yang sehat secara jesmani dan rohani, serta menciptakan lingkungan yang bersih guna mencegah penularan penyakit yang diakibatkan oleh lingkungan kotor. Pelaksanaan Program Healty Training dilaksanakan dilingkungan luar. Sasaran dari program ini adalah masyarakat Desa Sungai Kupah. Kegiatan ini dilaksanakan setiap dua minggu sekali yang tentunya dengan menyesuaikan waktu dan tempat. Adapun pelaksanaan dari program ini diantaranya sosialisasi kesehatan, senam bersama , dan bersih-bersih lingkungan. Hasil penelitian ini ialah masyarakat Desa guna memberikan wawasan kepada masyarakat terkait penanggulangan dan pencegahan penyakit, serta mewujudkan gerakan akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan diri serta lingkungan sekitarnya serta untuk meningkatkan kapasitas penduduk dalam mengurangi resiko penyakit.
Kupah Marketing Program Bina Desa di Sungai Kupah Putri, Marbela Vaderofa; Ayuni, Nina; Yodi, Yodi; Resa, Resa; Ramadhan, Iwan; Afandi, Afandi
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.13220

Abstract

Program ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mempromosikan UMKM di Desa Sungai Kupah. Pengumpulan informasi tentang UMKM yang terdapat di Desa Sungai Kupah melalui observasi dan wawancara terhadap pengelola UMKM tersebut. Setelah terkumpulnya informasi yang diperlukan maka dibuatlah pamflet dan video promosi UMKM melalui media sosial @bindes_fkipuntan2023 dan media sosial masing-masing mahasiswa MBKM Bina Desa. Dengan menggunakan metode promosi melalui media sosial. Hasil dari program ini adalah telah dipromosikannya Wisata Telok Bediri Desa Sungai Kupah, Produk UMKM Stik Udang Mentari, Produk UMKM Sabun Organik Brembang, Produk UMKM Anyaman, Cagar Budaya Masjid At-Tamini Desa Sungai Kupah.
Desa Konstitusi: Perwujudan nilai pancasila serta konstitusi dalam kehidupan masyarakatdan penyelenggaraan pemerintahan desa Atmaja, Thomy Sastra; Utami, Tri; Ayuni, Nina; Jailani, Muhammad
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 01 (2025): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v10i01.9987

Abstract

The success of Mekar Sari Village as a role model in upholding the constitution and state ideology in people's lives must be appreciated and is interesting for in-depth study through research. As far as research has been conducted by researchers, research has never been conducted on constitutional villages in Mekar Sari Village, Sungai Raya District, Kubu Raya Regency. Even nationally, no articles or research results have been found regarding constitutional villages in Indonesia. The approach used in this research is a qualitative approach and descriptive method. From the research results, it was found that Mekar Sari Village has implemented constitutional values ​​and Pancasila values ​​in village government and community life. The values ​​of Pancasila and the Constitution that are realized include the values ​​of divinity, humanity, unity, democracy and justice.
A The Indonesia-Malaysia border as a simulacrum of nationalism: A hyperreality study of the Jagoi Babang community in West Kalimantan Atmaja, Thomy Sastra; Bistari; Jailani, Muhammad; Ayuni, Nina
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v23i1.90302

Abstract

This article seeks to investigate how simulacra are carried out by Malaysia and the efforts of the border community in Jagoi Babang to maintain their identity with a spirit of nationalism towards Indonesia. Using Baudrillard's theory of hyperreality and simulacra, this study explores how the border community filters various simulacra efforts carried out by Malaysia to change the reality of the border community towards Indonesia. This study uses a case study approach involving observation, documentation, and interviews with 15 informants from various backgrounds. The findings show that Malaysia creates simulacra by giving Indonesian communities in the border region free access to Malaysian state facilities. Meanwhile, the border communities make two efforts to maintain their national identity and avoid being influenced by Malaysian simulacra. First, they strengthen nationalism by using the Indonesian language. Second, they defend their culture through cultural activities and training for the younger generation. The research has theoretical and practical implications because the community has the active ability (agency) to reject simulacra, thereby enriching Baudrillard's theory. In practice, strengthening language and culture at the border is a vital form of non-military national resilience that must be integrated into border policy alongside security and economic approaches.