Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Lansia Tentang Senam Kaki di Desa Tanjung Gunung Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah Djuria, Syafrina Arbaani; Tajudin, Tajudin
Jurnal Pengabdian Dinamika Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/dinamika.v11i2.30070

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan keterampilan mengenai senam kaki pada ibu-ibu lansia di Desa Tanjung Gunung Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka TengaMetode yang digunakan adalah studi kasus. Kegiatan yang dilakukan pada kegiatan ini dengan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi senam kaki untuk memberikan pengetahuan pada khalayak sasaran yang diikuti oleh 30 orang lansia dan kader Desa Tanjung Gunung Kecamatan Pangkan Baru Kabupaten Bangka Tengah. Peserta diberikan materi dan video tentang senam kaki. Pelaksanaan kegiatan telah dilakukan di Balai Desa Tanjung Gunung.  Untuk menilai keberhasilan penyampaian materi menggunakan kuesioner pre test dan post test. Berdasarkan data dari hasil pre test di dapatkan bahwa semua peserta memiliki pengetahuan yang kurang sebesar 100 % mengenai senam kaki. Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan, terdapat peningkatan pengetahuan. Hasil post test didapatkan bahwa 29 peserta mempunyai pengetahuan baik dengan presentase 96.7 % dan mempunyai pengetahuan yang kurang 1 orang peserta dengan presentase 3.3%. Adapun kesimpulan yang di dapatkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan mengenai senam kaki pada ibu-ibu lansia di Desa Tanjung Gunung Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah. Oleh karena itu,  diharapkan perlu adanya pengaktifan kader-kader kesehatan yang telah dibentuk dan tenaga kesehatan yang ada di Desa Tanjung Gunung untuk pelaksanaan senam kaki setiap pelaksanaan Posyandu Lansia. di Desa Tanjung Gunung untuk pelaksanaan senam kaki setiap pelaksanaan Posyandu Lansia. 
Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Menjadi Pupuk Organik Cair dan Pot: Sebuah Studi Kasus di Desa Kiarapayung, Banten, Indonesia Djuria, Syafrina Arbaani; Ghofur, Naufalazis; Sumayya, Rahma Dinda
Jurnal Studi Kasus Kegiatan Masyarakat Vol 3, No 1 (2025)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jskkm.v3i1.638

Abstract

Sumber daya alam memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu sumber daya alam adalah limbah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dalam mengolah limbah sabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomis, yaitu pupuk organik cair dan pot ramah lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus denan metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, serta pendampingan kepada masyarakat setempat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah sabut kelapa dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan sabut kelapa sekaligus membuka peluang usaha baru. Produk pupuk organik cair yang dihasilkan memiliki manfaat bagi pertumbuhan tanaman, sedangkan pot berbahan dasar sabut kelapa memiliki daya tahan yang baik dan dapat menjadi alternatif pengganti pot plastik. Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya membantu dalam pengurangan limbah tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
HUBUNGAN KESEJAHTERAAN SPIRITUAL TERHADAP KECEMASAN PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSUD dr ADJIDARMO RANGKASBITUNG Sudrajat, Moch. Ferdy Firdaus; Djuria, Syafrina Arbaani; Sudrajat, Andi
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i1.34604

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Penyakit ginjal kronis (CKD) adalah penyakit ginjal progresif yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secara bertahap, sehingga tubuh tidak dapat mempertahankan keseimbangan cairan elektrolit, dan metabolisme. Pasien CKD sering menjalani hemodialisa sebagai terapi jangka panjang. Kondisi ini dapat menyebabkan kecemasan sebagai akibat dari perubahan gaya hidup dan ketergantungan pada pengobatan. Kesejahteraan Spiritual memiliki peran penting dalam membantu pasien dalam mengelola kecemasan.Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan antara Kesejahteraan Psikologis terhadap Kecemasan pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang sedang menjalani Hemodialisa di RSUD dr Adjidarmo Rangkasibitung. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional yang dilakukan pada 87 responden di ruang Hemodialisa RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Data dikumpulkan menggunakan kuisoner Spiritual Well-Being Scale (SWBS) dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS.  Hasil: Penelitian ini didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara kesejahteraan spiritual dengan tingkat kecemasan (p value 0.020< 0,05), dengan hasil bahwa mayoritas responden pada pasien hemodialisa tidak mengalami kecemasan yaitu sebanyak 59 (67,8%), sedangkan pada kesejahteraan spiritual yang tinggi yaitu sebanyak 60 responden (69%),  menunjukan bahwa semakin tinggi kesejahteraan spiritual maka semakin rendah tingkat kecemasan. Kesimpulan: Kesejahteraan spiritual memiliki peran penting dalam menurunkan kecemasan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisaKata kunci: CKD, Hemodialisa, Kecemasan, Kesejahteraan Spiritual ABSTRACTBackground: Chronic kidney disease (CKD) is a progressive kidney disease characterized by a gradual decline in kidney function, so that the body cannot maintain fluid electrolyte balance, and metabolism. CKD patients often undergo hemodialysis as a long-term therapy. This condition can cause anxiety as a result of lifestyle changes and dependence on medication. Spiritual Well-being plays an important role in helping patients manage anxiety. Objective: To determine the Relationship between Psychological Well-being and Anxiety in Chronic Kidney Disease (CKD) patients undergoing Hemodialysis at RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Method: This study uses a quantitative research type using a cross-sectional method conducted on 87 respondents in the Hemodialysis room of RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Data were collected using the Spiritual Well-Being Scale (SWBS) and Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaires. Results: This study found a significant relationship between spiritual well-being and anxiety levels (p value 0.020 <0.05), with the results that the majority of respondents in hemodialysis patients did not experience anxiety, namely 59 (67.8%), while in high spiritual well being, namely 60 respondents (69%), indicating that the higher the spiritual well-being, the lower the level of anxiety. Conclusion: Spiritual well-being has an important role in reducing anxiety in CKD patients undergoing hemodialysis.Key words: CKD, Hemodialysis Anxiety,Psychological Well-being
FAKTOR DERTEMINAN PERAWAT DALAM INTERPRETASI ELEKTROKARDIOGRAM (EKG) PADA PASIEN DEWASA DI RSUD Dr. DRAJAT PRAWIRANEGARA Budirianti, Nasywa; Dewi, Nelly Hermala; Djuria, Syafrina Arbaani
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i1.34668

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit mematikan didunia, Penyakit jantung juga sering disebut sebagai silent killer karena terjadi secara tiba-tiba. Meningkatnya akan kejadian kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung dan untuk menunjang pengobatan dan mendeteksi dini peyakit jantung diperlukan pemeriksaan penunjang. Electrokardiogram (EKG) yang merupakan salahsatu alat atau teknologi pada pemeriksaan penunjang yang dapat ditemukan di pelayanan kesehatan untuk memeriksa dan membantu mendeteksi kelainan jantung. kemampuan menginterpretasikan EKG merupakan tuntutan profesi untuk seluruh perawat yang bekerja di ruangan yang berurusan langsung dengan perawatan pasien di pelayanan-pelayanan kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui faktor derteminan perawat dalam menginterpretasikan Elektrokardiografi (EKG) pada pasien kritis di Ruang ICU RSUD dr. Drajat Prawiranegara. Metode: Metode penelitian kuantitatif dengan sample yang digunakan yaitu Stratified Random Sampling menggunakan teknik pengumpulan data berupa kuesioner. Hasil: Sebagian besar perawat memiliki pemahaman interpretasi EKG yang baik (66,7 %), sedangkan sebagian kecil dari perawat (33,3 %) memiliki pemahaman interpretasi EKG yang kurang. Kesimpulan: tidak adanya hubungan antara usia, pendidikan, dan masa kerja dengan tingkat pengetahuan perawat dalam interpretasi EKG, sedangkan untuk karakteristik jenis kelamin dan pelatihan EKG disimpulkan bahwa adanya hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan perawat dalam interpretasi EKG.Kata kunci: Elektrokardiografi, Interpretasi EKG, Perawat. ABSTRACTBackground: Heart disease is one of the deadliest diseases in the world, Heart disease is also often referred to as a silent killer because it occurs suddenly. The increasing incidence of death caused by heart disease and to support treatment and early detection of heart disease, supporting examinations are needed. Electrocardiography (ECG) which is one of the tools or technologies in supporting examinations that can be found in health services to examine and help detect heart abnormalities. As professional nurses, the ability to interpret ECG is a professional requirement for all nurses who work in rooms that deal directly with patient care in health services. Objective: To determine the determinant factors of nurses in interpreting Electrocardiography (ECG) in critical patients in the ICU Room of Dr. Drajat Prawiranegara Hospital. Method: quantitative research method with the sample used is Stratified Random Sampling using data collection techniques in the form of questionnaires. Results: The majority of nurses demonstrated a good understanding of EKG interpretation (66.7%), while a smaller  proportion  (33.3%)  had  a  poor  understanding  of  EKG  interpretation. Conclusion: There is no significant relationship between age, education, and length of employment with the nurses' level of knowledge in EKG interpretation. However, gender and EKG training were found to have a significant relationship with the nurses' level of knowledge in EKG interpretation.Keywords: Electrocardiography, EKG Interpretation, Nurses.
PENGARUH TERAPI MUROTAL QUR’AN TERHADAP TINGKAT ANSIETASPADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS (GGK) YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSUD DR. ADJIDARMO RANGKAS BITUNG Wibowo, Rizki; Djuria, Syafrina Arbaani; Sudrajat, Andi
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i2.34603

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Penyakit gagal ginjal kronis (GGK) merupakan suatu penyakit system endoktrin yang disebabkan penurunan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan irreversible sehingga tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme serta keseimbangan cairan dan elektrolit (Rahayu, 2018). Ansietas merupakan suatu kondisi yang menyebabkan seseorang merasakan ketidaknyamanan, takut, gelisah, khawatir dan tidak tenang disertai dengan berbagai gejala fisik (Wulandari, 2024). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi murottal Qur’an terhdap tingkat ansietas pada pasien gagal ginjal kronis (GGK) yang menjalani hemodialisa di RSUD dr. Adjidarmo Rangkas Bitung. Metode : Penelitian yang digunakan, yaitu quasi exsperiment menggunakan rancangan one group yaitu kelompok perlakuan. sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumblah 34 responden yang diambil menggunakan teknik Purposive Sampling non probability. Hasil : Hasil penelitian ini didapatkan Sebagian besar responden sebelum dilakukan intervensi terapi murottal Qur’an terdapat tingkat ansietas dengan kategori ringan dan sesudah dilakukan intervensi murottal Qur’an terdapat tingkat ansietas dengan kategori tidak cemas berjumlah 20 responden (58,8 %) terdapat  p value 0,000 <0,05 yang artinya terdapat pengaruh terapi murottal Qur’an terhadap tingkat ansietas pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Kesimpulan :  Terapi murottal Qur’an dapat menurunkan tingkat ansietas pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa.         Kata Kunci : Ansietas, Gagal ginjal kronis (GGK), hemodialisa, terapi murottal Qur’an. ABSTRACTBackground: Chronic kidney failure (CKD) is an endocrine system disease caused by a progressive and irreversible decline in kidney function so that the body fails to maintain metabolism and fluid and electrolyte balance (Rahayu, 2018). Anxiety is a condition that causes a person to feel uncomfortable, afraid, restless, worried and restless accompanied by various physical symptoms (Wulandari, 2024). Objective: This study aims to determine the effect of Qur'an murottal therapy on anxiety levels in chronic kidney failure (CKD) patients undergoing hemodialysis at Dr. Adjidarmo Rangkas Bitung Hospital. Method: The research used was a quasi-experiment using a one-group design, namely the treatment group. The sample used in this study was 34 respondents who were taken using the non-probability Purposive Sampling technique. Results: The results of this study obtained that most respondents before the intervention of Qur'an murottal therapy had a mild level of anxiety and after the intervention of Qur'an murottal there was a level of anxiety in the non-anxious category totaling 20 respondents (58.8%) there was a p value of 0.000 <0.05 which means that there is an effect of Qur'an murottal therapy on the level of anxiety in CKD patients undergoing hemodialysis. Conclusion: Qur'an murottal therapy can reduce the level of anxiety in CKD patients undergoing hemodialysis.Keywords: Anxiety, Chronic kidney failure (CKD), hemodialysis, Qur'an murottal therapy
Factors Affecting the Incidence of Scabies in Darul Abror Modern Islamic Boarding School, Kace Village Hasan, Abdul Kadir; Kartika, Kartika; Djuria, Syafrina Arbaani
East Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 11 (2023): November 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/eajmr.v2i11.6657

Abstract

World Health Organization (WHO) data shows that the prevalence of scabies in 2014 was 130 million people in the world. Scabies or scabies is a skin disease caused by infestation and sensitization. Scabiei hominis variety. The method used is analytical observational with a case control design. The research was conducted on students at the Al Abror Islamic Boarding School, Kace Village, Bangka Regency.The results of the research showed that the highest age of students was 13 years old, 31 people (51%), the highest education was junior high school, 58 people (96.7%), the length of stay at the boarding school for > 1 year was 59 people (98.3%). Respondents who had good knowledge were 55 people (91.7%), 27 people had an agreeable attitude (45%), 51 people had good personal hygiene behavior (85%), 43 people had good sanitation observations (71.7%). Conclusion: researchers, knowledge, attitudes, personal hygiene behavior and environmental sanitation conditions in Islamic boarding schools both have a big influence on the spread of scabies. Students' knowledge about scabies greatly influences the incidence of scabies because knowledge is a very important source that influences students' thinking patterns and decision-making processes, students' lack of knowledge has a big influence on the spread of scabies skin disease.
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING OF CKD PATIENTS AND INFLUENTIAL FACTORS: A CORRELATION STUDY Djuria, Syafrina Arbaani; Epi Rustiawati
Nursing Sciences Journal Vol 9 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/nsj.v9i2.6794

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) is a major global health problem due to its irreversible nature due to the inability of the kidneys to function optimally in carrying out their regulation. CKD patients can experience psychological problems, requiring spiritual needs and family support that can affect psychological well-being. This study aims to determine the relationship between psychological well-being and influencing factors in CKD patients. This research method used a quantitative research type with a cross-sectional design. The population of this study was all CKD patients treated in the Hemodialysis Room at Dr. Adjidarmo Regional General Hospital with a sample size of 115 people using quota sampling in August 2025. Data analysis used univariate and bivariate using the chi-square test. The results showed a significant relationship between spirituality and psychological well-being (p-value 0.001 <0.05) and no relationship between family support and psychological well-being (p-value 0.08>0.05). High spirituality will have a 3.54 times greater chance of having good psychological well-being compared to low spirituality. In conclusion, nurses need to pay attention to the spiritual aspect of CKD patients in order to improve the psychological well-being of patients by implementing spiritual care for patients.
Peran Aktivitas Fisik Dalam Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2 Waluya, Jajang Ganjar; Amaliyah, Eli; Djuria, Syafrina Arbaani; Ayu, Ike Puspasari
Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung Vol. 13 No. 2 (2025): JKPBL Vol 13 No 2 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jkpbl.v13i2.398

Abstract

Introduction: Physical activity is considered the cornerstone of non-pharmacological management programs for type 2 diabetes mellitus. Objective: This study is to assess the effect of physical activity on type 2 diabetes mellitus in adults. Method: the framework used is from Arksey and O'Malley, consisting of 1) formulating research questions, 2) identifying relevant studies, 3) selecting studies, 4) extracting data, and 5) compiling, summarizing, and presenting findings. This review is driven by two research questions, namely: 1) What types of physical activity and exercise are provided in the management of Type 2 DM. 2) What is the impact of physical activity on Type 2 DM. This literature review includes studies on physical activity and exercise as interventions for the management of Type 2 DM. Randomized Controlled Trial (RCT) study design. The keywords used in this review were “Physical Activity” OR “Exercise” AND “Type 2 Diabetes Mellitus”. A literature search was conducted from January 2025 to March 2025 in the electronic database PubMed. Results: Eight research articles were obtained for review. During any type of physical activity, glucose uptake into active skeletal muscle increases via insulin-independent pathways. Conclusion: Physical activity, whether aerobic, resistance training and combined physical exercise following guidelines, can significantly reduce hyperglycemia and control glucose homeostasis in Type 2 DM patients. Recommendation: It is important to maintain a healthy body composition for type 2 diabetes patients. Aerobic and resistance exercise are recommended to control glucose homeostasis.
From Knowledge to Action: Assessing the Interplay Between Health Awareness and Scabies Prevention Among Islamic Boarding School Students Kadir Hasani, Abdul; Kartika, Kartika; Arbaani Djuria, Syafrina; Dwi Ari Wibowo, Wahyu
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 14, No 1 (2026): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v14i1.23669

Abstract

Scabies remains a health concern in pesantren due to close physical contact and shared facilities, which increase transmission risk. This study aimed to analyze the relationship between knowledge and attitudes and scabies prevention behavior among students at Pondok Pesantren Modern Daarul Abror. A cross-sectional design was employed, involving 126 students selected through total sampling. Data were collected using a validated and reliable questionnaire (Cronbach’s α > 0.70) and analyzed using descriptive statistics and Spearman correlation. Results showed that the majority of students were female (57.1%) and had resided in the dormitory for more than one year. Most students demonstrated adequate knowledge (74.2%; mean score 7.00 ± 2.02), adequate attitudes (79.0%; 21.63 ± 2.56), and adequate prevention behavior (71.4%; 28.35 ± 2.70). Correlation analysis revealed a significant positive association between knowledge and preventive behavior (r = 0.243; p = 0.006), as well as between attitudes and preventive behavior (r = 0.189; p = 0.034), whereas demographic factors showed no significant effect. These findings highlight that individual psychological factors play a more important role than demographic characteristics in shaping prevention behavior. Strengthening structured health education and promotion programs in pesantren is recommended to improve knowledge and foster positive attitudes toward scabies prevention.
Edukasi Literasi Digital Kesehatan sebagai Upaya Mewujudkan Sekolah Aman dan Berkarakter Suganda, Tomy; Djuria, Syafrina Arbaani Djuria; Lita, Baiq Fitria Frisma; Aisyah, Rulla Agnia Naura; Aliefia, Nada Syifa; Siswanto, Daffa Andita; Al Bukhori, Supri Fadhil; Rizqi, Muhammad Makenza
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 7 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v7i1.1918

Abstract

Pendahuluan: Pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah meningkatkan ketergantungan remaja pada media sosial sebagai sumber utama informasi kesehatan. Namun, tren ini tidak dibarengi dengan literasi digital kesehatan yang memadai, terutama di wilayah pedesaan, sehingga menimbulkan risiko seperti misinformasi kesehatan, diagnosis mandiri (self-diagnosis), dan perundungan siber (cyberbullying). Tujuan: Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital kesehatan siswa SMA Pelita Bangsa Lontar sebagai upaya strategis untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan berkarakter di Desa Alang-Alang, Kabupaten Serang. Metode: Pendekatan edukasi partisipatif diterapkan dengan melibatkan 40 siswa sebagai peserta. Intervensi dilakukan melalui diskusi interaktif, studi kasus, dan refleksi pengalaman digital. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test untuk mengukur signifikansi peningkatan. Hasil: Temuan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada literasi digital kesehatan siswa. Proporsi siswa dalam kategori "Baik" dan "Sangat Baik" meningkat dari 55% saat pre-test menjadi 85% pada saat post-test. Analisis statistik menghasilkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang mengonfirmasi adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa mengidentifikasi hoaks kesehatan, melindungi data pribadi, dan menerapkan komunikasi digital yang etis. Kesimpulan: Edukasi literasi digital kesehatan secara partisipatif merupakan strategi yang efektif untuk membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis di era digital, sehingga mendukung terwujudnya sekolah yang aman dan berkarakter.