Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan P5 SD Naskat Yos Sudarso 1 Dobo. Penelitian ini dilatarbelakangi perlunya informasi kepada satuan pendidikan lainnya di Kabupaten Kepulauan Aru mengenai pelaksanaan P5 yang baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan instrumen berupa pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber informasi dalam penelitian ini adalah kepala satuan pendidikan, fasilitator fase A, dan fasilitator fase C. Pemilihan informan berdasarkan jabatan struktural sebagai kepala sekolah, wakil bidang kurikulum, dan wakil bidang kesiswaan yang diyakini memahami pelaksanaan P5 lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan SD Naskat Yos Sudarso 1 Dobo melaksanakan P5 melalui prosedur bertahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan satuan pendidikan memilih koordinator dan fasilitator proyek, mengidentifikasi kesiapan sekolah, merancang dimensi yang ingin diasah dalam satu semester, merumuskan tema, dan menentukan alokasi waktu. Pada tahap pelaksanaan, satuan fasilitator membangun kesadaran peserta didik, mengeksplorasi permasalahan, menentukan peran setiap stakeholder, menyelesaikan proses pelaksanaan, dan menyusun pelaksanaan evaluasi. Tema yang diangkat SD Naskat Yos Sudarso 1 Dobo adalah kearifan lokal dengan topik pengolahan bahan mentah berupa ikan laut sumber daya alam terbesar di Kepulauan Aru menjadi makanan siap santap, lezat, dan lebih tahan lama seperti kecap, baso, dan nuget. Dapat disimpulkan bahwa SD Naskat Yos Sudarso 1 Dobo melaksanakan P5 melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sesuai panduan yang dikeluarkan oleh BSKAP Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.