Claim Missing Document
Check
Articles

KURIKULUM KARAKTER PADA PEMBELAJARAN IPA-BIOLOGI DENGAN INTEGRASI NILAI TEMPATAN PADA SMP KABUPATEN ACEH UTARA Ibrahim Ibrahim
Jurnal Biology Education Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Biology Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.683 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v4i1.141

Abstract

Dalam mata pelajaran IPA yang digabungkan dengan fisika, kimia dan biologi dinamakan pembelajaran IPA terpadu adalah salah satu pelajaran utama yang diajarkan di SMP berdasarkan Kurikulum Nasional yang berlaku di Indonesia. Selain itu mata pelajaran IPA terpadu dilaksanakan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional. Namun ruang lingkup materi ajar IPA terpadu di SMP meliputi makhluk hidup dan proses kehidupan, materi, energi dan perubahannya dalam alam semesta. Kurikulum Integratif yang Islami pada pengajaran dan pembelajaran terpadu (Biologi), (Fisika) dan Alam sekitarnya memasukkan nilai-nilai Islami pada penyampaian materi yang dikaitkan dengan kehidupan nyata siswa, yaitu situasi masyarakat Aceh yang menjalankan syariat Islam. Perubahan tersebut disebabkan oleh terjadi interaksi siswa dengan lingkungannya. Kebaikan lokal dalam kajian ini adalah kebajikan lokal Aceh (seperti yang disebutkan Seameo dan Seamolec di atas) yang lebih diarahkan pada nilai-nilai yang melekat, bermakna, dan yang biasa dikerjakan pada masyarakat Aceh. Nilai-nilai yang melekat, bermakna, dan yang biasa dikerjakan tersebut diintegrasikan dalam konteks permasalahan matematika. Selain dalam konteks permasalahan, nilai-nilai kebajikan lokal juga dapat diintegrasikan dalam bentuk kerja kelompok. Dengan demikian cukup banyak faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran IPA (Biologi) yang mengintegrasikan kebajikan lokal Aceh merupakan suatu pengajaran dan pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai kebajikan lokal dalam konteks permasalahan dan tata cara kerja kelompok siswa dalam menyelesaikan permasalahan IPA yang diasuh di ruang belajar.Kata Kunci: kurikulum karakter, pembelajaran IPA biologi dengan integrasi dan nilai tempatan
PENGARUH PENERAPAN MEDIA ASLI DAN MEDIA GAMBAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR DALAM MATERI AJAR TRANSPORTASI PADA TUMBUHAN DI SMP NEGERI ACEH BESAR. Ibrahim Sufie; Mahyiddin Mahyiddin
Jurnal Biology Education Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Biology Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.036 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v6i2.891

Abstract

Materi ajar transportasi pada tumbuhan merupakan salah satu pokok bahasan yang dipelajari oleh siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang banyak dijadikan bahan praktikum. Bagi guru yang kreatif praktikum di Laboratorium atau di lahan terbuka langsung pada tumbuhan agar mudah dimengerti oleh siswa, serta mudah diinvestasikan oleh guru dengan metode dan media pembelajaran. Penggunaan media gambar dan media asli harus benar-benar dapat berfungsi sebagai media  belajar untuk proses belajar. Dari hasil penelitian kita dapati informasi bahwa  terjadi perbedaan prestasi belajar siswa antara yang diajarkan dengan menggunakan gambar dan media asli pada materi ajar sistem transportasi di  SMP Negeri Aceh Besar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Aceh Besar, sedangkan sampel diambil dua kelas yaitu kelas dua sebanyak 87 orang dengan cara random kelasnya saja. Cara mengumpulkan data dengan menyajikan materi ajar sistem  transportasi pada tumbuhan, diberikan tes choice sebanyak 25 item tes. Analisis data digunakan uji-t yaitu untuk melihat perbedaan prestasi belajar siswa antara yang diajarkan dengan media gambar dan media langsung pada pokok bahasan transportasi pada tumbuhan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh      t tabel pada taraf nyata 0,05 dan db = 37 yaitu 52,08. dengan demikian nilai t hitung t tabel atau 0,16 52,08.  berarti t-hitung lebih kecil dari t-tabel, artinya tak  ada perbedaan prestasi belajar siswa kelas dua  SMP Negeri  Aceh Besar antara yang diajarkan dengan media gambar dan media asli pada materi ajar sistem transprotasi tumbuhan. Kata Kunci : Penerapan, Media, Prestasi belajar
PERANAN MASYARAKAT DALAM MENJAGA KELESTARIAN HUTAN SEBAGAI SUMBER KEHIDUPAN Azwir Azwir; Jalaluddin Jalaluddin; Ibrahim Ibrahim
JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi) Vol. 3 No. 1 (2017): JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi)
Publisher : Sekretariat Pusat Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jemsi.v3i1.291

Abstract

Menajemen pengelolaan hutan perlu diajarkan kepada masyarakat umum terutama yang berdomisili dekat areal hutan. Berdasarkan pengalaman yang ada peran masayarakat sekitar hutan cukup vital dalam menjaga dan melestarikan fungsi hutan secara benar dan berkelanjutan. Aksi utama pawang uteun dalam memberikan pembelajaran langsung bagi warga sekitar hutan sangat diperlukan sehingga semua warga mempunyai rasa tanggung jawab dalam mengelola hutan dengan istilah pageu gampong. Beberpa negara besar di Asia memberikan peranan yang besar kepada pemerintah otonomi kepada pihak Provinsi/distrik untuk pelestarian hutan diwilayah masing-masing dengan talangan dana luar negeri untuk penyelamatan hutan Masyarakat berperan melaporkan praktek illegal loging, pembakaran hutan, pembalak marak terjadi pada kantong-kantong aliran sungai. Perlu menjalin komunikasi dengan pihak polisi hutan dan Peutua Uteun (Panglima Hutan) serta Polsek terdekat dalam menjaga kelestarian hutan dipinggiran kawasan hutan lindung agar tidak rusak. Kalau terjadi kerusakan wilayah tersebut secara signifikan, elemen-elemen ekosistem ikut rusak, sirkulasi air untuk sawah serta irigasi berkurang menjadi kendala utama. Ada target mudah dalam menegakkan hukum kepada semua yang terlibat atasjasa pembalakan hutan dari tukang siensaw, supir yang angkut, penadah di gudang, bila perlu kepada pembeli kayu dalam jumlah besar (toke) perlu di tindak. Maka pawang uteun hari jeli dalam bergerak mana kayu yang dijual oleh pihak oknum pembalak atau yang digunakan oleh masyarakat hanya untuk perumahan saja.
PERANAN POLISI HUTAN DAN PETUA UTEUN (PANGLIMA HUTAN) DALAM MENJAGA PELESTARIAN HUTAN DI PEDALAMAN KECAMATAN GEUMPANG KABUPATEN PIDIE Azwir Azwir; Ibrahim Ibrahim; Abdullah Abdullah; Djufri Djufri
Prosiding Seminar Nasional USM Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional USM
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.649 KB)

Abstract

Hutan Geumpang merupakan salah satu kawasan hutan lindung yang berada di Kabupaten Pidie jugatidak luput dari praktek illegal loging, baik yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupunsecara terang-terangan oleh berbagai oknum, sehingga kelestarian hutan wilayah tersebut terusteramcam keberadaannya Petua Uteun (Pawang Hutan) dan polisi hutan merupakan salah satumemiliki otoritas hukum dalam mengatur tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan. Peran dankiprahnya yang besar menjadi mobilisator yang mampu mengendalikan illega logging dan pelestarianhutan diwilayah hutan di pedalaman Kecamatan Geumpang Pidie. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui bagaimana peran lembaga adat uteun (panglima hutan) dan Polisi hutan dalampelestarian hutan di Kecamatan Geumpang Kabupaten pidie. Penelitian ini dilaksanakan diKecamatan Geumpang Kabupaten Pidie. Penelitian menggunakan metode deskriptif yaitu teknikwawancara (deeply interview), observasi (direct observation) dan dokumentasi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa peranan Peutuah uteun dan polisi hutan dalam pelestarian hutan belum maksimalkarena kurangnya kedasadaran dari masyarakat dan juga kerjasama dari pihak pemerintah setempatdalam mengupaya pelestarian hutan. Upaya peningkatan pelestarian hutan melalui peranan PeutuaUteun dan polisi hutan dengan merangkul dan bermitra dengan masyarakat dalam melaksanakanpengelolaan hutan sehingga kelestarian hutan menjadi meningkat. Hasil observasi hutan di wilayahGeumpang sudah tergolong baik, terlihat dari wilayah permukiman masih terdapat hutan lindung yangsangat alami. Dari pengamatan tersebut tidak terdapat illegal logging dari perusahaan atau HPH diwilayah Geumpang. Keberadaan Peutua Uteun (panglima hutan) dan polisi hutan merupakan salahsatu ujung tombak dalam menjaga kelestarian hutan.
Local Content Integration Model and the Value of Science Characters in Students Junior High School In Banda Aceh Ibrahim Ibrahim; Nurul Akmal; Almukarramah Almukarramah; Marwan Marwan; Yahya Don; Mohd Isha Awang
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 23, No 2 (2022): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/si.v24i2.4781

Abstract

In implementing the teaching and learning process with Islamic characters in junior high schools, it is carried out based on the 2013 character curriculum. In the teaching materials, teachers must be able to relate the pattern of human life to socio-cultural values, religion and ways of interaction in Islamic Acehnese society. This study aims to know how patterns and ways to integrate science values with character and how students' attitudes change after the learning process at SMP Negeri Banda Aceh. The population in this study were all public junior high school students in five regions in Aceh whose character represented the area. The sample consisted of 102 third grade students who were taken randomly.They follow the learning process by integrating character values in three meetings with teaching materials on ecosystems and the interaction of living things with the environment which ends with a post test to get the value of student learning outcomes. The data processing method uses t-test statistics. the results of the study showed that there was an increase in student achievement after using the integration model in learning with ecosystem and environmental teaching materials. We also believe that the model of integrating local wisdom values is able to shape the character of students, so it needs support from all parties for implementation in the field.
Teachers’ Constrains in the Learning Process at Junior High School during Covid-19 Pandemic in Banda Aceh Marwan Marwan; Jalaluddin Jalaluddin; Fakhrul Rijal; Ibrahim Ibrahim
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 1 (2023): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i1.1137

Abstract

This research looks at the difficulties middle school educators face in Banda Aceh City, Indonesia, due to the covid-19 pandemic. The purpose of this investigation is to report on the challenges that emerged during the pandemic for a relatively new method of education: online study. Three public middle schools in Banda Aceh are the subjects of this study. Data is gathered through observation, interviews, and record-keeping, all hallmarks of qualitative research methods. The results show that teachers face a number of challenges when implementing online learning, including difficulties in adaptation because teachers cannot directly control their students' activities in order to assess them objectively; teachers' lack of understanding of technology, especially among older educators; teachers' encounters with passive students; teachers' less stable networks, which cause internet data quotas to become wasteful during online learning; and teachers' lack of control over their students' access to the internet, which makes it difficult to enforce strict rules and regulations.
BIMBINGAN CARA PEMBUATAN TEH DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam) OLEH IBU-IBU DI GAMPONG SANTAN KABUPATEN ACEH BESAR Ibrahim Ibrahim; Marwan Marwan; Almukarramah Almukarramah; Juli Firmansyah; Jalaluddin Jalaluddin; M Ridhwan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.802-806

Abstract

Penyuluhan pembuatan teh dari  daun kelor (Moringa oleifera Lam) dengan pemberian cairan madu, garam sebagai minuman tambahan bagi keluarga. Teh daun kelor berupa herbal biasanya digunakan bahan alami  dari daun, ranting bahkan kulit batang yang jemur beberapa waktu kemudian diseduh dengan air panas. Boleh juga tehkelor ini dapat dikemas berupa bungkusan  dengan kertas saring. Cara pembuatan tek kelor  herbal yaitu dengan dilakukan penyiangan daun dan ranting daun kelor, pengeringan dengan menggunakan sinar matahari secara tindak langsung hingga kering, bahan bakunya dapat di haluskan atau ditumbuk menjadi tepung baru dibungkus  atau dikemas seperti teh celup umumnya. Daun kelor ini juga sering   dikomsumsi oleh masyarakat Aceh sebagai sayuran yang di campuran dengan wortel atau labu dalam menu masakan masyarakat desa. Banyak zat penting yang terkandung di dalam tanaman kelor seperti serat, Vit. B, Fosfor, tembaga, kalium, selenium, vitamin C, vitamin A, kalsium, asam folat, tembaga, magnesium, protein, lemak, kalsium, dan zat besi. Tanin daun kelor juga berguna sebagai antioksidan, antimikroba, antifungi, dan juga anti inflamasi yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker, fungsi utama dari antioksidan yang terkandung dalam daun kelor, yaitu membantu menangkal radikal bebas pada tubuh. 
Enhancing Critical Thinking Skills in Biology Subject with the Legendary Model of Cooperative Learning Ibrahim Ibrahim; Marwan Marwan; Juli Firmansyah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 5 (2023): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i5.2323

Abstract

This study aims to determine students' critical thinking skills by implementing jigsaw cooperative learning compared to conventional learning in the concept of environmental pollution in Aceh Senior High School, Indonesia. The method used was an experimental method with a pre-test-posttest control design. It used two classes, class X-1 as the experimental class with 20 students and X-2 as the control class with 20 students. The instrument used was a test of Critical Thinking Skills on the concept of environmental pollution. The data of student test results were processed using the independent sample t-test with SPSS version 18.0 at a significant level of 0.05. The analysis results show differences in students thinking abilities, indicated by tcount > ttable, which is 6.633> 2.68 for students critical thinking. There were differences in students' critical-thinking skills between those using the jigsaw cooperative model and students using conventional learning in learning the concept of environmental pollution at the senior high school in Aceh Province, Indonesia.
Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Pada Pembelajaran Berbasis Digital di SMP Negeri Banda Aceh Syarifah Nargis; Niswanto Niswanto; RM. Bambang, S; Nurul Akmal; Ibrahim Ibrahim
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 24, No 2 (2023): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/si.v24i2.6264

Abstract

Penelitian ini menyajikan gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru dalam menjalankan proses belajar mengajar berbasis digital di SMP. Tujuan dari  penelitian ini untuk menganalisis gaya kepemimpinana kepala sekolah, motivasi dalam kinerja guru dengan cara pemberian  dukungan, penghargaan dan imbalan bahkan sangsi yang tepat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Cara untuk mendapatkan data adalah menggunakan pengamatan, lembaran wawancara terstruktur serta dokumentasi, analisis data dengan cara proses  mereduksi data, menyajikan data serta membuat kesimpulan. Langkah yang dijalankan untuk menetukan kevalidan data maka diperlukan pengamatan yang berkelanjutan, triangulasi, grup diskusi, telaah kasus negatif dan referensi memadai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  kepemimpinan kepala sekolah dengan cara demokratis dan gaya orientasi karyawan.  Bentuk komunikasi yang dilakukan oleh kepala sekolah dengan guru bersifat mengayomi bawahan, bukan hanya untuk menejerial administarsi sekolah, Komunikasi yang terjalin hanya bersifat motivasi, mengajak, menugaskan dan menasehati untuk membina para guru di SMP Negeri 14  agar dapat lebih meningkatkan kinerja guru. Akan tetapi komunikasi sosial antara guru dengan siswa, secara formal berjalan cukup baik, ada interaksi bertegur dalam hubungan kinerja baik atasan dengan bawahan. Penghargaan dari pihak atasan dalam bentuk kata- sanjungan atau pujian atau apresiasi dalam bentuk lain tetap disiapkan secara berkelanjutan. Dalam hal motivasi guru dari kepala sekolah terlaksana dengan baik atau signifikan terutama guru-guru yang melaksanakan proses belajar mengajar berbasis digital untuk level SMP.
CARA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA SANTAN DENGAN MENATA MENU SIMA BAGI KELUARGA Ibrahim Ibrahim; Cut Morina Zubainur; Edi Azwar; Junaidi Junaidi; Juli Firmansyah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i3.805-811

Abstract

Secara geografis, Desa Santan terletak lebih kurang lima kilometer dari pusat kota Banda Aceh dan berada dalam wilayah Kabupataen Aceh Besar. Desa Santan mempunyai 75,72% balita gizi kurang baik, 14% balita kategori kurus dan 10,3% balita dengan status stunting. Dominasi isu masalah gizi selalu berkaitan dengan tidak dilaksanakannya menu sima pada anggota keluarga. Sekitar 62% balita tidak mendapatkan menu sima dengan baik, tanpa pemberian ASI eksklusif sebesar 14%, kebiasaan tidak mengkonsumsi lauk pauk dan buah (27%). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan sebagai upaya dalam meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya upaya pencegahan stunting secara dini bagi ibu-ibu rumah tangga dan ibu hamil serta kesadaran kader posyandu di Desa Santan, Kabupaten Aceh Besar. Metode yang digunakan adalah memberikan penyuluhan berkala tentang stunting kepada ibu-ibu rumah tangga dan ibu hamil serta kesadaran kader posyandu agar terbentuk konsep untuk pencegahan stunting di Desa Santan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan ibu-ibu rumah tangga dan ibu hamil serta kesadaran kader posyandu dari 45,9 nilai pre test menjadi 54,1 pada post test. Menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan ibu-ibu rumah tangga dan ibu hamil serta kesadaran kader posyandu tentang pencegahan stunting sebesar 9,90. Oleh sebab itu perlu dukungan pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten atas penyediaan dana/ anggaran bagi pencegahan stunting warga Desa Santan Kabupaten Aceh Besar.