Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Masyarakat Digital

Analisis Perubahan Sosial akibat Penggunaan Gadget pada Remaja di Dusun Gadungsari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul Febrian, Bima; Nurlela, Andi
Jurnal Masyarakat Digital Vol 1 No 4 (2025): (AUGUST) Jurnal Masyarakat Digital
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/r2ydnd90

Abstract

Berkembangnya teknologi tak terlepas dari kehidupan modern manusia. Teknologi semakin berkembang pesat dan menuntut manusia dapat mengikuti perkembangannya. Sehingga segala sesuatu dapat diakses melalui berbagai macam teknologi, terutama gadget dan internet. Masuknya teknologi seperti gadget dan internet dapat memudahkan akses di segala hal, termasuk untuk belajar dan bermain di dunia maya. Hal ini dapat menimbulkan berbagai macam pengaruh dalam kehidupan sehari-hari, terutama kepada usia anak-anak hingga remaja. Remaja di Dusun Gadungsari mulai sibuk dengan gadget masing-masing, terlebih kehidupan di tengah kota yang banyak meminta mereka lebih intens mengakses gadget. Perubahan sosial didorong dengan adanya faktor sosial yaitu kondisi masyarakat yang terbuka dengan perubahan, pribadi yang sangat terbuka terhadap perubahan, dan terjadinya kontak dengan kebudayaan yang masuk. Dengan penggunaan gadget yang berlebihan ini dapat menimbulkan perubahan sosial, diantaranya remaja menjadi kurang harmonis dengan keluarga, sedikit bersikap acuh, kurang berinteraksi dengan teman lainnya, dan perubahan sikap lainnya. Sehingga diperlukan sinergitas antara keluarga, sekolah, dan lingkungan untuk dapat memberi batasan terhadap penggunaan gadget. Terlebih pada usia anak dan remaja, lebih sering untuk diadakan event/acara yang dilakukan secara tatap muka dan kegiatan positif membangun kepercayaan diri, kecerdasan intelektual, maupun public speaking ataupun kegiatan yang membangun kekompakan dengan remaja lainnya. Sehingga remaja akan lebih kritis dan inovatif terhadap sesuatu, tidak bersikap acuh bahkan terkesan anti sosial.
Peran Media Sosial terhadap Cyberbulling Remaja di Era Digital Rahmahdianti , Isni Maulida; Nurlela, Andi
Jurnal Masyarakat Digital Vol 1 No 4 (2025): (AUGUST) Jurnal Masyarakat Digital
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/4ye98e10

Abstract

Media sosial telah menjadi sebuah bagian penting didalam kehidupan para remaja di era yang serba canggih seperti pada saat ini yang dimana dapat membantu para remaja dalam berinteraksi dan juga berkomunikasi serta membentuk sebuah identitas bagi para remaja. Tetapi saat ini dengan seiring berkembangnya kemajuan teknologi seperti penggunaan media sosial muncul pula sebuah fenomena yang memiliki dampak negatif yang berdampak pada psikologis dan emosional para remaja. ujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana media sosial berkontribusi pada terjadinya cyberbullying di kalangan remaja di era internet, serta variabel yang mempengaruhi terjadinya cyberbullying melalui media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengumpulkan data melalui penelitian literatur sebelumnya, seperti buku, artikel jurnal, dan penelitian sebelumnya. Data dikumpulkan untuk memahami hubungan antara media sosial dan cyberbullying serta faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perundungan digital. Analisis dilakukan dengan menelaah hasil temuan dari berbagai sumber yang membahas dampak media sosial terhadap perilaku remaja dan fenomena cyberbullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan signifikan dalam terjadinya cyberbullying di kalangan remaja. Anonimitas yang diberikan oleh platform digital, kemudahan penyebaran konten negatif dan normalisasi perilaku negatif di dunia maya menjadi faktor utama yang memperburuk masalah perundungan online. Selain itu, faktor perbandingan sosial yang sering terjadi di media sosial juga mendorong remaja untuk melakukan cyberbullying atau menjadi korban dari perilaku tersebut. Kurangnya pengawasan dari orang tua dan pendidik serta pemahaman yang minim tentang konsekuensi dari cyberbullying juga memperburuk situasi ini.
Dampak Intensitas Bermain Game Online terhadap Interaksi Sosial Remaja di SMP Negeri 2 Tajurhalang, Kabupaten Bogor Kurnia, Ary; Nurlela, Andi
Jurnal Masyarakat Digital Vol 1 No 4 (2025): (AUGUST) Jurnal Masyarakat Digital
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/sc7f9g75

Abstract

Perkembangan media sosial yang pesat telah mengubah cara remaja berinteraksi dan memperoleh informasi, menjadikannya bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Remaja dikatakan memiliki masalah dengan interaksi sosial dikarenakan kurangnya pemahaman tentang bagaimana cara untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya sehingga tidak mampu melaksanakan perannya dengan baik, salah satu penyebab masalah interaksi sosial karena maraknya remaja yang memainkan game online. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dampak intensitas bermain game online pada remaja di SMP Negeri 2 Tajurhalang Kabupaten Bogor. Pendekatan kuantitatif dan Sampel penelitian terdiri dari 115 siswa, data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup frekuensi intensitas bermain game online, interaksi sosialnya pada remaja. Berdasarkan hasil analisis koefisien korelasi product moment diperoleh hasil yang menunjukan bahwa terdapat dampak negatif intensitas bermain game online terhadap interaksi sosial pada remaja di SMP Negeri 2 Tajurhalang Kabupaten Bogor, yaitu semakin tinggi intensitas bermain game maka semakin rendah interaksi sosialnya. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan holistik dalam memahami perkembangan remaja. Orang tua dan pendidik disarankan untuk fokus pada aspek lain, seperti lingkungan keluarga, motivasi belajar, dan pola pengasuhan, dalam mendukung perkembangan remaja secara optimal. Saran bagi penelitian selanjutnya adalah mengeksplorasi lebih dalam faktor-faktor sosial dan psikologis yang mungkin memiliki dampak lebih signifikan dibandingkan media sosial.