Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Sosialisasi pencegahan dan penangangan perilaku perundungan di Sekolah Dasar Borolla, Fridolin Vrosansen; Lengam, Rino; Suryaningrum, Sumarah; Sitiman, Hediaty La; Victory, Bintang Lony Vera; Aritonang, Parjolo; Untailawan, Karel R.; Untailawan, Mandelson; Ratdja, Safrudin
Jurnal Anugerah Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Anugerah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Keguruan dan Ilmu Pen
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/anugerah.v6i2.6998

Abstract

Perilaku Perundungan merupakan suatu fenomena yang cukup meresahkan masyarakat. Hal itu tidak hanya terjadi di lingkungan masyarakat, melainkan terjadi pula pada setiap satuan pendidikan termasuk di SD Inpres Negeri 4 Dobo. Sosialisasi pencegahan dan penaggulangan perilaku dan korban perundungan perlu untuk dilakukan kepada guru-guru di sekolah tersebut. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap dampak perilaku perundungan serta pembentukan tim pencegahan perilaku perundungan di sekolah. Kegiatan ini melibatkan guru agama, guru kelas, dan kepala sekolah. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini yaitu sosialisasi dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebar kepada seluruh peserta kegiatan sosialisasi. Data yang diperoleh, dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa mayoritas guru menghendaki dibentuk layanan khusus penanganan perundungan di sekolah dengan melibatkan orang tua murid, namun mayoritas guru tidak menghendaki pelibatan komite sekolah dalam tim penanganan pencegahan perundungan. Selanjutnya, responden mayoritas mendukung pencegahan dan penanggulangan korban perundungan dan penegakan kode etik atau tata tertib sekolah. Semangat dan motivasi mengikuti seminar atau pelatihan pencegahan dan penangangan perundungan relatif sedang. Fenomena perilaku perundungan di tingkat satuan pendidikan dasar perlu dilakukan pencegahan dan penanganan melalui kerja sama antara pihak sekolah dengan orang tua dengan membentuk tim penanganan dan pencegahan perilaku Perundungan. Peserta kegiatan makin menyadari pentingnya pencegahan dan penanganan kasus perundungan yang terjadi di sekolah.
ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SD DALAM MENGHADAPI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR PULAU - PULAU KECIL PERBATASAN KABUPATEN KEPULAUAN ARU SD NEGERI SAMANG KABUPATEN KEPULAUAN ARU Sitiman, Hediaty La; Suryaningrum, Sumarah; Victory, Bintang Lony Vera; Borolla, Fridolin V.; Tuna, Usman
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.31766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kompetensi Pedagogik Guru SD dalam menghadapi Kurikulum Merdeka Belajar di Pulau-Pulau Kecil Perbatasan Kabupaten Kepulauan Aru. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan sumber data lima guru di SD Negeri Samang, Kabupaten Kepulauan Aru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru di SD Negeri Samang masih belum memadai. Dari 16 aspek yang diamati, banyak kriteria yang tidak terpenuhi, seperti pemahaman teori sastra, pemecahan masalah matematika, observasi gejala alam, dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu, kurangnya jumlah guru menyebabkan waktu pengajaran yang tidak optimal dan pembelajaran yang tidak terkontrol. Desain RPP yang dibuat oleh guru juga menunjukkan hambatan dalam penguasaan teknologi dan modul pembelajaran. Secara keseluruhan, kompetensi pedagogik guru di SD Negeri Samang perlu ditingkatkan untuk mencapai implementasi yang efektif dari Kurikulum Merdeka. Hambatan utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, dan penyediaan modul pembelajaran. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya dukungan lebih lanjut dalam pengembangan profesional guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terpencil.
Pelaksanaan P5 Bertema Kearifan Lokal di SD Naskat Yos Sudarso, Kepulauan Aru Victory, Bintang Lony Vera
Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 3 (2025): Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/edukasitematik.v6i3.703

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan P5 SD Naskat Yos Sudarso 1 Dobo. Penelitian ini dilatarbelakangi perlunya informasi kepada satuan pendidikan lainnya di Kabupaten Kepulauan Aru mengenai pelaksanaan P5 yang baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan instrumen berupa pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber informasi dalam penelitian ini adalah kepala satuan pendidikan, fasilitator fase A, dan fasilitator fase C. Pemilihan informan berdasarkan jabatan struktural sebagai kepala sekolah, wakil bidang kurikulum, dan wakil bidang kesiswaan yang diyakini memahami pelaksanaan P5 lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan SD Naskat Yos Sudarso 1 Dobo melaksanakan P5 melalui prosedur bertahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan satuan pendidikan memilih koordinator dan fasilitator proyek, mengidentifikasi kesiapan sekolah, merancang dimensi yang ingin diasah dalam satu semester, merumuskan tema, dan menentukan alokasi waktu. Pada tahap pelaksanaan, satuan fasilitator membangun kesadaran peserta didik, mengeksplorasi permasalahan, menentukan peran setiap stakeholder, menyelesaikan proses pelaksanaan, dan menyusun pelaksanaan evaluasi. Tema yang diangkat SD Naskat Yos Sudarso 1 Dobo adalah kearifan lokal dengan topik pengolahan bahan mentah berupa ikan laut sumber daya alam terbesar di Kepulauan Aru menjadi makanan siap santap, lezat, dan lebih tahan lama seperti kecap, baso, dan nuget. Dapat disimpulkan bahwa SD Naskat Yos Sudarso 1 Dobo melaksanakan P5 melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sesuai panduan yang dikeluarkan oleh BSKAP Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH MENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN BERPIKIR PADA MATA KULIAH PENDIDIKAN INKLUSI Victory, Bintang Lony Vera
Jurnal Pendidikan Sang Surya Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Sang Surya
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56959/jpss.v11i2.495

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk medeteksi besar peningkatan hasil belajar pada segi kognitif mahasiswa PGSD PSDKU Kabupaten Aru yang melakukan penawaran Mata Kuliah Pendidikan Inklusi. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan sebanyak 2 siklus. Hasil belajar mahasiswa yang menawar Mata Kuliah ini pada semester ganjil 2025/2026 menunjukkan rata-rata hasil belajar segi kognitif mahasiswa sebesar 26. Pada hasil belajar Post-Test I, diperoleh nilai rata-rata hasil belajar segi kognitif mahasiswa sebesar 57. Pada Post-Test II, diperoleh nilai rata-rata hasil belajar segi kognitif mahasiswa sebesar 65. Pada tugas akhir berupa kegiatan pengamatan pada Satuan Pendidikan Penyelenggaran Pendidikan Inklusi (SPPI) juga diperoleh peningkatan keterampilan berpikir kritis. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa Pembelajaran Berbasis Masalah dan Berbasis Kasus dapat meningkatkan hasil belajar segi kognitif dan keterampilan berpikir kritis mahasiswa