Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DI RUANG RAWAT INAP RSUD dr. ADJIDARMO RANGKASBITUNG Futri Indah Lestari; Dedeh Hamdiah; Rahmitha Sari
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v5i3.28421

Abstract

ABSTRAK Komunikasi terapeutik merupakan suatu keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap perawat untuk membantu mempercepat proses penyembuhan. Namun adakalanya pelaksanaan komunikasi terapeutik tidak dapat dijalankan secara optimal karena tingginya beban kerja perawat. Beban kerja yang berat dapat berdampak pada kinerja perawat dalam melakukan asuhan keperawatan, salah satunya adalah komunikasi terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja perawat dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik di ruang rawat inap RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan purposive sampling sebanyak 117 orang perawat. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami beban kerja cukup tinggi (53.8%), sebagian besar responden melaksanakan komunikasi terapeutik dengan baik (92.3%). Hasil penelitian ini juga menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara beban kerja perawat dengan komunikasi terapeutik (p=4.724). Kesimpulan penelitian ini adalah walaupun beban kerja cukup tinggi, perawat ruang rawat inap RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung tetap melaksanakan komunikasi terapeutik dengan baik. Kata Kunci : Beban kerja perawat, Komunikasi terapeutik, Perawat, Pasien
HUBUNGAN BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN PENERAPAN OTONOMI DAN PERILAKU CARING PADA PASIEN DI RUANG PERAWATAN KRITIS RSUD PROVINSI BANTEN TAHUN 2025 Dhinny Dewi Katrisna Jatti; Ernawati Umar; Dedeh Hamdiah
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i3.37056

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Beban kerja yang tidak sesuai atau berlebihan dapat memengaruhi kualitas kerja perawat, terutama di ruang perawatan kritis seperti ICU, NICU, PICU, dan ICCU, di mana pasien membutuhkan pelayanan keperawatan yang intensif. Beban kerja tinggi dapat berdampak pada penerapan otonomi dan perilaku caring perawat. Tujuan: Mengetahui hubungan antara beban kerja dengan otonomi dan perilaku caring perawat di ruang perawatan kritis RSUD Provinsi Banten. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi adalah seluruh perawat di ruang perawatan kritis (N = 84), dengan sampel sebanyak 69 responden yang dipilih melalui stratified random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner NASA-TLX (beban kerja), DPBS (otonomi), dan caring berdasarkan teori Swanson. Analisis data menggunakan uji Spearman. Hasil: Mayoritas perawat memiliki beban kerja tinggi (56,5%), otonomi sedang (65,2%), dan caring positif (78,3%). Terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dan otonomi (r = 0,403; p = 0,001), namun tidak terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dan perilaku caring (r = 0,198; p = 0,103). Kesimpulan: Beban kerja tinggi berhubungan signifikan dengan peningkatan otonomi perawat, tetapi tidak berhubungan signifikan dengan perilaku caring. Kata kunci: Beban kerja, Otonomi, caring
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING Dedeh Hamdiah; Agung Budiyanto
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v4i2.21075

Abstract

Stunting atau balita kerdil merupakan balita masalah gizi yang kronis, dan memiliki tinggi badan dan panjang badan menurut umur balita pada rumusan yang telah di tetapkan berdasarkan pada WHO – MGRS (Multicentre Growth Refrence Study) pada tahun 2005. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Stunting Dengan Kejadian Stunting Di Desa Bakung Wilayah Kerja Puskesmas Cikande Tahun 2021 Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian adalah Quasi eksperiment dengan pre test dan post test with control group design sejumlah 72 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 72 responden dan cara pengambillannya menggunakan kuisioner.Uji statistik yang di gunakan yaitu uji Chi-Squere. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan stunting dengan kejadian stunting dengan hasil p value = ≤ 0,05, artinya terdapat hubungan antara pengetahuan stunting dengan kejadian stunting. Peneliti menyarankan kepada pihak Puskesmas Cikande khususnya program KIA agar meningkatkan upaya pendidikan kesehatan pada masyarakat Bakung.Kata Kunci: Pengetahuan Stunting, Kejadian Stunting
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN ORANG TUA DI RUANG RAWAT INAP ANAK RUMAH SAKIT UMUM PROVINSI BANTEN Annisa Nur Restiana; Dedeh Hamdiah; Rahmitha Sari
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i3.37049

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Mutu pelayanan keperawatan merupakan aspek penting dalam meningkatkan tingkat kepuasan pasien, termasuk orang tua pasien anak yang dirawat di rumah sakit. Pelayanan keperawatan meliputi lima dimensi utama yaitu kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (emphaty) dan bukti fisik (tangible). Kepuasan pasien mencerminkan penilaian subjektif terhadap pengalaman pelayanan dan sangat dipengaruhi oleh sejauh mana layanan mampu memenuhi atau melebihi harapan pasien. Tujuan: Menganalisis hubungan mutu pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan orang tua di ruang rawat inap anak Rumah Sakit Umum Provinsi Banten. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian terdiri dari 73 orang tua pasien anak, ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi Square untuk mengetahui hubungan kedua variabel. Hasil: Sebagian besar responden menilai mutu pelayanan keperawatan tidak baik (56,2%) dan menyatakan tidak puas (53,4%). Hasil uji menunjukkan adanya hubungan signifikan antara mutu pelayanan keperawatan dan tingkat kepuasan orang tua (p=0,000) dengan nilai OR=40,5; CI: 10,3-157,7). Simpulan: Ketidakpuasan muncul akibat mutu pelayanan keperawatan yang diberikan belum mampu memenuhi harapan pasien. Hal ini menegaskan bahwa mutu pelayanan keperawatan berperan langsung dalam membentuk kepuasan pasien. Kata kunci: Mutu Pelayanan Keperawatan, Tingkat Kepuasan, Orang Tua
HUBUNGAN PENGETAHUAN, PEKERJAAN DAN PENDIDIKAN IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGANDARU Olivia Rossdiana Putri; Dedeh Hamdiah; Rahmitha Sari
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v5i2.25849

Abstract

Latar Belakang: Diare merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pencernaan yang menjadi masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Diare atau mencret didefinisikan sebagai buang air besar dengan intensitas feses tidak berbentuk (unformed stools) atau cair dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam 24 jam. Ibu adalah sosok yang paling dekat dengan balita, ibu adalah pengasuh terdekat dengan balita yang memiliki peran besar dalam melakukan suatu pencegahan terhadap penyakit yang bisa terjadi misalnya diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada balita. Prevalensi diare di Kota Serang kelima di Provinsi Banten dengan kasus tertinggi berada di wilayah kerja Puskesmas Singandaru sebesar 472 kasus. Metode: Penelitian ini adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak balita 1-5 tahun yang datang ke posyandu di salah satu wilayah kerja Puskesmas Singandaru yaitu Posyandu Kelurahan Kota Baru yang terdiri dari 8 posyandu dengan jumlah 220 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan besar sampel yang akan diambil berdasarkan rumus Slovin adalah 142 orang reponden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Chi Square. Hasil: Tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Singandaru (p=0,151) Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan, pekerjaan, dan pendidikan ibu dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Singandaru.Kata Kunci: Diare, Ibu Balita, Pengetahuan, Pekerjaan, Pendidikan
HUBUNGAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD BANTEN Dwi Aprilia; Ernawati Umar; Dedeh Hamdiah
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i2.34601

Abstract

AbstrakMenganalisis hubungan antara tingkat stres kerja dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD Banten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 67 perawat yang bertugas di ruang rawat inap RSUD Banten, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup 30 pertanyaan tentang stres kerja dan 12 pertanyaan tentang kinerja perawat. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil uji Chi-Squre hubungan stres kerja terhadap kinerja perawat diruang rawat inap rsud banten menunjukan nilai p-value 0.150 < a (0.05) yang berarti tidak ada hubungan antara stres kerja dengan kinerja. Tidak terdapat hubungan antara stres kerja terhadap kinerja perawat diruang rawat inap RSUD Banten.Kata Kunci: Stres Kerja, Kinerja Perawat. Abstrak To analyze the relationship between the level of work stress and the performance of nurses in the inpatient wards at RSUD Banten. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 67 nurses working in the inpatient wards of RSUD Banten, selected using purposive sampling. Data were collected through a structured questionnaire comprising 30 questions on work stress and 12 questions on nurse performance. Data analysis was conducted using the chi-square test. The Chi-Square test results on the relationship between work stress and nurse performance in the inpatient wards of RSUD Banten showed a p-value of 0.150 > α (0.05), indicating that there is no significant relationship between work stress and performance. There is no significant relationship between work stress and the performance of nurses in the inpatient wards at RSUD Banten.Keywords: Job Stress, Nurse Performance
HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN KEPUASAN ORANG TUA PASIEN ANAK DI RUANG RAWAT INAP RSUD PROVINSI BANTEN Desti Safitri; Dedeh Hamdiah; Rahmitha Sari
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i1.34586

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Kepuasan orang tua pasien anak merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan keperawatan, khususnya pada pelayanan yang diberikan oleh perawat dengan pendekatan perilaku caring. Perilaku caring mencerminkan empati, tanggung jawab, dan komunikasi efektif antara perawat dan pasien maupun keluarganya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan metode studi cross-sectional. Sampel berjumlah 73 responden yang merupakan orang tua pasien anak di ruang rawat inap RSUD Provinsi Banten. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner Caring Behavior Inventory (CBI) dan kuesioner kepuasan berdasarkan teori Nursalam. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden 58,9% menilai perilaku caring perawat masih tergolong buruk, dan 52,1% menyatakan tidak puas terhadap pelayanan keperawatan. Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dengan kepuasan orang tua pasien anak (p = 0,000). Responden yang menilai perilaku caring perawat sebagai baik memiliki peluang 178 kali lebih besar untuk merasa puas dibandingkan dengan yang menilai buruk (OR = 178,8; 95% CI: 20,3–1596,5). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan orang tua pasien anak. Semakin baik perilaku caring perawat, semakin tinggi pula tingkat kepuasan orang tua terhadap pelayanan yang diberikan.Kata Kunci: Perilaku caring, Kepuasan orang tua, Pasien anak, Keperawatan  ABSTRACTBackground: Parental satisfaction of pediatric patients is a crucial indicator in evaluating the quality of nursing care, particularly care involving nurses' caring behavior. Caring behavior reflects empathy, responsibility, and effective communication between nurses, patients, and their families. Methods: This study used a quantitative approach with a descriptive correlational design and a cross-sectional method. A total of 73 respondents, who were parents of pediatric inpatients at RSUD Provinsi Banten, participated in the study. The sampling technique used was purposive sampling. Data were collected using the Caring Behavior Inventory (CBI) and a satisfaction questionnaire based on Nursalam’s theory. Data analysis employed the chi-square test. Results: The findings revealed that 58.9% of respondents rated nurses' caring behavior as poor, and 52.1% expressed dissatisfaction with the nursing services. The chi-square test showed a significant relationship between nurses’ caring behavior and parental satisfaction (p = 0.000). Respondents who perceived the nurses' caring behavior as good were 178 times more likely to feel satisfied compared to those who perceived it as poor (OR = 178.8; 95% CI: 20.3–1596.5). Conclusion: There is a significant relationship between nurses' caring behavior and the satisfaction level of parents of pediatric patients. The better the caring behavior, the higher the satisfaction of the parents. Keywords: Caring behavior, Parental satisfaction, Pediatric patients, Nursing care
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN BAHAYA ROKOK DENGAN PERILAKU MEROKOK Dedeh Hamdiah; Agung Budiyanto
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v4i2.21076

Abstract

Remaja rentan terpengaruh pergaulan lingkungan salah satunya yaitu perilaku merokok. Perilaku merokok masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dibuktikan dengan meningkatnya prevalensi perokok remaja. Faktor yang berperan dalam mempengaruhi perilaku merokok pada remaja adalah pengetahuan, kesehatan merupakan hal utama bagi manusia, banyak orang yang sakit disebabkan oleh pola hidup tidak sehat salah satunya adalah merokok. Rokok menyebabkan berbagai macam penyakit seperti kanker, impotensi, stroke, mengancam kehamilan dan penyakit jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan bahaya rokok dengan perilaku merokok pada siswa di SMAN 2 Leuwidamar Tahun 2022. Metode dalam penelitian ini adalah analitik dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini 64 responden menggunakan random sampling. Hasil ini menunjukan ada hubungan antara tingkat pengetahuan bahaya rokok dengan perilaku merokok p=0,000 (<0,05) kesimpulan penelitian ini adalah tingkat pengetahuan berpengaruh terhadap perilaku merokok pada siswa di SMAN 2 Leuwidamar. Diharapkan kepada setiap tenaga kesehatan khususnya perawat agar lebih meningkatkan pemberian penyuluhan tentang bahaya merokok terutama pada anak sekolah.Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Bahaya Rokok, Perilaku Merokok
HUBUNGAN PENGORGANISASIAN KEPALA RUANAGAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KERJA PERAWAT PELAKSANA DIRUANG PERAWATAN ANAK RUMAH SAKIT UMUM PROVINSI BANTEN Ayumi Fujiyama; Dedeh Hamdiah; Rahmitha Sari
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i2.34588

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Pengorganisasian merupakan suatu manajemen yang harus dimiliki oleh setiap perawat untuk membantu untuk mencapai tujuan organisasi yaitu pembagian kerja, pendelegasian, koordinasi dan manajemen waktu. Pengorganisasian yang kurang baik dapat berdampak pada kinerja perawat dalam melakukan asuhan keperawatan, salah satunya adalah kepuasan kerja.Tujuan: Mengetahui hubungan pengorganisasian kepala ruangan terhadap tingkat kepuasan kerja perawat pelaksana diruang perawatan anak Rumah sakit Umum Provinsi Banten.. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan pengambilan sampel penelitian ini menggunakan purposive sampling sebanyak 39 orang perawat pelaksana. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah chi square.l. Hasil: Sebagian besar responden mempersepsikan pengorganisasian kepala ruangan kurang baik (59,0%), Sebagian besar responden mempersepsika kepuasan kerja tidak puas (41,0%). Berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan p-value 0.001 (p-value = 0.001 = 0.05) dengan nilai OR =16.000; CI: 2.9-87.3). Simpulan: Ketidakpuasan perawat pelaksana muncul akibat pengorganisasian kepala ruangan kurang baik, Hal ini bahwa pengorganisasian kepala ruangan berperan penting dalam kepuasan kerja perawat pelaksana.  Kata kunci : Pengorganisasian, kepuasan kerja, kepala ruangan, perawat pelaksana  ABSTRACTBackground: Organization is a management that must be owned by every nurse to help achieve organizational goals, namely division of labor, delegation, coordination and time management. Poor organization can have an impact on nurse performance in providing nursing care, one of which is job satisfaction. Objective: To determine the relationship between the organization of the head of the room and the level of job satisfaction of nurses in the pediatric ward of the Banten Provincial General Hospital. Method: This type of research is descriptive with a cross-sectional approach with the sampling of this study using purposive sampling of 39 nurses. The analysis technique used in this study is chi square.l. Results: Most respondents perceived the organization of the head of the room as poor (59.0%), Most respondents perceived job satisfaction as dissatisfied (41.0%). Based on the results of the chi-square test, a p-value of 0.001 was obtained (p-value = 0.001 = 0.05) with an OR value of 16,000; CI: 2.9-87.3). Conclusion: Dissatisfaction of implementing nurses arises due to poor organization of the head of the room. This means that the organization of the head of the room plays an important role in the job satisfaction of implementing nurses. Keywords: Organization, job satisfaction, head of room, implementing nurs
HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPATUHAN DALAM MELAKUKAN FIVE MOMENT HAND HYGIENE DI RUANG RAWAT INAP RSUD dr. ADJIDARMO RANGKASBITUNG Intan Kurnia Sari; Dedeh Hamdiah; Rahmitha Sari
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v4i1.28491

Abstract

ABSTRAKWorld Health Organization (WHO)  menyebutkan bahwa Healthcare Associated Infections (HAIs) menjadi salah satu infeksi pada pelayanan kesehatan. Hand hygiene merupakan intervensi untuk mengurangi terjadinya penyebaran infeksi dan cara yang efektif untuk mencegah terjadinya penularan infeksi. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi hubungan motivasi perawat dengan tingkat kepatuhan dalam melakukan five moment hand hygiene di ruang rawat inap RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional untuk mencari hubungan motivasi perawat dengan tingkat kepatuhan dalam melakukan five moment hand hygiene. Pengambilan sampel menggunakan teknik Probability Sampling dengan pendekatan Proportionate Startified Random Sampling sehingga jumlah sampel yang diambil sebanyak 106 perawat ruang inap. Data motivasi diambil menggunakan instrument kuesioner dan instrument observasi untuk mengukur tingkat kepatuhan. Analisis penelitian ini untuk menguji hubungan motivasi perawat dengan tingkat kepatuhan dalam melakukan  five moment hand hygiene dengan menggunakan SEM PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi yang memiliki hubungan yaitu motivasi positif dengan nilai path coeffisient 0.003 dengan ketidakpatuhan dalam melakukan five moment hand hygiene (59.4%). Kesimpulan hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan motivasi perawat dengan tingkat kepatuhan dalam melakukan five moment hand hygiene di ruang rawat inap di RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung  dengan motivasi positif yang berpengaruh sebesar 9.1%.Kata Kunci : Perawat, motivasi, kepatuhan. dan five moment hand hygiene.