Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS PRODUK DAN PASAR WISATA UNTUK OPTIMALISASI EMBUNG BUAL SEBAGAI DESTINASI WISATA LOMBOK TENGAH Kornelia Webliana; Maiser Syaputra; Indriyatno
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 4 No. 4 (2018): Desember 2018
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Aik bual merupakan salah satu destinasi wisata Pulau Lombok yang menarik dan menawarkan perpaduan antara atraksi alam dan budaya. Desa ini terletak di Kabupaten Lombok Tengah dengan atraksi utama Embung Bual yang berasal dari mata air yang bersumber dari wilayah hutan di sekitar desa Aik Bual. Dalam rangka mengembangkan Embung bual sebagai salah satu atraksi wisata dilakukan analisis terhadap dua komponen penting, yaitu produk (product) dan pasar wisata (market). Produk wisata terdiri dari atraksi wisata, dan landscape. Sedangkan pasar wisatwan berhubungan dengan persepsi dan preferensi wisatawan. Hasil penelitian menunjukan produk wisata berupa jenis atraksi wisata pendukung di desa Aik Bual terdiri dari atraksi alam berupa mata air, gua dan hutan serta traksi buatan seperti embung bual, makam keramat, areal berkemah, areal piknik, pengolahan aren, rumah produksi HHBK. Dengan Hasil penilaian landscape kawasan sekitar Embung Bual masih termasuk dalam kategori menarik dan relatif alami. Analisis pasar wisatawan (market) menunjukan wisatawan yang berkunjung didominasi oleh wisatawan lokal dengan motivasi kunjungan terbesar yaitu untuk berrekreasi (92%). Sejumlah 14% wisatawan merasa tidak puas berkunjung ke kawasan Embung Bual dan faktor ketidakpuasan dipengaruhi oleh beberapa permasalahan yaitu kurangnya fasilitas perdagangan (44%), kurang memadainya sarana penunjang (31%), kurangnya sarana akomodasi (17%) dan wisatawan merasa kesulitan dalam mencapai lokasi (8%). Sedangkan diperoleh hasil kepuasan pengunjung dalam berwisata yaitu 86% dan mendukung penataan kawasan wisata Embung Bual.
POPULASI DAN SEBARAN LUTUNG (Trachypithecus auratus) DI KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) SENARU Maiser Syaputra; Kornelia Webliana; Indriyatno
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 4 (2017): Desember 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lutung (Trachypithecus auratus) atau sering juga disebut Lutung Jawa merupakan satwa endemik Indonesia yang penyebaran paling timurnya berada di Pulau Lombok. Lutung yang terdapat di Lombok merupakan sub spesis dengan nama Trachypithecus auratus auratus yang berbeda dengan jenis Trachypithecus auratus mauritius yang berada di barat Pulau Jawa. Menariknya di Pulau Lombok penyebaran satwa ini terbatas hanya pada ekosistem rinjani, salah satunya berada di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Senaru yang berada di Desa Senaru Kabupaten Lombok Utara. Karena terbatasnya informasi, keberadaan Lutung di KHDTK Senaru menjadi menarik untuk diteliti khususnya mengenai populasi dan sebarannya. Penelitian ini bertujan untuk mengkaji struktur populasi lutung serta mengetahui pola sebaran lutung di KHDTK Senaru yang bermanfaat sebagai data dasar bagi KHDTK terkait pengelolaan keanekaragaman hayati.
POTENSI DAN PEMANFAATAN TANAMAN AREN (Arenga pinnata) DIHUTAN KEMASYARAKATAN AIK BUAL KABUPATEN LOMBOK TENGAH Kornelia Webliana; Dwi Sukma Rini
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v5i1.1725

Abstract

Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi Aren yang cukup luas dengan penyebaran terbesar di Pulau Lombok yakni yang mencapai 823,1 ha (BPS NTB, 2015). Lombok Tengah adalah Kabupaten di Nusa Tenggara Barat yang memiliki potensi aren yang cukup rendah jika dibandingkan dengan kabupaten lainnya yaitu sejumlah 125,4 ha dan total produksi 4,7 ton pada tahun 2015. Hal ini tentu perlu mendapat perhatian mengingat tanaman aren memiliki peranan penting dalam aspek ekologis, ekonomi dan social. Penelitian ini dilaksanakan diHutan Kemasyarakatan (HKm) Desa Aik Bual Kabupaten Lombok Tengah dengan tujuan (1)mengetahui potensi tanaman aren berdasarkan pola penyebaran dan produktivitas aren (2)mengetahui pemanfaatan Aren oleh masyarakat Desa Aik Bual. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling dengan pertimbangan masyarakat Desa Aik Bual telah lama memanfaatkan tanaman aren untuk menunjang perekonomian. Pengumpulan data penyebaran dan produktivitas tanaman secara non probability sampling dengan sampling jenuh (sensus), dan metode pengumpulan data pemanfaatan tanaman aren oleh masyarakat dilakukan dengan wawancara secara terbuka dengan key responden. Hasil penelitian menunjukan terdapat 433 tanaman Aren yang tersebar di dusun Nyeredet dan dusun Pertanian dengan potensi tanaman aren yang belum produktif sejumlah 81,99%, tanaman aren hampir produktif 3,46%, tanaman aren sudah produktif 12,47% dan tanaman aren sudah tidak produktif 2,08%. Masyarakat Aik Bual memanfaatkan nira aren sebagai bahan baku pembuatan gula aren yang terbagi menjadi gula cetak, gula semut dan gula Kristal. Selain itu hasil ikutan Aren seperti kolang-kaling dan ijuk juga diperjualbelikan oleh masyarakat dengan harga yang bervariasi.Hasil penelitian diharapakan dapat memperbaiki pola pengelolaan kawasan dan pembudidayaan tanaman Aren guna keberlangsungan fungsi ekonomi dari tanaman tersebut.
PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP PENGELOLAAN WISATA ALAM GUNUNG JANGGOT LOMBOK TENGAH Sukran Makmun; Endah Wahyuningsih; Kornelia Webliana
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 32 No 1 (2022): Jurnal Agroteksos April 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v32i1.722

Abstract

Persespsi diartikan sebagai suatu tindakan yang membenahi, menelaah dan menafsirkan suatu informasi sehingga memberikan gambaran dan pemahaman tentang kondisi lingkungan. Adanya informasi tentang persepsi pengunjung di kawasan wisata dapat memeberikan suatu gambaran mengenai pengembangan kawasan unuk masa yang akan datang serta untuk menghindari terjadinya konflik antara pengelola dengan pengunjung yang akan berimbas pada aspek ekonomi masyarakat sekitar kawasan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian mengenai persepsi wisatawan terhadap pengelolaan wisata alam. Penelitian ini dilaksanakan di kawasan wisata alam Gunung Janggot dengan tujuan untuk mengetahui persepsi wisatawan terhadap pengelolaan wisata alam Gunung Janggot. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi pustaka. Penentuan responden menggunakan teknik accidental sampling, dengan jumlah responden 44 orang. Analisis data menggunakan metode skala likert dengan ketentuan batasan kriteria Baik (B) jika rentang nilai 104-132, Cukup Baik (CB) jika rentang nilai 74-103 dan Tidak Baik (TB) jika rentang nilai 44-73. Hasil analisis kemudian disajikan dalam bentuk table dan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai untuk parameter atraksi air terjun, atraksi kolam renang, atraksi flying fox, atraksi makam anak iwoq, kelembagaan dan sosial budaya berada pada kategori Cukup Baik (CB), dengan nilai secara berturut-turut 85, 85, 78, 85, 86, 88. Sedangkan yang masuk dalam kategori Tidak Baik (TB) yaitu kondisi jalan, sarana dan prasarana, kondisi kebersihan dan infrastruktur dengan nilai secara berturut-turut 60, 72, 69, 65
Perencanaan Kawasan Wisata Edukasi Mangrove Tanjung Batu, Sekotong Tengah Kornelia Webliana; Andi Chairil Ichsan; Irwan Mahakam Lesmono Aji; Maiser Syaputra; Diah Permata Sari; Wihelmus Jemarut
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 1 (2022): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.984 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i1.1150

Abstract

Abstract: The establishment of educational tourism in mangrove areas is expected to prevent and overcome the impact of tourist activities on nature and culture. This community service activity was carried out in the Tanjung Batu Mangrove area, Sekotong Village with the aim of designing an educational tourism concept to maximize the use of mangroves as a new tourist attraction in the Central Sekotong area. The selection of mangrove locations was carried out by purposive sampling, and the methods applied to this service were observation, socialization, discussion and direct area arrangement. The results of observations showed the potential flora in Tanjung Batu, namely Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa and Avicennia lanata. Meanwhile, the birds types found in this area are terns, swallows, black eagles, sparrows, king prawns and Asian plover. The potential of flora and fauna is then described in the Flora-Fauna interpretation board and a short documentary related to the area which was prepared jointly by the manager and the community service team. Recommendations for the types of educational tourism activities that can be offered for the Tanjung Batu Mangrove area, namely bird watching, mangrove planting, canoeing, and making mangrove films. Keywords: Mangrove, Tanjung Batu, Educational tourism
ANALISIS KAPASITAS KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI HUTAN WAKU LANI DESA LENEK DUREN DAN DESA TOYA LOMBOK TIMUR Lutfia Azizah; Andi Chairil Ichsan; Kornelia Webliana
Jurnal Sylva Scienteae Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 1 Edisi Februari 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.446 KB) | DOI: 10.20527/jss.v4i1.3097

Abstract

The Waku Lani forest farmer group is a group which is under the management of the Mount National Park Rinjani this group has an institutional capacity not yet optimal. For upgrade capacity the institutional strategy needed to strengthen management institutional. With forestry number 57 of 2014 and Ostrom Theory (1990) to analyze institutional capacity and analysis SWOT to study group strengthening strategies. Method in this study using the interview method, literature observations and studies. Based on research institutional capacity is carried out in the class category beginner with a score of 210 based forestry number 57 of 2014 and institutional performance in the low category with a score of 13 based on the theory Ostrom (1990) this shows that several indicators need to be optimized through a strengthening strategy for increase group institutional capacity. Strategy what is done is to strengthen institutions through capacity building for group dynamics.Keywords : National Park; Institutional, Strategy, Group Dynamic
Kelayakan dan Kesesuaian Lahan Kawasan Wisata Pemandian Gumbang Ganang Sambelia Lombok Timu Devi Devi Nurlaely; Irwan Mahakam Lesmono Aji; Kornelia Webliana B
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 5 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v5i1.19935

Abstract

Pemandian Gumbang Ganang memiliki potensi sebagai kawasan wisata alam. Namun faktanya Kawasan tersebut masih perlu untuk dikembangakan baik dari segi infrastruktur maupun dari segi lainnya karena pengelolaanya masih belum optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan objek daya Tarik wisata alam pemandian Gumbang Ganang, mengetahui analisis kesesuaian lahan untuk aktifitas wisata. Penelitian ini dilaksanakan pada wisata alam pemandian Gumbang Ganang dengan menggunakan pendekatan Kualitatif, untuk analisis kelayakan dianalisis menggunakan pedoman Analisis Daerah Operasi Objek Daya Tarik Wisata Alam Dirjen PHKA 2003, analisis kesesuaian wisata dianalisis menggunakan pedoman lanskape oleh Fandeli, 2008. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pemandian Gumbang Ganang dikatakan layak untuk dikembangkan dengan persentase nilai 76,00 %. Untuk analisis kesesuaian wisata dikatakan sesuai jika dilihat pada area berkemah dan area piknik pada aspek- aspek seperti struktur tanah, kedalaman tanah, tekstur, kemiringan, kebatuan atau kebatukarangan.
Biomassa dan Serapan Karbon Hutan Mangrove Tanjung Batu, Desa Sekotong Tengah, Kabupaten Lombok Barat Diah Permata Sari; Maiser Syaputra; Kornelia Webliana B
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 5 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v5i1.20569

Abstract

Pemanasan global menjadi faktor penyebab perubahan iklim dunia.  Dampak pemanasan global salah satunya adalah mencairnya es di kutub yang menyebabkan naiknya permukaan air laut yang menjadi ancaman bagi ekosistem pesisir yang salah satunya adalah ekosistem hutan mangrove.  Peran ekosistem mangrove dalam mitigasi pemanasan global adalah dengan mengurangi konsentrasi CO2 yang disimpan dalam bentuk cadangan karbon.  Kawasan mangrove Tanjung Batu merupakan bagian dari Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Koridor Mangrove Teluk Lembar yang memiliki peran penting dalam upaya konservasi mangrove khususnya di Kabupaten Lombok Barat.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis biomassa dan serapan karbon hutan mangrove Tanjung Batu.  Pengambilan data biomassa dilakukan dengan petak ukur ganda dengan metode jalur berpetak.  Data vegetasi mangrove dianalisis menggunakan persamaan allometrik untuk analisis biomassa, cadangan karbon dan serapan karbon.  Berdasarkah hasil penelitian, total estimasi nilai biomassa yang dihasilkan oleh hutan mangrove  Tanjung Batu yaitu 1621,74 ton dan jenis Rhizophora stylosa menjadi penyumbang terbesarnya.  Total estimasi cadangan karbon di hutan mangrove Tanjung Batu yaitu 810,87 ton dan serapan karbonnya 3048,87 ton CO2 dan jenis Rhizophora stylosa menjadi penyumbang terbesarnya.
Daya Dukung Wisata Alam Air Terjun Segenter Di Taman Hutan Raya Nuraksa, Kabupaten Lombok Barat Ni Kadek Mayaning Sari; Endah Wahyuningsih; Kornelia Webliana B
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 5 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v5i1.21422

Abstract

Taman Hutan Raya Nuraksa merupakan satu-satunya taman hutan raya yang terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Salah satu obyek daya tarik wisata alam unggulan yang menjadi daya tarik utama di Tahura Nuraksa adalah Air Terjun Segenter. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan (1) mengetahui nilai daya dukung fisik (PCC) di kawasan wisata alam air terjun segenter, (2) mengetahui nilai daya dukung riil (RCC) di kawasan wisata alam air terjun segenter, dan (3) mengetahui nilai daya dukung efektif (ECC) di kawasan wisata alam air terjun segenter. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan penentuan lokasi penelitian menggunakan purposive sampling dengan pertimbangan banyaknya wisatawan yang berkunjung di wisata alam Air Terjun Segenter dan belum adanya data mengenai nilai daya dukung pada wisata alam tersebut. Metode pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah wisatawan air terjun segenter belum melebihi kapasitas daya dukungnya atau masih dapat dimaksimalkan. Nilai daya dukung fisik untuk kegiatan piknik yaitu 3.798 orang/hari, untuk kegiatan berenang yaitu 62 orang/hari. Nilai daya dukung riil untuk kegiatan piknik yaitu 1.740 orang/hari dan untuk kegiatan berenang yaitu 28 orang/hari. Nilai daya dukung efektif yaitu 583 orang/hari
Karakteristik Biopelet Dari Bahan Sekam Padi Dan Serbuk Gergaji Kayu Jati (Tectona grandis Linn.F) Dhimas Mardyanto Prasetyo; Febriana Tri Wulandari; Kornelia Webliana B
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 5 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v5i1.21597

Abstract

Pemanfaatan limbah sekam padi dan serbuk gergaji kayu jati sebagai biopelet menjadi salah satu solusi untuk menghindari masalah baru bagi lingkungan  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai sifat fisis biopelet dari bahan sekam padi dan serbuk gergaji kayu jati serta untuk mengetahui kualitas biopelet dari bahan sekam padi dan serbuk gergaji kayu jati. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimen yang dibuat dengan rancangan acak lengkap non factorial. Pembuatan contoh uji dibuat berdasarkan 3 perlakuan yaitu sekam padi komposisi 100%, serbuk gergaji kayu jati komposisi 100%, dan campuran antara sekam padi dan serbuk gergaji kayu komposisi 50% : 50%. Pengujian dilakukan mengikuti Standar Nasional Indonesia (SNI) 8675 :2018. Hasil penelitian dianalisis menggunakan software spss 24, kemudian dilakukan uji lanjut menggunakan uji LSD dengan taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi terbaik dihasilkan oleh biopelet terdapat pada perlakuan serbuk gergaji kayu jati komposisi 100% dengan kadar air 3,03%; kadar abu 2,76%; kadar zat terbang 91,93%; kadar karbon terikat 4,24% dan nilai kalor 17,28 MJ/kg. Apabila dibandingkan dengan SNI 8675:2018, hasil perlakuan serbuk gergaji kayu komposisi 100% dari lima pengujian terdapat dua pengujian yang tidak lulus SNI yaitu kadar zat dan kadar karbon terikat. Sedangkan untuk perlakuan sekam padi komposisi 100% dan campuran komposisi 50% : 50% dari lima pengujian terdapat tiga pengujian tidak lulus SNI yaitu kadar abu, nilai kalor dan kadar karbon terikat. Hal ini diakibatkan karena adanya kandungan bahan baku berupa lignin, selulosa, sukrosa dan hemiselulosa yang berpengaruh terhadap tinggi rendahnya kadar abu, kadar zat terbang dan nilai kalor serta karbon terikat. Kemudian hasil uji lanjut terdapat interaksi antara sekam padi, serbuk gergaji kayu jati dan campuran sehingga berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, nilai kalor dan karbon terikat.