Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

IKLIM MIKRO DAN TINGKAT KENYAMANAN TERMAL PADA KAWASAN EKOWISATA MANGROVE TANJUNG BATU KABUPATEN LOMBOK BARAT Diah Permata Sari; Muhamad Husni Idris; Irwan Mahakam Lesmono Aji; Hairil Anwar; Kornelia Webliana B
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 21, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v21i2.6258

Abstract

Iklim mikro dan tingkat kenyamanan menjadi salah satu faktor penting dalam sektor pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis iklim mikro dan tingkat kenyamanan termal pada kawasan ekowisata mangrove Tanjung Batu Kabupaten Lombok Barat.  Data iklim mikro yang diambil meliputi suhu udara, kelembaban udara dan kecepatan angin.  Data iklim mikro dirata-rata secara harian, sedangkan data suhu udara dan kelembaban rata-rata digunakan untuk analisis kenyamanan termal dengan metode Temperature Humidity Index (THI).  Berdasarkan hasil penelitian, suhu rata-rata harian berkisar antara 25,29 º C – 26,66 º C, kelembaban rata-rata harian berkisar antara 72,75% - 79,96% dan kecepatan angin rata-rata harian berkisar antara 0,81 km/jam – 4,90 km/jam.  Berdasarkan hasil analisis THI, nilai kenyamanan termal rata-rata di kawasan ekowisata mangrove Tanjung Batu yaitu 24,71 dengan klasifikasi nyaman.
PELATIHAN PEMBUATAN PAPAN LAMINASI BAMBU DAN APLIKASINYA SEBAGAI PRODUK KERAJINAN CUTTING BOARD DI DESA GONDANG KABUPATEN LOMBOK UTARA Febriana Tri Wulandari; Kornelia Webliana B.; Diah Permata Sari; Rima Vera Ningsih; Raehanayati Raehanayati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11267

Abstract

ABSTRAKBambu sebagai produk papan laminasi saat ini pemanfaatannya masih terbatas sementara potensi bambu di Nusa Tenggara Barat cukup tinggi dimana bambu juga merupakan salah satu HHBK unggulan di Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, papan laminasi bambu diaplikasikan menjadi bentuk kerajinan yang memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat. Salah satu bentuk kerajinan yang diajarkan bagi kelompok tani adalah pembuatan cutting board dari papan laminasi bambu. Diharapkan dengan memberikan pelatihan pembuatan papan laminasi bambu dan aplikasinya sebagai cutting board akan memberikan lapangan kerja baru bagi masyarakat dan meningkatkan nilai jual bambu. Sasaran kegiatan pelatihan pembuatan papan laminasi dan aplikasinya sebagai cutting board adalah (1). Memberikan wawasan kepada masyarakat tentang teknik sederhana pembuatan papan laminasi bambu sebagai pengganti kayu, (2). Memberikan wawasan peluang usaha baru pada masyarakat, (3). Memberikan pembelajaran pembuatan cutting board dari papan laminasi bambu sebagai salah satu aplikasi papan laminasi. Kata kunci: papan laminasi; bambu; cutting board; kerajinan ABSTRACTCurrently, the utilization of bamboo as a laminated board product is still limited, while the potential of bamboo in West Nusa Tenggara is quite high where bamboo is also one of the leading NTFPs in West Nusa Tenggara. Based on the research that has been done, bamboo laminated boards are applied to form crafts that provide economic value for the community. One form of craft that is taught to farmer groups is the manufacture of cutting boards from bamboo laminated boards. It is hoped that by providing training on making bamboo laminated boards and their application as cutting boards, it will provide new jobs for the community and increase the selling value of bamboo. The targets of the training activities for the manufacture of laminated boards and their application as cutting boards are (1). Providing insight to the community about the simple technique of making bamboo laminated boards as a substitute for wood, (2). Providing insight into new business opportunities to the community, (3). Provide learning to make cutting boards from bamboo laminated boards as one of the applications of laminated boards Keywords: laminated boards; bamboo; cutting board; craft
PENDIDIKAN KONSERVASI MANGROVE PADA SISWA SEKOLAH DASAR SEKOTONG TENGAH Kornelia Webliana B
JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED Vol 12, No 2: December 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.592 KB) | DOI: 10.24114/jh.v12i2.34213

Abstract

Abstract: Conservation education is an essential process that should be trained to young generation from an early age to create a young generation who loves nature and is environmentally friendly. Mangrove Ecosystem is one of the conservation education learning facilities that need to be established in coastal areas. This extension activity aims to (1) design models and learning methods for conservation education for elementary school students in the Central Sekotong area(2) develop a guide to introducing mangrove ecosystems as a learning medium for conservation education. The extension program took place in Sekotong Village, West Lombok, and focuses on joint activities with the Central Sekotong Village Government, Central Sekotong State Elementary School No 1, and the manager of the Tanjung Batu Mangrove area, Central Sekotong Village. The location was selected using the purposive sampling method. The method of extension activities includes Focus group discussion (FGD), dialogues, and socialization. The results of the extension program show that the village government, educators of the Central Sekotong State Elementary School No 1, and the manager of the Tanjung Batu Mangrove area support the application of the outdoor study method to elementary school students. The learning method is expected to increase students' knowledge regarding environmental issues. Students could also understand the importance of maintaining the ecological function of coastal and marine biodiversity in the Central Sekotong region. Compilation of a learning guidebook done, by the extension team, to support the application of the learning model. It contains information on the mangrove ecosystem for elementary school students, entitled 'Guidance for Introduction to Mangroves for Elementary School Students. Keywords : Education, Conservation, Mangrove, Tanjung BatuAbstrak: Pendidikan konservasi merupakan salah satu proses penting yang harus ditanamkan sejak dini untuk menciptakan generasi muda yang cinta alam dan berwawasan lingkungan. Salah satu media pembelajaran pendidikan konservasi yang dapat dikembangkan di kawasan pesisir adalah Ekosistem Mangrove. Pengabdian ini bertujuan untuk (1)mendesain model dan metode pembelajaran pendidikan konservasi bagi siswa sekolah dasar di kawasan Sekotong Tengah (2)menyusun panduan pengenalan ekosistem mangrove sebagai media pembelajaran pendidikan konservasi. Pengabdian dilaksanakan di Desa Sekotong, Lombok Barat, dengan fokus kegiatan bersama Pemerintah Desa Sekotong Tengah, Sekolah Dasar Negeri 1 Sekotong Tengah, dan pengelola kawasan Mangrove Tanjung Batu, Desa Sekotong Tengah. Metode pemilihan lokasi menggunkan purposive sampling, dan metode kegiatan pengabdian yaitu Focus group discusion (FGD), diskusi dan sosialisasi. Hasil pengabdian menunjukan pemerintah desa, para guru Sekolah Dasar Negeri 1 Sekotong Tengah, dan pengelola kawasan Mangrove Tanjung Batu mendukung penerapan metode oudoor study pada siswa Sekolah Dasar. Metode pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan siswa terkait persoalan lingkungan, serta memahami pentingnya menjaga eksistensi fungsi ekologi dari keanekaragaman hayati wilayah pesisir dan laut di wilayah Sekotong Tengah. Dalam rangka mendukung penerapan model pembelajaran telah tersusun buku panduan pembelajaran yang berisikan informasi dasar ekosistem mangrove bagi siswa sekolah dasar yang diberi judul ‘Panduan Pengenalan Mangrove pada Siswa Sekolah Dasar’. Kata Kunci : Pendidikan, Konservasi, Mangrove, Tanjung Batu
IDENTIFIKASI POTENSI DAN PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN AIR DI DESA SANENREJO RESORT SANENREJO TAMAN NASIONAL MERU BETIRI Kornelia Webliana B; Inna Rotul Ummiyati; Khairul Akbar; Ruhil Faizin; Sapriansyah Sapriansyah; Warosatul Ambiya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15069

Abstract

Air memiliki peranan yang sangat besar bagi keberlangsungan makhluk hidup termasuk manusia. Salah satu kawasan Konservasi yang memiliki potensi jasa lingkungan air yang dimanfaatkan oleh masyarakat yaitu wilayah Taman Nasional (TN) Meru Betiri. Air yang berasal dari kawasan hutan di Taman Nasional mempunyai peranan penting untuk mendukung aspek ekologi kawasan, aspek ekonomi dan sosial masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan. Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk menginventarisasi potensi sumberdaya air, serta mengidentifikasi pemanfaatan air bersih oleh masyarakat Desa Sanenrejo, yang berdad di dalam kawasan Taman nasional Meru Betiri. Hasil pengabdian menunjukkan terdapat tiga lokasi mata air yang dimanfaatkan oleh masyarakat, yaitu pada Blok Aren Barat, Blok Aren Timur dan Blok Pondok Jati. Jumlah Kepala keluarga yang memanfaatkan air di Desa Sanenrejo yaitu sejumlah 68 KK, dengan bentuk pemanfaatan utama seperti mandi, menyuci pakaian, dan untuk diminum. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan gambaran terkait potensi jasa lingkungan serta pemanfaatan air oleh masyarakat, serta menjadi salah satu pertimbangan dalam mengambil kebijakan terkait pengelolaan jasa lingkungan air di kawasan Taman Nasional Meru Betiri.
KARAKTERISTIK PERAIRAN MANGROVE PADA KERAPATAN YANG BERBEDA DI DESA EYAT MAYANG KABUPATEN LOMBOK BARAT Diah Permata sari; Muhamad Husni Idris; Hairil Anwar; Irwan Mahakam Lesmono Aji; Kornelia Webliana B
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 7 No 2 (2023): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jhppk.v7i2.10271

Abstract

Different characteristics of mangrove habitat will have different water conditions. The purpose of this study was to determine the characteristics of mangrove habitat waters at different mangrove densities in Eyat Mayang Village, Lombok Barat Regency. Observation of mangrove density and characteristics of the waters was carried out in each sample plot using the grid line method. The tree parameters observed included the type and number of trees in the 84 sample plots. Parameters of mangrove habitat waters observed included temperature, pH, salinity, dissolved oxygen (DO) and mud thickness. Mangrove density is divided into 3 criteria based on the Decree of the Minister of Environment No. 201 of 2004. Furthermore, statistical analysis was carried out to assess differences in water characteristics at 3 mangrove densities using one-way analysis of variance with a level of 5% (significance 0.05) with SigmaPlot 11.0 software. The results showed that the sparse, medium and dense densities had an average temperature range of 29 ºC, a pH value of 6.8 – 7, a salinity in the range of 35‰, DO 4.8 – 5 mg/l and a mud thickness of 72 – 91 cm . The mangrove area of Eyat Mayang Village has 77.1% sparse tree density, 20% medium tree density and 2.9% dense tree density. The results of statistical analysis using the ANOVA test showed that there were no significant differences in the parameters of temperature, salinity, pH, DO and mud thickness at 3 different density of mangrove trees.
POTENSI SERAPAN KARBON EKOSISTEM MANGROVE DI DESA EYAT MAYANG KABUPATEN LOMBOK BARAT Diah Permata Sari; Muhamad Husni Idris; Irwan Mahakam Lesmono Aji; Hairil Anwar; Kornelia Webliana B.
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.7087

Abstract

Pendataan kondisi biofisik ekosistem mangrove merupakan langkah awal dalam pengelolaan kawasan mangrove yang meliputi data struktur dan komposisi ekosistem mangrove serta potensi serapan karbon.  Data potensi serapan karbon di kawasan ekosistem mangrove Desa Eyat Mayang belum terindentifikasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis potensi serapan karbon di kawasan ekosistem mangrove Desa Eyat Mayang.  Pengumpulan data  menggunakan metode jalur berpetak sebanyak 84 plot. Data dianalisis menggunakan persamaan allometrik.  Hasil penelitian menujukkan bahwa kawasan ekosistem mangrove di Desa Eyat Mayang memiliki potensi biomassa 86,27 ton/ha yang terdiri dari 84% biomassa atas (AGB) dan 16% biomassa bawah permukaan (BGB).  Potensi kandungan karbon mangrove di Desa Eyat Mayang sebesar 40,13 ton/ha dan potensi serapan karbon (CO2) sebesar 147,3 ton/ha.  Kontribusi terbesar biomassa, kandungan karbon dan serapan karbon berasal dari jenis Rhizophora apiculata.
Sifat Fisika dan Mekanika Papan Laminasi Kombinasi Kayu Nangka dan Mahoni Ni Made Meta Dwiantari Meta; Febriana Tri Wulandari; Kornelia Webliana B
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 4: Juni 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i4.4025

Abstract

Penggunaan kayu yang semakin meningkat mengakibatkan pasokan kayu di hutan alam semakin menipis. Pemerintah melakukan upaya dengan percepatan pembangunan HTI, HTR, dan HR. Tetapi, pohon yang ditanam merupakan tanaman cepat tumbuh (fast growing) yang memiliki diameter kayu dengan kerapatan rendah. Dilakukan pembuatan papan laminasi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berat labur, tekanan kempa, dan interaksi dari berat labur dan tekanan kempa papan laminasi kombinasi kayu nangka dan mahoni terhadap sifat fisika dan mekanika. Metode yang digunakan berupa metode eksperimen dengan menggunakan rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yaitu faktor berat labur dan tekanan kempa, menggunakan standar JAS SE-7 2003. Hasil dari penelitian ini menghasilkan nilai kerapatan dengan rata-rata 0,618 gr/cm3, nilai rata-rata kadar air 12,566%, nilai rata-rata pengembangan tebal 2,425%, nilai rata-rata penyusutan tebal 2,901%. Nilai rata-rata moe 70245,142 kgf,cm2 dan nilai rata-rata mor 7380,056 kgf/cm2. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, sifat fisika dan mekanika telah memenuhi SNI 01-6240-2000 dan standar JAS SE-7 2003.
Strategi Dalam Mengembangkan Minat dan Bakat Mahasiswa Melalui Analisis SWOT (Studi Kasus: Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Mataram) Nurul Chaerani; Irwan Mahakam Lesmono Aji; Kornelia Webliana; Hasyyati Shabrina; Fauzan Fahrussiam; Andrie Ridzki Prasetyo; Musdi Musdi; Dini Lestari
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1210

Abstract

Program studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Mataram merupakan satu-satunya Prodi Kehutanan Perguruan Tinggi Pemerintah, yang ada di kawasan Bali dan Nusa Tenggara dengan jumlah mahasiswa setiap tahunnya yang terus bertambah. Pertambahan mahasiswa tersebut berbanding terbalik dengan jumlah mahasiswa yang mengikuti kompetisi dan perlombaan di bidang Akademik. Berdasarkan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) Tahun 2020 – 2022 menunjukkan prestasi akademik mahasiswa Prodi Kehutanan masih minim yaitu sekitar 1.3%. Hal tersebut perlu ditindak lanjuti untuk meningkatkan motivasi dalam menunjang minat dan bakat mahasiswa. Pengembangan minat dan bakat dapat diawali dengan melakukan analisis SWOT, sehingga tujuan dari pengabdian ini yaitu mengetahui posisi Prodi Kehutanan dalam menentukan rencana strategi pengembangan minat dan bakat mahasiswa dalam meningkatkan prestasi akademik melalui analisis SWOT. Pengumpulan data menggunakan pendekatan kualitatif dan kemudian dikembangkan kedalam data kuantitatif, dengan mengkaji faktor internal dan eksternal melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama stakeholder Prodi Kehutanan dan penjamin mutu internal Fakultas sebanyak 21 orang. . Hasil analisis berdasarkan perhitungan IFAS dan EFAS menunjukkan bahwa posisi Prodi Kehutanan berada pada kuadran III dengan titik (x = -0.4) dan (y = 0.07) yang menunjukkan strategi WO (Weakness-Opportunity) yaitu Prodi Kehutanan harus “mengubah strategi” dengan meminimalisir kendala dan kelemahan internal agar dapat meningkatkan prestasi mahasiswa. Strategy To Develop the Interest and Talent of Students Through SWOT Analysis (Case Study: Forestry Study Program the Faculty of Agriculture, University of Mataram)  The forestry study program at the Faculty of Agriculture, University of Mataram is the only forestry study program at a state university in the Bali and Nusa Tenggara region, with an increasing number of students applying each year. However, the increased number of students did not correlate positively with the number of students participating in various academic competitions or events, hence the low achievement recorded. Based on the 2020-2022 Forestry study program performance report, the academic achievement of students in the forestry study program was very low at only 1.3%. This problem needs to be followed up to increase motivation in supporting student interests and talents. The development of interests and talents can be started by conducting a SWOT analysis, so that the purpose of this service is to find out the position of the Forestry Study Program in determining strategic plans for developing student interests and talents in increasing academic achievement through SWOT analysis. Data collection was carried out using a qualitative approach and then developed into quantitative data, by examining internal and external factors through Focus Group Discussion (FGD) activities with Forestry Study Program stakeholders and the Faculty's internal quality assurance. Analysis based on IFAS and EFAS calculations showed that the Forestry study program was located in the 3rd quadrant, with points (x = -0.4) and (y = 0.07) indicating that the Forestry study program should adopt WO strategy (weaknesses-opportunities). This means that the Forestry program needs to change its strategy by minimizing the obstacles and internal weaknesses to take advantage of the opportunities that exist in Order To Upgrade Students’ Capabilities