Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

KLASIFIKASI OBJEK BERDASARKAN WARNA, BENTUK DAN DIMENSI Budi Sugandi; Aprianto Riwan Doni; Dwi Ayu Imardiyanti
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v18i2.1435

Abstract

ABSTRACTThis research aimed to develop an algorithm to classify an object based on color, shape and dimension. In this research, the classification process was designed on two combined features which are color-shape, color-dimension, and shape-dimension. Each two combined features yielded 9 classification results. Therefore, in total, the number of classifications of three combined features were 27 classifications. The algorithm was depeloved as follows. The color feature was classiffied using RGB color histogram. Each object histogram was compared and calculated the distance to the reference object histogram. The similarity was determined with the smaller distance to the reference object. The shape feature was classified using shape matching algorihtm. The algorithm measured the similarity based on distance between two point on each geometry. The dimension feature was classified using the number of the pixel on each object. The number of pixel was callibrated on certain distance to the camera. The algoritma was also designed to classify the reject object (Not Good/NG). The algortihm was implemented on a conveyor system as a sorting machine. The conveyor has 10 output classification, 9 output for object classification and 1 output for NG object. The experimental results showed the sistem could classify the object in 27 category classification and 1 NG category.Keywords: object cleassification, object feature, RGB color histogram, shape matching, object sortingABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk membangun algoritma untuk pengklasifikasian objek berdasarkan warna, bentuk dan dimensi. Dalam penelitian ini, pengklasifikasian didesain dalam dua ciri gabungan yaitu warna-bentuk, warna-dimensi dan bentuk-dimensi. Tiap-tiap dua ciri gabungan tersebut akan menghasilkan 9 hasil klasifikasi. Sehingga total klasifikasi gabungan 3 ciri adalah 27 klasifikasi. Algoritma yang dikembangkan untuk masing-masing ciri adalah sebagai berikut. Ciri warna diklasifikasikan menggunakan histogram warna RGB. Tiap objek dibandingkan histogramnya dan dihitung jarak tiap histogram dengan histogram referensi. Semakin dekat dengan histogram referensi, maka objek tersebut diklasifikasikan sama dengan objek referensi. Ciri bentuk diklasifikasikan menggunakan algoritma shape matching. Algoritma shape matching mengukur kemiripan objek berdasarkan jarak antar titik dalam objek geometri. Semakin rendah perbedaannya menunjukkan semakin mirip objek tersebut. Sementara ciri dimensi diklasifikasikan menggunakan perhitungan jumlah pixel pada tiap objek. Jumlah pixel dikalibrasi pada jarak tertentu dari pengkapturan objek oleh kamera. Selain itu, algoritma ini pun didesain untuk dapat mengklasifikasi objek yang tidak masuk kategori dan diklasifikasikan sebagai objek yang rusak (Not Good/NG). Algoritma ini selanjutnya diimplemenasikan dalam sebuah konveyor sebagai mesih pemisah objek yang mempunyai 10 keluaran. Sembilan keluaran untuk objek hasil klasifikasi dan satu keluaran untuk objek dalam kategori NG. Hasil eksperimen menunjukkan sistem dapat mengklasifikasi objek dalam 27 kategori dan 1 kategori NG.Kata Kunci: klasifikasi objek, ciri objek, histogram warna RGB, shape mathing, pemilah objek
Object Sorting System Based On Height And Color Sugandi, Budi
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 19 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v19n1.2737

Abstract

Manusia memiliki keterbatasan energi sehingga tidak mampu bekerja terus menerus. Semantara dalam dunia industri diperlukan mesin yang mampu bekerja terus menerus tanpa perlu istirahat. Hal ini membuat banyak proses industri beralih dari tenaga manusia ke peralatan yang lebih mudah dikendalikan dan efisien. Salah satu peralatan yang saat ini terus dikembangkan dan biasanya diaplikasikan didunia industri adalah konveyor. Alat ini digunakan untuk memindahkan suatu benda dari satu tempat ke tempat lain. Salah satu penggunaan konveyor yaitu untuk mengelompokkan objek yang diproduksi secara otomatis berdasarkan warna dan tinggi, karena setiap objek memiliki visual yang berbeda-beda. Perancangan dan pembuatan alat penyortir barang ini berbasis Arduino Nano dan HMI (Human Machine Interface) dengan menggunakan sensor RGB (Red Green Blue) TCS 34725 untuk mendeteksi warna, sensor ultrasonik HC-SR 04 untuk mendeteksi tinggi objek dan servo untuk memisahkan objek. Setelah melakukan pengujian alat penyortir barang berdasarkan visual, sensor dapat membaca objek dan alat penyortir dapat menyortir objek sesuai dengan warna dan tinggi objek itu sendiri. Hasil implementasi alat sortir ini bekerja dengan baik, yaitu dapat melakukan proses sortasi objek dengan 16 percobaan secara keseluruhan dan tidak terjadi error dalam pengujian tersebut.
Object Sorting System Based On Height And Color Sugandi, Budi
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 19 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v19n1.2737

Abstract

Manusia memiliki keterbatasan energi sehingga tidak mampu bekerja terus menerus. Semantara dalam dunia industri diperlukan mesin yang mampu bekerja terus menerus tanpa perlu istirahat. Hal ini membuat banyak proses industri beralih dari tenaga manusia ke peralatan yang lebih mudah dikendalikan dan efisien. Salah satu peralatan yang saat ini terus dikembangkan dan biasanya diaplikasikan didunia industri adalah konveyor. Alat ini digunakan untuk memindahkan suatu benda dari satu tempat ke tempat lain. Salah satu penggunaan konveyor yaitu untuk mengelompokkan objek yang diproduksi secara otomatis berdasarkan warna dan tinggi, karena setiap objek memiliki visual yang berbeda-beda. Perancangan dan pembuatan alat penyortir barang ini berbasis Arduino Nano dan HMI (Human Machine Interface) dengan menggunakan sensor RGB (Red Green Blue) TCS 34725 untuk mendeteksi warna, sensor ultrasonik HC-SR 04 untuk mendeteksi tinggi objek dan servo untuk memisahkan objek. Setelah melakukan pengujian alat penyortir barang berdasarkan visual, sensor dapat membaca objek dan alat penyortir dapat menyortir objek sesuai dengan warna dan tinggi objek itu sendiri. Hasil implementasi alat sortir ini bekerja dengan baik, yaitu dapat melakukan proses sortasi objek dengan 16 percobaan secara keseluruhan dan tidak terjadi error dalam pengujian tersebut.
Smart Lock Sistem Deteksi Iris Mata Manusia Yaser, Vio Rahmadani; Diono; Sugandi, Budi; Firdaus, Fadli
Technology Sciences Insights Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Technology Sciences Insights Journal
Publisher : MID Publisher International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/xbg34n05

Abstract

Mata salah satu bagian dari tubuh penting bagi manusia sebagai Indera penglihatan, dari mata kita bisa mengenali orang dengan menggunakan alat elektronik pada system deteksi biometric iris mata. Pada Penelitian ini akan dilakukan deteksi biometric iris mata pada manusia secara langsung menggunakan sensor kamera IR. Tangkapan kamera yang dihasilkan seperti ekstraksi fitur pada citra iris mata akan diklasifikasikan menggunakan kecerdasan buatan, menggunakan Metode algoritma Scale Invariant Feature Transform (SIFT) dan Draw-Keypoints.Kecerdasan buatan pada pendeteksian mata ini akan menghasilkan nilai akurasi pada pengenalan kemiripan mata yang akan dideteksi, sistem dari tahap input data dengan pengenalan iris mata yang akan dibaca menggunakan Keypoints dari metode SIFT, dengan akuisisi citra menggunakan kamera inframerah data di pros-es dan dihitung dari nilai akumulasi keypoint dari tiap citra. Output nilai akurasi dari hasil deteksi akan menen-tukan akses terbukanya kunci. Penelitian ini diharapkan bisa mendeteksi biometric iris mata, seseorang sehingga dapat mengenali dengan teknologi yang bisa digunakan untuk berbagai hal salah satunya kemaamanan suatu seperti contoh prototype yang akan dibuat untuk membuka sesuatu menggunakan deteksi iris mata.
Monitoring Suhu, pH dan Kelembapan Untuk Aplikasi Smart Farming Berbasis Internet Of Things Sugandi, Budi
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 19 No. 3 (2025)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v19n3.2920

Abstract

Smart farming merupakan pendekatan modern dalam pertanian yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Dalam penelitian ini, smart farming dikembangkan melalui sistem monitoring dan pengendalian berbasis IoT secara real-time dengan menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terhubung dengan sensor suhu, pH, dan kelembapan tanah. Proses pengendalian kelembapan tanah dikendalikan dengan mengaktifkan pompa air saat kelembapan tanah di bawah 40%. Data pengukuran dianalisis dengan metode moving average untuk memastikan pembacaan stabil. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman dengan menggunakan sistem yang dikembangkan tumbuh lebih optimal dengan tinggi rata-rata 11,2 cm dan ukuran daun 5,5 cm. Sementara pertumbuhan tanaman secara manual yang hanya mencapai tinggi 7,9 cm dan panjang daun 4 cm. Lingkungan pertumbuhan juga berada pada kondisi yang stabil dengan suhu rata-rata 29,63°C, kelembapan 40%, dan pH tanah 6,4–7,5. Selain itu, tanaman menunjukkan warna daun lebih hijau dan jumlah daun lebih banyak. Hasil eksperimen ini menunjukkan keberhasilan sistem yang dikembangkan untuk memonitor dan mengendalikan suhu, pH dan kelembaban untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pertumbuhan daun bayam sebagai bagian dari implementasi smart farming bagi industri pertanian.
PERAN KEINSINYURAN DALAM IMPLEMENTASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA UPAYA MENTAATI KODE ETIK DALAM MEWUJUDKAN PROFESIONALISME PEMBELAJARAN KELAS BENGKEL TEKNIK ELEKTRO Abdullah; Sutopo, Daniel; Sugandi, Budi
ATDS Saintech Journal of Engineering Vol. 4 No. 2 (2023): Edisi Desember
Publisher : Akademi Teknik Deli Serdang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keinsinyuran merupakan kegiatan teknik dengan menggunakan kepakaran dan keahlian berdasarkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya guna secara berkelanjutan dengan memperhatikan keselamatan, kesehatan, kemaslahatan, serta kesejahteraan masyarakat, kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, profesi keinsinyuran harus didedikasikan terhadap perlindungan keamanan, keselamatan, kesehatan, dan kemaslahatan masyarakat sebagai upaya mewujudkan tempat/lingkungan kerja yang aman dan sehat, profesi keinsinyuran harus mentaati kode etik profesi yang memberikan pedoman bagi setiap orang dalam pelaksanaan tugasnya, harus profesional sehingga dapat berkomitmen terhadap pekerjaan yang dilakukan agar dapat memenuhi standar tinggi, memberikan manfaat kepada masyarakat, agar senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kemampuannya sesuai aturan serta etika yang berlaku serta memelihara reputasi positif dalam pekerjaannya, sehingga peran keinsinyuran akan mewujudkan prinsip dan sikap kepatuhan terhadap kode etik, profesionalisme, berintegritas tinggi, mempriotitaskan keselamatan masyarakat, tanggung jawab terhadap lingkungan, memikirkan kualitas dan keandalan, keterbukaan terhadap perubahan serta selalu siap untuk berinovasi.
Deteksi Pelanggaran Lampu Lalu Lintas Berdasarkan Sensor Visual Sugandi, Budi; Lifitri, Shitiya
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.845 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v11i2.50287

Abstract

Peningkatan jumlah pengendara yang pesat berefek pada masalah pelanggaran lalu lintas yang menimbulkan banyak korban. Untuk mengurangi masalah pelanggaran lalu lintas tersebut, dibutuhkan sistem pendeteksi pelanggaran yang dapat mempermudah petugas dalam memantau terjadinya pelanggaran di persimpangan lampu lalu lintas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi sistem deteksi pelanggaran pada simpang lampu lalu lintas menggunakan sensor visual. Sistem dirancang dengan melalui tiga tahapan yaitu deteksi lampu hijau, deteksi kendaraan dan deteksi jumlah pelanggaran. Pada tahap pertama yaitu deteksi lampu hijau digunakan filter warna HSL yang akan mendeteksi lampu hijau lalu lintas. Untuk mendeteksi kendaraan digunakan metode background substraction, morphology filer dan blob detection. Tahapan terakhir adalah mendeteksi jumlah pelanggaran yang ditentukan dengan penentuan garis virtual yang ditempatkan di atas zebra cross. Pada tahap ini, pelanggaran ditentukan oleh pengendara yang melewati atau berada di atas garis virtual. Sistem diimplementasikan menggunakan video hasil rekaman di beberapa simpang lalu lintas. Hasil evaluasi pengujian menunjukkan bahwa sistem deteksi pelanggaran yang telah dikembangkan telah berhasil mendeteksi pelanggaran lalu lintas dengan tingkat kesalahan rata-rata sebesar 1,1%. Sistem telah berhasil mendeteksi lampu lalu lintas menggunakan filter warna HSL.
Analysis of Ship Radio Frequency Coverage Failure Sugandi, Budi; Syahidah, Fathiyyah; Ridwan, Ridwan
Journal of Applied Electrical Engineering Vol. 8 No. 1 (2024): JAEE, June 2024
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jaee.v8i1.7810

Abstract

MF/HF Radio communication equipment is a communication device that uses a medium or high frequency system that is intended for maritime purposes. The device is equipped with a maritime mobile service identity, which has the ability to transmit, receive and monitor distress signals. The device also can be used for normal communication between ship-to-ship and ship-to-land. In this article, we conducted direct monthly testing of MF/HF Radio when sending distress signals. We monitored the problems caused by delays in the process of sending and receiving distress signals when the ship was sailing. The delays occurred due to the Single Side Band MF antenna. To analyze the problem, we propose a qualitative descriptive approach, which describs and analyzes the problems found. We use four categories to analyze the problem which are number of incidents, primary causes of failure, time of incidents and average duration of failure.The experimental results show the results of each category. The frequency coverage failure incidents has eight times incidents. The biggest cause failure was caused by weather interference with 35 % failure. The time of incident was at night time. It was 30 % incidents. And the average duration failure was in two hours with 40%. Using these data, we can prevent and improve the MF/HF radio communication when sending and receiving distress signal optimally. Therefore, in shipping activities especially when carrying out communication activities and facing emergencies, distress signals can be sent and received quickly and accurately.
Sistem Penyortir Selang Infus Secara Otomatis Berdasarkan Standar Produk 20G dan 25G Sugandi, Budi; Agus Indra Ansyah
Journal of Applied Electrical Engineering Vol. 9 No. 1 (2025): JAEE, June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jaee.v9i1.9483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem penyortiran salah satu produk medis yaitu selang infus secara otomatis. Sistem yang dikembangkan menggunakan PLC, pneumatik dan Digital Flow Switch. Proses pengujian sistem menggunakan dua standar produk selang infus yaitu standar produk 20G dan 25G. Proses pendeteksian selang infus dikategorikan dalam dua kategori yaitu reject atau accept dengan cara mengamati nilai keluaran pada digital flow switch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk dikategorikan sebagai produk reject apabila nilai keluaran pada standar produk 20G dan 25G adalah 0,00 L/min. Sementara produk dikategorikan sebagai produk accept apabila nilai keluaran pada standar produk 20G ada pada rentang 4,05 L/min sampai 4,40 L/min sedangkan pada standar produk 25G pada rentang 0,67 L/min sampai 0,92 L/min.