Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PELAKSANAAN PROGRAM PARENTING BERBASIS KEMITRAAN DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU KOTA BANDA ACEH Herawati Herawati; Pardi Pardi; Kurnia Rahmayanti; Abdul Mukti; Rahmat Alimin
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5396

Abstract

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) merupakan sekolah berbasis Islam yang berkomitmen melibatkan orangtua dalam program parenting sekolah. Kemitraan orangtua sebagai penentu keberhasilan pendidikan anak, karena sistem sekolah terpadu bermakna antara sekolah dan orangtua bekerjasama sebagai mitra dalam mendidik anak. Namun demikian belum semua SDIT menerapkan program parenting berbasis kemitraan ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan program parenting di SDIT Kota Banda Aceh. Penelitian dilakukan terhadap SDIT Nurul Islah Banda Aceh dan SDIT Bayyinah Tahfizhul Qur’ani Banda Aceh menggunakan metode penelitian kualitatif melalui proses observasi, wawancara, serta studi literatur. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pelaksanaan parenting di kedua sekolah tersebut dikategorikan menjadi 3 program, yaitu: (a) program tahunan; yang dilakukan dua kali per tahun, di antaranya: pertemuan orangtua di awal tahun ajaran baru dan akhir semester dalam bentuk: sharing class dan seminar/workshop terkait parenting, dll; (b) program mingguan; dilaksanakan setiap akhir pekan, berupa kegiatan: tahsin quran, kajian keislaman, buku penghubung, dsb; serta (c) program insidental; khusus bagi anak yang membutuhkan bantuan orangtua dalam penyelesaian masalah dan konsultasi terkait anak dengan waktu yang tentatif. Kata kunci: Pelaksanaan Program; Parenting Berbasis Kemitraan; Sekolah Dasar Islam Terpadu Abstract Integrated Islamic Elementry School (SDIT) is an Islamic-based school that is commited to involving parents in the school parenting program. Parental patnership is a determinant of the success of children’s education, because the integrated school system means that schools and parents work together as patners in educating children. However, not all SDITs have implemented this patnership-based parenting program. The purpose of this study was to determine the implementation of the parenting program at SDIT Banda Aceh City. The study was conducted at SDIT Nurul Islah Banda Aceh and SDIT Bayyinah Tahfizhul Qur’ani Banda Aceh using qualitative research methods trough observation, interviewa, and literature studies. The results of the data analysis showed that the implementation of parenting in both schools was categorized into 3 programs, namely: (a) Annual program; which is varried out twice a year, including: parent meeting at the beginning of the new school year and the end of the semester in the form of: sharing classes and seminars/workshops related to parenting, etc; (b) Weekly program; carried out every weekend, in the form of activities: tahsin qur’an, islamic studies, connecting books, etc; and (c) Incidental program; specifically for children whi nedd parental assistance in solving problems and consultations related to children with a tentative time. Keywords: Program Implementation; Patnership-Based Parenting; Islamic Integrated Primary Schools.
MANAJEMEN KONFLIK DI SEKOLAH DASAR: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW TERHADAP PEMETAAN MASALAH DAN KERANGKA TEORITIK SCHOOL-BASED MEDIATION Abdul Mukti; Herawati Herawati; Rahmat Alimin; Pardi Pardi; Sulasmi Sulasmi; Nurul Adillah; Heri Aprian Harahap; Muhammad Aqil
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan permasalahan konflik sosial di sekolah dasar serta mengkaji kerangka teoritik school-based mediation (SBM) melalui pendekatan systematic literature review (SLR). Penelitian menggunakan metode PRISMA dengan sumber data dari Scopus, Web of Science, dan Google Scholar pada rentang tahun 2015–2025. Sebanyak 30 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik di sekolah dasar didominasi oleh konflik interpersonal, bullying, dan kesalahpahaman komunikasi yang berdampak pada kesehatan mental siswa. Pendekatan manajemen konflik yang berkembang meliputi pendekatan disipliner, restoratif, dan mediasi. School-based mediation terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial-emosional, empati, dan resolusi konflik secara damai. Namun, sebagian besar penelitian masih berfokus pada konteks Barat dan belum terintegrasi dengan nilai sosial budaya lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemetaan isu konflik sekolah dasar dan sintesis kerangka teoritik SBM sebagai dasar pengembangan model manajemen konflik berbasis konteks. Kata kunci: Manajemen Konflik, Sekolah Dasar, School-Based Mediation, Kesehatan Mental, Systematic Literature Review. CONFLICT MANAGEMENT IN PRIMARY SCHOOLS: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW ON PROBLEM MAPPING AND THEORETICAL FRAMEWORK OF SCHOOL-BASED MEDIATION Abstract This study aims to map social conflict issues in primary schools and examine the theoretical framework of school-based mediation (SBM) through a systematic literature review (SLR). The study employs the PRISMA method using data sources from Scopus, Web of Science, and Google Scholar within the 2015–2025 period. A total of 30 articles that met the inclusion criteria were analyzed thematically. The findings indicate that conflicts in primary schools are predominantly characterized by interpersonal conflicts, bullying, and communication misunderstandings, which impact students’ mental health. Conflict management approaches identified in the literature include disciplinary, restorative, and mediation-based approaches. School-based mediation has been shown to be effective in enhancing social-emotional skills, empathy, and peaceful conflict resolution. However, most existing studies are still focused on Western contexts and lack integration with local socio-cultural values. This study contributes by providing a comprehensive mapping of conflict issues in primary schools and a synthesis of the theoretical framework of SBM as a foundation for developing context-based conflict management models. Keywords: Conflict Management, Primary School, School-Based Mediation, Mental Health, Systematic Literature Review.
PELATIHAN PEMBUATAN TEMPE INOVATIF BERBAHAN KACANG KORO SEBAGAI PRODUK PANGAN UNGGULAN UMKM Pardi Pardi; Herawati Herawati; Susila Ulfa; Munazar Munazar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Pelatihan Pembuatan Tempe Inovatif Berbahan Kacang Koro sebagai Produk Pangan Unggulan UMKM” dilaksanakan di Rumah Tempe Alue Naga, Syiah Kuala, Banda Aceh. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta pelaku UMKM dalam mengolah kacang koro sebagai bahan baku alternatif pembuatan tempe yang bergizi, ekonomis, dan berpotensi menjadi produk unggulan daerah. Pelatihan berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 25–26 Juli 2025, diikuti oleh 17 peserta yang terdiri atas pengusaha tempe lokal, pelaku UMKM, dan pegiat tempe rumahan. Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa dari Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Sosial Sains dan Ilmu Pendidikan Universitas Ubudiyah Indonesia yang berperan sebagai pembantu lapangan dan dokumentasi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi empat tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan pelatihan, evaluasi, dan refleksi. Selama kegiatan, peserta mengikuti tiga sesi utama yang terdiri atas penyampaian materi, praktik langsung pembuatan tempe kacang koro, serta diskusi dan evaluasi hasil produk. Kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapat respon positif dari peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta memahami dengan baik proses fermentasi tempe, teknik pengemasan, dan potensi pemasaran produk tempe kacang koro sebagai inovasi pangan lokal. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam menumbuhkan semangat berwirausaha berbasis bahan lokal, memperluas wawasan inovasi pangan, serta memperkuat potensi UMKM di Banda Aceh. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan peserta mampu memproduksi tempe kacang koro secara mandiri, menciptakan nilai tambah ekonomi, dan mendukung pengembangan produk pangan fungsional yang berkelanjutan. Kata Kunci: Pelatihan, tempe inovatif, kacang koro, UMKM. Abstract The community service activity titled “Training on Innovative Tempe Production Using Koro Beans as a Leading MSME Food Product” was conducted at Rumah Tempe Alue Naga, Syiah Kuala, Banda Aceh. This program aimed to enhance the knowledge and skills of local communities and micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in processing koro beans as an alternative raw material for tempe production that is nutritious, economical, and has the potential to become a regional flagship product. The training was held over two days, on July 25–26, 2025, and was attended by 17 participants, including local tempe producers, MSME owners, and home-based tempe entrepreneurs. The activity also involved two students from the Faculty of Health Sciences and the Faculty of Social Sciences and Education, Universitas Ubudiyah Indonesia, who assisted as field and documentation support. The implementation method consisted of four stages: preparation, training execution, evaluation, and reflection. The program included three main sessions—material presentation, hands-on practice in koro bean tempe production, and product evaluation and discussion. The participants demonstrated great enthusiasm throughout the activity and actively engaged in every session. The evaluation results indicated that participants gained a solid understanding of the fermentation process, hygienic packaging techniques, and product marketing strategies for innovative koro bean tempe. This activity had a positive impact on the local community by encouraging entrepreneurship based on local resources, expanding food innovation insights, and strengthening the potential of MSMEs in Banda Aceh. Through this training, participants are expected to be able to independently produce koro bean tempe, increase its economic value, and support the sustainable development of functional local food products. Keywords: Training, innovative tempe, koro beans, MSM.
PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA MENJADI PRODUK BERNILAI JUAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT Pardi Pardi; Herawati Herawati; Siti Adila; Atdril Atdril
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan limbah rumah tangga menjadi isu penting yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai jual. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan pembuatan produk dari limbah, seperti kerajinan plastik dan kompos organik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, serta terbentuknya produk yang memiliki nilai ekonomi. Program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mengurangi limbah serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Kata Kunci: Limbah, Produk Bernilai Jual, Pengabdian Masyarakat, Ekonomi Kreatif. Abstract Household waste is a significant issue that impacts the environment and public health. This community service activity aims to enhance community awareness and skills in processing waste into marketable products. The implementation methods include socialization, training, and mentoring in creating products from waste, such as plastic crafts and organic compost. The results indicate an increase in participants' knowledge and skills, as well as the creation of economically valuable products. This program is expected to contribute to waste reduction and community income improvement. Keywords: Waste, Marketable Products, Community Service, Creative Economy.