Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Perpektif guru sekolah dasar terhadap Higher Order Tinking Skills (HOTS): pemahaman, penerapan dan hambatan Subroto Rapih; Sutaryadi Sutaryadi
Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.159 KB) | DOI: 10.25273/pe.v8i1.2560

Abstract

Higher Order Thinking Skills (HOTS) merupakan cara berfikir yang mengedepankan nilai-nilai berfikir kritis dan kreatif sehingga dipandang mampu memberikan solusi dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan memberikan gambaran tentang pemahaman guru kelas Sekolah Dasar (SD) terhadap HOTS. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey sedangkan pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskritptif kuantitatif. Instrumen dalam pengambilan data menggunakan kuisioner/ angket tertutup yang dibagikan langsung kepada responden. Selanjutnya, data dalam penlitian ini dianalisis dengan teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 91,43% responden memahami konsep dari HOTS dan 8,57% responden belum memahami. Sebesar 85,71% responden berpendapat HOTS bisa diajarkan pada tingkat sekolah dasar, 11,43% berpendapat HOTS belum bisa diajarkan dan 2,86% responden menjawab tidak tahu. 82,86% responden sudah menerapkan HOTS pada kegiatan pembelajaran dan 17,14% responden belum menerapkan. Sebesar 79% responden kesulitan dalam merancang dan menerapkan evaluasi berbasiskan HOTS, 59% kesulitan dalam penyampaian materi pembelajaran, 45% kesulitan dalam merancang media pembelajaran, 38% kesulitan dalam merancang perangkat pembelajaran dan sebesar 31% kesulitan dalam proses penyusunan bahan ajar. 
Pengaruh Model Pembelajaran Perubahan Konseptual (MPPK) Terhadap Hasil Belajar IPS dan Sikap Multikultural Siswa Sekolah Dasar Berlatar Belakang Monokultur Subroto Rapih; Sutaryanto Sutaryanto
Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol 7, No 02 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.83 KB) | DOI: 10.25273/pe.v7i2.1599

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran perubahan konseptual pada hasil belajar IPS dan sikap multikultural siswa Sekolah Dasar yang berada di wilayah Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dalam bentuk Post-Test Only Control Group Design. Penelitian ini melibatkan tiga variabel yang terdiri dari satu variabel bebas dan dua variabel terikat. Variabel bebas adalah model pembelajaran perubahan konseptuan sedangkan variabel terikat yaitu prestasi belajar IPS dan sikap multikultural siswa. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan analisis inferensial dengan menggunakan analisis statistik multivariat (MONOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan hasil belajar IPS dan kesadaran multikultural pada siswa yang mengikuti pembelajaran perubahan konseptual dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan hasil perhitungan F: 40,222;p<0.05. 2) terdapat perbedaan hasil belajar IPS pada siswa yang mengikuti pembelajaran perubahan konseptual dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan hasil perhitungan F: 70.520;p<0.05. 3) terdapat perbedaan kesadaran multikultural pada siswa yang mengikuti pembelajaran perubahan konseptual dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan hasil perhitungan F: 12.089;p<0.05. Berdasarkan hasil uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembalajaran perubahan konseptual berpengaruh pada hasil belajar mata pelajaran IPS dan kesadaran multikultural siswa kelas IV Sekolah Dasar di wilayah Desa Gondosuli.
Penguatan Kelembagaan Unit Usaha Taman Wijaya Pojok Hery Sawiji; Subroto Rapih; Wiedy Murtini; Nur Rahmi Akbarini; Tutik Susilowati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7237

Abstract

BUMDes aims to improve the village economy and increase the income of the village community through the management of natural resources, social potential, and economic potential owned by the village. Village independence can be measured by its ability to finance village government activities both in terms of government, development and society. Pojok Village is one of the villages in Mojogedang Sub-district, Karanganyar Regency, which has a BUMDes and one of its businesses is Taman Wijaya Pojok. In the process of running the business, there are several problems including institutional issues, business ideas and opportunities, and financial management issues. These problems are urgent to solve so that the service team seeks to provide training which is carried out in several stages. The aim of this activity is to provide training on institutional strengthening at Taman Wijaya Pojok. The participants in this training were 30 people including the village government, the staff of Taman Wijaya, and community members who sell in Wijaya Park. Pre tests and Post tests were conducted to determine how far the training participants understood the material to be targeted. The final results of the training showed that there was a change in participants' understanding marked by an increase in the average score obtained.
Penguatan Kelembagaan Unit Usaha Taman Wijaya Pojok Hery Sawiji; Subroto Rapih; Wiedy Murtini; Nur Rahmi Akbarini; Tutik Susilowati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7237

Abstract

BUMDes aims to improve the village economy and increase the income of the village community through the management of natural resources, social potential, and economic potential owned by the village. Village independence can be measured by its ability to finance village government activities both in terms of government, development and society. Pojok Village is one of the villages in Mojogedang Sub-district, Karanganyar Regency, which has a BUMDes and one of its businesses is Taman Wijaya Pojok. In the process of running the business, there are several problems including institutional issues, business ideas and opportunities, and financial management issues. These problems are urgent to solve so that the service team seeks to provide training which is carried out in several stages. The aim of this activity is to provide training on institutional strengthening at Taman Wijaya Pojok. The participants in this training were 30 people including the village government, the staff of Taman Wijaya, and community members who sell in Wijaya Park. Pre tests and Post tests were conducted to determine how far the training participants understood the material to be targeted. The final results of the training showed that there was a change in participants' understanding marked by an increase in the average score obtained.
Pengaruh system quality dan intention to use terhadap net benefit penggunaan SIMPEG Evi Afifah Susanto; Tutik Susilowati; Subroto Rapih
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 8, No 2 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v8i2.77489

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh (1) system quality terhadap net benefit penggunaan SIMPEG, (2) intention to use terhadap net benefit penggunaan SIMPEG , (3) system quality dan intention to use secara bersama-sama terhadap net benefit penggunaan SIMPEG. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional.  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai BKPSDM Kabupaten Karanganyar sebanyak 40 orang. Sampel penelitian menggunakan teknik sampling jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Pengumpulan data dilaksanakan dengan menyebarkan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program IBM SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara: (1) system quality terhadap net benefit penggunaan SIMPEG (thitung (3,95) &gt; ttabel (2,03)) ; (2) intention to use terhadap net benefit penggunaan SIMPEG (thitung  (2,22) &gt; ttabel (2,03)); (3) system quality dan intention to use secara bersama-sama terhadap net benefit penggunaan SIMPEG (Fhitung (31,70) &gt; Ftabel (4,11)). Kata kunci :penggunaan; kuantitatif; manfaat; kualitas sistemAbstract: The purpose of this study is to determine the effect of (1) system quality on the net benefit of using SIMPEG, (2) intention to use on the net benefit of using SIMPEG, (3) system quality and intention to use together on the net benefit of using SIMPEG. This research is quantitative research with the correlational method. The population of this research was all 40 employees of BKPSDM Karanganyar District. This research sample used a saturated sampling technique with a total sample of 40 people. Data collection was carried out by distributing questionnaires. The technique of analyzing data used multiple linear regression analysis using the IBM SPSS version 26 program. The results showed that there was a positive and significant effect of: (1) system quality on net benefit of using SIMPEG (tcount (3,95) &gt; ttable (2,03)); (2) intention to use on net benefit of using SIMPEG (tcount (2,22) &gt; ttable (2,03)); (3) system quality and intention to use together on net benefit of using SIMPEG (Fcount (31,70) &gt; Ftable (4,11)). Keywords: intention to use; net benefit; quantitative; system quality
Pengaruh lingkungan keluarga dan efikasi diri terhadap sikap kewirausahaan siswa kelas XII SMK Batik 2 Surakarta Syifa Arrinalhaq; Subroto Rapih
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 8, No 5 (2024): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v8i5.87319

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh lingkungan keluarga terhadap sikap kewirausahaan siswa; (2) pengaruh efikasi diri terhadap sikap kewirausahaan siswa; (3) pengaruh lingkungan keluarga dan efikasi diri terhadap sikap kewirausahaan siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif metode korelasional. Populasi berjumlah 154 siswa kelas XII SMK BATIK 2 Surakarta. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling dengan rumus Slovin, sehingga sampel penelitian berjumlah 111. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier berganda dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel lingkungan keluarga terhadap sikap kewirausahaan siswa yaitu thitung 2,073 &gt; ttabel 1,982 (α = 0,05); (2) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan variabel efikasi diri terhadap sikap kewirausahaan siswa yaitu thitung 4,721 &gt; ttabel 1,982 (α = 0,05); (3) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel lingkungan keluarga dan efikasi diri secara bersama-sama terhadap sikap kewirausahaan kelas XII SMK Batik 2 Surakarta yaitu Fhitung 21,066 &gt; Ftabel 3,08 (α = 0,05). Hasil semua temuan mendukung hipotesis yang diajukan. Kata Kunci: efikasi diri; lingkungan keluarga; sikap kewirausahaan Abstract: This research aims to determine (1) the influence of the family environment on students' entrepreneurial attitudes; (2) the influence of self-efficacy on students' entrepreneurial attitudes; (3) the influence of family environment and self-efficacy on students' entrepreneurial attitudes. This research uses quantitative correlational research. The population is 154 class XII students at SMK BATIK 2 Surakarta. Sampling used a proportional random sampling technique with the Slovin formula, so that the research sample was 111. The data collection technique used a questionnaire. The data analysis technique uses multiple linear regression analysis techniques with the help of the IBM SPSS Statistics 25 program. The results of the research show that: (1) there is a positive and significant influence of family environmental variables on students' entrepreneurial attitudes, namely tcount 2.073 &gt; ttable 1.982 (α = 0.05) ; (2) there is a positive and significant influence of the self-efficacy variable on students' entrepreneurial attitudes, namely tcount 4.721 &gt; ttable 1.982 (α = 0.05); (3) there is a positive and significant influence between family environment variables and self-efficacy together on the entrepreneurial attitude of class XII SMK Batik 2 Surakarta, namely Fcount 21.066 &gt; Ftable 3.08 (α = 0.05). The results of all findings support the proposed hypothesis. Keywords: self-efficacy; family environment; entrepreneurial attitude
Analysis of Factors of Sustainable Financial Consumerism Among Indonesian University Students Subroto Rapih; Yosep Tegar Prameswara; Hani Febriyanti; Arvano Sahwa Riordan; Az-Zahra Ayu Permata
Jurnal Pendidikan Ekonomi Dan Bisnis (JPEB) Vol. 13 No. 02 (2025): Jurnal Pendidikan Ekonomi & Bisnis (DOAJ & SINTA 2 Indexed) (In-Press)
Publisher : Faculty of Economics, Universitas Negeri Indonesia,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPEB.013.2.7

Abstract

This study examines how financial capability and digital influence shape sustainable financial consumerism among Indonesian university students, with financial decision-making as a mediating factor. Using data from 432 undergraduate students at ten universities in Central Java and analyzed through PLS-SEM, the results show that both financial capability and exposure to influencers positively influence financial decision-making and sustainable financial behavior. Financial decision-making significantly mediates this relationship, highlighting informed judgment as a key mechanism linking knowledge and social influence to responsible finance. Theoretically, this study integrates financial capability and digital influence within the framework of sustainability in a developing economy. Practically, it emphasizes the need to strengthen decision-making competencies in financial education, implement ethical standards for influencers, and promote sustainable financial access to foster a financially capable and sustainability-oriented younger generation.  
Faktor yang mempengaruhi penggunaan teknologi informasi pada siswa kelas x dalam kegiatan pembelajaran di sekolah Tanalyna Hasna Marfida; Subroto Rapih
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 1 (2025): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i1.90971

Abstract

Abstrak: Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh (1) Perceived Usefulness (PU)  terhadap Perceived Ease of Use (PEU), (2) Perceived Ease of Use (PEU) terhadap Behavioral Intention (BI), (3) Perceived Usefulness (PU) terhadap Behavioral Intention (BI), dan (4) Behavioral Intention (BI) terhadap Attitude Toward using Technology (ATT) pada penggunaan teknologi informasi dalam kegiatan pembelajaran siswa kelas X di SMK Batik 2 Surakarta. Pengumpulan data dengan kuesioner dan proportionate random sampling untuk pengambilan sampel. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teori Technology Acceptance Model (TAM) dan teknik analisis Partial Least Square (PLS) menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) variabel PU berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel PEU, dibuktikan dengan nilai t statistik sebesar 9,677 &gt; 1,96 dan nilai p value sebesar 0 &lt; 0,05. (2) Variabel PEU tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel BI, dibuktikan dengan nilai t statistik sebesar 0,609 &lt; 1,96 dan nilai p value sebesar 0,543 &gt; 0,05. (3) Variabel PU berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel BI, dibuktikan dengan nilai t statistik sebesar 4,269 &gt; 1,96 dan nilai p value sebesar 0 &lt; 0,05. (4) variabel BI berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel ATT, dibuktikan dengan nilai t statistik sebesar 8,383 &gt; 1,96 dan nilai p value sebesar 0 &lt; 0,05. Kata kunci : kuantitatif; partial least square (PLS); sampel acak; smartPLS; Technology Acceptance Model (TAM)Abstract: The study aims to investigate the effects of (1) Perceived Usefulness (PU) on Perceived Ease of Use (PEU), (2) Perceived Ease of Use (PEU) on Behavioural Intention (BI), (3) Perceived Usefulness (PU) on Behavioural Intention (BI), and (4) Behavioural Intention (BI) on Attitude Toward using Technology (ATT) in the context of information technology usage among 10th-grade students at SMK Batik 2 Surakarta. Data collection using questionnaires and proportionate random sampling for sampling. This research uses quantitative descriptive methods with Technology Acceptance Model (TAM) theory and Partial Least Square (PLS) analysis techniques using SmartPLS. Based on the data analysis, the following results were obtained: (1) PU positively and significantly influences PEU, as evidenced by the statistical t value of 9,677 &gt; 1,96 and the p value of 0 &lt; 0,05. (2) PEU does not significantly influence BI, as evidenced by the statistical t value of 0,609 &lt; 1,96 and the p value of 0,543 &gt; 0,05. (3) PU positively and significantly influences BI, as evidenced by the statistical t value of 4,269 &gt; 1,96 and the p value of 0 &lt; 0,05. (4) BI significantly and positively influences ATT, as evidenced by the statistical t value of 8,383 &gt; 1,96 and the p value of 0 &lt; 0,05. Keywords : quantitative;  Partial Least Square (PLS); random sampling; smartPLS; Technology Acceptance Model (TAM)
Pelaksanaan pelayanan jemput bola pada PT BPR BKK Jateng Cabang Karanganyar Lufiana Widyaningrum; Tri Murwaningsih; Subroto Rapih
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 8, No 2 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v8i2.77003

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pelaksanaan pelayanan sistem jemput bola, (2) hasilevaluasi CIPP (Context, input, process, product ) pelayanan sistem jemput bola. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, input, process, product). Hasil dari penelitian sebagai berikut: 1) pelaksanaan pelayanan sistem jemput bola meliputi prosedur pelaksanaan program pelayanan jemput bola, sarana dan prasarana program pelayanan jemput bola dan petugas pelaksana program pelayanan jemput bola, (2) hasil penelitian: a) evaluasi context menunjukkan bahwa PT BPR BKK Jateng Cabang Karanganyar sudah mempunyai pedoman dalam pelaksanaan pelayanan sistem jemput bola, sasaran yang dilayani adalah seluruh masyarakat yang berada di sekitar Kabupaten Karanganyar, b) evaluasi input menunjukkan bahwa sarana dan prasarana sudah cukup memadai, pelatihan sudah diikuti oleh seluruh pegawai pelaksanaan pelayanan jemput bola, c) evaluasi process menunjukkan bahwa kompetensi pegawai sudah cukup baik dalam memberikan pelayanan kepada nasabah, sudah ada evaluasi yang dilakukan setiap bulan, terdapat faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pelayanan sistem jemput bola, d) evaluasi product menunjukkan bahwa nasabah memiliki loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan, jumlah tabungan dan jumlah nasabah mengalami kenaikan.Kata kunci: ambil bola; CIPP; evaluasi; kualitatif Abstract: This study aims to determine (1) the implementation of the ball pick-up system service and (2) the results of the CIPP (Context, input, process, product) evaluation of the ball pick-up system service. This is an evaluation research with a qualitative descriptive approach using the CIPP (Context, input, process, product) evaluation model. The results of the study are as follows: 1) the implementation of the ball pick-up system service includes the procedure for implementing the ball shuttle service program, the facilities and infrastructure of the ball pick-up service program and the implementing officers of the ball shuttle service program, (2) The results of: a) context evaluation shows that PT BPR BKK Jateng Cabang Karanganyar already has guidelines for implementing the ball pick-up system service, the targets served are all communities around Karanganyar Regency b) input evaluation shows that the facilities and infrastructure are quite adequate, training has been attended by all employees implementing the ball shuttle service, c) process evaluation shows that employee competence is good enough in providing services to customers, there is already an evaluation carried out every month there are supporting and inhibiting factors for the implementation of the ball pick-up system service, d) product evaluation shows that customers have high loyalty to the company, the amount of savings and the number of customers has increased.Keywords: ball pick-up services; CIPP; evaluation; qualitative
Pengaruh persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru dan lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa Mia Nur Indah Pramesti; Tri Murwaningsih; Subroto Rapih
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 8, No 1 (2024): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v8i1.75998

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa, (2) pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa, (3) pengaruh persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru dan lingkungan sekolah secara bersama-sama terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 1 Sukoharjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan penelitian ini berjumlah 140 responden yang diambil dengan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dengan skala likert modifikasi dan dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru terhadap motivasi belajar siswa (thitung 5.740&gt;ttabel 1,978) dengan signifikansi (0,000&lt;0,05), (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa (thitung 3.415&gt;ttabel 1,978) dengan signifikansi (0,001&lt;0,05), (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru dan lingkungan sekolah secara bersama-sama terhadap motivasi belajar siswa (Fhitung  65.243&gt;Ftabel 3,06) dengan signifikansi (0,000&lt;0,05). Hasil analisis keseluruhan dalam penelitian mendukung hipotesis yang diasumsikan.Kata kunci: kecakapan mengajar; keinginan belajar;  lingkungan pendidikan Abstract: This study aims to find out (1) the influence of students’ perception of teaching skills on students' learning motivation, (2) the influence of school environment on students' learning motivation, (3) the influence of students’ perception of teaching skills and school environment simultaneously on students’ motivation learning. The study was conducted at SMK Negeri 1 Sukoharjo This type of research is a quantitative descriptive study. The sample in this study amounted to 140 respondents taken using proportionate stratified random sampling techniques. The data was collected using Likert scale modification questionnaires and analyzed with multiple linear regression. The results showed that (1) there was a positive and significant influence of student’s perception of teaching skills on students learning motivation (tcount 5,740 &gt; ttable 1,978) with significance (0,000&lt;0,05), (2) there was a positive and significant the influence of school environment on students motivation (tcount 3,415 &gt; ttable 1,978) with significance (0,000&lt;0,05), (3) there was a positive and significant the influence of student perception of teaching skills and school environment simultaneously on students motivation learning (Fcount  65,243 &gt; Ftable 3,06) with significance (0,000&lt;0,05). The overall result of the analysis in this study supports the assumed hypothesis.Keywords: teaching skills; desire to learn; educational environment