Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemberdayaan Perempuan Pesisir dalam Pemanfaatan Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting melalui Pendampingan Kesehatan Wahab, Masyitah; Muin, Rahmatullah; Ariani, Ariani; Sulaiman, Yulianah
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 6 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i6.692

Abstract

Introduction: Stunting remains a major public health issue in Indonesia, particularly in coastal areas where access to health services and nutrition information is limited. Fishermen’s wives play a vital role in sustaining household economies and ensuring family nutrition. Objective: This program aims to empower fishermen’s wives through the development of Sambusa Mandar, a traditional local food enriched with protein and micronutrients from local resources combined with health education and entrepreneurial capacity building to prevent stunting and improve family welfare. Method: The program was carried out in four stages: coordination, needs assessment, and development of Standard Operating Procedures (SOP) for hygienic sambusa processing;  design and implementation of digital-based promotion through social media and website platforms; training and dissemination, including the use of a sambusa skin-making machine, food safety practices, and business management; and promotion, public dissemination, and program evaluation involving local stakeholders. Result: The program significantly improved beneficiaries’ knowledge of nutrition and food hygiene, increased production capacity from 300 to 600–1000 sambusa skins per day, and standardized product quality through SOP-based processing. Moreover, the adoption of digital marketing expanded product reach and visibility, while health education raised awareness of balanced diets to prevent stunting. The program also enhanced household income and opened new entrepreneurial opportunities for coastal women, aligning with the Sustainable Development Goals (SDGs) 2 (Zero Hunger), 3 (Good Health and Well-being), and 8 (Decent Work and Economic Growth). Conclusion: Empowering fishermen’s wives through nutritious food processing and health education has improved family nutrition, reduced the risk of stunting, and created new economic opportunities. The integration of local food innovation, SOPs, and digital promotion ensures sustainability and supports coastal community welfare.
PENGEMBANGAN POSYANDU HOLISTIK-INTEGRATIF DALAM PENCEGAHAN GANGGUAN PERTUMBUHAN BALITA Yulianah Sulaiman
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): STIKes BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan pertumbuhan balita, seperti stunting dan gizi kurang, masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang membutuhkan pendekatan komprehensif di tingkat layanan dasar. Posyandu Holistik-Integratif merupakan model pelayanan yang menggabungkan aspek kesehatan, gizi, stimulasi tumbuh kembang, dan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mendukung pencegahan stunting secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita dan kapasitas kader Posyandu dalam pemantauan pertumbuhan dan stimulasi perkembangan balita melalui penerapan konsep Posyandu Holistik-Integratif. Metode pelaksanaan meliputi studi pendahuluan, edukasi, pelatihan antropometri, simulasi stimulasi tumbuh kembang, konseling gizi individual, dan evaluasi pre–post test. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Sartika II wilayah kerja Puskesmas Wonomulyo dengan total peserta 25 balita beserta ibu serta kader Posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader dan ibu balita, peningkatan keterampilan kader dalam pengukuran antropometri, serta meningkatnya kemampuan ibu dalam memberikan stimulasi perkembangan sesuai usia. Selain itu, hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar balita memiliki status perkembangan sesuai usia, meskipun ditemukan beberapa balita dengan risiko stunting dan gizi kurang. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memperkuat implementasi Posyandu Holistik-Integratif sebagai upaya preventif dalam pencegahan gangguan pertumbuhan balita di tingkat komunitas
Health Coaching pada Penderita Hipertensi di Pusat Layanan Kesehatan Primer Dian, Agusta; Sulaiman, Yulianah; M, Nurdin
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i3.868

Abstract

Introduction: Hypertension remains a major global public health problem due to its high prevalence, chronic course, and substantial contribution to cardiovascular morbidity and mortality. Although pharmacological therapy is widely available, long-term blood pressure control remains suboptimal, largely due to inadequate implementation of self-care behaviors. Objective: This community service program aimed to enhance the capacity of patients with hypertension to manage their condition independently through comprehensive and sustainable self-care by integrating health education and health coaching. Method:The program was conducted at Wonomulyo Primary Health Care Center, Polewali Mandar Regency, on January 17, 2026, using a promotive and preventive approach. Implementation was carried out in several stages, including preparation, core activities, and evaluation. Core activities comprised participant registration and blood pressure measurement, hypertension-friendly exercise, interactive self-care education, and structured health coaching sessions. Result: A total of 80 participants were involved, consisting of 40 patients with hypertension and 40 supporting participants. Initial assessments revealed that most hypertensive participants had uncontrolled blood pressure. After the intervention, participants demonstrated improved understanding of hypertension management, increased motivation and self-efficacy, and greater readiness to adopt self-care behaviors. Health coaching facilitated the development of realistic self-care plans, while family and community involvement strengthened social support for sustained behavior change. Conclusion: Integrating self-care education and health coaching within primary health care–based community service effectively empowered patients with hypertension to improve self-management behaviors and shows promise as a sustainable model for hypertension control and health promotion.
Hubungan Cara Meneran Dengan Kejadian Ruptur Perenium Pada Ibu Persalin Dalam Persalinan Kala II Di Puskesmas Lembang 2026 dinah, darmin; Sulaiman, Yulianah; Sri Aryati Arta
DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2026): DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan, Perineum menutupi pintu atas panggul antara vulva dan anus. Otot pereneum, fasciaurogenitalis, dan diafragma panggul. Robekan perineum terjadi saat bayi dilahirkan secara spontan atau dengan alat bantu. Jika kepala janin dilahirkan terlalu cepat, robekan perineum garis tengah dapat berkembang menjadi parah. Robekan perineum dan atonia uteri terjadi pada sebagian besar primipara. Robekan serviks atau vagina menyebabkan perdarahan postpartum yang berkontraksi dengan baik.Tujuan penelitan ini untuk mengetahui hubungan meneran yang baik dengan kejadia Ruptur Perenium dalam persalinan Kala II. Metode, Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Lembang pada bulan Januari sampai dengan Februari 2026. Sampel penelitian ini adalah sebagian ibu bersalin di Puskesmas Lembang. Tehnik penentuan sampel (Consecutive sampling) Sampel adalah subyek yang akan diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi. Pengambilan sampel penelitian menggunakan metode consecutive 21 sampling. Hasil, menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Cara Meneran Dengan Kejadian Ruptur Perineum di Persalinan Kala II didapatkan p = 0,000 < α = 0,05. Simpulan, ada hubungan antara meneran yang baik dengan kejadian ruptur perenium dalam persalinan kala II