Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemberdayaan Perempuan Pesisir dalam Pemanfaatan Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting melalui Pendampingan Kesehatan Wahab, Masyitah; Muin, Rahmatullah; Ariani, Ariani; Sulaiman, Yulianah
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 6 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i6.692

Abstract

Introduction: Stunting remains a major public health issue in Indonesia, particularly in coastal areas where access to health services and nutrition information is limited. Fishermen’s wives play a vital role in sustaining household economies and ensuring family nutrition. Objective: This program aims to empower fishermen’s wives through the development of Sambusa Mandar, a traditional local food enriched with protein and micronutrients from local resources combined with health education and entrepreneurial capacity building to prevent stunting and improve family welfare. Method: The program was carried out in four stages: coordination, needs assessment, and development of Standard Operating Procedures (SOP) for hygienic sambusa processing;  design and implementation of digital-based promotion through social media and website platforms; training and dissemination, including the use of a sambusa skin-making machine, food safety practices, and business management; and promotion, public dissemination, and program evaluation involving local stakeholders. Result: The program significantly improved beneficiaries’ knowledge of nutrition and food hygiene, increased production capacity from 300 to 600–1000 sambusa skins per day, and standardized product quality through SOP-based processing. Moreover, the adoption of digital marketing expanded product reach and visibility, while health education raised awareness of balanced diets to prevent stunting. The program also enhanced household income and opened new entrepreneurial opportunities for coastal women, aligning with the Sustainable Development Goals (SDGs) 2 (Zero Hunger), 3 (Good Health and Well-being), and 8 (Decent Work and Economic Growth). Conclusion: Empowering fishermen’s wives through nutritious food processing and health education has improved family nutrition, reduced the risk of stunting, and created new economic opportunities. The integration of local food innovation, SOPs, and digital promotion ensures sustainability and supports coastal community welfare.
PENGEMBANGAN POSYANDU HOLISTIK-INTEGRATIF DALAM PENCEGAHAN GANGGUAN PERTUMBUHAN BALITA Yulianah Sulaiman
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): STIKes BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan pertumbuhan balita, seperti stunting dan gizi kurang, masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang membutuhkan pendekatan komprehensif di tingkat layanan dasar. Posyandu Holistik-Integratif merupakan model pelayanan yang menggabungkan aspek kesehatan, gizi, stimulasi tumbuh kembang, dan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mendukung pencegahan stunting secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita dan kapasitas kader Posyandu dalam pemantauan pertumbuhan dan stimulasi perkembangan balita melalui penerapan konsep Posyandu Holistik-Integratif. Metode pelaksanaan meliputi studi pendahuluan, edukasi, pelatihan antropometri, simulasi stimulasi tumbuh kembang, konseling gizi individual, dan evaluasi pre–post test. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Sartika II wilayah kerja Puskesmas Wonomulyo dengan total peserta 25 balita beserta ibu serta kader Posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader dan ibu balita, peningkatan keterampilan kader dalam pengukuran antropometri, serta meningkatnya kemampuan ibu dalam memberikan stimulasi perkembangan sesuai usia. Selain itu, hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar balita memiliki status perkembangan sesuai usia, meskipun ditemukan beberapa balita dengan risiko stunting dan gizi kurang. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memperkuat implementasi Posyandu Holistik-Integratif sebagai upaya preventif dalam pencegahan gangguan pertumbuhan balita di tingkat komunitas