Tutik Susilowati
Sebelas Maret University

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

The influence of professional internships and learning processes on soft skills development in PAP FKIP UNS students Amanda Kharis Agustina; Tutik Susilowati
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 3 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i3.101553

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh magang profesi terhadap pengembangan soft skill, (2) mengetahui pengaruh proses pembelajaran terhadap pengembangan soft skill, (3) mengetahui pengaruh magang profesi dan proses pembelajaran terhadap pengembangan soft skill pada mahasiswa PAP FKIP UNS Angkatan 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan teknik sampling jenuh dengan jumlah 81 mahasiswa. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan penyebaran kuisioner dan analisis data menggunakan regresi linear berganda yang dilakukan menggunakan IBM SPSS. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan magang profesi terhadap pengembangan soft skill dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05 dan nilai nilai t-hitung 3,609 > t-tabel 1,665; (2) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan proses pembelajaran terhadap pengembangan soft skill dengan nilai signifikansi 0,046 < 0,05 dan nilai t-hitung 2,025  > t-tabel 1,665; (3) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan magang profesi dan proses pembelajaran secara simultan terhadap pengembangan soft skill pada mahasiswa PAP FKIP UNS angkatan 2021 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai F-hitung 16,131 > F-tabel 3,11. Demikian pengembangan soft skill dapat dilakukan dengan memaksimalkan kegiatan magang profesi dan proses pembelajaran.  Kata kunci : kemampuan non teknis: keterampilan profesional; kuantitatif; pembelajaranAbstract: This study aims to (1) determine the influence of professional internship on the development of soft skill, (2) determine the influence of the learning process on development of soft skill, (3) determine the influence of professional internship and the learning process on development of soft skill in students of PAP FKIP UNS class of 2021. This study is a correlational quantitative research. The population and sample in this study was determined using a saturated sampling technique with a total of 81 students. The data collection was carried out by distributing questionnaires and  data analysis using multiple linear regression conducted using IBM SPSS. The results show that (1) there is a positive and significant influence of the professional internship on the development of soft skill as evidenced by the significance value of 0.001 <0.05 and the t-count value of 3.609> t-table of 1.665; (2) there is a positive and significant influence of the learning process on the development of soft skill as evidenced by the significance value of 0.046 <0.05 and the t-count value of 2.025> t-table of 1.665; (3) there is a positive and significant influence of the professional internship and the learning process simultanously the development of soft skill in students of PAP FKIP UNS class of 2021 as evidenced by the significance value of 0.000 < 0.05 and the F-count value of 16.131 > F-table 3.11. Thus, soft skill development can be done by maximizing professional internship activities and the learning process.. Keywords :  learning; professional skills; quantitative; skill
Pendidikan Karakter melalui Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di Jenjang SMK F N F Khoirur Rohmah; Hery Sawiji; Tutik Susilowati
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 7, No 6 (2023): November
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v7i6.73447

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan: (1) persiapan implementasi P5 di SMK Negeri 1 Surakarta, (2) implementasinya di PM Negeri 1 surakarta. (3) evaluation of P5 implementation in SMK N 1 Surakarta (4) mendukung dan menghambat faktor-faktor implementasi P5 di SMK Negeri 1 Surakarta. Penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data penelitian diperoleh dari informan, dokumen, dan pengamatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling purposive dan sampel snowball. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Validasi data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Teknik analisis data menggunakan model interaktif. Hasilnya menunjukkan bahwa: (1) persiapan untuk implementasi P5 meliputi (a) membentuk koordinator tim, (b) membentuk tim facilitator, (c) menentukan dimensi, tema, dan alokasi waktu, (d) merancang modul proyek, (e) menyosialisasikan proyek. (2) implementasi P5 dalam bentuk integrasi dalam pembelajaran intracurricular dan implementasi proyek. (3) Penilaian dilakukan dalam dua bagian, yaitu, (a) penilaian pembelajaran intracurricular, dan (b) evaluasi proyek.(4) Faktor pendukung untuk implementasi P5 meliputi (a) kolaborasi antara siswa, (b) fasilitas dan infrastruktur yang memadai, dan (c) dukungan dari berbagai pihak. Faktor-faktor yang menghambat implementasi P5 adalah (a) perbedaan persepsi antara facilitator, (b) kebosanan yang timbul dari siswa, dan (c) pembatasan anggaran. Kata Kunci: kualitatif deskriptif; model interaktif; studi kasusAbstract: This study aims to determine: (1) preparation of P5 implementation in SMK Negeri 1 Surakarta, (2) implementation of P5 in SMK Negeri 1 Surakarta (3) evaluation of P5 implementation in SMK N 1 Surakarta (4) supporting and inhibiting factors of P5implementation in SMK Negeri 1 Surakarta. This research is a descriptive qualitative method with a case study approach. Sources of research data were obtained from informants, documents, and observations. The sampling technique uses purposive sampling and snowball sampling. Data collection techniques with interviews, observation, and document analysis. Data validity uses triangulation of sources and techniques. The data analysis techniques use an interactive model. The results showed that: (1) preparation for the implementation of P5 includes (a) forming a team coordinator, (b) forming a team of facilitators, (c) determining dimensions, themes, and time allocations, (d) designing project modules, (e) socializing the project. (2) implementation of P5 in the form of integration in intracurricular learning and project implementation. (3) evaluation is carried out in two parts, namely, (a) intracurricular learning evaluation, and (b) project evaluation. (4) Supporting factors for the implementation of P5 include (a) collaboration between students, (b) adequate facilities and infrastructure, and (c) support from various parties. The inhibiting factors for the implementation of P5 are (a) differences in perceptions between facilitators, (b) boredom arising from students, and (c) budget limitations.Keywords: case studies; descriptive qualitative; interactive model
Mail management procedures in the general affairs division of Surakarta City Regional Secretariat Efi Kusumawardani; Patni Ninghardjanti; Tutik Susilowati
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 10, No 1 (2026): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v10i1.106718

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pengelolaan surat masuk dan surat keluar di Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian adalah informan, tempat dan peristiwa, serta dokumentasi. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah validitas internal dan validitas eksternal. Sedangkan analisis data yang digunakan yaitu dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian: (1) Pengelolaan surat di Sekretariat Daerah Kota Surakarta berlangsung efektif, efisien, dan akuntabel melalui pembagian tugas yang jelas, dukungan regulasi, penerapan sistem digital, serta mekanisme disposisi berjenjang yang mencerminkan prinsip good governance, (2) Kendala yang dirasakan di Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Surakarta adalah kurangnya pemahaman Masyarakat terhadap alur dan kewenangan antar bagian, (3) Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Surakarta perlu menerapkan strategi komprehensif berbasis sosialisasi, digitalisasi, dan evaluasi berkala untuk membangun layanan persuratan yang efisien, transparan, dan responsif.    Kata Kunci: administrasi; pelayanan; pemerintahAbstract: This study aimed to examine the procedures for managing incoming and outgoing mail in the General Affairs Division of the Surakarta City Regional Secretariat. A qualitative descriptive research design was employed. Data sources included key informants, direct observation of events and locations, and relevant documentation. Purposive sampling was utilized to select participants. Data collection techniques comprised interviews, observation, and document analysis. Internal and external validity assessments ensured data credibility. The interactive analysis model guided data analysis. The findings revealed that: (1) Mail management at the Surakarta City Regional Secretariat operates effectively, efficiently, and accountably through clear task distribution, regulatory support, digital system implementation, and a tiered disposition mechanism reflecting good governance principles; (2) The primary obstacle identified was the public's insufficient understanding of mail routing procedures and jurisdictional boundaries between divisions; and (3) The General Affairs Division should implement a comprehensive strategy incorporating public outreach, digitalization, and periodic evaluation to establish efficient, transparent, and responsive mail services. Keywords: administration; government; services
Self-awareness and teacher attitudes influencing student learning discipline: a quantitative study Tyas Indasari; Tutik Susilowati
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i5.104220

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh self-awareness terhadap disiplin belajar siswa kelas XI MPLB di SMK Negeri 6 Surakarta; (2) mengetahui pengaruh sikap guru terhadap disiplin belajar; (3) mengetahui pengaruh self-awareness dan sikap guru secara bersama-sama terhadap disiplin belajar. Penelitian kuantitatif ini menggunakan populasi 106 siswa dengan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan divalidasi untuk memastikan keandalan data. Data dikumpulkan melalui kuisioner tertutup menggunakan skala Likert 1–4. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan: (1) ada pengaruh yang positif dan signifikan self-awareness terhadap disiplin belajar siswa kelas XI MPLB di SMK Negeri 6 Surakarta (  3,630  >   1,983); (2) ada pengaruh yang positif dan signifikan sikap guru terhadap disiplin belajar siswa kelas XI MPLB di SMK Negeri 6 Surakarta ( 5,441 >  1,983); (3) ada pengaruh yang positif dan signifikan self-awareness dan sikap guru terhadap disiplin belajar siswa kelas XI MPLB di SMK Negeri 6 Surakarta ( 34,607 >  3,08). Temuan lain menunjukkan sumbangan efektif self-awareness sebesar 14,5% dan sikap guru sebesar 25,7% terhadap disiplin belajar. Kata kunci: pendekatan kuantitatif; perilaku siswa; sekolah menengah kejuruan Abstract: This study examined the influence of self-awareness and teacher attitudes on learning discipline among eleventh-grade Management of Office and Business Services (MPLB) students at SMK Negeri 6 Surakarta. Employing a quantitative approach with multiple linear regression analysis, the research utilized a saturated sampling technique encompassing all 106 students in the target population. Data collection was conducted through validated questionnaires using a 4-point Likert scale, with subsequent analysis performed using IBM SPSS version 26. The findings revealed significant positive effects: (1) self-awareness demonstrated a significant influence on learning discipline (tcount = 3.630 > ttable = 1.983); (2) teacher attitudes showed a significant impact on learning discipline (tcount = 5.441 > ttable = 1.983); and (3) the combined effect of both variables was statistically significant (Fcount = 34.607 > Ftable = 3.08). The effective contribution analysis indicated that self-awareness contributed 14.5% and teacher attitudes contributed 25.7% to student learning discipline, with a total variance explanation of 40.2%. These results provide empirical evidence for the importance of developing student self-awareness and fostering positive teacher attitudes in enhancing learning discipline within vocational education settings. Keywords: quantitative approach; student behaviour; vocational high school
Pelaksanaan kegiatan merdeka belajar-kampus merdeka (MBKM) kewirausahaan Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Farida Nurlailatul Mahdiyyah; Tutik Susilowati; Winarno Winarno
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 8, No 4 (2024): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v8i4.83898

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tujuan pelaksanaan kegiatan MBKM Kewirausahaan, (2) pelaksanaan kegiatan MBKM Kewirausahaan program studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, (3) hambatan dalam melaksanakan MBKM Kewirausahaan, serta (4) upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan pelaksanaan . Jenis penelitian menggunakan deskripstif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan sampel secara purposive dan snowball sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan yakni, uji kredibilitas, dan dikonfirmasi dengan uji transferbilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas. Analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tujuan pelaksanaan MBKM Kewirausahaan (a) menyiapkan profil lulusan agar mampu mengelola usaha secara mandiri, serta (b) meningkatkan kompetensi lulusan di bidang kewirausahaan baik soft skill maupun hard skill (2) pelaksanaan kegiatan MBKM Kewirausahaan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi (3) hambatan dalam pelaksanaan: (a) hambatan yang dialami mahasiswa adalah kurang memahami teori mata kuliah rekognisi, kurang mampu mengelola waktu, kurangnya komunikasi dengan dosen pembimbing dan kesulitan memasarkan produk (b) hambatan yang dialami dosen pembimbing yaitu kurang dapat melakukan pembimbingan dan kurang mampu menilai mata kuliah rekognisi (4) upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan (a) upaya yang dilakukan mahasiswa adalah belajar mandiri, manajemen waktu, membentuk whatsapp group dan meningkatkan kegiatan promosi (b) upaya yang dilakukan dosen pembimbing adalah ketua tim kurikulum MBKM mengingatkan dosen pembimbing untuk melakukan pembimbingan dan membuat rubrik penilaian.Keyword : kendala; pembelajaran mandiri; pengakuan; pengusaha mandiri; upaya Abstract: This study aims to determine (1) the purpose of the implementation of MBKM Entrepreneurship activities, (2) the implementation of MBKM Entrepreneurship activities in the Office Administration Education study program, (3) constraints in the implementation of MBKM Entrepreneurship, and (4) efforts made in overcoming constraints. This type of research uses qualitative descriptive with a case study approach. The sampling technique was purposive and snowball sampling. Data collection using interviews, observation and documentation. The validity of the data used, namely, credibility test, and confirmed by transferability, dependability and confirmability tests. This research data analysis uses interactive analysis techniques. The results showed that: (1) the purpose of the implementation of MBKM Entrepreneurship (a) preparing the profile of graduates to be able to manage businesses independently, and (b) increasing the competence of graduates in the field of entrepreneurship both soft skills and hard skills (2) the implementation of MBKM Entrepreneurship activities includes planning, implementation, monitoring and evaluation stages (3) constraints in implementation: (a) the constraints experienced by students are less understanding of the theory of recognition courses, less able to manage time, Less communication with supervisors and have trouble marketing products (b) constraints experienced by supervisors, namely less able to provide guidance and less able to assess recognition courses (4) efforts made in overcoming obstacles (a) efforts made by students are self-study, time management, forming whatsapp groups and increasing promotional activities (b) efforts made by supervisors are the head of the MBKM curriculum team reminding supervisors to provide guidance and making assessment rubrics.    Keywords: constraints; efforts; entrepreneurship; MBKM; recognition
Peer environment and self-motivation influence on students' learning behavior Muhammad Efendy Dela Costa; Tutik Susilowati
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i6.105447

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan pergaulan dan motivasi diri terhadap perilaku belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran FKIP UNS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan teknik analisis regresi linier berganda. Sampel berjumlah 170 mahasiswa aktif dari angkatan 2021 hingga 2023 yang diambil dengan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa angket tertutup menggunakan skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan pergaulan dan motivasi diri berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap perilaku belajar mahasiswa, baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan pergaulan dan motivasi diri bepengaruh secara positif dan signifikan terhadap perilaku belajar mahasiswa, baik secara parsial maupun simultan. Secara parsial, lingkungan pergaulan (X1) memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku belajar dengan nilai t hitung sebesar 2,959 dan signifikansi 0,004 (< 0,05), sedangkan motivasi diri (X2) juga berpengaruh signifikan dengan t hitung sebesar 2,130 dan signifikansi 0,035 (< 0,05). Secara simultan, kedua variabel bebas tersebut memberikan pengaruh signifikan terhadap perilaku belajar mahasiswa dengan nilai F hitung sebesar 8,715, signifikansi 0,000 (< 0,05), dan nilai R Square sebesar 0,095, yang berarti 9,5% perubahan perilaku belajar mahasiswa dapat dijelaskan oleh lingkungan pergaulan dan motivasi diri. Dari kontribusi relatif, lingkungan pergaulan memberikan pengaruh lebih besar yaitu sebesar 62,82%, sementara motivasi diri sebesar 37,18%. Kata kunci: interaksi sosial; kinerja akademik; mahasiswa sarjana; pendidikan tinggi; regresi linier bergandaAbstract: This study examines the influence of peer environment and self-motivation on the learning behavior of students in the Office Administration Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Sebelas Maret. A quantitative approach was employed using survey methodology and multiple linear regression analysis. The sample comprised 170 active students from the 2021 to 2023 cohorts, selected through proportionate stratified random sampling. Data were collected using a validated and reliable closed-ended questionnaire based on a five-point Likert scale. The results demonstrate that both peer environment and self-motivation exert positive and significant influences on students' learning behavior, both individually and collectively. Partial analysis revealed that peer environment (X1) significantly influences learning behavior (t = 2.959, p = .004), while self-motivation (X2) also demonstrates significant influence (t = 2.130, p = .035). Simultaneous analysis indicated that both independent variables significantly affect learning behavior (F = 8.715, p < .001). The coefficient of determination (R² = .095) indicates that 9.5% of the variance in learning behavior can be explained by peer environment and self-motivation. Regarding relative contribution, peer environment accounts for a larger proportion of influence (62.82%), while self-motivation contributes 37.18%. Keywords: academic performance; higher education; multiple linear regression; social interaction; undergraduate students
Implementasi keterampilan abad 21 (6c) dalam pembelajaran daring pada mata kuliah Simulasi Bisnis Veronica Elvina Montessori; Tri Murwaningsih; Tutik Susilowati
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 7, No 1 (2023): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v7i1.61415

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: penerapan keterampilan abad 21 (6C), kendala penerapan keterampilan abad 21 (6C), dan solusi kendala penerapan keterampilan abad 21 (6C) dalam pembelajaran daring pada Simulasi Bisnis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian diperoleh dari informan, tempat, peristiwa, dan dokumen. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan snowball sampling. Validasi data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan model interaktif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan dimulai dengan pembuatan RPS; (2) kegiatan diskusi kelompok, pembuatan video peluncuran produk baru, kerja sama dalam praktik expo dan grand launching, dan lain-lain; dan (3) evaluasi dilakukan melalui penilaian sejawat dan pemantauan laporan kemajuan. Kendalanya adalah: (a) rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa; (b) miskomunikasi yang menimbulkan kebingungan; (c) kurangnya kerjasama dan tanggung jawab antar individu dalam kelompok; dan (d) kurangnya kontrol dari dosen. Solusi untuk mengatasi kendala tersebut adalah: (a) penugasan observasi foto dan video pembelajaran; (b) diskusi offline rutin; (c) saling berkolaborasi dan meningkatkan hubungan profesional; dan (d) penerapan pengendalian berkala.Kata Kunci: kecakapan abad 21, pembelajaran online, kualitatifAbstract: This study aims to find out: the implementation of 21st-century skills (6C), obstacles in implementing 21st-century skills (6C), and solutions to the obstacles in implementing 21st-century skills (6C) in online learning at Business Simulation. This study used a qualitative method with a case study approach. Research data was obtained from informants, places, events, and documents. The sampling techniques used were purposive sampling and snowball sampling. The data validation was done through source triangulation and method triangulation. The data analysis technique uses an interactive model. The research's findings demonstrate that: (1) planning starts with the creation of the RPS; (2) group discussion activities, making new product launching videos, working together on expo and grand launching practices, etc.; and (3) evaluation takes place through peer assessments and monitoring progress reports. The obstacles were: (a) a lack of critical thinking skills in students; (b) miscommunication that causes confusion; (c) a lack of cooperation and responsibility between individuals in the group; and (d) a lack of control from lecturers. Solutions to overcome the obstacles were: (a) the assignment of observing photos and learning videos; (b) regular offline discussions; (c) collaborating with each other and improving professional relationships; and (d) implementing periodic control. Keywords: 21st century skills (6C), online learning, qualitative
Analysis of office layout at the Mojolaban Subdistrict Office Namira Dwina Agista; Tutik Susilowati
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 3 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i3.99434

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui penataan tata ruang kantor Kecamatan Mojolaban, (2) mengetahui persepsi pegawai terhadap penataan ruang kantor Kecamatan Mojolaban, (3) mengetahui hal-hal yang diperlukan untuk memperbaiki tata ruang kantor di kantor Kecamatan Mojolaban. Jenis penelitian ini merupakan deskripsi kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data penelitian ini meliputi camat mojolaban, Kasubag Umum dan Kepegawaian, Kasubag Keuangan, pegawai dukcapil, serta mengambil data dari arsip atau dokumen. Teknik pengambilan informan yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa (1) Penataan ruang kantor di Kecamatan Mojolaban secara keseluruhan kurang optimal karena terbatasnya lahan  sehingga terdapat beberapa ruang yang luasnya kurang sesuai dengan jumlah karyawan. Kondisi ruang kerja kantor berdasarkan asas mengenai jarak terpendek terpenuhi karena setiap ruangan saling berdekatan dan ruang camat berada di tengah kantor; (2) Persepsi karyawan mengenai penataan ruangan mengeluh mengenai luas kantor yang sempit, kurangnya peralatan, dan dekorasi yang minim (3) Hal yang diperlukan untuk mendukung penataan ruang kantor adalah penambahan peralatan untuk menunjang aktivitas(2) karyawan, meningkatkan utilitas kantor dan memperluas sirkulasi gerak. Kata kunci : kantor; kecamatan mojolaban; perspektif karyawan; tata ruangAbstract: This study aims to (1) determine the layout of the Mojolaban sub-district office, (2) knowing perceptions of the layout of the Mojolaban sub-district office, (3) determine the support needed to implement office layout in the Mojolaban sub-district office. This type of research is a qualitative with a case study approach. The data sources for this study include informants, places and events, and archives or documents. The informant selection technique used was purposive sampling. The data collection techniques used were interviews, observations, and documentation. The data validity test techniques used were source triangulation and method triangulation. The data analysis technique used was an interactive analysis model. From the results of this study, it was concluded that (1) The layout of the office space in Mojolaban Sub-district as a whole is not good because the land is limited so that there are several rooms whose size does not match the number of employees. The condition of the office workspace is based on the principle of the shortest distance, each room is close to each other and the sub-district room is in the middle of the office; (2) Employee perceptions regarding the layout of the room complain about the narrow office space, lack of equipment, and minimal decoration (3) Things needed to support the layout of the office space are the addition of equipment to support employee activities, increase office utilities, and expand circulation. Keywords: office; mojolaban district; employee perspective; spatial planning
Effects of organizational experience and emotional intelligence on public speaking skills Ilyas Faiz Andrian; Tutik Susilowati
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i4.102320

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh pengalaman organisasi terhadap kemampuan public speaking. (2) pengaruh kecerdasan emosional terhadap kemampuan public speaking, (3) pengaruh pengalaman organisasi dan kecerdasan emosional terhadap kemampuan public speaking. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Sumber data yang digunakan yaitu data primer. Populasi dalam penelitian ini yakni 109 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan stratified random sampling yaitu sampling strata. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan yaitu regresi logistik multinomial. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) terdapat pengaruh yang signifikan pengalaman organisasi terhadap kemampuan public speaking (sign 0,000), (2) terdapat pengaruh secara simultan kecerdasan emosional terhadap kemampuan public speaking (sign 0,003), dan (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara pengalaman organisasi dan kecerdasan emosional terhadap kemampuan public speaking (sign 0,000). Koefisien determinasi R Square sebesar 0,407 yang berarti bahwa 40,7% kemampuan public speaking (Y) dipengaruhi oleh variabel pengalaman organisasi (X1), dan sisanya sebanyak 59,3% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian. Kata kunci: keaktifan berorganisasi; kemampuan berbicara; mengelola emosiAbstract: This study examined: (1) the influence of organizational experience on public speaking skills, (2) the influence of emotional intelligence on public speaking skills, and (3) the combined influence of organizational experience and emotional intelligence on public speaking skills. We employed a quantitative approach with causal associative design using primary data. The population consisted of 109 individuals, with stratified random sampling used for sample selection. Data were collected through questionnaire surveys and analyzed using multinomial logistic regression. Results indicated that: (1) organizational experience had a significant influence on public speaking skills (p < .001), (2) emotional intelligence had a significant influence on public speaking skills (p = .003), and (3) organizational experience and emotional intelligence together had a significant influence on public speaking skills (p < .001). The coefficient of determination (R²) was 0.407, indicating that 40.7% of public speaking skills variance was explained by organizational experience and emotional intelligence variables, while the remaining 59.3% was influenced by other variables not examined in this study. Keywords: managing emotions; organizational involvement; speaking skills
Teachers' perceptions of deep learning at SMK Wikarya Karanganyar: a phenomenological study Adelia Niken Anggraini; Tutik Susilowati
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 10, No 2 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v10i2.114276

Abstract

Abstrak: Pembelajaran mendalam menjadi salah satu pendekatan yang semakin mendapat perhatian dalam dunia pendidikan, khususnya pada pendidikan vokasi yang menekankan pengembangan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pemahaman konseptual yang bermakna. Implementasinya di sekolah masih dipengaruhi berbagai faktor, termasuk persepsi guru sebagai pelaksana utama pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui persepsi guru SMK Wikarya Karanganyar tentang pembelajaran mendalam, (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi persepsi tersebut, dan (3) menggali pengalaman guru dalam menerapkannya di kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Informan penelitian berjumlah lima orang guru. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan studi dokumen, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) guru memaknai pembelajaran mendalam sebagai pembelajaran bermakna yang mengaitkan materi dengan konteks nyata; (2) persepsi guru dipengaruhi faktor internal, karakteristik siswa, dan lingkungan sekolah; serta (3) pengalaman guru diwujudkan melalui pembelajaran aktif, tugas berbasis proyek, refleksi, dan penyesuaian strategi pembelajaran. Kata kunci: pemahaman konseptual; pendidikan vokasi; pengembangan profesional pendidik; refleksi pedagogisAbstract: Deep learning is an instructional approach receiving increasing scholarly and policy attention, particularly in vocational education, which emphasizes critical thinking, problem-solving, and meaningful conceptual understanding. Its implementation remains shaped by contextual factors, most notably teachers' perceptions as primary classroom agents. This study aimed to (1) examine teachers' perceptions of deep learning at SMK Wikarya Karanganyar, (2) identify the factors shaping those perceptions, and (3) explore teachers' lived experiences of implementing it in the classroom. A qualitative phenomenological approach was employed. Five teachers were selected as primary informants through purposive sampling. Data were gathered via semi-structured in-depth interviews, classroom observations, and document analysis, then analyzed using Braun and Clarke's thematic analysis framework. The findings reveal that (1) teachers interpret deep learning as instruction that connects subject matter to real-life and occupational contexts; (2) perceptions are influenced by internal professional factors, student characteristics, and the school environment; and (3) teachers' experiences are manifested through active learning, project-based tasks, reflective practices, and adaptive instructional strategies. These findings carry theoretical and practical implications for vocational teacher professional development programs and school-level instructional policy. Keywords: conceptual understanding; reflective practice; teacher professional development; vocational education