Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA ISTANA MAIMUN DI SUMATERA UTARA Nur Rahmi Rizqi; Jihan Hidayah Putri; Isra Suna Hasibuan
JURNAL EDUSCIENCE (JES) Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Eduscience (JES)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.173 KB) | DOI: 10.36987/jes.v9i1.2519

Abstract

Humans were not aware of various operations using basic mathematical concepts and ideas. For example, counting activities by referring to a number, weighing operations (duty, area, capacity and load), art, business activities (counting currencies, profit and loss, etc.) ) and building architecture (traditional housing). The aim of this study is to study and analyze the ethnographic findings from Maimun Palace, North Sumatra, to obtain background information on the development of ethnography for learning mathematics in the field of geometry. This type of research is exploratory research using an ethnographic approach. Based on the results of the research carried out, mathematical sections and blanks are used to carry out the manual operations of the Maimun Palace. No need to study theoretical math projects, they apply mathematical concepts in everyday life. There is evidence of ethnographic patterns expressed in various results of organized and advanced mathematical operations, including: 1) planning for the construction of Maimun Palace; and 2) the carving activity on the walls of Maimun Palace.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA ISTANA MAIMUN DI SUMATERA UTARA Nur Rahmi Rizqi; Jihan Hidayah Putri; Isra Suna Hasibuan
JURNAL EDUSCIENCE (JES) Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Eduscience (JES)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.173 KB) | DOI: 10.36987/jes.v9i1.2519

Abstract

Humans were not aware of various operations using basic mathematical concepts and ideas. For example, counting activities by referring to a number, weighing operations (duty, area, capacity and load), art, business activities (counting currencies, profit and loss, etc.) ) and building architecture (traditional housing). The aim of this study is to study and analyze the ethnographic findings from Maimun Palace, North Sumatra, to obtain background information on the development of ethnography for learning mathematics in the field of geometry. This type of research is exploratory research using an ethnographic approach. Based on the results of the research carried out, mathematical sections and blanks are used to carry out the manual operations of the Maimun Palace. No need to study theoretical math projects, they apply mathematical concepts in everyday life. There is evidence of ethnographic patterns expressed in various results of organized and advanced mathematical operations, including: 1) planning for the construction of Maimun Palace; and 2) the carving activity on the walls of Maimun Palace.
Pengaruh Model Pembelajaran CTL (Contextual Teaching And Learning) Terhadap Kemampuan Representasi Siswa Lilis Arini; Nur Rahmi Rizqi; Riska Indah Sari Lubis
FARABI: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4 No 1 (2021): FARABI
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNIVA Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/farabi.v4i1.90

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran (1) Kemampuan representasi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan model pembelajaran CTL lebih baik daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran Konvensional, serta (2) Proses jawaban siswa terkait kemampuan representasi matematik yang diajarkan melalui model pembelajaran CTL dan Konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan populasi seluruh siswa kelas IX MTs PPMDH Medan Tahun Pembelajaran 2019-2020. Sampel diambil melalui teknik simple random sampling, diperoleh kelas IXA sebagai kelompok eksperimen dengan model pembelajaran CTL dan kelas IXB sebagai kelompok kontrol yang di ajar dengan model pembelajaran Konvensional (biasa). Pada akhir pembelajaran kedua kelas sampel diberi tes menggunakan instrumen yang sama yang di uji validitas, reliabilitas, taraf kesukaran dan daya pembeda. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan metode observasi. Metode tes dilakukan untuk memperoleh data nilai akhir setelah diberi perlakuan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, data dianalisis dengan uji normalitas, uji kesamaan dua varians, dan uji hipotesis menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t satu pihak diperoleh thitung= 5,792 dan dengan signifikansi 0,000. Hal ini menunjukkan 0,000 < 0,05 maka ditolak, artinya kemampuan representasi matematik siswa yang mengikuti model pembelajaran CTL lebih baik daripada siswa yamg mengikuti model pembelajaran Konvensional. Hasil tersebut menunjukkan pembelajaran CTL berpengaruh terhadap kemampuan representasi matematik. Berdasarkan kategori penilaian proses jawaban, kelompok eksperimen berada pada kategori “Sangat baik” sementara kelompok kontrol berada pada kategori “Baik”.
Eksplorasi Etnomatematika Istana Maimun di Sumatera Utara Nur Rahmi Rizqi; Jihan Hidayah Putri; Isra Suna Hasibuan
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v8i1.2509

Abstract

Manusia selama ini tidak menyadari berbagai aktivitas yang menggunakan konsep dan ide matematika dasar. Misalnya kegiatan berbilang dengan menyebutkan suatu angka, kegiatan menimbang (lurus, luas, kapasitas dan beban), kesenian, kegiatan dagang (menghitung uang receh, untung rugi, dll) dan arsitektur bangunan (perumahan tradisional).  Tujuan dari penelitian  adalah mempelajari dan menganalisis temuan etnografi Istana Maimun Sumatera Utara untuk memperoleh informasi latar belakang perkembangan ilmu etnografi untuk pembelajaran matematika bidang geometri. Jenis penelitian  adalah penelitian eksploratif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Berdasarkan output penelitian yang dilakukan, terdapat bagian dan draft matematika yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan kerajinan Istana Maimun. Tanpa kajian teoritis terhadap draft matematika tersebut, mereka menerapkan konsep-konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat bukti pola etnografi yang tergambar dalam beragam hasil operasi matematika yang terorganisir serta maju, antara lain: 1) perencanaan pembangunan Istana Maimun; dan 2) aktivitas pembuatan pola ukiran pada tembok Istana Maimun.
Perbedaan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Komunikasi Matematis antara Pembelajaran TPS dan NHT Minta Ito Simamora; Nur Rahmi Rizqi
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 1 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i1.571

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menyelidiki perbedaan: (1) kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang menerima pembelajaran kooperatif tipe TPS dan NHT, (2) kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang mendapat pembelajaran kooperatif tipe TPS danNHT, dan (3) interaksi yang signifikan antara siswa yang diberi pembelajaran matematika (TPS, NHT) dengan kemampuan awal (tinggi, sedang, rendah) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis dan komunikasi matematis siswa. Sampel eksperimen ini dilakukan di kelas VIII-3 dan VIII-4, masing-masing sebanyak 25 siswa. Instrumen yang digunakan menguji kemampuan pemecahan masalah matematis dan komunikasi matematis yaitu tes. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah menggunakan Uji analisis varian dua jalur (ANAVA). Hasil penelitian ini adalah diperoleh rata-rata tes kemampuan pemecahan masalah matematis kelas TPS 28,64 dan rata-rata tes kemampuan pemecahan masalah matematis kelas NHT 22,20. Rata-rata tes kemampuan komunikasi matematis kelas TPS 13,40 dan Rata-rata tes kemampuan komunikasi matematis kelas NHT 11,72. Setelah dilakukan uji-t diperoleh t hitung pada kemampuan pemecahan masalah matematis 4,546 dan t hitung pada kemampuan komunikasi matematis 1,916. The purpose of this study is to investigate the differences in: (1) math problem solving ability between students receiving TPS and NHT cooperative learning method, (2), students receive cooperative learning in mathematics through TPS and NHT, and (3) having meaningful interactions. between students who acquire mathematics (TPS, NHT) and their initial capacity (high, medium, low) in math problem solving and communication skills. The sample of this exeperiment research has already been conducted in the classes of VIII3 and VIII 4, that involved 25 students in each classes, The instruments used to test math problem solving and communication skills is a quiz. The data analysis technique in this study used two-way analysis of the test of variance (ANAVA). The average problem-solving ability test of TPS class is 28.64 and the average ability test of NHT class is 22.20. The average Mathematical Communication Aptitude test for the TPS class is 13.40 and the average Mathematical Communicative Ability test for the NHT class is 11.72. After conducting the test, people got a score of 4,546 for math problem solving ability and 1,916 for math communication ability.
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBER HEAD TOGETHER DENGAN THINK PAIR SHARE PADA KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA SISWA Nur Rahmi Rizqi; Khoiruddin Matondang; Naili Sofa
Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 7 No 2 (2021): PEDAGOGI
Publisher : FKIP Universitas Al Washliyah Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/pedagogi.v7i2.84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan model pembelajaran number head together dengan think pair share pada kemampuan koneksi matematika siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTs YASPI Labuhan Deli dan yang dijadikan sebagai sampel sebanyak 2 kelas yang diambil secara acak. Pada kelas eksperimen 1 diberi pembelajaran menggunakan model pembelajaran NHT, sedangkan pada kelas eksperimen 2 diberi pembelajaran menggunakan model pembelajaran TPS. Instrmen dalam penelitian ini adalah tes kemampuan koneksi matematika sebanyak lima soal yang sebelumnya telah divalidasi oleh 2 orang validator dan diujicobakan di kelas lain di luar sampel penelitian untuk melihat validitas dan reliabilitas. Sebelum pengujian hipotesis terlebih dahulu diuji normalitas dan homogenitas tes. Normalitas diuji dengan menggunakan uji Lilliefors dan homogenitas dengan menggunakan uji F. Dari pengujian yang dilakukan diperoleh bahwa sampel berdistribusi normal dan homogen. Dari hasil penelitian kemampuan koneksi matematika kelas eksperimen-1 yang diajar menggunakan model pembelajaran NHT, diperoleh rata-rata tes sebesar 77,83, varians 78,01, dan simpangan baku 8,83 Sedangkan dari kelas eksperimen-2 yang diajar menggunakan model pembelajaran TPS, diperoleh rata-rata tes sebesar 69,22, varians 65,33, dan simpangan baku 8,08. Dari pengujian hipotesis pada taraf nyata α = 0,05 dengan dk = 46 diperoleh thitung > ttabel atau 7,18 > 1,99. Dengan demikian hipotesis penelitian diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbandingan Perbandingan Model Pembelajaran Number Head Together Dengan Think Pair Share Pada Kemampuan Koneksi Matematika Siswa.
Pengembangan assesmen HOTS pada pembelajaran matematika berbasis realistic mathematics education Nur Rahmi Rizqi; Minta Ito Simamora; Yulia Hafni
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022): PYTHAGORAS: JURNAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.165 KB) | DOI: 10.33373/pythagoras.v11i1.3869

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan pengembangan tes Higher Order Thinking Skills (HOTS) pembelajaran garis dan sudut pada siswa kelas 7 SMP Al Washliyah Medan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji perluasan perangkat dan merumuskan tes HOTS dalam bentuk deskriptif berdasarkan pembelajaran matematika yang sebenarnya berdasarkan kriteria assesment. Jenis penelitian ini berbentuk Research and Development. Proses ekspansi evaluasi dengan mengembangkan model 4-D istilah define, design, develop dan disseminate. Untuk disseminate, tidak ada implementasi yang dilakukan. Teknik pengumpulan data adalah pemantauan dan eksperimen. Penilaian digunakan dalam penelitian adalah alat uji dan lembar validasi. Diketahui bahwa tes valid yang berasal akan memiliki peringkat validator pada lembar validasi, yang menunjukkan bahwa review yang dikembangkan adalah baik. Berdasarkan hasil yang diperoleh selama tahap pengembangan, ditemukan bahwa penilaian tes berbasis Realistic Mathematics Education konsisten dengan kriteria yang ditetapkan, yaitu valid dan reliabel karena rhitung0,434 dan tingkat kesulitan tes termasuk kategori sedang dan mudah, serta daya pembeda secara keseluruhan instrumen tesnya bagus karena lebih besar dari 0,2.
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA Nur Rahmi Rizqi; Lilis Arini
Journal of Didactic Mathematics Vol 1, No 1 (2020): April
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.518 KB) | DOI: 10.34007/jdm.v1i1.148

Abstract

This study aims to determine the effect of problem-based learning approaches to improve students' mathematical communication skills. The study was conducted at SMP Negeri 1 Pangkalan Susu in the odd semester of the 2019/2020 school year with a population of all grade VII students and a sample of 30 students. The instrument uses a validated test. Both classes were given a post-test after treatment. Before testing the hypothesis, the requirements are normality test, it turns out that both data are normally distributed and the homogeneity test turns out to be both homogeneous data. From the results of hypothesis testing using the t-test obtained tcount (3.018)> ttable (1.671) where Ha is received. From the determination test results obtained 13.6% while 86.4% influenced by other factors. This means that there is an influence of the use of problem-based learning on mathematical communication skills of students of SMP Negeri 1 Pangkalan Susu.
MODEL PEMBELAJARAN RME DALAM PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL Najwah Rokan; Nur Rahmi Rizqi; Minta Ito Simamora
OMEGA: Jurnal Keilmuan Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2023): OMEGA
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Alwashliyah Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.633 KB) | DOI: 10.47662/jkpm.v2i1.366

Abstract

Pendidikan adalah suatu usaha dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran sehingga peserta didik dapat mengembangankan potensi diri dan keterampilan yang diperlukan dirinya dan lingkungan masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep matematis pada pokok bahasan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel dengan menerapkan model Pembelajaran Matematika Realistik. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan cara instrumen tes dan wawancara siswa kelas X-A MAS Al-Washliyah Gedung Johor Medan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian yaitu Peningkatan tersebut dapat dilihat dari tercapainya ketuntasan klasikal hasil belajar yang mencapai 85%. Aktivitas siswa selama mengikuti proses belajar mengajar dengan model pembelajaran Matematika Realistik mengalami peningkatan sesuai dengan lembar observasi yang telah diamati selama pelaksanaan penelitian. Persentase siswa yang memberikan respons positif 94.9% terhadap pembelajaran dengan model Pembelajaran Matematika Realistik dari jumlah siswa terhadap aspek yang ditanyakan. Keterlaksanaan pembelajaran guru pada proses pembelajaran matematika berlangsung di kelas berada pada kategori sangat baik (SB).
PENTINGNYA PEMBATASAN PENGGUNAAN GADGET UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK Lilis Arini; Nur Rahmi Rizqi; Yenni Novita Harahap
JALIYE: Jurnal Abdimas, Loyalitas, dan Edukasi Vol. 1 No. 1 (2022): JALIYE: Jurnal Abdimas, Loyalitas, dan Edukasi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIVA Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/jaliye.v1i1.247

Abstract

Gadget merupakan alat yang berukuran mini yang di hubungkan dengan suatu jaringan dengan banyak kegunaan yang di peroleh sehingga mudah mengakses berbagai informasi dan hiburan yang telah tersaji dalam bentuk Online dan Offline. Namun pengguna gadget sering kali disalahgunakan oleh sebagian pihak seperti orang tua memberikan fasilitas gadget untuk media dalam mendidik anak yang masih berusia dini tanpa pengawasan yang ketat. Anak kecanduan dengan gadget sehingga lalai dan terlena dengan pelayanan yang ada pada gadget sehingga minat belajar berkurang, ditambah peran orang tua yang kurang mengontrol aktivitas anak karena sibuk bekerja. Gadget dijadikan sarana prasarana belajar, peran orang tua yang mengatur semua settingan atau isi dalam gadget anak, memperkenalkan anak dengan aplikasi edukasi atau pembelajaran yang bisa menunjang minat dan kreativitas belajar anak. Jadi penggunaan media teknologi seperti gadget perlu adanya pembatasan dan pengawasan oleh orang tua pada saat anak menggunakan gadget, dan rata-rata bentuk penggunaan gadget pada anak hanya untuk bermain game, dan menonton youtube, berbeda dengan orang dewasa yang bentuk penggunaan gadgetnya untuk browsing, chatting, dll. Penggunaan gadget pada anak kebanyakan dilakukan saat dirumah, misalkan pulang sekolah, makan, dan tidur. Dengan demikian peran orang tua adalah membatasi penggunaan gadget untuk meningkatkan minat belajar anak atau kreativitas lainnya.