Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pemberdayaan Perempuan Pesisir dalam Pemanfaatan Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting melalui Pendampingan Kesehatan Wahab, Masyitah; Muin, Rahmatullah; Ariani, Ariani; Sulaiman, Yulianah
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 6 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i6.692

Abstract

Introduction: Stunting remains a major public health issue in Indonesia, particularly in coastal areas where access to health services and nutrition information is limited. Fishermen’s wives play a vital role in sustaining household economies and ensuring family nutrition. Objective: This program aims to empower fishermen’s wives through the development of Sambusa Mandar, a traditional local food enriched with protein and micronutrients from local resources combined with health education and entrepreneurial capacity building to prevent stunting and improve family welfare. Method: The program was carried out in four stages: coordination, needs assessment, and development of Standard Operating Procedures (SOP) for hygienic sambusa processing;  design and implementation of digital-based promotion through social media and website platforms; training and dissemination, including the use of a sambusa skin-making machine, food safety practices, and business management; and promotion, public dissemination, and program evaluation involving local stakeholders. Result: The program significantly improved beneficiaries’ knowledge of nutrition and food hygiene, increased production capacity from 300 to 600–1000 sambusa skins per day, and standardized product quality through SOP-based processing. Moreover, the adoption of digital marketing expanded product reach and visibility, while health education raised awareness of balanced diets to prevent stunting. The program also enhanced household income and opened new entrepreneurial opportunities for coastal women, aligning with the Sustainable Development Goals (SDGs) 2 (Zero Hunger), 3 (Good Health and Well-being), and 8 (Decent Work and Economic Growth). Conclusion: Empowering fishermen’s wives through nutritious food processing and health education has improved family nutrition, reduced the risk of stunting, and created new economic opportunities. The integration of local food innovation, SOPs, and digital promotion ensures sustainability and supports coastal community welfare.
PENGEMBANGAN POSYANDU HOLISTIK-INTEGRATIF DALAM PENCEGAHAN GANGGUAN PERTUMBUHAN BALITA Yulianah Sulaiman
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): STIKes BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v3i2.541

Abstract

Gangguan pertumbuhan balita, seperti stunting dan gizi kurang, masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang membutuhkan pendekatan komprehensif di tingkat layanan dasar. Posyandu Holistik-Integratif merupakan model pelayanan yang menggabungkan aspek kesehatan, gizi, stimulasi tumbuh kembang, dan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mendukung pencegahan stunting secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita dan kapasitas kader Posyandu dalam pemantauan pertumbuhan dan stimulasi perkembangan balita melalui penerapan konsep Posyandu Holistik-Integratif. Metode pelaksanaan meliputi studi pendahuluan, edukasi, pelatihan antropometri, simulasi stimulasi tumbuh kembang, konseling gizi individual, dan evaluasi pre–post test. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Sartika II wilayah kerja Puskesmas Wonomulyo dengan total peserta 25 balita beserta ibu serta kader Posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader dan ibu balita, peningkatan keterampilan kader dalam pengukuran antropometri, serta meningkatnya kemampuan ibu dalam memberikan stimulasi perkembangan sesuai usia. Selain itu, hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar balita memiliki status perkembangan sesuai usia, meskipun ditemukan beberapa balita dengan risiko stunting dan gizi kurang. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memperkuat implementasi Posyandu Holistik-Integratif sebagai upaya preventif dalam pencegahan gangguan pertumbuhan balita di tingkat komunitas
Hubungan Perilaku Ibu terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Kelurahan Totoli Kecamatan Banggae Kabupaten Majene Ariani Ariani; Yulianah Sulaiman; Nurlina Nurlina
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Masa balita merupakan periode keemasan (golden age), merupakan masa-masa penting dalam proses tumbuh kembang manusia. Masa gagal tumbuh kembang pada balita akan memengaruhi ketahanan fisik dan kecerdasan sehingga dapat memberikan pengaruh terhadap kehidupan pada masa yang akan mendatang (Rahayu, dkk, 2021).Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak di bawah dua tahun yang disebabkan kurang gizi kronis. Stunting terjadi sejak ibu mengandung hingga anak usia 2 tahun 80% pembentukan otak terjadi pada 2 tahun pertama kehidupan anak. Masalah anak pendek atau stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang dihadapi di dunia, khususnya di negara-negara miskin dan berkembang. Stunting menjadi permasalahan karena berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan otak sub optimal sehingga perkembangan motorik terlambat dan terhambatnya pertumbuhan mental (Yosephin, dkk, 2019). Tujuan Menganalisis hubungan prilaku ibu terhadap kejadian stunting. Metode Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yaitu untuk menganalisis hubungan data variabel independen perilaku ibu yang terdiri dari pengetahuan ibu, sikap ibu dan Tindakan ibu dan variabel dependen tentang kejadian stunting dimana data variabel-variabelnya dikumpulkan secara bersamaan suatu waktu tertentu.Hasil Berdasarkan uji statistik dengan menggunakan hasil analisis uji chi square di peroleh nilai P =0,003 dengan taraf signifikan a =0,05 yang berarti (p < a) atau Ha diterima dan H0 ditolak. Hal ini menunjukka bahwa tidak ada hubungan antara sikap ibu terhadap kejadian stunting pada balita di kelurahan Totoli. dimana sikap ibu terhadap kejadian stunting pada balita di Kelurahan Totoli memiliki sikap yang cukup baik ebanyak 21 dengan kategori balita stunting pendek sebanyak 3 (14,3%) dan balita stunting sangat pendek sebanyak 18 (85,7%). Simpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai hubungan perilaku ibu terhadap kejadian stunting pada balita dalam penyusunan Skripsi di Kelurahan Totoli Kecamatan Banggae Kabupaten Majene dengan 53 responden dapat disimpulkan:Tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu terhadap kejadian stunting pada balita. Tidak ada hubungan antara Sikap ibu terhadap kejadian stunting pada balita. Tidak ada hubungan antara Tindakan ibu terhadap kejadian stunting pada balita.
Hubungan Karakteristik Perawat, Motivasi dengan Kualitas Dokumentasi Proses Asuhan Keperawatan di RSUD Kabupaten Polman Yulianah Sulaiman; Agustina Agustina
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dokumentasi dalam keperawatan memegang peranan penting terhadap segala macam tuntutan masyarakat yang semakin kritis dan mempengaruhi kesadaran masyarakat akan hak-haknya dari suatuunit kesehatan. Pendokumentasian yang tidak dilakukan dengan lengkap dapat menurunkan mutu pelayanan keperawatan karena tidak dapat mengidentifikasi sejauh mana tingkat keberhasilan asuhan keperawatan yang telah diberikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakteristik perawat, motivasi, dan supervisi dengan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelatif dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 106 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57(53,8%) responden berusia kurang dari 32tahun, 88 (83,0%) responden berjenis kelamin wanita, 73 (68,9%) responden tingkat pendidikannya DIII Keperawatan, 54 (50,9%) responden masa kerja kurang dari 7 tahun, 74 (69,8%) responden tidak pernah mengikuti pelatihan pendokumentasian asuhan keperawatan, 56 (52,8%) responden motivasi pendokumentasian asuhan keperawatan tidak baik, 90 (84,9%) responden persepsi terhadap supervisi kepala ruang tentang pendokumentasian asuhan keperawatan baik, dan 58 (54,7%) kualitas dokumentasi kurang baik. Hasil penelitian tidak ada hubungan antara umur P value=0,478 (P >0,05), jenis kelamin P value = 0,659, tingkat pendidikan P value = 0,902, masa kerja P value = 0,546, dan pelatihan P value = 0,521 dengan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan. Ada hubungan antara motivasi P value = 0,036 dan supervisi kepala ruang P value = 0,041 dengan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah motivasi perawat yang tidak baik cenderung kualitas dokumentasi juga tidak baik (P value 0,036). Supervisi mempunyai hubungan yang signifikan dalam meningkatkan kualitasdokumentasi asuhan keperawatan (P value = 0,041).
Determinan Terjadinya Dekubitus pada Pasien yang Dirawat di Ruang ICU RSUD Kabupaten Majene Yulianah Sulaiman; Nur fadhilah; Fahrul Fahrul
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Ulkus dekubitus adalah luka akibat tekanan di kulit karena posisi tubuh tidak berganti dalam waktu yang lama. Luka akan muncul di area kulit yang paling banyak mendapatkan tekanan, seperti tumit, siku, pinggul, dan tulang ekor. Ulkus dekubitus juga dikenal sebagai bed sores. Ulkus dekubitus berisiko terjadi pada orang yang kondisinya menyebabkan gerak tubuhnya terbatas. Penderita tersebut akan berbaring di tempat tidur atau duduk di kursi roda dalam waktu yang lama sehingga ada bagian tubuh yang terus-menerus mengalami penekanan. Dekubitus berasal dari bahasa latin decumbree yang berarti merebahkan diri yang didefinisikan sebagai suatu luka akibat posisi penderita yang tidak berubah dalam jangka waktu lebih dari 6 jam (Suheri, 2009). Tujuan, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara immobilisasi dan lama hari rawat dengan terjadinya dekubitus pada pasien yang dirawat di Ruang ICU RSUD Kabupaten Majene. Metode Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel ditarik secara total sampling, didapatkan 31 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan diolah menggunakan program statistik (SPSS) dengan uji chi- square dan dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa ada hubungan antara immobilisasi dengan dekubitus (p=0,001); ada hubungan antara lama hari rawata dengan dekubitus dengan (p=0,01). Kesimpulan Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan bermakna antara immobilisasi dan lama hari rawat dengan dekubitus pada pasien yang di rawat di ruang ICU RSUD Kabupaten Majene.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Tn “C” Dengan Kasus Luka Kaki Diabetes Di Klinik Isam Cahaya Makassar Tanggal 05-07 Desember 2024 Jamila Jamila; Yulianah Sulaiman
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang memiliki risiko tinggi terhadap komplikasi serius, salah satunya adalah luka kaki diabetes. Luka ini tidak hanya menimbulkan dampak fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap psikologis, sosial, dan kualitas hidup pasien. Kondisi tersebut sering menjadi penyebab utama amputasi ekstremitas bawah dan bahkan dapat meningkatkan angka mortalitas. Tujuan : untuk mengetahui penerapan asuhan keperawatan pada Tn. “C” dengan kasus luka kaki diabetes yang dirawat di Klinik Isam Cahaya Makassar. Metode : Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan intervensi, implementasi, serta evaluasi. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah dokumentasi medis. Hasil : menunjukkan beberapa diagnosis keperawatan, yaitu nyeri akut berhubungan dengan agen injuri biologis, gangguan integritas kulit terkait neuropati perifer, risiko infeksi akibat kondisi kronis, serta gangguan mobilitas fisik yang disebabkan nyeri dan luka. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi manajemen nyeri, perawatan luka dengan teknik aseptik, pencegahan infeksi, serta dukungan mobilisasi. Setelah tiga hari asuhan keperawatan, pasien menunjukkan perbaikan signifikan berupa penurunan intensitas nyeri, luka tampak lebih kering dengan terbentuknya jaringan granulasi, tidak ditemukan tanda infeksi baru, serta adanya peningkatan kemampuan mobilisasi dengan bantuan. Kesimpulan: menegaskan bahwa pemberian asuhan keperawatan yang terstruktur, komprehensif, dan kolaboratif dapat mempercepat proses penyembuhan, menurunkan risiko komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien dengan luka kaki diabetes.
Asuhan Keperawatan pada Klien Ny “W” Dengan Masalah Utama Perilaku Kekerasan di Ruang Kenanga Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar Provinsi Sulawesi Selatan akil akil; Yulianah Sulaiman; Tuty Alawiyah Alimuddin
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku kekerasan merupakan salah satu masalah utama pada klien dengan gangguan jiwa, khususnya skizofrenia, yang ditandai dengan ekspresi marah berlebihan, ancaman, dan tindakan agresif yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Fenomena ini menjadi tantangan serius dalam praktik keperawatan jiwa karena berkaitan dengan keselamatan pasien, keluarga, dan lingkungan. Tujuan studi kasus ini adalah untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada klien Ny. “W” dengan masalah utama perilaku kekerasan di Ruang Kenanga Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Makassar. Metode yang digunakan adalah pendekatan studi kasus dengan tahapan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta studi dokumentasi. Hasil pengkajian menunjukkan klien mengalami ekspresi marah dengan suara keras, kontak mata tajam, afek labil, serta kecenderungan melakukan kekerasan fisik maupun verbal. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan adalah perilaku kekerasan, gangguan konsep diri (harga diri rendah), risiko bunuh diri, dan gangguan interaksi sosial. Intervensi keperawatan difokuskan pada identifikasi penyebab, pelatihan teknik relaksasi napas dalam, penggunaan cara adaptif seperti memukul bantal saat marah, komunikasi verbal asertif, pendekatan spiritual, serta kepatuhan minum obat. Implementasi dilakukan selama lima kali pertemuan dengan hasil pasien mampu mengidentifikasi penyebab marah, mempraktikkan teknik relaksasi, mengontrol perilaku agresif, dan menunjukkan peningkatan kooperatif. Evaluasi menunjukkan adanya penurunan perilaku kekerasan serta peningkatan kemampuan koping. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah penerapan asuhan keperawatan jiwa yang komprehensif, terstruktur, dan berkesinambungan mampu membantu pasien mengontrol perilaku kekerasan secara adaptif. Saran diberikan kepada perawat agar terus meningkatkan kompetensi dalam menangani klien dengan perilaku kekerasan melalui intervensi terapeutik yang berbasis bukti.