Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Peran Pengelolaan Energi, Teknologi Pemantauan Udara, dan Partisipasi Komunitas terhadap Kualitas Lingkungan di Kawasan Industri Jakarta Yana Priyana; Sulaiman Sulaiman; Ade Suhara; Nanny Mayasari; Siti Rahmatia Pratiwi
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 3 No 12 (2024): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v3i12.1865

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh manajemen energi, teknologi pemantauan udara, dan partisipasi masyarakat terhadap kualitas lingkungan di kawasan industri Jakarta. Dengan menggunakan desain penelitian kuantitatif, data dikumpulkan dari 60 responden dengan menggunakan kuesioner terstruktur dengan skala Likert 1-5. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 26, termasuk statistik deskriptif, korelasi, dan analisis regresi linier berganda. Temuan menunjukkan bahwa manajemen energi memiliki pengaruh positif terkuat terhadap kualitas lingkungan, diikuti oleh teknologi pemantauan udara dan partisipasi masyarakat. Hasil ini menyoroti perlunya strategi terpadu yang menggabungkan pendekatan teknologi, manajerial, dan pendekatan berbasis masyarakat untuk mengatasi tantangan lingkungan. Studi ini memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi para pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan industri untuk meningkatkan keberlanjutan lingkungan dalam konteks industri perkotaan.
Peran Pengelolaan Energi, Teknologi Pemantauan Udara, dan Partisipasi Komunitas terhadap Kualitas Lingkungan di Kawasan Industri Jakarta Priyana, Yana; Suhara, Ade; Mayasari, Nanny; Pratiwi, Siti Rahmatia; Sulaiman, Sulaiman
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 3 No 12 (2024): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v3i12.1865

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh manajemen energi, teknologi pemantauan udara, dan partisipasi masyarakat terhadap kualitas lingkungan di kawasan industri Jakarta. Dengan menggunakan desain penelitian kuantitatif, data dikumpulkan dari 60 responden dengan menggunakan kuesioner terstruktur dengan skala Likert 1-5. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 26, termasuk statistik deskriptif, korelasi, dan analisis regresi linier berganda. Temuan menunjukkan bahwa manajemen energi memiliki pengaruh positif terkuat terhadap kualitas lingkungan, diikuti oleh teknologi pemantauan udara dan partisipasi masyarakat. Hasil ini menyoroti perlunya strategi terpadu yang menggabungkan pendekatan teknologi, manajerial, dan pendekatan berbasis masyarakat untuk mengatasi tantangan lingkungan. Studi ini memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi para pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan industri untuk meningkatkan keberlanjutan lingkungan dalam konteks industri perkotaan.
Inovasi Eco Brick dalam upaya Pengelolaan Sampah Plastik sebagai Produk Furniture: Eco-Brick Innovation for Plastic Waste Management as Furniture Products Alricha; Salim, Awwalini Maghfirah; Anita Pratiwi; Dayanun, Darasita Zahra; Pratiwi, Siti Rahmatia; M Marjan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9397

Abstract

Permasalahan sampah plastik menjadi isu global yang memerlukan solusi inovatif dan berkelanjutan. Plastik yang sulit terurai menyebabkan pencemaran lingkungan, terutama di kawasan perkotaan. Salah satu alternatif dalam pengelolaan sampah plastik adalah melalui pemanfaatan Eco Brick, yaitu botol plastik yang diisi dengan sampah anorganik untuk dijadikan bahan atau material sebagai bahan baku produk furniture ramah lingkungan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan informasi atau sosialisi kepada masyarakat terkait pengolahan limbah anorganik menjadi Eco Brick sebagai bahan dasar pembuatan furniture yang kuat, estetis, dan fungsional, serta memiliki nilai ekonomi. Kegiatan ini dilaksanakan di BTN Bumi Roviga RT 03 RW 11, Kelurahan Tondo, Kota Palu. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat Bumi Roviga memperoleh pengetahuan baru terkait cara mengolah dan memanfaatkan sampah anorganik seperti plastik dan botol mineral sebagai bahan untuk membuat produk furniture yang bernilai tambah dan tentunya berkontribusi dalam penurunan sampah di wilayah sekitar.
Sosialisasi Pemanfaatan Cacing Tanah dalam Pengelolaan Sampah Organik Menjadi Vermikompos: Socialization on the Utilization of Earthworms in Organic Waste Management into Vermicompost Ardini Wulandari; Rizaldi Maadji; Siti Rahmatia Pratiwi; Fatimah Maulida; Moh. Baitullah Amaludin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9410

Abstract

Sosialisasi pemanfaatan cacing tanah sebagai agen utama dalam pengelolaan sampah organik menjadi vermikompos menjadi strategi ramah lingkungan yang efektif. Vermikompos merupakan produk dekomposisi biologis yang dihasilkan oleh interaksi antara cacing tanah dan mikroorganisme yang mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Vermikompos terbukti lebih unggul dibandingkan kompos tradisional karena memiliki porositas tinggi, kemampuan menahan air, dan peningkatan kandungan nutrisi seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Program sosialisasi ini bertujuan untuk membekali petugas TPS3R dan masyarakat sekitar TPS3R Huntap Duyu dengan pengetahuan serta keterampilan praktis mengenai metode sederhana pembuatan vermikompos dari sampah organik domestik. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, tahap sosialisasi dan praktik langsung disertai dengan pemilihan media yang sesuai, pengendalian kelembapan, serta penentuan waktu pengomposan yang optimal. Hasil kegiatan menunjukkan peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai konsep vermikompos dalam pengelolaan sampah organik serta proses produksi vermikompos dengan berlangsung efektif selama ±30 hari dengan kelembapan terjaga pada kisaran 70–80%. Selain itu, peserta diharapkan mampu memproduksi vermikompos secara mandiri dengan memanfaatkan sampah organik yang tersedia di TPS3R maupun dirumah masyarakat, mulai dari tahap pemilahan sampah, penyiapan media (wadah dan tanah), menyiapkan cacing tanah, proses pemeliharaan, hingga memanen hasil vermikompos. Produk vermikompos diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam mengurangi volume sampah organik sekaligus mendukung program pengelolaan sampah berkelanjutan di TPS3R dan lingkungan sekitarnya.
Perbandingan Efektivitas Marchantia polymorpha dan Sphagnum spp. sebagai Bioindikator Timbal di Kawasan Lalu Lintas Padat Kota Palu: Comparison of the Effectiveness of Marchantia polymorpha and Sphagnum spp. as Lead Bioindicators in Heavy Traffic Areas of Palu City Ardini Wulandari; Alricha; Fatimah Maulida; Darasita Zahra Dayanun; Siti Rahmatia Pratiwi; Moh. Baitullah Amaludin; Awwalini Maghfirah Salim
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9411

Abstract

enelitian biomonitoring kualitas udara dengan bioindikator lumut semakin berkembang sebagai alternatif metode pemantauan konvensional yang umumnya membutuhkan biaya tinggi, peralatan canggih, dan tenaga ahli. Studi ini bertujuan membandingkan efektivitas dua jenis lumut, yaitu lumut hati Marchantia polymorpha dan lumut gambut Sphagnum spp., dalam menyerap logam berat timbal (Pb) pada lingkungan dengan tingkat pencemaran lalu lintas berbeda di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Penggunaan lumut dipilih karena kemampuannya menyerap polutan langsung dari atmosfer melalui permukaan tubuh tanpa adanya sistem pembuluh atau kutikula pelindung. Penelitian dilakukan dengan dua pendekatan lokasi. Marchantia polymorpha digunakan pada kawasan SPBU Pertamina Martadinata yang memiliki intensitas lalu lintas tinggi. Sementara itu, Sphagnum spp. ditempatkan pada kawasan lampu merah Jalan Suprapto, Besusu Tengah, yang merupakan titik akumulasi emisi kendaraan bermotor. Selain mengukur akumulasi timbal, penelitian ini juga menganalisis faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, kecepatan angin, curah hujan, dan arah angin untuk melihat pengaruh kondisi mikroklimat terhadap penyerapannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa M. polymorpha, dengan permukaan talus yang lebar, mampu mengakumulasi timbal secara efektif di lingkungan urban tropis yang terpapar polutan kendaraan. Di sisi lain, Sphagnum spp. memiliki sel hialin yang mampu menyerap air dan logam berat dengan lebih tinggi, sehingga responsif terhadap perubahan kelembaban dan kondisi mikroklimat. Temuan ini menegaskan bahwa kedua jenis lumut merupakan bioindikator efektif dengan keunggulan masing-masing, dan berpotensi digunakan sebagai metode biomonitoring yang murah, praktis, serta mendukung pengendalian pencemaran udara di kawasan perkotaan.
ANALISIS KEBERHASILAN PENERAPAN PERATURAN WALI KOTA PALU NOMOR 40 TAHUN 2021 TENTANG PEMBATASAN PENGGUNAAN KEMASAN PLASTIK SEKALI PAKAI DAN STYROFOAM Siti Rahmatia Pratiwi; Awwalini Maghfirah Salim; Darasita Zahra Dayanun; Anita Pratiwi; Ardini Wulandari; Fatimah Maulida
Hexagon Vol 6 No 2 (2025): Vol. 6 No. 2 (2025): HEXAGON - Edisi 12
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v6i2.5808

Abstract

Environmental pollution issue from solid waste, especially plastic, is a global concern because it harms ecosystems and human health. A major cause is the use of single-use plastics and styrofoam, which do not break down easily. In Palu City, this problem led to the issuance of Palu Mayor Regulation Number 40 of 2021 concerning the Restriction on the Use of Single-Use Plastic Packaging and Styrofoam. This study evaluates how well this policy has been implemented and its effect on reducing plastic waste. Using descriptive quantitative methods to analyze secondary data of waste generation and achievements in waste handling from the National Waste Management Information System (SIPSN) for the years preceding (2020) and following (2024) the regulation’s implementation. The results show a significant drop in plastic waste from 30.00% to 10.43%, along with decreases in daily and yearly waste amounts. The recycling rate also improved from 0.51 to 0.58, indicating an improvement in waste management, especially through the use of TPS3R. The study recommends stronger public education, better monitoring, and improved facilities to ensure the policy’s success and sustainability in Palu City.
Analisis Hubungan Total Suspended Particulate (TSP) Dan Kecepatan Angin Di Jalan Raya Kota Makassar Awwalini Maghfirah Salim; Anita Pratiwi; Darasita Zahra Dayanun; Siti Rahmatia Pratiwi; Andi Iin Nindy Karlinda Kadir; Alricha
Hexagon Vol 6 No 2 (2025): Vol. 6 No. 2 (2025): HEXAGON - Edisi 12
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v6i2.5838

Abstract

Aktivitas transportasi yang menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil menyumbang pencemaran udara dalam bentuk gas dan partikel. Kualitas udara yang buruk di wilayah perkotaan umumnya disebabkan oleh tingginya kadar polutan dari emisi gas buang kendaraan, baik milik pribadi maupun umum. Salah satu kota yang mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah kendaraan adalah Kota Makassar. Bertambahnya jumlah kendaraan bermotor berdampak pada meningkatnya emisi yang mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat. Salah satu jenis polutan yang dihasilkan kendaraan bermotor adalah Total Suspended Particulate (TSP). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat konsentrasi TSP dalam udara ambien serta hubungannya dengan kecepatan angin. Data diperoleh melalui pengukuran langsung menggunakan alat High Volume Air Sampler (HVAS). Penelitian dilakukan pada enam ruas jalan di Kota Makassar selama tiga waktu sibuk (peak hour) setiap harinya di masing-masing lokasi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa konsentrasi TSP tertinggi mencapai 398,67 ?g/Nm³, yang tercatat di Jalan Perintis Kemerdekaan. Angka ini melebihi ambang batas kualitas udara ambien berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 41 Tahun 1999. Analisis korelasi antara kecepatan angin dan konsentrasi TSP menunjukkan adanya hubungan yang cukup kuat, dengan nilai korelasi sebesar 0,709.