Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KAJIAN PUSTAKA: PERAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI GURU DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA SISWA SD Dinar Mahardika Pratiwi; Octavian Muning Sayekti; Anwar Novianto; Elliza Andhika Putri; Salisa Arina Haqi; Yuricke Ayunda Priyani
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 10 No. 3 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/efc9hn26

Abstract

Abstract: This article analyzes the role of teacher’s communication skills in improving elementary school student’s speaking skills through a literature review. This study aims to: (1) explain the definition of teacher’s communication skills, (2) analyze how teacher communication influences student’s speaking skills, and (3) identify factors that influence elementary school student’s speaking skills. The results of the literature integration indicate that teacher’s communication skills encompass linguistic-pragmatic, social-relational, and instructional aspects. Effective communication used by teachers can improve student’s fluency, accuracy, boldness, and quality of oral expression through language modelling, communicative interaction, and feedback. Factors that influence the speaking skills are linguistic and psychological factors, learning methods, classroom environment, and the relation between teachers and students. This study emphasizes the need to improve teacher communication competencies to maximize the quality of speaking learning. Keyword: communication skills, elementary school teachers, speaking skills, Indonesian language. Abstrak: Artikel ini menganalisis peran keterampilan komunikasi guru dalam meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik sekolah dasar melalui metode studi pustaka. Kajian ini bertujuan: (1) menjelaskan pengertian keterampilan komunikasi guru, (2) menganalisis bagaimana komunikasi guru memengaruhi keterampilan berbicara siswa, dan (3) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keterampilan berbicara siswa SD. Hasil integrasi literatur menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi guru mencakup aspek linguistik-pragmatis, sosial-relasional, dan instruksional. Komunikasi efektif yang digunakan guru mampu meningkatkan kelancaran, ketepatan, keberanian, dan kualitas ekspresi lisan siswa melalui pemodelan bahasa, interaksi komunikatif, serta umpan balik. Faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan berbicara meliputi faktor linguistik, psikologis, metode pembelajaran, lingkungan kelas, serta relasi antara guru dan siswa. Kajian ini menegaskan perlunya peningkatan kompetensi komunikasi guru untuk memaksimalkan kualitas pembelajaran berbicara. Kata Kunci: keterampilan komunikasi, guru SD, keterampilan berbicara, bahasa Indonesia  
Pengembangan Instrumen Penilaian Computational Thinking Pada Pembelajaran Matematika SD Novianto, Anwar; Maknun, Ilma Lulu Il; Aliyah, Nimatul Yumna Nur; Khalifah, Anggita Nur
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 1 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i1.93072

Abstract

Pengembangan instrumen penilaian keterampilan Computational Thinking dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen penilaian Computational Thinking dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (RnD) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development or Production, Implementation, and Evaluations). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SDN Tegalmulyo Yogyakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan non tes. Analisis data menggunakan angket dari hasil temuan validitas ahli dan uji coba. Hasil Penelitian ini didapatkan bahwa (1) instrumen penilaian Computational Thinking pada tahao kevalidan mendapatkan persentasi 86% dengan kategori sangat layak dan tahap kepraktisan mendapatkan persentasi 78% kategori praktis dari peserta didik dan 86% kategori sangat praktis dari guru. (2) hasil pengukuran kemampuan computational thinking peserta didik di SDN Tegalmulyo menunjukkan sebesar 49,17% dapat mengerjakan dengan baik dan mendapatkan nilai diatas minimum. Oleh karena itu, peserta didik masih membutuhkan bimbingan dan pembelajaran yang lebih intensif dalam peningkatan kemampuan Computational Thinking.
Analisis Kesulitan Belajar Matematika dalam Penerapan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Novianto, Anwar; Fitriani, Nilna Laela; Deniswa, Aurik Saka; Izzati, Matsna Hermalia Nur; Firdaus, Faisya; Ningrum, Novita Yudha; Dewi, Rararatri Citra
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 12, No 2 (2024): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v12i2.88914

Abstract

Kesulitan dalam memahami matematika merupakan isu yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari dan membutuhkan pemahaman yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis mendalam terhadap kesulitan belajar matematika pada siswa kelas V. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, peserta didik kelas V di SD Negeri Jarakan mengalami kesulitan dalam belajar matematika yaitu hambatan belajar siswa (Ontogenic Obstacle), aspek didaktik guru (didactical obstacle), dan pengetahuan siswa yang terbatas (epistemologic obstacle). Kesulitan dalam belajar matematika dipengaruhi oleh: (1) faktor internal yaitu (a) persepsi negatif terhadap matematika sebagai subjek yang sulit, (b) perbedaan dalam tingkat kecerdasan di antara peserta didik. (2) Faktor eksternal meliputi: (a) kondisi sarana dan prasarana yang belum dimanfaatkan secara optimal, (2) lingkungan belajar yang kurang mendukung interaksi positif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran matematika serta sarana dan prasarana perlu ditingkatkan, selain itu motivasi peserta didik juga diperkuat dengan menggunakan berbagai media pembelajaran dan model pembelajaran yang interaktif.