Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

MANAJEMEN KONFLIK DI SEKOLAH DASAR: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW TERHADAP PEMETAAN MASALAH DAN KERANGKA TEORITIK SCHOOL-BASED MEDIATION Abdul Mukti; Herawati Herawati; Rahmat Alimin; Pardi Pardi; Sulasmi Sulasmi; Nurul Adillah; Heri Aprian Harahap; Muhammad Aqil
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan permasalahan konflik sosial di sekolah dasar serta mengkaji kerangka teoritik school-based mediation (SBM) melalui pendekatan systematic literature review (SLR). Penelitian menggunakan metode PRISMA dengan sumber data dari Scopus, Web of Science, dan Google Scholar pada rentang tahun 2015–2025. Sebanyak 30 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik di sekolah dasar didominasi oleh konflik interpersonal, bullying, dan kesalahpahaman komunikasi yang berdampak pada kesehatan mental siswa. Pendekatan manajemen konflik yang berkembang meliputi pendekatan disipliner, restoratif, dan mediasi. School-based mediation terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial-emosional, empati, dan resolusi konflik secara damai. Namun, sebagian besar penelitian masih berfokus pada konteks Barat dan belum terintegrasi dengan nilai sosial budaya lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemetaan isu konflik sekolah dasar dan sintesis kerangka teoritik SBM sebagai dasar pengembangan model manajemen konflik berbasis konteks. Kata kunci: Manajemen Konflik, Sekolah Dasar, School-Based Mediation, Kesehatan Mental, Systematic Literature Review. CONFLICT MANAGEMENT IN PRIMARY SCHOOLS: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW ON PROBLEM MAPPING AND THEORETICAL FRAMEWORK OF SCHOOL-BASED MEDIATION Abstract This study aims to map social conflict issues in primary schools and examine the theoretical framework of school-based mediation (SBM) through a systematic literature review (SLR). The study employs the PRISMA method using data sources from Scopus, Web of Science, and Google Scholar within the 2015–2025 period. A total of 30 articles that met the inclusion criteria were analyzed thematically. The findings indicate that conflicts in primary schools are predominantly characterized by interpersonal conflicts, bullying, and communication misunderstandings, which impact students’ mental health. Conflict management approaches identified in the literature include disciplinary, restorative, and mediation-based approaches. School-based mediation has been shown to be effective in enhancing social-emotional skills, empathy, and peaceful conflict resolution. However, most existing studies are still focused on Western contexts and lack integration with local socio-cultural values. This study contributes by providing a comprehensive mapping of conflict issues in primary schools and a synthesis of the theoretical framework of SBM as a foundation for developing context-based conflict management models. Keywords: Conflict Management, Primary School, School-Based Mediation, Mental Health, Systematic Literature Review.
OPTIMALISASI LAYANAN PENDIDIKAN PASCABENCANA BANJIR MELALUI PROGRAM BIMBINGAN BELAJAR DAN SEKOLAH CERIA DI KABUPATEN PIDIE JAYA Herawati Herawati; Pardi Pardi; Rahmat Alimin; Rafni Fajriati; Yawma Wulida; Suci Rahmi Amjusfa; Rizki Julia Utama; Kurnia Rahmayanti; Tibyan Asyukri; Dina Keumala Sari Br Ginting; Lisda Yanti; Zahra Kesuma
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya Aceh berdampak signifikan terhadap keberlangsungan pendidikan anak pada berbagai jenjang. Gangguan aktivitas belajar, keterbatasan fasilitas pendidikan, serta kondisi psikologis anak yang terdampak menjadi tantangan utama dalam proses pemulihan pascabencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan layanan pendidikan darurat melalui program Bimbingan Belajar (Bimbel) bagi siswa SMA dan Sekolah Ceria bagi anak TK dan SD. Program ini dilaksanakan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia melalui misi kemanusiaan berbasis sustainable university dengan melibatkan relawan pendidikan serta masyarakat setempat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Kegiatan meliputi pendampingan akademik, penguatan materi ujian masuk perguruan tinggi, serta dukungan psikososial melalui permainan edukatif, storytelling, dan aktivitas kreatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini mampu meningkatkan motivasi belajar siswa SMA serta membantu pemulihan kondisi psikologis anak TK dan SD. Program Sekolah Ceria terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan dan mengembalikan keceriaan anak pascabencana. Kata kunci: Pendidikan Darurat, Pascabencana, Sekolah Ceria, Bimbingan Belajar, Banjir. Abstract Flood disasters in Pidie Jaya Regency, Aceh, have significantly disrupted children's education across various levels. Learning interruptions, limited educational facilities, and psychological distress among affected children pose major challenges in post-disaster recovery. This community service activity aims to optimize emergency education services through tutoring programs for high school students and Fun School programs for kindergarten and elementary students. The program was implemented by Universitas Ubudiyah Indonesia through a sustainable university-based humanitarian mission involving education volunteers and local communities. The method used a participatory approach consisting of preparation, implementation, and evaluation stages. Activities included academic mentoring, university entrance exam preparation, and psychosocial support through educational games, storytelling, and creative activities. The results indicate that the program improved students’ learning motivation and supported psychological recovery among young children. The Fun School program effectively reduced anxiety and restored children's emotional well-being after the disaster. Keywords: Emergency Education, Post-Disaster, Fun School, Tutoring, Flood.
PELAKSANAAN PROGRAM PARENTING BERBASIS KEMITRAAN DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU KOTA BANDA ACEH Herawati Herawati; Pardi Pardi; Kurnia Rahmayanti; Abdul Mukti; Rahmat Alimin
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5396

Abstract

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) merupakan sekolah berbasis Islam yang berkomitmen melibatkan orangtua dalam program parenting sekolah. Kemitraan orangtua sebagai penentu keberhasilan pendidikan anak, karena sistem sekolah terpadu bermakna antara sekolah dan orangtua bekerjasama sebagai mitra dalam mendidik anak. Namun demikian belum semua SDIT menerapkan program parenting berbasis kemitraan ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan program parenting di SDIT Kota Banda Aceh. Penelitian dilakukan terhadap SDIT Nurul Islah Banda Aceh dan SDIT Bayyinah Tahfizhul Qur’ani Banda Aceh menggunakan metode penelitian kualitatif melalui proses observasi, wawancara, serta studi literatur. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pelaksanaan parenting di kedua sekolah tersebut dikategorikan menjadi 3 program, yaitu: (a) program tahunan; yang dilakukan dua kali per tahun, di antaranya: pertemuan orangtua di awal tahun ajaran baru dan akhir semester dalam bentuk: sharing class dan seminar/workshop terkait parenting, dll; (b) program mingguan; dilaksanakan setiap akhir pekan, berupa kegiatan: tahsin quran, kajian keislaman, buku penghubung, dsb; serta (c) program insidental; khusus bagi anak yang membutuhkan bantuan orangtua dalam penyelesaian masalah dan konsultasi terkait anak dengan waktu yang tentatif. Kata kunci: Pelaksanaan Program; Parenting Berbasis Kemitraan; Sekolah Dasar Islam Terpadu Abstract Integrated Islamic Elementry School (SDIT) is an Islamic-based school that is commited to involving parents in the school parenting program. Parental patnership is a determinant of the success of children’s education, because the integrated school system means that schools and parents work together as patners in educating children. However, not all SDITs have implemented this patnership-based parenting program. The purpose of this study was to determine the implementation of the parenting program at SDIT Banda Aceh City. The study was conducted at SDIT Nurul Islah Banda Aceh and SDIT Bayyinah Tahfizhul Qur’ani Banda Aceh using qualitative research methods trough observation, interviewa, and literature studies. The results of the data analysis showed that the implementation of parenting in both schools was categorized into 3 programs, namely: (a) Annual program; which is varried out twice a year, including: parent meeting at the beginning of the new school year and the end of the semester in the form of: sharing classes and seminars/workshops related to parenting, etc; (b) Weekly program; carried out every weekend, in the form of activities: tahsin qur’an, islamic studies, connecting books, etc; and (c) Incidental program; specifically for children whi nedd parental assistance in solving problems and consultations related to children with a tentative time. Keywords: Program Implementation; Patnership-Based Parenting; Islamic Integrated Primary Schools.
PENGUATAN PERAN AYAH-IBU DALAM PENDIDIKAN ANAK DI ERA DIGITAL Herawati Herawati; Kurnia Rahmayanti; Pardi Pardi; Anshar Iqlima; Nurul Salwa; Heri Aprian Harahap; Muhammad Aqil
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan pola komunikasi keluarga di era digital menjadi tantangan bagi penguatan karakter anak Indonesia. Rendahnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan akibat kesibukan dan budaya patriarki mengakibatkan beban pendidikan anak lebih banyak ditanggung ibu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran pentingnya kolaborasi ayah dan ibu dalam pendidikan anak berbasis nilai Islam dan kearifan lokal Aceh. Kegiatan dilaksanakan pada 16 Juli 2025 di Aula LLDIKTI Wilayah XIII Aceh, dengan peserta sebanyak 50 orang pengurus dan anggota Dharma Wanita LLDIKTI XIII. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, refleksi, dan wawancara tindak lanjut. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep parenting kolaboratif serta kesadaran akan pentingnya peran ayah dalam membangun komunikasi keluarga yang sehat. Peserta juga berkomitmen menerapkan nilai meuseuraya (gotong royong) dan peumulia aneuk (memuliakan anak) dalam praktik pengasuhan sehari-hari. Kegiatan ini menegaskan peran perguruan tinggi, khususnya Universitas Ubudiyah Indonesia, dalam mendorong penguatan keluarga Islami adaptif terhadap perkembangan era digital. Kata kunci: kolaborasi ayah-ibu, parenting Islami, kearifan lokal Aceh, era digital, pengabdian masyarakat. Abstract Changes in family communication patterns in the digital era pose challenges to strengthening children’s character in Indonesia. The low involvement of fathers in parenting-caused by busy work schedules and patriarchal culture has-led to mothers bearing most of the child-rearing responsibilities. This community service activity aimed to raise awareness of the importance of father–mother collaboration in children’s education based on Islamic values and Acehnese local wisdom. The program was conducted on July 16, 2025, at the LLDIKTI Region XIII Hall in Aceh, attended by 50 members of the Dharma Wanita organization. The methods included interactive lectures, group discussions, reflection sessions, and follow-up interviews. The results indicated an increase in participants’ understanding of collaborative parenting and awareness of the father’s essential role in fostering healthy family communication. Participants also committed to applying the values of meuseuraya (mutual cooperation) and peumulia aneuk (honoring children) in their daily parenting practices. This activity highlights the role of higher education institutions, particularly Universitas Ubudiyah Indonesia, in promoting Islamic family empowerment responsive to the digital era. Keywords: father–mother collaboration, Islamic parenting, Acehnese local wisdom, digital era, community service.
FRAMEWORK PENCEGAHAN BULLYING BERBASIS EKOLOGI SOSIAL MASYARAKAT Rahmat Alimin; Herawati Herawati; Pardi Pardi; Heri Aprian Harahap; Muhammad Aqil
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan bentuk kekerasan yang umum terjadi pada anak usia sekolah dan berdampak serius terhadap perkembangan psikososial, kesehatan mental, serta iklim pembelajaran. Pendekatan ekologi sosial menekankan bahwa pencegahan bullying tidak cukup dilakukan oleh sekolah, melainkan membutuhkan intervensi berlapis mulai dari keluarga, masyarakat, hingga struktur sosial budaya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan membangun kerangka pencegahan bullying berbasis ekologi sosial masyarakat Gampong melalui workshop masyarakat dan penguatan nilai-nilai kearifan lokal Aceh seperti meuripee, peusijuek, gotong royong, dan kontrol sosial adat gampong. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi literasi bullying, workshop komunitas, pemetaan peran masyarakat, dan penyusunan alur pencegahan berbasis gampong. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang tanda-tanda bullying, terbentuknya komitmen kolektif melalui perangkat gampong, serta meningkatnya keterlibatan tokoh adat dan tokoh agama dalam pengawasan sosial. Kegiatan ini menegaskan bahwa pendekatan ekologi sosial dan kearifan lokal Aceh dapat menjadi landasan strategis dalam membangun ekosistem gampong yang ramah anak dan bebas bullying. Kata kunci: bullying, ekologi sosial, gampong, kearifan lokal Aceh, pencegahan kekerasan. Abstract Bullying remains one of the most concerning forms of violence among school-aged children, threatening their mental well-being, social development, and the overall learning environment. The socio-ecological framework emphasizes that bullying prevention requires multilayered intervention involving families, communities, and cultural structures—not only schools. This community service program aims to develop a community-based bullying prevention framework within a Gampong context, integrating Acehnese local wisdom such as meuripee, peusijuek, social harmony, and traditional communal supervision. The program consisted of socialization sessions, community workshops, social role mapping, and the establishment of a village-based prevention mechanism. The results show increased community awareness regarding signs of bullying, strengthened collective commitment through village authorities, and heightened involvement of customary and religious leaders in child protection efforts. This program highlights that combining the socio-ecological approach with Acehnese local wisdom offers a strategic foundation for building child-friendly and bullying-free communities. Keywords: bullying, socio-ecological framework, community participation, Acehnese local wisdom, prevention.
OPTIMALISASI LAYANAN PENDIDIKAN PASCABENCANA BANJIR MELALUI PROGRAM BIMBINGAN BELAJAR DAN SEKOLAH CERIA DI KABUPATEN PIDIE JAYA Herawati Herawati; Pardi Pardi; Rahmat Alimin; Rafni Fajriati; Yawma Wulida; Suci Rahmi Amjusfa; Rizki Julia Utama; Kurnia Rahmayanti; Tibyan Asyukri; Dina Keumala Sari Br Ginting; Lisda Yanti; Zahra Kesuma
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya Aceh berdampak signifikan terhadap keberlangsungan pendidikan anak pada berbagai jenjang. Gangguan aktivitas belajar, keterbatasan fasilitas pendidikan, serta kondisi psikologis anak yang terdampak menjadi tantangan utama dalam proses pemulihan pascabencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan layanan pendidikan darurat melalui program Bimbingan Belajar (Bimbel) bagi siswa SMA dan Sekolah Ceria bagi anak TK dan SD. Program ini dilaksanakan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia melalui misi kemanusiaan berbasis sustainable university dengan melibatkan relawan pendidikan serta masyarakat setempat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Kegiatan meliputi pendampingan akademik, penguatan materi ujian masuk perguruan tinggi, serta dukungan psikososial melalui permainan edukatif, storytelling, dan aktivitas kreatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini mampu meningkatkan motivasi belajar siswa SMA serta membantu pemulihan kondisi psikologis anak TK dan SD. Program Sekolah Ceria terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan dan mengembalikan keceriaan anak pascabencana. Kata kunci: Pendidikan Darurat, Pascabencana, Sekolah Ceria, Bimbingan Belajar, Banjir. Abstract Flood disasters in Pidie Jaya Regency, Aceh, have significantly disrupted children's education across various levels. Learning interruptions, limited educational facilities, and psychological distress among affected children pose major challenges in post-disaster recovery. This community service activity aims to optimize emergency education services through tutoring programs for high school students and Fun School programs for kindergarten and elementary students. The program was implemented by Universitas Ubudiyah Indonesia through a sustainable university-based humanitarian mission involving education volunteers and local communities. The method used a participatory approach consisting of preparation, implementation, and evaluation stages. Activities included academic mentoring, university entrance exam preparation, and psychosocial support through educational games, storytelling, and creative activities. The results indicate that the program improved students’ learning motivation and supported psychological recovery among young children. The Fun School program effectively reduced anxiety and restored children's emotional well-being after the disaster. Keywords: Emergency Education, Post-Disaster, Fun School, Tutoring, Flood.
Transformasi Pengelolaan Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal Melalui Pemberdayaan Masyarakat: Implikasi Hukum dan Kesehatan Masyarakat Azirah Azirah; Pardi Pardi; Zahrawati Zahrawati; Herawati Herawati; Tila Nelvia; Putri Ardila; Daffa Alqaira
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5862

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pengelolaan lingkungan berbasis kearifan lokal melalui pemberdayaan masyarakat dengan meninjau implikasi hukum dan kesehatan masyarakat. Permasalahan utama yang diangkat adalah rendahnya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, lemahnya implementasi hukum lingkungan, serta meningkatnya risiko kesehatan akibat degradasi lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi pada masyarakat yang masih mempertahankan nilai kearifan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal berperan sebagai sistem nilai yang efektif dalam membentuk kesadaran ekologis dan kepatuhan sosial. Transformasi pengelolaan lingkungan dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu internalisasi nilai kearifan lokal dan kesadaran hukum, penguatan kapasitas masyarakat berbasis kesehatan lingkungan, serta implementasi partisipatif berbasis regulasi dan praktik kesehatan masyarakat. Model ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran lingkungan, memperkuat kepatuhan terhadap hukum, serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui perbaikan sanitasi dan pengelolaan lingkungan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal, hukum lingkungan, dan kesehatan masyarakat merupakan pendekatan strategis dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Kata kunci: Kearifan Lokal, Pemberdayaan Masyarakat, Hukum Lingkungan, Kesehatan Masyarakat, Keberlanjutan. Abstract This study aims to analyze the transformation of environmental management through local wisdom-based community empowerment by examining its legal and public health implications. The main issues addressed include low community participation in environmental conservation, weak enforcement of environmental law, and increasing health risks due to environmental degradation. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation within communities that maintain strong local wisdom values. The findings indicate that local wisdom serves as an effective value system in shaping ecological awareness and social compliance. The transformation process is carried out through three main stages: internalization of local wisdom values and legal awareness, strengthening community capacity based on environmental health, and participatory implementation based on regulations and public health practices. This model effectively enhances environmental awareness, strengthens legal compliance, and improves public health through better sanitation and environmental management. In conclusion, integrating local wisdom, environmental law, and public health is a strategic approach to achieving sustainable environmental management. Keywords: Local Wisdom, Community Empowerment, Environmental Law, Public Health, Sustainability
Model Integratif Pengelolaan Lingkungan Berbasis Komunitas melalui Nilai Sosial di Aceh Besar: Perspektif Hukum dan Kesehatan Lingkungan Zahrawati Zahrawati; Pardi Pardi; Azirah Azirah; Herawati Herawati; Tila Nelvia; Putri Ardila; Daffa Alqaira
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model integratif pengelolaan lingkungan berbasis komunitas melalui nilai sosial di Aceh Besar dengan mempertimbangkan aspek hukum dan kesehatan lingkungan. Permasalahan lingkungan di wilayah pesisir Aceh Besar, seperti pencemaran, kerusakan ekosistem, dan rendahnya kesadaran masyarakat, tidak hanya berdampak pada keberlanjutan lingkungan tetapi juga pada kesehatan masyarakat. Selain itu, lemahnya implementasi hukum lingkungan menjadi tantangan dalam pengelolaan lingkungan yang efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang melibatkan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan aparatur desa. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sosial seperti gotong royong, solidaritas, dan tanggung jawab kolektif memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran ekologis, kepatuhan hukum, serta perilaku hidup bersih dan sehat. Model integratif yang dikembangkan terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu internalisasi nilai sosial, penguatan kapasitas masyarakat, dan implementasi berbasis partisipasi. Model ini terbukti mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, memperkuat kepatuhan terhadap norma hukum lingkungan, serta meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan masyarakat. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai sosial dalam pengelolaan lingkungan berbasis komunitas merupakan pendekatan yang efektif dan berkelanjutan. Model ini tidak hanya berdampak pada aspek ekologis, tetapi juga pada penguatan sistem hukum dan peningkatan kesehatan masyarakat. Kata kunci: Model Integratif, Pengelolaan Lingkungan, Nilai Sosial, Kesehatan Lingkungan, Hukum Lingkungan, Aceh Besar. Abstract This study aims to develop an integrative model of community-based environmental management through social values in Aceh Besar by incorporating legal and environmental health perspectives. Environmental problems in the coastal areas of Aceh Besar, such as pollution, ecosystem degradation, and low community awareness, not only affect environmental sustainability but also public health. In addition, weak implementation of environmental law remains a major challenge in achieving effective environmental management. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving community members, traditional leaders, religious leaders, and village officials. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that social values such as mutual cooperation, solidarity, and collective responsibility play a strategic role in shaping ecological awareness, legal compliance, and healthy living behavior. The developed integrative model consists of three main stages: internalization of social values, strengthening community capacity, and participatory-based implementation. This model has been proven to enhance community participation, strengthen compliance with environmental law, and improve environmental health conditions. In conclusion, integrating social values into community-based environmental management is an effective and sustainable approach. This model contributes not only to ecological sustainability but also to strengthening legal systems and improving public health. Keywords: Integrative Model, Environmental Management, Social Values, Environmental Health, Environmental Law, Aceh Besar.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LIMBAH TIRAM BERBASIS KESEHATAN LINGKUNGAN DI WILAYAH PESISIR ACEH BESAR Pardi Pardi; Zahrawati Zahrawati; Azirah Azirah; Herawati Herawati; Tila Nelvia; Putri Ardila; Daffa Alqairi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5864

Abstract

Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah tiram berbasis kesehatan lingkungan di wilayah pesisir Aceh Besar. Limbah tiram yang dihasilkan dari aktivitas konsumsi dan usaha kuliner masyarakat pesisir berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Penumpukan limbah cangkang tiram dapat menyebabkan gangguan sanitasi, pencemaran air, serta menjadi media berkembangnya mikroorganisme yang berdampak pada kesehatan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap masyarakat pesisir, pelaku usaha, tokoh adat, dan aparatur desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah tiram diwujudkan melalui kegiatan gotong royong, pemanfaatan limbah secara sederhana, serta pengelolaan sampah berbasis komunitas. Partisipasi ini berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan lingkungan, seperti kebersihan lingkungan, pengurangan pencemaran, dan pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat meliputi kearifan lokal, kesadaran kesehatan lingkungan, pengalaman kolektif, serta dukungan kebijakan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat berbasis kearifan lokal memiliki peran strategis dalam pengelolaan limbah tiram sekaligus meningkatkan kesehatan lingkungan masyarakat pesisir secara berkelanjutan. Kata kunci: Partisipasi Masyarakat, Limbah Tiram, Kesehatan Lingkungan, Aceh Besar, Kearifan Lokal. Abstract This This study aims to analyze community participation in environmental health-based oyster shell waste management in the coastal areas of Aceh Besar. Oyster shell waste generated from consumption and culinary activities in coastal communities has the potential to cause environmental pollution if not properly managed. The accumulation of oyster shell waste may lead to sanitation problems, water contamination, and the growth of harmful microorganisms that affect public health. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation involving coastal communities, business actors, traditional leaders, and village officials. The findings indicate that community participation is manifested through collective activities, simple waste utilization practices, and community-based waste management systems. This participation contributes to improving environmental health, including environmental cleanliness, pollution reduction, and prevention of environment-related diseases. Factors influencing community participation include local wisdom, environmental health awareness, collective experiences, and policy support. In conclusion, community participation based on local wisdom plays a strategic role in managing oyster shell waste while improving environmental health sustainability in coastal communities. Keywords: Community Participation, Oyster Shell Waste, Environmental Health, Aceh Besar, Local Wisdom.
PEMANFAATAN KITOSAN SEBAGAI BAHAN DASAR BIOPLASTIK RAMAH LINGKUNGAN Pardi Pardi; Herawati Herawati; Siti Adila; Atdril Atdril
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5884

Abstract

PEMANFAATAN KITOSAN SEBAGAI BAHAN DASAR BIOPLASTIK RAMAH LINGKUNGAN