Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Community Empowerment

OPTIMALISASI KOMPETENSI SOSIAL-EMOSIONAL SISWA TERDAMPAK GEMPA DI SDN CIBULAKAN (CIANJUR) MELALUI PROGRAM SICITA Vina Nurviyani; Eneng Fitri Amalia; Dinni Nurfajrin Ningsih; Asep Ramdan Afriyuandi; Jauhar Helmie
Journal of Community Empowerment Vol 2, No 1 (2023): Juni
Publisher : Journal of Community Empowerment

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPada tanggal 21 November 2022, gempa bumi berkekuatan 5,6 magnitudo terjadi di Kab.Cianjur, Jawa Barat SDN Cibulakan merupakan salah satu sekolah dasar yang berlokasi di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur yang terkena dampak gempa Cianjur cukup parah. Pasca gempa Cianjur, banyak siswa SDN Cibulakan yang murung, tidak percaya diri dan tidak mau belajar di tenda sekolah darurat. Merujuk pada situasi tersebut, pendampingan pengajaran yang direalisasikan melalui kegiatan pembelajaran berbasis kompetensi sosial-emosional yang dikenal sebagai program SICITA (Siswa Cibulakan Tangguh) merupakan salah satu solusinya. Program SICITA ini bertujuan untuk mengoptimalkan kompetensi social-emosional siswa SDN Cibulakan pasca gempa bumi Cianjur. Program SICITA tersebut dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu: 1) persiapan program SICITA, 2) implementasi program SICITA, 3) evaluasi program SICITA. Melalui observasi selama program SICITA berlangsung (7 pertemuan) serta melalui wawancara terhadap sejumlah siswa, data dianalisis untuk mengeksplorasi capaian kompetensi social-emosional siswa melalui program SICITA tersebut. Setelah program SICITA diselenggarakan, hasil temuan menunjukan bahwa 80% dari seluruh jumlah siswa memiliki kondisi mental yang lebih baik dan penguasaan kompetensi social-emosional yang lebih optimal. Kini, banyak siswa yang memiliki semangat untuk belajar meskipun belajarnya di tenda darurat, banyak siswa yang tampil lebih percaya diri dan mandiri saat proses pembelajran di kelas, juga saat bermain dengan teman-temannya, banyak siswa yang kini punya mimpi dan mau berusaha untuk meraih cita-citanya meskipun mereka tidak punya rumah atau orangtuanya meninggal akibat gempa bumi Cianjur. Namun 10% dari seluruh siswa yang masih membutuhkan bimbingan lanjutan karena emosinya belum stabil. Kata kunci: program SICITA, kompetensi sosial-emosional siswa.ABSTRACTOn November 21, 2022, an earthquake with a magnitude of 5.6 occurred in Cianjur Regency, West Java. SDN Cibulakan is ane of elementary schools located in Cugenang District, Cianjur Regency which was badly affected by the Cianjur earthquake. After the Cianjur earthquake, many students of Cibulakan Elementary School were insecure, unconfident and did not want to study in the emergency school tents. Referring to this situation, teaching assistance realized through social-emotional competency-based learning activities known as the SICITA program (Cibulakan Tangguh Students) is one of the solutions. The SICITA program aims to optimize the social-emotional competencies of Cibulakan Elementary School students after the Cianjur earthquake. The program is carried out through three stages: 1) SICITA program preparation, 2) SICITA program implementation, and 3) SICITA program evaluation. The data were gained and analyzed to investigate the achievements of the SICITA program through observation during the SICITA program (7 meetings) and interviews posed to several students. Having conducted the SICITA program, the results indicate that 80% of the total number of students of Cibulakan own better mental conditions and master social-emotional competencies optimally. Now, many students are willing to learn even though they study in an emergency tent; many students are more confident and independent during the learning processes in the tent as well as when playing with their friends; many students build their dreams and are willing to study hard to achieve their goals even though they do not have a home, or their parents died as a result of the Cianjur earthquake. However, 10% of all students still need further guidance because of unstable emotions. Keywords: SICITA program, sosial-emosional competencies
PELATIHAN PEMBUATAN HEALTHY NUGGET SEBAGAI PEMBERDAYA KEWIRAUSAHAAN DAN KETERAMPILAN WARGA Helmie, Jauhar; Putri, Meilany Mutiara
Journal of Community Empowerment Vol 2, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/joce.v2i2.20443

Abstract

Nugget merupakan makanan bergizi yang terbuat dari ayam dan digemari oleh semua kalangan. Bahan bakunya pun dapat dimodifikasi dengan ditambahkan sayur-sayuran seperti wortel. Hal ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan minat anak-anak yang tidak menyukai sayur-sayuran. Program kerja ini difokuskan untuk ibu-ibu karena mereka penyedia makanan keluarga yang harus mengetahui cara mengolah makanan yang sehat namun tetap praktis dan ekonomis. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang dapat meningkatkan pendapatan serta keterampilan ibu-ibu di desa Cijedil melalui pelatihan pembuatan Healthy Nugget. Metode pelaksanaan dalam program ini adalah sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Hasil dari program pengabdian masyarakat ini adalah pengetahuan, kemampuan untuk mengolah dan memasarkan Healthy Nugget meningkat yang awalnya hanya 14% menjadi 90%. Hal tersebut dapat dilihat dari survei awal dan survei akhir yang dilakukan sebelum dan sesudah sosialisasi dan pelatihan. Selain itu, keuntungan yang diperoleh setelah pendampingan meningkat yang awalnya 23% menjadi 532%.
PERAN PENTING ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DAN PERIZINAN DI BIDANG PENDIDIKAN, EKONOMI, DAN KESEHATAN Helmie, Jauhar; Taufik, Hikmat; Manap, Mochammad; Rizal, Ihsan A; Delvina, Siva; Sayidah, Nur Tsalis; Hafifah, Kamila Amelia; Ghefira, Vina; Juliantini, Regis Dwi; Wandi, Muhammad Saipal; Tiara, Suci; Sari, Laila; Alfaridz, Luthfi; Subhan, Ali
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i2.28604

Abstract

ABSTRAKDesa Karangnunggal merupakan salah satu desa di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, yang memiliki potensi ekonomi cukup baik. Sistem administrasi kependudukan yang tidak optimal mengakibatkan beberapa masalah serius. Selain itu, anak-anak yang tidak memiliki akta kelahiran mungkin menghadapi kesulitan saat mendaftar ke sekolah. Memberdayakan masyarakat dan mendukung pemahaman yang lebih luas melalui Education Packaging dalam rangka mendukung kualitas dan keberlanjutan UMKM.. Metode yang digunakan untuk pemecahan masalah ini diantaranya mengidentifikasi kebutuhan spesifik untuk pengembangan UMKM, metode yang dapat memenuhi kebutuhan siswa dalam peningkatan literasi dan numerasi. Hasil dari Pengabdian ini untuk pelayanan masyarakat tercatat sekitar 50 UMKM yang mendapatkan pendampingan dalam proses pengurusan izin usaha. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 UMKM berhasil memperoleh izin usaha resmi. Pendampingan yang diberikan meliputi penyiapan dokumen yang diperlukan, pengisian formulir, serta pengurusan prosedur yang harus ditempuh. Dalam bidang administrasi kependudukan, 200 warga yang mendapatkan bantuan pengurusan dokumen kependudukan. Dari jumlah tersebut, sekitar 150 warga berhasil mendapatkan KTP dan 50 warga memperoleh akta kelahiran baru. Dalam bidang Pendidikan, siswa sangat antusias dalam proses pembelajaran dan para guru Bahasa Inggris di SD Negeri Pasir Maris akan terus mencari upaya untuk mengembangkan pembelajaran Bahasa Inggris dengan mengikuti perkembangan zaman yang semakin canggih.Kata Kunci: Pelayanan Masyarakat; Pendidikan; UMKM; Pengembangan UMKMABSTRACTKarangnunggal Village is one of the villages in Cibeber District, Cianjur Regency, which has quite good economic potential. An unoptimal population administration system has resulted in several serious problems. In addition, children who do not have a birth certificate may face difficulties when applying to school. Empowering the community and supporting a broader understanding through Education Packaging in order to support the quality and sustainability of UMKM. The methods used for solving this problem include identifying specific needs for the development of UMKM, methods that can meet the needs of students in improving literacy and numeracy. The results of this service for community services recorded around 50 UMKM who received assistance in the process of obtaining business licenses. Of these, around 30 UMKM managed to obtain official business licenses. The assistance provided includes the preparation of the necessary documents, filling out forms, and managing the procedures that must be taken. In the field of population administration, 200 residents received assistance in managing population documents. Of these, around 150 residents Journal of Community Empowerment 142 Journal of Community Empowerment https://journal.ummat.ac.id/index.php/jce Volume 3, Nomor 2, Desember 2024 p-ISSN: 2961-9459 e-ISSN: 2963-7090 managed to get ID cards and 50 residents obtained new birth certificates. In the field of Education, students are very enthusiastic in the learning process and the English teachers at SD Negeri Pasir Maris will continue to look for efforts to develop English learning by keeping up with the increasingly sophisticated times.Keywords: Community Services; Education; UMKM; Development of UMKM
SOSIALISASI PENTINGNYA PARTISIPASI WARGA DESA MANDE DALAM PEMBANGUNAN DESA BERKELANJUTAN Nurviyani, Vina; Nasihin, Deden; Ningsih, Dini Nurfajrin; Helmie, Jauhar; Zuber, Zuber
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.31927

Abstract

ABSTRAKPembangunan desa berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperbaiki kualitas hidup, mengurangi kemiskinan, serta mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Namun banyak masyarakat yang belum memiliki kesadaran yang optimal untuk berpartisipasi membangun desanya karena sumber daya manusia yang belum memadai. Hal tersebut senada dengan hasil analisis kebutuhan yang ditemukan di desa Mande. Dalam hal ini, desa Mande membutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satu upaya untuk mengatasi persoalan tersebut adalah pelaksanaan kegiatan sosialisasi tentang pentingnya partisipasi warga desa Mande dalam pembangunan desa berkelanjutan. Kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan untuk memperluas pengetahuan dan wawasan warga desa Mande, serta meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya partisipasi mereka dalam membangun desa Mande, sehingga pembangunan desa berkelanjutan dapat dilaksanakan dengan lebih optimal. Sosialisasi tersebut dilaksanakan melalui tiga tahapan, yakni a) persiapan sosialisasi, b) pelaksanaan sosialisasi, c) evaluasi sosialisasi. Sosialisasi tersebut diselenggarakan di balai desa Mande dengan dihadiri oleh 48 orang warga desa Mande beserta aparat desa. Merujuk pada data observasi dan wawancara, hasil temuan menunjukan sejumlah peningkatan namun masih membutuhkan pengembang lanjutan, diantaranya a) warga desa Mande mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru, b) warga lebih menyadari betapa pentingnya partisipasi mereka dalam membangun desa dalam berbagai dimensi pembangunan desa, c) warga bersedia melakukan hidup lebih sehat dengan tidak meminum minum miras dan mengurangi konsumsi rokok, d) warga bersedia melanjutkan sekolahnya atau memperluas pengetahuannya melalui PKBM dan mengikut ujian persamaan paket B atau C serta menghadiri penyuluhan-penyuluhan, e) warga bersedia memelihara dan mengembangkan lahan pertanian dengan lebih optimal sebagai salah satu potensi desa Mande, serta f) warga bersedia berpartisipasi dan mendukuung semua program desa Mande.Kata kunci: partisipasi warga desa Mande; pembangunan desa berkelanjutan. ABSTRACTSustainable village development is crucial to improve community welfare and quality of life, reduce poverty, and support sustainable development goals. However, many people do not have optimal awareness to participate in developing their villages because of inadequate human resources. It is in line with the results of the needs analysis found in Mande village. In this case, Mande village needs to improve the quality of human resources. One effort to overcome this problem is to implement a dissemination concerning the importance of Mande villagers' participation in sustainable village development. The dissemination aims to broaden the knowledge and insight of Mande village residents, as well as increase community awareness of the importance of their participation in developing Mande villager, so sustainable village development can be implemented more optimally. The dissemination is carried out through three stages, namely a) preparation for dissemination, b) implementation of dissemination, c) evaluation of dissemination. The dissemination was held in the Mande village hall and attended by 48 Mande villagers and village officials. Referring to observation and interview data, the findings showed a number of improvements but still needed further development, including a) Mande villagers gained new knowledge, b) they were more aware of the importance of their participation in developing the village in various dimensions, c) they were willing to live healthier by not drinking alcohol and reducing cigarette consumption, d) they were willing to continue their education or expand their knowledge through PKBM and take the B or C package equivalency exam and attend counselings, e) they were willing to maintain and develop agricultural land more optimally as one of the potentials of Mande village, and f) they were willing to participate and support all Mande village programs.Keywords: Mande villagers’ participation; sustainable village development.