Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Style of Language in the Kumpulan Puisi Baju Bulan: Seuntai Puisi Pilihan By Joko Pinurbo (Stylistic Study) Andre Felix Nababan; Parlaungan Ritonga; Emma Marsella
International Journal of Education, Information Technology, and Others Vol 9 No 2 (2026): International Journal of Education, information technology   and others
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the types of figurative language and the functions of figurative language contained in the buku kumpulan puisi Baju Bulan: Seuntai Puisi Pilihan by Joko Pinurbo through stylistic studies. This study uses a descriptive qualitative approach. The research data are 16 selected poems taken as samples from a total of 82 poems in the collection. The classification of figurative language is based on the theory of Gorys Keraf and Henry Guntur Tarigan, while the analysis of linguistic functions refers to the theory of Roman Jakobson. The results show that there are 85 data covering 20 types of figurative language. The types of figurative language found include personification, metaphor, simile, antithesis, irony, paradox, hyperbole, satire, sarcasm, metonymy, antonomasia, allusion, eroticism, parallelism, euphemism, polysindenton, epizeukis, asyndone, anaphora, and assonance. The most dominant figurative language is metaphor (13 data) and personification (10 data), which shows the poet's tendency to use figurative language to build symbolic and imaginative meanings. From the aspect of the function of language style, 67 data were found divided into six functions: poetic, emotive, referential, conative, metalinguistic, and phatic functions. The poetic function is the most dominant (20 data), confirming that the poems in this collection really emphasize the aesthetic aspect and beauty of language. Overall, the use of language style in Joko Pinurbo's works not only functions as a decoration of the text, but also as a means of conveying social criticism, philosophical reflection, and deep emotional expression
Nilai-Nilai Islam dalam Hikayat Raja Jumjumah dan Hikayat Si Miskin: Kajian Sosiologi Sastra: Islamic Values in Hikayat Raja Jumjumah and Hikayat Si Miskin: A Sociology of Literature Study Nabila Husna Kusuma; Nurhayati Harahap; Parlaungan Ritonga
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2990

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membaca hikayat Melayu sebagai medium pembentukan norma keagamaan dan sosial, bukan hanya sebagai warisan estetis. Penelitian bertujuan mengidentifikasi, membandingkan, dan memaknai nilai Islam dalam Hikayat Raja Jumjumah dan Hikayat Si Miskin melalui perspektif sosiologi sastra. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif-komparatif dengan sumber data berupa edisi teks kedua hikayat. Data dikumpulkan melalui pembacaan intensif dan pencatatan satuan verbal, kemudian dikodekan berdasarkan kategori akidah, syariah/ibadah, dan akhlak serta dianalisis secara sosiologis. Hasil penelitian menemukan 24 data: delapan nilai akidah, enam nilai syariah/ibadah, dan sepuluh nilai akhlak. Hikayat Raja Jumjumah menonjolkan kesadaran eskatologis, pertobatan, dan pertanggungjawaban kekuasaan, sedangkan Hikayat Si Miskin menekankan tanggung jawab keluarga, kepedulian, tolong-menolong, keadilan, dan sedekah. Disimpulkan bahwa kedua hikayat membangun kesinambungan akidah, ibadah, dan akhlak melalui tekanan naratif berbeda. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan model komparatif yang menjelaskan sastra Melayu sebagai wahana internalisasi etika Islam dalam tata sosial masyarakat Melayu dalam konteks historis.