Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaturan Hukum Biota Laut Dalam Kawasan Ombo Laut Dalam Perspektif Pluralisme Hukum di Desa Wabula Failu, Ismail; Salam, Safrin
Pamulang Law Review Vol. 6 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Prodi Hukum S1 - Fakultas Hukum - Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/palrev.v6i2.35448

Abstract

Ombo Laut yang dimiliki oleh Masyarakat Hukum Adat Wabula telah mendapatkan pengakuan dan perlindungan hukum. Penelitian hukum ini menggunakan jenis penelitian hukum socio-legal. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Wabula, Kecamatan Wabula, Kabupatan Buton. Adapun waktu penelitian adalah tahun 2023. Hasil analisis data akan diolah melalui aplikasi JASP dan hasilnya dihubungkan dengan peraturan perundang-undangan melalui metode penafsiran hukum. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pengaturan hukum biota laut dalam kawasan Ombo Laut dalam perspektif pluralisme hukum telah terakomodir di dalam Peraturan Bupati Buton Nomor 13 Tahun 2018  dan Peraturan Desa No. 3 Tahun 2006 tentang Aturan Pelaksanaan Pengelolaan Terumbu Karang Terpadu Desa Wabula Kecamatan Wabula Kabupaten Buton sedangkan sanksi hukum atas pelanggaran pengelolaan biota laut dalam kawasan ombo diatur beberapa ketentuan hukum yakni a) Subjek pelanggar ; b) Penggunaan alat mancing diatur; c) Terdapat variasi penggunaan sanksi mulai dari sanksi perdata berupa denda dan juga sanksi pidana berupa pidana penjara dan yang terakhir adalah sanksi berupa sanksi adat.
Peningkatan kualitas karagenan rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan metode budidaya keranjang jaring Failu, Ismail; Supriyono, Eddy; Suseno, Sugeng Hari
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 15 No. 2 (2016): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3286.786 KB) | DOI: 10.19027/jai.15.2.124-131

Abstract

ABSTRACT This study aimed to analyze the quality of Kappaphycus alvarezii seaweed carrageenan cultured using methods basket nets in waters of Baruta, Sangia, Wambulu, District of Buton, Southeast Sulawesi. The study consisted of three treatments in triplicates. Seaweed culture used different cultivation net-basket forms i.e. net-basket box, net-basket lantern, and longline without net-basket (control). Quality of K. alvarezii seaweed obtained in this study varied from each treatments. Daily growth rate in each treatment were not significantly different. Production of seaweed with a net-basket box (201.61 g/m2) was higher than the net-basket lanterns (183.22 g/m2), but not significantly different from control (196.98 g/m2). Carageenan yield value of control (46.74%) was the highest of all treatments. The water content of carrageenan in each treatment was not significantly different and it ranged from 17.20–17.39%. The viscosity of carrageenan in net-basket lantern (179.40 cPs) was the highest of all treatments. Carrageenan gel strength was the best treatment (702.53 g/cm²). As conclusion, using the net-basket lantern  as cultivation method provided quality improvement of carrageenan in K. alvarezii seaweed. Keywords: Kappaphycus alvarezii, cultivation methods, carrageenan quality  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas karagenan rumput laut Kappaphycus alvarezii yang dibudidaya menggunakan metode keranjang jaring di perairan Baruta, Kecamatan Sangia, Wambulu, Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara. Penelitian terdiri atas tiga pelakuan dan tiga ulangan. Pemeliharaan rumput laut dilakukan dengan metode keranjang jaring berbeda yaitu metode keranjang jaring kotak, keranjang jaring lampion, dan longline tanpa menggunakan keranjang jaring (kontrol). Hasil pengamatan kualitas rumput laut K. alvarezii dalam penelitian ini bervariasi dari setiap perlakuan yang diberikan. Laju pertumbuhan harian pada setiap perlakuan tidak berbeda nyata. Produksi rumput laut dengan metode keranjang jaring kotak (201,61 g/m2) lebih tinggi dibandingkan jaring lampion (183,22 g/m2), namun tidak berbeda nyata dengan kontrol (196,98 g/m2). Nilai rendemen karagenan kontrol (46,74%) lebih tinggi dari perlakuan lainnya. Kadar air karagenan pada setiap perlakuan tidak berbeda nyata yaitu berkisar 17,20–17,39%. Viskositas karagenan perlakuan metode keranjang jaring lampion (179,40 cPs) lebih tinggi dibandigkan perlakuan lainnya. Kekuatan gel karagenan perlakuan metode keranjang jaring lampion (702,53 g/cm²) lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa metode keranjang jaring lampion memberikan peningkatkan kualitas karagenan rumput laut K. alvarezii yang dibudidayakan. Kata kunci: Kappaphycus alvarezii, metode budidaya,  kualitas karagenan
SOSIALISASI PENANGANAN KESEHATAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottoni) DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR PANTAI KALUKU KOTA BAUBAU DI ERA PANDEMI COVID-19 Failu, Ismail; Hamar, Bahtiar; Bone, Abdul Hadi; Azizu, Azelia Monica
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 3 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i3.495

Abstract

Pesisir pantai Kaluku terletak di wilayah Kota Baubau mempunyai sumberdaya laut yang sangat melimpah, salah satu diantaranya adalah rumput laut. Masyarakat pantai Kaluku didominasi oleh mata pencaharian sebagai nelayan yang aktivitasnya membudidayakan rumput laut, namun kendala yang dihadapi adalah adanya pengaruh pada pertumbuhan rumput laut yang disebabkan oleh hama penyakit yang menempel dan kurangnya pengetahuan tentang penggunaan teknologi pengembangan pertumbuhan rumput laut. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat terhadap penanganan kesehatan rumput laut secara efektif guna meningkatkan taraf pendapatan Ekonomi Masyarakat Pesisir Pantai Kaluku Kota Baubau melalui produksi rumput laut di era pandemi Covid-19. Kegiatan PkM ini dimulai dengan konsultasi ke Pemerintah Desa dan koordinasi dengan pihak mitra, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan pelatihan penanganan kesehatan rumput laut. Hasil dari kegiatan adalah terbentuknya mitra produksi yang memproduksi rumput laut beserta pemasarannya. Selain itu, produk rumput laut akan dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan oleh-oleh khas Kota Baubau, Kampung Lingkungan Kaluku
PENYULUHAN DAN PENDAMPINGAN USAHATANI HIDROPONIK KANGKUNG Edy, Safrin; Hamar, Bahtiar; Failu, Ismail; Arfandi, Arfandi
JICS : Journal Of International Community Service Vol 4 No 01 (2025): JICS : Journal Of International Community Service
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/jics.v4i01.1737

Abstract

Water spinach (Ipomoea aquatica) is a fast-growing leafy vegetable with high nutritional value, making it a potential source of local food and a means to increase household income. This community service was conducted by the lecturers of the Faculty of Agriculture, Universitas Muhammadiyah Buton, together with students, aiming to enhance the technical and managerial capacity of the community in hydroponic water spinach cultivation in Desa Karae. The implement tation method applied a participatory approach through Participatory Rural Appraisal (PRA), interactive extension, technical demonstra tions, and continuous mentoring. Observations revealed that the rocky and less fertile land conditions can be addressed using a simple hydroponic system based on PVC/net pot and rockwool media. This holistic and participatory approach improved community knowledge, skills, and awareness in utilizing home gardens as food and income sources while promoting self-reliance and the replication of hydroponic farming independently.
Menuju Kemandirian Ekonomi melalui Pelatihan sebagai Landasan Pemberdayaan Nelayan Desa Lamaninggara melalui Program Kemitraan Masyarakat di Sektor Perikanan HAJIA, MUHAMMAD; Failu, Ismail; Sayfullah S, Muh.; Defri, Muhamad; Buton, La Jihat
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4629

Abstract

Desa Lamaninggara yang terletak di Kabupaten Buton Selatan merupakan masyarakat pesisir yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidupnya pada sektor perikanan. Meskipun potensi perikanan di desa ini cukup besar, para nelayan setempat masih menghadapi berbagai kendala dan masalah. Untuk membangun fondasi bagi pengembangan ekonomi mereka sendiri dan kemajuan menuju kemandirian ekonomi secara keseluruhan, masyarakat pesisir Desa Lamaninggara harus terlibat dalam pemasaran keliling, adaptasi teknologi, dan pelatihan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan keterampilan dan pengetahuan baru kepada para nelayan yang akan memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi sumber-sumber pendapatan alternatif dan meningkatkan pendapatan mereka dengan memanfaatkan teknologi GPS (Global Positioning System). Metode yang dilaksanakan pada kegiatan PKM ini adalah sosialisasi kegiatan, pelatihan, penerepan teknologi kepada mitra serta melakukan pendampingan secara langsung kepada mitra. Hasil dari kegiatan ini adalah Kelompok Nelayan Bersatu Desa Lamaninggara diberikan wawasan, pengetahuan, dan peningkatan melalui kegiatan pengabdian masyarakat, yang melibatkan pelatihan.
SOSIALISASI PENANGANAN KESEHATAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottoni) DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR PANTAI KALUKU KOTA BAUBAU DI ERA PANDEMI COVID-19 Failu, Ismail; Hamar, Bahtiar; Bone, Abdul Hadi; Azizu, Azelia Monica
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 3 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i3.495

Abstract

Pesisir pantai Kaluku terletak di wilayah Kota Baubau mempunyai sumberdaya laut yang sangat melimpah, salah satu diantaranya adalah rumput laut. Masyarakat pantai Kaluku didominasi oleh mata pencaharian sebagai nelayan yang aktivitasnya membudidayakan rumput laut, namun kendala yang dihadapi adalah adanya pengaruh pada pertumbuhan rumput laut yang disebabkan oleh hama penyakit yang menempel dan kurangnya pengetahuan tentang penggunaan teknologi pengembangan pertumbuhan rumput laut. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat terhadap penanganan kesehatan rumput laut secara efektif guna meningkatkan taraf pendapatan Ekonomi Masyarakat Pesisir Pantai Kaluku Kota Baubau melalui produksi rumput laut di era pandemi Covid-19. Kegiatan PkM ini dimulai dengan konsultasi ke Pemerintah Desa dan koordinasi dengan pihak mitra, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan pelatihan penanganan kesehatan rumput laut. Hasil dari kegiatan adalah terbentuknya mitra produksi yang memproduksi rumput laut beserta pemasarannya. Selain itu, produk rumput laut akan dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan oleh-oleh khas Kota Baubau, Kampung Lingkungan Kaluku
ANALYSIS OF CULTIVATION WATER QUALITY FROM PHYSICAL TERMS OF WATERS IN SANGIA WAMBULU DISTRICT, CENTRAL BUTTON DISTRICT Failu, Ismail; Hamar, Bahtiar; Bone, Abdul Hadi; Sitania, Yusti
Jurnal Media Akuakultur Indonesia Vol 1 No 2 (2021): Indonesian Journal of Aquaculture Medium
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/mediaakuakultur.v1i2.226

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendemonstrasikan kelayakan budidaya ikan dan rumput laut di perairan sekitar Kecamatan Sangia Wambulu, ditinjau dari aspek fisika perairan. Penelitian dilaksanakan mulai bulan April sampai dengan Mei 2021 bertempat di Perairan Kecamatan Sangia Wambulu Kabupaten Buton Tengah. Alat yang digunakan pada penelitian adalah : Seichidisk, Termometer, Refraktometer, Perahu, Senter, Layangan arus, Tali raffia, Stopwatch dan Waterpass. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah air sampel yang diambil dari Spot yang sudah ditentukan lokasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Metode deskriptif analitis dapat diartikan sebagai prosedur penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa ataupun kejadian, menggambarkan variabel demi variabel serta mengumpulkan informasi berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya, kemudian di analisis (Hasan, 2002). Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Purposive Sampling. Purposive Sampling adalah pengambilan sampel berdasarkan keperluan penelitian, artinya setiap unit atau individu yang diambil dari populasi dipilih dengan sengaja berdasar pertimbangan tertentu (Purwanto dan Dyah, 2007). Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan yang telah dilakukan maka pentingnya menarik beberapa kesimpulan yaitu : Parameter fisik yaitu suhu perairan berkisar 26 hingga 28º C, salinitas 29 - 31 ppt, kecerahan 5 hingga 7,3 m, dan kecepatan arus 7,01 - 11,38 cm/detik. Secara umum keberadaan kualitas air fisik; suhu dan kecerahan masih berada pada kondisi yang relatif baik. Pada dasarnya perairan Kecamatan Sangia Wambulu yakni sekitar Desa Baruta Analalaki, Baruta Doda dan Tolandona masih dapat di gunakan usaha budidaya.
Study of Phytoplankton Abundance in Waters of Baruta Analalaki Village, Sangia Wambulu District, Central Buton District Bone, Abdul Hadi; Failu, Ismail; Sirza, L. M. Junaidin
Jurnal Media Akuakultur Indonesia Vol 3 No 1 (2023): Indonesian Journal of Aquaculture Medium
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/mediaakuakultur.v3i1.2104

Abstract

Fitoplankton adalah salah satu mikroorganisme autotrof yang perperan penting dalam mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik yang hidup melayang di permukaan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi fitoplankton di Perairan Desa Baruta Analalaki, Kecamatan Sangia Wambulu Kabupaten Buton Tengah. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Oktober sampai dengan November 2022. Alat yang digunakan yaitu Seichidisk, Termometer, Refraktometer, dan Planktonnet. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah sampel air yang diambil dari lokasi dan sudah ditentukan pada saat pagi, siang, dan sore hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive random sampling, yaitu Metode yang digunakan untuk memudahkan peneliti dalam menentukan lokasi sampling sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh peneliti (Hadi, 2004). Hasil penelitian Menunjukkan bahwa ditemukan tiga kelas fitoplankton yaitu dari kelas Bacillariophyceae, Chlorophyceae, dan Dinophyceae. Dari ketiga kelas tersebut yang paling banyak ditemukan dari kelas Bacillariophyceae. Tingkat kelimpahan fitoplankton tergolong cukup subur yakni terjadi pada siang hari pada jam 12.00-14.00 ditemukan 968-1120 jenis, sedangkan pada pagi dan sore hari justru kelimpahan fitoplankton tergolong sedang. Indeks keanekaragaman rata-rata masuk kategori sedang, namun pada jam 14.00 ditemukan indeks keanekaragaman tinggi yaitu 3,05. Selanjutnya indeks keseragaman menunjukkan kategori rendah. Hal ini disebabkan karena adanya persaingan ruang dan makanan antar jenis fitoplankton. Dominansi pun tergolong rendah artinya tidak ada spesies yang mendominasi. Uji korelasi Pearson antara kelimpahan fitoplankton dan parameter kualitas air memiliki kaitan yang sangat kuat dengan nilai r = 0,715 (kecerahan), dan r = 0,526 (suhu). Analisis regresi memiliki persamaan Y = 1761+183X1+126X2. Hasil tersebut menunjukkan koefisien perbandingan kecerahan dan suhu bernilai positif yang artinya jika terjadi peningkatan sebesar 1 cm maka tingkat kelimpahan fitoplankton akan naik sebesar 183 atau 126 dengan asumsi parameter lainnya konstan. Berdasarkan hasil tersebut, nilai kecerahan dan suhu yang tinggi menunjukkan kelimpahan fitoplankton juga tinggi di Perairan Desa Baruta Analalaki.
Feasibility and Income of Milk Fish Business in Bandar Batauga Sub-District, Buton South District Hamar, Bahtiar; Failu, Ismail; Cahyani, Wa Ode Siti; Sirza, L. M. Junaidin
Jurnal Media Akuakultur Indonesia Vol 3 No 4 (2023): Indonesian Journal of Aquaculture Medium
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/mediaakuakultur.v3i4.2577

Abstract

Bandar Batauga Village is one of the areas in Batauga District, South Buton Regency, based on data on the number of local residents who earn their living as fish farmers. The pond area in Bandar Balauga Village which is used for pond cultivation is approximately 4 hectares more than the potential pond area of 18 hectares in Batauga District. Based on a survey, it was found that there were 40 traditional fish farmers using a polyculture system who cultivated milkfish. The aim of the research is to determine the income of the milkfish business in Bandar Batauga Village, Batauga District, South Buton Regency. And to find out if the milkfish business in Bandar Batauga Village, Batauga District, South Buton Regency is worth pursuing. The research was carried out in Bandar Batauga Village, Batauga District, South Buton Regency. The results of the research show that the population of Bandar Batuga sub-district in 2020 is 1200 people consisting of 661 men, 539 women with 310 heads of families. The majority of the population is of productive age (12-60 years), namely around 920 people. The population aged 0-23 years is 520 people or 43.33% of the population aged up to 24-47 years is 300 people or the population aged 48-70 years is 380 people. Milkfish production with total fixed costs m per season is IDR 250,000. variable costs 36,000 000. Total production costs 36,250,000. The income of milkfish farmers is IDR. 33,750,000 in 1 production season. The conclusion of this activity is an analysis of the milkfish farming business based on the R/C Ratio, so a calculation of 1.9 is obtained. This value shows every cost incurred by RP. I or provide revenue of 1.9, thus the milkfish business is worth pursuing and developing.
Workshop Strategi Peningkatan Reputasi Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Manajemen Akun SINTA Bagi Dosen Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Perairan Universitas Muhammadiyah Buton Findra, Muhammad Nur; Cahyani, Waode Sitti; Sirza, LM Junaidin; Subur, Riyadi; Ajo, Antasalam; Hamar, Bahtiar; Failu, Ismail; Bone, Abdul Hadi; Wardana, Wardana
Jurnal Pengabdian Khairun Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jepk.v3i1.8114

Abstract

Dalam mendukung terlaksananya tridarma perguruan tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi setiap tahunnya membuka kesempatan bagi para dosen untuk mengusulkan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Beberapa tahun terakhir, pengusulan proposal ini telah menetapkan skor SINTA (Score Overall) sebagai salah satu persyaratan wajib bagi ketua pengusul dan terjadi peningkatan persyaratan skor SINTA minimal di setiap tahunnya. Fenomena peningkatan persyaratan skor SINTA ini mengakibatkan banyaknya dosen menjadi tidak eligible untuk mengajukan usulan, termasuk dosen di Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Perairan (PSDP) Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton). Melihat permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan kegiatan pengabdian berupa workshop untuk mengelola akun SINTA sebagai strategi dalam meningkatkan reputasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya bagi dosen Program Studi PSDP UM Buton. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2024 yang bertempat di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Buton, Baubau, Sulawesi Tenggara. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari beberapa tahapan pelaksanaan, yaitu penyampaian materi oleh narasumber, pendampingan dan diskusi, serta evaluasi dan penutupan. Kegiatan ini telah berhasil dilaksanakan dan mencapai target luaran yang diharapkan. Pelaksanan kegiatan ini telah memberikan hasil yang signifikan pada peningkatan skor SINTA dosen Program Studi PSDP UM Buton. Setelah mengikuti workshop ini juga beberapa dosen telah memenuhi persyaratan untuk mengusul proposal pengabdian kepada masyarakat (skema PKM) dengan skor sinta overall di atas 50, dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan pengabdian kepada masyarakat.