Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Status Gizi Berdasarkan Indeks Massa Tubuh dan Lingkar Perut dengan Kadar Kolesterol Total Sewaktu pada Wanuta Usia Subur Ulfa Tri putri Amelia; Ica Maulina
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i4.384

Abstract

Status gizi, yang diukur melalui Indeks Massa Tubuh (IMT) dan lingkar pinggang, memiliki pengaruh signifikan terhadap kadar kolesterol total dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara status gizi, yang dinilai berdasarkan IMT dan lingkar pinggang, dengan kadar kolesterol total pada wanita usia reproduktif. Data yang digunakan dalam analisis ini berasal dari tinjauan berbagai studi dan survei yang telah dipublikasikan antara tahun 2020 dan 2025.Analisis sederhana dilakukan untuk mengidentifikasi korelasi antara IMT, lingkar pinggang, dan kadar kolesterol total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan IMT yang lebih tinggi dan lingkar pinggang yang lebih besar cenderung memiliki kadar kolesterol total yang lebih tinggi pula. Kondisi ini meningkatkan risiko mereka terkena penyakit kardiovaskular, yang merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia Temuan ini menekankan pentingnya menjaga status gizi yang ideal sebagai tindakan pencegahan primer terhadap masalah kesehatan yang berkaitan dengan peningkatan kadar kolesterol. Intervensi kesehatan masyarakat yang berfokus pada promosi gaya hidup sehat, termasuk diet seimbang dan aktivitas fisik teratur, sangat penting untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular pada wanita usia reproduktif. Selain itu, pemantauan rutin kadar kolesterol dan pengukuran IMT serta lingkar pinggang dapat membantu dalam deteksi dini dan pengelolaan masalah kesehatan terkait.
Integrating Situational Leadership and Traditional Values: Enhancing Student Discipline in Islamic Boarding Schools Through Holistic Training Programs Mujibus Sailin; Masbahuddin; Moh. Rifa’i; Moh Tohet; Fathor Rozi; Ica Maulina Rifkiyatul Islami; Novela Eka Candra Dewi
Communautaire: Journal of Community Service Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Al-Qalam Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/communautaire.v3i1.466

Abstract

This study focuses on examining the effectiveness of integrating situational leadership with traditional values to enhance student discipline in Islamic boarding schools. The primary objective is to explore how a holistic leadership training program, tailored to the unique cultural context of pesantren, can improve student adherence to school regulations and foster self-discipline. A qualitative case study method was employed, involving in-depth interviews, participatory observations, and document analysis. Data were collected from school administrators, teachers, and students at Nurul Jadid Middle School in Probolinggo, East Java. The findings indicate that the integration of situational leadership principles with the values of pesantren significantly improves student discipline, resulting in a more orderly and conducive learning environment. The study's implications suggest that this model can be adopted by similar institutions to enhance student behavior and academic outcomes. The research contributes to the growing body of literature on educational leadership and discipline, particularly within the context of Islamic education.  
Menstruasi Tanpa Mitos: E-Book Saku untuk Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Putri Ica Maulina Rifkiyatul Islami; Novita Ayu Saputri; Kamaliatul Akmala; Nuva Nurul Hasanah; Nadia Zumzumi Chizbulloh; Miftahul Jannah; Lailis Salimah; Karissa Nuha Ananta
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8cd4kx13

Abstract

Remaja putri sering menghadapi tantangan terkait pemahaman, kesiapan mental, dan keterampilan dalam menghadapi menstruasi pertama (menarche), yang sering kali disertai dengan kecemasan, rasa takut, dan penolakan terhadap perubahan tubuh mereka. Masalah ini diperburuk oleh minimnya edukasi kesehatan reproduksi yang tepat dan masih adanya stigma sosial terkait pembahasan menstruasi. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan edukasi kesehatan reproduksi yang berbasis pendekatan partisipatif kepada remaja putri di SMP Negeri 1 Paiton. Metode yang digunakan adalah pelatihan interaktif, diskusi kelompok terarah, serta penyuluhan psikososial yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua. Solusi yang diusulkan adalah pembuatan e-Buku Saku edukatif yang disesuaikan dengan usia dan perkembangan siswa, serta peningkatan kapasitas guru untuk mendampingi siswa dalam memahami menstruasi secara holistik. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi kesehatan reproduksi, memperkuat kepercayaan diri remaja putri, dan menciptakan lingkungan yang lebih suportif terhadap isu menstruasi. Kesimpulannya, edukasi yang sistematis dan kolaboratif antara sekolah dan keluarga sangat penting untuk mempersiapkan remaja putri dalam menghadapi menarche dengan positif. Diharapkan hasil pengabdian ini dapat dilanjutkan sebagai program berkelanjutan di sekolah.
Strategi Edukasi untuk Mengelola Dismenore: Studi Pada Remaja Putri di Lingkungan Sekolah Ica Maulina Rifkiyatul Islami; Zakiyatul Ahadiyah; Eke Nor Jannah; Cahya Hidayah Ramadhani; Fitria Wulandari; Nurlaela Tulhasanah
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v1i3.41

Abstract

Dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka, terutama dalam hal aktivitas sehari-hari serta prestasi akademik. Kondisi ini membutuhkan pemahaman yang baik agar penanganannya dapat dilakukan secara tepat dan aman. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri di SMP Nurul Jadid terkait dismenore, dengan memberikan edukasi mengenai penyebab, gejala, serta teknik penanganan yang efektif dan aman. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, diskusi interaktif, serta demonstrasi teknik-teknik penanganan dismenore, seperti penggunaan kompres hangat dan teknik relaksasi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta terkait berbagai aspek dismenore, termasuk cara pencegahan dan pengelolaan yang tepat. Dengan demikian, kegiatan edukasi ini berhasil memberikan manfaat yang nyata bagi peserta, yaitu peningkatan pengetahuan dan keterampilan untuk menangani dismenore secara mandiri dan lebih percaya diri.
Beyond the MBG Plate: The Influence of Food Preferences and Food Neophobia on Students’ Food Consumption Behavior Desy Bariyyatul Qibtiyah; Moh. Fakhri Siddiqi; Ica Maulina Rifkiyatul Islami; Ari Okta Viyani
Amkop Management Accounting Review Vol. 6 No. 2 (2026): July - Desember
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/amar.v6i2.4060

Abstract

The Free Nutritious Meal Program (Makan Bergizi Gratis/MBG) is a national strategic policy in the food and nutrition sector aimed at improving the quality of human resources from school age. Based on studies from Bappenas, the presidential special envoy for Food Security, and several credible news sources, food waste in Indonesia remained substantial in 2025. Indonesia ranks 4th in food waste globally, resulting in national economic losses of up to IDR 500 trillion per year. Part of this food waste is contributed by the Free Nutritious Meal Program (MBG). Therefore, minimizing food waste in the MBG Program is important. One way to minimize MBG food waste is by understanding the preferences and consumption behavior patterns of students receiving MBG. To date, evaluation of the MBG program has been dominated by nutritional and food distribution approaches, while studies based on students' consumption behavior remain relatively limited. This condition indicates the urgency of research to produce scientific evidence supporting the strengthening of MBG policy based on food consumption behavior. This study aims to examine the effect of food preference on the consumption behavior of MBG recipient students, with food neophobia as a mediating variable. This study also aims to elaborate on other factors shaping the consumption behavior of MBG recipient students, as well as to develop a model of consumption behavior for MBG recipient students. The study employs a mixed-method approach. The quantitative approach was conducted through a questionnaire survey, with data analyzed using SEM-PLS. Meanwhile, the qualitative approach was conducted using the ZMET technique (interviews using images). The results show that food preference has a significant positive effect on consumption behavior, both directly and through the mediation of food neophobia, while food neophobia has a significant negative effect on consumption behavior. Qualitative findings through ZMET confirm that visual appeal and nutritional content are the main drivers of student preference, while poor food quality and safety are the main triggers of food neophobia and potential food waste.
From radiology report to patient narrative: comparing expert- and AI-generated simplifications of Indonesian medical information Ica Maulina Rifkiyatul Islami
Indonesian Journal of Medical Linguistics Vol. 1 No. 2 (2026): Artificial intelligence, multilingual care, and communicative safety in Indones
Publisher : CV Narasi Khatulistiwa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67490/ijml.v1i2.946

Abstract

Background: Radiology reports increasingly enter patient-facing digital health environments, yet their technical vocabulary, compressed syntax, and implicit diagnostic reasoning often exceed lay comprehension, particularly in multilingual Indonesian healthcare contexts. Objective: This study aims to compare how expert- and AI-generated simplifications transform Indonesian radiology-related information into patient narratives across readability, semantic fidelity, and narrative-pragmatic alignment. Method: A comparative qualitative-dominant corpus design was applied to 68 coded meaning units derived from 17 publicly verifiable radiology-related documents, with paired expert and AI simplifications analysed through health-literacy, clinical-risk, and patient-centred discourse matrices. Results: Findings show that AI-generated simplifications more frequently improved lexical accessibility, direct patient address, explanatory sequencing, orientation sentences, and actionable guidance. Expert-generated simplifications more consistently preserved uncertainty, diagnostic caution, warning, proportional reassurance, and source-bound clinical meaning. Implication: Results further indicate that readability gains and patient-centred voice do not automatically guarantee semantic accountability, because fluent AI explanations may introduce unsupported additions, softened risk, or overconfident reformulation. Novelty: This study contributes a triadic framework for evaluating medical simplification as readability transformation, semantic fidelity, and narrative-pragmatic alignment rather than as plain-language rewriting alone.
Analisis Resiko Hiperkolesterolemia Sewaktu Berdasarkan Tekanan Darah  Pada Wanita  Subur Nurul Siti Asiyah; Ica Maulina Rifkiyatul Islami
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 6 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sciencejurnalkesehatanmasyarakatdanteknologiterapan.v2i6.414

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Wanita usia subur berisiko mengalami perubahan kadar kolesterol yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya tekanan darah. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah dan kadar kolesterol perlu dilakukan sebagai upaya deteksi dini faktor risiko penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko hiperkolesterolemia sewaktu berdasarkan tekanan darah pada wanita usia subur.Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 wanita usia subur yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer, sedangkan kadar kolesterol diperiksa menggunakan alat Easy Touch GCU. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, persentase, serta Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tekanan darah dengan kejadian hiperkolesterolemia (p = 0,012). Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa wanita dengan tekanan darah tinggi memiliki risiko 2,3 kali lebih besar mengalami hiperkolesterolemia dibandingkan dengan wanita yang memiliki tekanan darah normal (OR = 2,3; 95% CI: 1,3–4,1). Sebagian besar responden memiliki tekanan darah normal (60%) dan kadar kolesterol normal (88%). Meskipun demikian, masih ditemukan responden dengan hipertensi dan hiperkolesterolemia yang perlu mendapat perhatian sebagai faktor risiko penyakit kardiovaskular.  
Analisis Normatif Terhadap Ketentuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan: Rekonstruksi Kewenangan Organisasi Profesi Dan Kollegium Kedokteran: Normative Analysis of the Provisions of Law Number 17 of 2023 Concerning Health: Reconstruction of the Authority of Professional Organizations and Medical Colleges Maria Merry; Yudhi Hertanto; Ica Maulina Rifkiyatul Islami; Deny
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.7455

Abstract

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan merupakan regulasi komprehensif yang menggantikan sejumlah undang-undang sebelumnya di sektor kesehatan dan membawa perubahan mendasar terhadap sistem tata kelola profesi kedokteran di Indonesia. Salah satu aspek yang paling menonjol dalam undang-undang ini adalah restrukturisasi kewenangan organisasi profesi serta pergeseran fungsi kollegium kedokteran sebagai lembaga yang selama ini memegang otoritas dalam penyusunan standar kompetensi, sertifikasi, dan penjaminan mutu praktik kedokteran. Melalui pendekatan penelitian hukum normatif, studi ini mengurai bagaimana reposisi kewenangan tersebut diatur dalam UU 17/2023, sekaligus menilai konsekuensinya terhadap praktik profesional dan sistem pembinaan tenaga medis. Hasil kajian menunjukkan bahwa perubahan regulasi ini mengarah pada meningkatnya dominasi negara dalam proses registrasi, sertifikasi, dan pembinaan profesi melalui Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI) sebagai lembaga yang diberi mandat sentral. Pergeseran ini berimplikasi pada berkurangnya otonomi organisasi profesi dalam menjalankan fungsi pengawasan etik dan peningkatan kompetensi berkelanjutan. Di sisi lain, pemerintah beralasan bahwa integrasi kewenangan dimaksudkan untuk menciptakan mekanisme yang lebih transparan, akuntabel, dan seragam secara nasional. Selain itu, rekonstruksi peran kollegium kedokteran menimbulkan perdebatan mengenai ruang kebebasan ilmiah dan konsistensi mutu pendidikan profesi. Dengan adanya perubahan struktur regulatif ini, dibutuhkan perumusan ulang mekanisme koordinasi antara negara, organisasi profesi, dan kollegium agar kualitas layanan kesehatan tetap terjaga dan tidak mengurangi independensi profesi dalam mempertahankan standar etik serta ilmu pengetahuan kedokteran.