Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

The Relationship between giving formula milk and the incidence of diarrhea in babies 0-6 months in the Work Area of Batangtoru Public Health Center in 2023 Mutia, Fatma; Lubis, Arisa Harfa Said; Harahap, Irawati
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 2 (2023): Vol. 8 No. 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v8i2.1188

Abstract

ABSTRACT Giving formula milk too early will also reduce breast milk consumption, and if it is too late it will cause the baby to be malnourished and feeding at an early age will result in the baby's digestive ability not being ready to accept additional food. The problem of giving formula milk is greatly influenced by the baby's health behavior such as diarrhea. The mother's knowledge about giving formula milk and having a good attitude in giving formula milk can determine the best development for her child. The aim of this research is to determine the relationship between breastfeeding mothers regarding giving formula milk to babies 0-6 months with the incidence of diarrhea in the Batangtoru Community Health Center Work Area in 2023. This type of research is quantitative with a cross sectional approach method. The population in this study were all mothers who had babies aged 0-6 months, totaling 49 mothers. Because the population is less than 50 people, the sampling technique uses a total sampling technique. Chi Square Test results obtained p=0.000 (<0.05). So the conclusion is that there is a relationship between giving formula milk and the incidence of diarrhea in babies 0-6 months in the Batangtoru Health Center Working Area. 21 people were given formula milk, 21 people had diarrhea. It is recommended that the results of this study can provide information to respondents regarding knowledge of giving formula milk to babies 0-6 months with the incidence of diarrhea. Keywords: Formula feeding, incidence of diarrhea, babies 0-6 months
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU BEKERJA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKEMAS SITINJAK KABUPATEN TAPANULI SELATAN Harahap, Nur Hamima; Harahap, Irawati; nasution, nur arfah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 2 (2023): Vol. 8 No. 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v8i2.1193

Abstract

Salah satu masalah kesehatan ibu dan anak di Indonesia adalah pemberian ASI Eksklusif. Rendahnya pemberian ASI Eksklusif disebabkan oleh perilaku ibu itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu bekerja dengan pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Sitinjak Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2023. Penelitian ini bersifat kuantitatif degan pendekatan cross sectional study di wilayah kerja Puskesmas Sitinjak mulai November 2022 sampai Januari 2023. Populasi dan sampel adalah seluruh ibu bekerja yang ada di Wilayah Kerja Puskemas Sitinjak dengan tekhnik pengambilan sampel secara total sampel (exhaustive sampling). Pengumpulan data menggunakan kuesioner serta pengolahan dan analisis data mengunakan program SPSS dengan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan ibu (p=0.17) tidak berhubungan secara signifikan dengan pemberian ASI Eksklusif.
Hubungan Pengetahuan Perempuan Premenopause Dengan Kesiapan Menghadapi Menopause Di Desa Parigi Kec. Dolok Kab. Padang Lawas Utara Harahap, Nur Hamima; Harahap, Irawati; nasution, Nur arfah; siregar, rahmah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 1 (2024): Vol.9 No. 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i1.1336

Abstract

Menopause merupakan fenomena alami sebagaimana tahap perkembangan lainnya. Seiring dengan peningkatan usia, wanita sering menghadapi berbagai masalah kesehatan. Masalah yang terjadi dapat berupa perubahan fisik maupun psikologis. Salah satunya adalah ketidaksiapan perempuan dalam menghadapi menopasuse. Hasil Study of Women’s Health Across the Nation (SWAN) di Amerika Serikat menunjukkan bahwa masa menopause berhubungan dengan tekanan psikologi, dimana sebanyak 28,9% mengalami stres diawal premenopause, 20,9% pada tahap premenopause, dan 22% pada tahap postmenopause. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan pengetahuan ibu premenopause dengan kesiapan menghadapi menopause. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan waktu cross sectional. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan menggunakan instrument kuesioner tertutup. Analisa data dengan uji Statistic chi square menggunakan program komputerisasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kesiapan menghadapi menopause di Desa parigi Kec. Dolok Kab. Padang Lawas Utara dengan nilai p-value 0.020 (p<0.05).
PERILAKU IBU TENTANG KELENGKAPAN IMUNISASI ANAK BALITA DI DESA PASAR SIPIONGOT KECAMATAN DOLOK KABUPATEN PALUTA TAHUN 2024 Harahap, Irawati; Harahap, Nur Hamima; nasution, Nur arfah; nasution, Nurul Hidayah; nasution, anna Rizki; rambe, esmiar
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 1 (2024): Vol.9 No. 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i1.1350

Abstract

Imunisasi sangat penting untuk tubuh seseorang agar kebal dari penyakit. Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit. Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) yaitu tuberculosis, difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia, meningitis, polio dan campak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perilaku ibu tentang kelengkapan imunisasi anak balita Di Desa Pasar Sipiongot Kecamatan Dolok Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Populasi dan sampel penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak balita berusia 12 – 59 bulan, yang bertempat tinggal Di Desa Pasar Sipiongot Kecamatan Dolok Kabupaten Padang Lawas Utara Sebanyak 70 orang. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 41 orang (58,6%), mayoritas responden memiliki sikap dengan kategori positif sebanyak 52 orang (74,3%), mayoritas responden tidak memiliki tindakan dalam melengkapi imunisasi anak balita sebanyak 60 orang (85,7%).
PENGARUH AROMA TERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI HAID (DISMENORE PRIMER) PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI KEPERAWATAN UNIVERSITAS AUFA ROYHAN PADANGSIDIMPUAN Nasution, Nur Arfah; Harahap, Irawati; Harahap, Nur Hamima; Almadany, Ulfa Hidayah; Lubis, Arisa Harfa Said
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 1 (2024): Vol.9 No. 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore atau nyeri haid merupakan gejala yang paling sering dikeluhkan oleh wanita usia reproduktif. Dismenorea merupakan masalah yang terkait dengan menstruasi, yaitu nyeri singkat sebelum atau selama menstruasi. Nyeri dimulai beberapa jam sebelum atau bersamaan dengan menstruasi dan berlangsung selama 48 sampai 72 jam. Prevalensi nyeri menstruasi tertinggi terjadi pada wanita remaja, yaitu antara 20–90%. Sekitar 15% dari remaja menunjukkan nyeri menstruasi pada derajat berat. Aromaterapi lavender (Lavendula Augustfolia) merupakan salah satu minyak terapi yang popular dipakai sebagai antiseptik dan penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri haid (dismenore primer) pada mahasiswi Program Studi Keperawatan Universitas Aufa Royhan. Desain penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen (quasi experiment).Jumlah sampel yang diambil peneliti adalah 15 responden, sesuai dengan kriteria sampel penelitian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji wilcoxon test diperoleh hasil asymp sig. (2-tailed) 0,005 < α = 0,05, sehingga disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri haid (disminorea primer). Penelitian ini bermanfaat untuk menambah wawasan mengenai permasalahan pada masyarakat khususnya remaja yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi wanita khususnya mengenai dismenore.
Gambaran Karakteristik dan Pengetahuan Ibu Tentang Asi Eksklusif Di Desa Sihuik-huik Tahun Kecamatan Angkola Selatan 2024 Tanjung, Hoirunnisa; Lubis, Mutia Sari; Harahap, Tina Marito; Harahap, Irawati
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1610

Abstract

World Health Organization (WHO) tahun 2020, menyatakan bahwa hanya sekitar 41% bayi yang berusia 0-6 bulan di seluruh dunia diberikan ASI secara eksklusif. Semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin mudah pula mereka menerima informasi dan pada akhirnya pengetahuan yang dimilikinya tentang pemberian ASI eksklusif semakin baik. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan pengetahuan ibu tentang ASI Eksklusif Kabupaten Deli Serdang tahun 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu dengan bayi berusia 0-6 bulan di Desa Sihuik-huik Kecamatan Angkola Selatan Tahun 2024, dan jumlah sampel 98 responden dengan teknik total sampling. Adapun hasil dari penelitian ini adalah mayoritas umur ibu adalah 20-35 tahun yaitu sebanyak 63 ibu (64,3%), mayoritas pendidikan ibu adalah SMA yaitu sebanyak 58 ibu (59,2%), mayoritas pekerjaan ibu adalah ibu rumah tangga yaitu sebanyak 62 ibu (63,3%), dan mayoritas ibu memiliki 1 anak yaitu sebanyak 55 ibu (56,1%). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas ibu memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 41 ibu (41,8%) dan minoritas ibu memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 24 ibu (24,5%). Dengan adanya penelitian ini diharapkan ibu lebih mendapatkan informasi tentang pentingnya ASI Eksklusif.
Analysis of parental communication and sexual risk behavior among adolescents based on gender Harahap, Yanna Wari; Nurlaila, Nurlaila; Harahap, Irawati; Antoni, Adi; Hasibuan, Ahmad Safii; Suryati, Suryati
Science Midwifery Vol 13 No 5 (2025): Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i5.2121

Abstract

Adolescents are a group that is highly vulnerable to risky sexual behaviors. One of the factors influencing such behaviors is communication between parents and children. Good communication can serve as a protective factor against unhealthy sexual behavior. This study aims to analyze the influence of parent–child communication on risky sexual behavior among adolescents, as well as its differences based on gender. The study employed an analytical quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 120 male and female adolescents selected through proportional random sampling. Data were collected using standardized questionnaires that had been tested for validity and reliability. Analysis was conducted using Pearson correlation and Independent t-test with a significance level of 0.05. The results showed a significant negative correlation between parental communication and risky sexual behavior (r = –0.65; p < 0.001). The better the communication between parents and adolescents, the lower the level of risky sexual behavior. Gender differences were also observed, where female adolescents demonstrated higher communication scores and lower risky sexual behavior compared to males (p < 0.001). Effective communication between parents and children plays a crucial role in preventing risky sexual behaviors among adolescents. Strengthening family communication through reproductive health education programs involving active parental participation is essential.