Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGEMBANGAN MATERI AJAR SAMPAH DENGAN PENDEKATAN SAINS TEKNOLOGI SOCIETY (STS) PADA SISWA SMP NEGERI BANDA ACEH Ibrahim Ibrahim; sufriadi sufriadi; Juli Firmansyah; Nurul Akmal
Jurnal Biology Education Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Biologi Education Volume 10 Nomor 1 Edisi April 2022
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.184 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v10i1.4304

Abstract

Kurikulum 2013 bertujuan untuk mendorong siswa tingkat sekolah menengah agar mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan. Siswa diharapkan mampu untuk presentasi apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui atau ide-ide awal sebelum proses belajar atau menerima materi pelajaran dari guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian development atau pengembangan materi ajar yang dikembangkan berupa. Rencana Pelajaran Ssiswa (RPS) Lembar Kerja Siswa (LKS) dan buku siswa (BS). Dari hasil penelusuran angket guru dan siswa di SMP N 2, SMP N 6, dan SMP N 18 Banda Aceh ditemukan bahwa persoalan dasar dalam materi sampah atau limbah rumah tangga adalah kurangnya sosialisasi kesehatan dalam lingkungan. Terbatasnya pengetahuan siswa dan kurang sossilisasi di masyarakat maka siswa tidak mengetahui penerapan materi ajar sampah/limbah dan penanganannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil angket siswa menunjukkan hanya 26% siswa yang sudah menerapkan materi ajar sampah dan penanganannya dalam kehidupan sehari-hari. Tingkat pemahaman siswa terhadap materi ajar sampah/limbah dan penanganannya menunjukkan 26% tingkat pemahaman baik, 54% tingkat pemahaman sedang, dan 20% tingkat pemahaman kurang. Kesimpulan Proses pengembangan bahan ajar IPA berbasis pendekatan Sains Technologi Society (STS) untuk siswa kelas IX SMP sesuia dengan kurikulum 2013 dapat dilakukan dengan baik. 
KURIKULUM KARAKTER PADA PEMBELAJARAN IPA-BIOLOGI DENGAN INTEGRASI NILAI TEMPATAN PADA SMP KABUPATEN ACEH UTARA Ibrahim Ibrahim
Jurnal Biology Education Vol 4, No 1 (2015): Biology Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.683 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v4i1.141

Abstract

Dalam mata pelajaran IPA yang digabungkan dengan fisika, kimia dan biologi dinamakan pembelajaran IPA terpadu adalah salah satu pelajaran utama yang diajarkan di SMP berdasarkan Kurikulum Nasional yang berlaku di Indonesia. Selain itu mata pelajaran IPA terpadu dilaksanakan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional. Namun ruang lingkup materi ajar IPA terpadu di SMP meliputi makhluk hidup dan proses kehidupan, materi, energi dan perubahannya dalam alam semesta. Kurikulum Integratif yang Islami pada pengajaran dan pembelajaran terpadu (Biologi), (Fisika) dan Alam sekitarnya memasukkan nilai-nilai Islami pada penyampaian materi yang dikaitkan dengan kehidupan nyata siswa, yaitu situasi masyarakat Aceh yang menjalankan syariat Islam. Perubahan tersebut disebabkan oleh terjadi interaksi siswa dengan lingkungannya. Kebaikan lokal dalam kajian ini adalah kebajikan lokal Aceh (seperti yang disebutkan Seameo dan Seamolec di atas) yang lebih diarahkan pada nilai-nilai yang melekat, bermakna, dan yang biasa dikerjakan pada masyarakat Aceh. Nilai-nilai yang melekat, bermakna, dan yang biasa dikerjakan tersebut diintegrasikan dalam konteks permasalahan matematika. Selain dalam konteks permasalahan, nilai-nilai kebajikan lokal juga dapat diintegrasikan dalam bentuk kerja kelompok. Dengan demikian cukup banyak faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran IPA (Biologi) yang mengintegrasikan kebajikan lokal Aceh merupakan suatu pengajaran dan pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai kebajikan lokal dalam konteks permasalahan dan tata cara kerja kelompok siswa dalam menyelesaikan permasalahan IPA yang diasuh di ruang belajar.Kata Kunci: kurikulum karakter, pembelajaran IPA biologi dengan integrasi dan nilai tempatan
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA MASA PANDEMI COVID-19 MASYARAKAT GAMPONG LAMPULO KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH Almukarramah Almukarramah; Jailani Jailani; Ibrahim Ibrahim; Wety Ulandari
Jurnal Biology Education Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Biologi Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jbe.v9i1.3013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah dalam menerapakan sanitasi lingkungan serta perilaku hidup bersih yang dilakukan oleh masayarakat pada Masa Pandemi Corona Virus (Covid-19) di Gampong Lampulo Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian adalah survey. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10% dari jumlah populasi, sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 83 orang masyarakat (kepala keluarga) yang berdomisili dalam wilayah Gampong Lampulo Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner (angket), wawancara dan observasi. Teknik pengolahan data dilakukan dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat  perilaku hidup bersih pada masa pandemi covid-19 masyarakat Gampong Lampulo Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh dapat dikategorikan baik. Masyarakat sangat berperan aktif dalam menjaga  juga berperilaku hidup bersih. Hal ini dibuktikan dengan hasil persentase pada setiap indikator penelitian dengan perolehan nilai persentase tertinggi yaitu 74,20%. Adapun upaya atau langkah-langkah yang dilakukan masyarakat dalam menjaga  berperilaku hidup bersih yaitu dengan cara membuang sampah pada tempatnya, menyediakan tempat-tempat penampungan sampah baik pada lingkungan rumah maupun tempat-tempat umum dilingkungan masyarakat, mengikuti kegiatan bakti sosial dengan gotong royong bersama dan selalu mengikuti anjuran pemerintah melalui program kesehatan dengan menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan.
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TUMBUHAN PAKU (Pteridophyta) YANG TUMBUH DI DESA UNING PUNE KECAMATAN PUTRI BETUNG KABUPATEN GAYO LUES Irma Yunita; Nurma Nurma; Ibrahim Ibrahim; Nurlena Andalia
Jurnal Biology Education Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Biologi Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.02 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v9i1.3015

Abstract

Dalam provinsi Aceh mempunyai  beberapa  kabupaten  salah satunya  yaitu  kabupaten Gayo Lues, di kabupaten Gayo Lues  terdiri  dari beberapa kecamatan  yang  menjadi  tempat penelitian  yaitu di kecamatan  Putri Betung, desa Uning Pune.  Desa Uning Pune   merupakan dataran tinggi, daerah tropis  yang  curah hujannya cukup  tinggi/tahunnya,  suhu di daerah tersebut kadag-kadang mencapai 18Cº-23Cº. dan banyak di temukan sumber mata air sehingga menyebabkan tekstur tanahnya menjadi lembab memudahkan tumbuhan untuk hidup. Dalam  taksonomi  tumbuhan  paku  di  kelompokkan  menjadi  4 kelas,  yaitu  kelas   Psilophtinae (paku purba) kelas Lycopodiinae (paku rambat  atau paku kawat) kelas  Equesetinae (paku  ekor kuda)  kelas Filicinae (paku sejati).  Selain  tumbuh  di tanah  tumbuhan  paku  juga  tumbuh pada  berbagai  jenis  pohon  atau menempel.Telah di lakukan penelitian tentang  Identifikasi Jenis-jenis tumbuhan paku (Pteridophyta) yang tumbuh di daerah desa Uning Pune Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues. Penelitian di lakukan pada tanggal  24 s/d 26 juli 2019. Penelitian  ini bertujuan  untuk  mengetahiui  jenis-jenis tumbuhan paku  apa saja  yg tumbuh di daerah tersebut  dan manfaat tumbuhan paku, hasil penelitian di keringkan, bisa di jadikan sebagai media pembelajaran. Metode yang di gunakan dalam  penelitian ini  adalah survey lapangan. Analisis data penelitian dilakukan dengan  deskriptif, hasil yang  di dapat  akan di catat dan ambil dokumentasi. Berdasarkan dari  hasil penelitian yang telah di  laksanakan mengenai  Identidikasi  jenis-jenis  tumbuhan paku (Pteridophyta) yang tumbuh di desa Uning Pune Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues. Adapun jenis tumbuhan paku yang di temukan saat penelitian yaitu 28 jenis tumbuhan paku terdiri dari 11 famili, diantaranya yaitu famili Polypodiaceae memiliki  jumlah jenis terbanyak yaitu 12 jenis, kemudian  dari famili Nephrolepidaceae  jumlahnya 3 jenis, famili Pteridaceae 3 jenis, famili Defalliaceae 3 jenis, famili  Aspleniaceae 1 jenis, famili Equisetaceae 1 jenis famili Marsileaceae 1 jenis, famili Onocleaceae 1 jenis, famili Isoetaceae 1 jenis famili Selainellaceae 1 jenis, dan famili Lycopodiaceae 1 jenis.
PENGARUH PENERAPAN MEDIA ASLI DAN MEDIA GAMBAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR DALAM MATERI AJAR TRANSPORTASI PADA TUMBUHAN DI SMP NEGERI ACEH BESAR. Ibrahim Sufie; Mahyiddin Mahyiddin
Jurnal Biology Education Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Biology Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.036 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v6i2.891

Abstract

Materi ajar transportasi pada tumbuhan merupakan salah satu pokok bahasan yang dipelajari oleh siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang banyak dijadikan bahan praktikum. Bagi guru yang kreatif praktikum di Laboratorium atau di lahan terbuka langsung pada tumbuhan agar mudah dimengerti oleh siswa, serta mudah diinvestasikan oleh guru dengan metode dan media pembelajaran. Penggunaan media gambar dan media asli harus benar-benar dapat berfungsi sebagai media  belajar untuk proses belajar. Dari hasil penelitian kita dapati informasi bahwa  terjadi perbedaan prestasi belajar siswa antara yang diajarkan dengan menggunakan gambar dan media asli pada materi ajar sistem transportasi di  SMP Negeri Aceh Besar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Aceh Besar, sedangkan sampel diambil dua kelas yaitu kelas dua sebanyak 87 orang dengan cara random kelasnya saja. Cara mengumpulkan data dengan menyajikan materi ajar sistem  transportasi pada tumbuhan, diberikan tes choice sebanyak 25 item tes. Analisis data digunakan uji-t yaitu untuk melihat perbedaan prestasi belajar siswa antara yang diajarkan dengan media gambar dan media langsung pada pokok bahasan transportasi pada tumbuhan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh      t tabel pada taraf nyata 0,05 dan db = 37 yaitu 52,08. dengan demikian nilai t hitung t tabel atau 0,16 52,08.  berarti t-hitung lebih kecil dari t-tabel, artinya tak  ada perbedaan prestasi belajar siswa kelas dua  SMP Negeri  Aceh Besar antara yang diajarkan dengan media gambar dan media asli pada materi ajar sistem transprotasi tumbuhan. Kata Kunci : Penerapan, Media, Prestasi belajar
PENERAPAN MODEL SURVEY QUESTION READ RECITE REVIEW SQ3R DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SMP Muhiddin muhiddin; Ibrahim ibrahim; Nurul Akmal; Said Hasan
Jurnal Biology Education Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Biology Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.306 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v8i1.2016

Abstract

Dalam penerapan model SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) perlu penguasaan konsep belajar siswa yang baik pada materi struktur hewan dengan menggunakan media teknologi pembelajaran di SMP Negeri Kota Makasar. Sampel dalam penelitian ini merupakan siswa kelas VII (40 orang siswa) dibagi atas dua rombel yakni satu kelas untuk uji coba diajarkan dengan model SQ3R dan rombel satu lagi untuk kontrol, menggunakan model mengajar konvensional. Dalam kajian ini kami menggunakan instrumen penelitian berupa RPP guru, LKPD siswa, Silabus, soal tes, dan video dokumen mengajar. Cara pengolahan data dilakukan dengan pedoman perhitungan Normalized gain (N-Gain), dengan rumus “uji-t” karena ingin melihat ada perbedaan Dari hasil pengolahan data didapati adanya perbedaan yang positif antara penggunaan model SQ3R dan konvensional terhadap kemampuan penguasaan konsep siswa dalam materi struktur hewan. Hal ini dapat dilihat pada nilai rata-rata pada kelas uji coba mencapai 77,75 dengan nilai N-gain 0,56 (untuk nilai sedang) sedangkan pada kelas kontrol ialah 65,10 dengan nilai N-gain 0,38 (kriteria sedang) Sedangkan pada hasil uji t- diperoleh nilai t-hitung sebesar 3,48 dan t tabel 1,66 sehingga t hitung>t tabel. Nilai rata-rata dalam aktivitas siswa selama pembelajaran sudah dilakukan dengan sangat baik atau dapat diikuti secara keseluruhan. Oleh sebab itu kami menyimpulkan bahwa penggunaan model SQ3R dengan menggunakan teknologi belajar besar pengaruhnya terhadap siswa SMP Negeri Kota Makasar terutama dalam penguasaan konsep struktur hewan.
PERAN MGMP DALAM PENYUSUNAN RPP- IPA BERDASARKAN KURIKULUM 2013 BAGI GURU SMP BANDA ACEH Ibrahim Ibrahim; Anwar Sanusi; Jamhur Jamhur
Jurnal Biology Education Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Biology Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.841 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v8i1.2227

Abstract

Sasaran kinerja Musyawrarah Guru Mata Pelajaran Sekolah dalam membantu guru untuk menyusun Rencana Pelaksaan Pelajaran guru Sain IPA sekolah menengah pertama  Banda Aceh menjadi suatu  bebann kerja guru. Beratnya beban kinerja guru dalam menyusun RPP Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah SMP perlu disahuti oleh kelompok kerja MGMP atau focus diskusi group guru sain guna menyukseskan aplikasi K-13 secara  sempurna. Responden dalam penelitian ini melibatkan lima orang tenaga pendidik dari 18 guru pada 10 sekolah mitra tahun pelajaran 2019/2020 yang diambil secara acak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan obsevasi langsung dengan subjek penelitian yang berkaitan dengan diskusi dan musyarawah mata pelajaran.  Hasil penelitian ini memeperlihatkan bahwa kerja keras guru dalam menyusun RPP IPA dengan Kurikulum 2013 menggunakan peran musyawarah guru  berhasil sangat baik. Perkembangan perolehan kinerja guru dalam kategori baik dan tuntas dalam  menyusun  RPP IPA mulai  siklus I, II dan III ada peningkatan   melalui kerja musyawarah guru. Kita mengharapkan ada peningkatan pemahaman guru dan kualitas mengajar menjadi lebih baik dengan pola focus diskusi group untuk menyusun RPP IPA atau media belajar lainnya. Ini dapat dimaknai bahwa  dengan  melakukan forum diskusi /musawarah  guru mata pelajaran dapat  mendukung pelaksanan Kurikulum 2013 di SMP Banda Aceh menjadi sangat baik.
PERANAN POLISI HUTAN DAN PETUA UTEUN (PANGLIMA HUTAN) DALAM MENJAGA KEARIFAN LOKAL HUTAN DIPEDALAMAN KECAMATAN GEUMPANG KABUPATEN PIDIE. Azwir wir; Ibrahim sufi
Jurnal Biology Education Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Biology Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.858 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v6i2.893

Abstract

Telah dilaksanakan penelitian tentang “Peranan Polisi Hutan dan Petua Uteun (Panglima Hutan) dalam Menjaga Kearifan Lokal Hutan di Pedalaman Kecamatan Geumpang Kabupaten Pidie.Tujuan Dari Penelitian Ini Untuk Mengetahui Peranan Polisi Hutan Dan Petua Uteun (Panglima Hutan) dalam Menjaga Kearifan Lokal Hutan di pedalaman  Kecamatan Geumpang Kabupaten Pidie. Penelitian ini merupakan penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah, Tokoh Masyarakat, Petua Uteun (Panglima Hutan) dan Polhut yang berjumlah 42 orang. Sampel penelitian ini adalah keseluruhan dari populasi. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, angket dan wawancara. Teknik pengolahan data yang dilakukan yaitu kualitatif dan kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa polisi hutan memiliki peran yang sangat besar dalam menjaga hutan dipedalaman Kecamatan Geumpang dan sering  melakukan pengamanan ke lapangan, 72% responden menyatakan bahwa sering turun ke pelosok-pelosok hutan untuk melihat kerusakan hutan berdasarkan laporan masyarakat, 8% reponden mengatakan bahwa jarang polisi hutan terlibat dalam kegiatan yang melanggar peraturan dan 20% responden mengatakan bahwa tidak pernah terjadi konflik antara masyarakat dengan polisi hutan, dapat disimpulkan bahwa polisi hutan sangat berperan penting dalam menjaga kearifan lokal hutan. Peran Peutua uteun dalam kearifan lokal belum maksimal karena belum sepenuhnya ada kesadaran dari masyarakat dan juga kerja sama dari pihak pemerintah setempat dalam mengupaya Kearifan Lokal hutan. Secara keseluruhan Peran Polisi Hutan dan Petua Uteun (Panglima Hutan) dalam Menjaga kearifan lokal Hutan di Pedalaman Kecamatan Geumpang Kabupaten Pidie sangat besar dalam mengelola hutan dan menjaga kearifan lokal Hutan. Kata kunci: Polisi hutan,  Petua uteun,  Kearifan lokal
PENGEMBANGAN MATERI AJAR SAMPAH DENGAN PENDEKATAN SAINS TEKNOLOGI SOCIETY (STS) PADA SISWA SMP NEGERI BANDA ACEH Ibrahim Ibrahim; sufriadi sufriadi; Juli Firmansyah; Nurul Akmal
Jurnal Biology Education Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Biologi Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.184 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v10i1.4304

Abstract

Kurikulum 2013 bertujuan untuk mendorong siswa tingkat sekolah menengah agar mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan. Siswa diharapkan mampu untuk presentasi apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui atau ide-ide awal sebelum proses belajar atau menerima materi pelajaran dari guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian development atau pengembangan materi ajar yang dikembangkan berupa. Rencana Pelajaran Ssiswa (RPS) Lembar Kerja Siswa (LKS) dan buku siswa (BS). Dari hasil penelusuran angket guru dan siswa di SMP N 2, SMP N 6, dan SMP N 18 Banda Aceh ditemukan bahwa persoalan dasar dalam materi sampah atau limbah rumah tangga adalah kurangnya sosialisasi kesehatan dalam lingkungan. Terbatasnya pengetahuan siswa dan kurang sossilisasi di masyarakat maka siswa tidak mengetahui penerapan materi ajar sampah/limbah dan penanganannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil angket siswa menunjukkan hanya 26% siswa yang sudah menerapkan materi ajar sampah dan penanganannya dalam kehidupan sehari-hari. Tingkat pemahaman siswa terhadap materi ajar sampah/limbah dan penanganannya menunjukkan 26% tingkat pemahaman baik, 54% tingkat pemahaman sedang, dan 20% tingkat pemahaman kurang. Kesimpulan Proses pengembangan bahan ajar IPA berbasis pendekatan Sains Technologi Society (STS) untuk siswa kelas IX SMP sesuia dengan kurikulum 2013 dapat dilakukan dengan baik. 
KURIKULUM KARAKTER PADA PEMBELAJARAN IPA-BIOLOGI DENGAN INTEGRASI NILAI TEMPATAN PADA SMP KABUPATEN ACEH UTARA Ibrahim Ibrahim
Jurnal Biology Education Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Biology Education
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.683 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v4i1.141

Abstract

Dalam mata pelajaran IPA yang digabungkan dengan fisika, kimia dan biologi dinamakan pembelajaran IPA terpadu adalah salah satu pelajaran utama yang diajarkan di SMP berdasarkan Kurikulum Nasional yang berlaku di Indonesia. Selain itu mata pelajaran IPA terpadu dilaksanakan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional. Namun ruang lingkup materi ajar IPA terpadu di SMP meliputi makhluk hidup dan proses kehidupan, materi, energi dan perubahannya dalam alam semesta. Kurikulum Integratif yang Islami pada pengajaran dan pembelajaran terpadu (Biologi), (Fisika) dan Alam sekitarnya memasukkan nilai-nilai Islami pada penyampaian materi yang dikaitkan dengan kehidupan nyata siswa, yaitu situasi masyarakat Aceh yang menjalankan syariat Islam. Perubahan tersebut disebabkan oleh terjadi interaksi siswa dengan lingkungannya. Kebaikan lokal dalam kajian ini adalah kebajikan lokal Aceh (seperti yang disebutkan Seameo dan Seamolec di atas) yang lebih diarahkan pada nilai-nilai yang melekat, bermakna, dan yang biasa dikerjakan pada masyarakat Aceh. Nilai-nilai yang melekat, bermakna, dan yang biasa dikerjakan tersebut diintegrasikan dalam konteks permasalahan matematika. Selain dalam konteks permasalahan, nilai-nilai kebajikan lokal juga dapat diintegrasikan dalam bentuk kerja kelompok. Dengan demikian cukup banyak faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran IPA (Biologi) yang mengintegrasikan kebajikan lokal Aceh merupakan suatu pengajaran dan pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai kebajikan lokal dalam konteks permasalahan dan tata cara kerja kelompok siswa dalam menyelesaikan permasalahan IPA yang diasuh di ruang belajar.Kata Kunci: kurikulum karakter, pembelajaran IPA biologi dengan integrasi dan nilai tempatan