Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Implementasi Pengembangan Integrated Curriculum di SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara Gunagraha, Shindid; Yusgiantara, Akbar; Haryadi, Yaniz Naura Naviana; Hanifa, Azzahra Sabrina
Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/21953

Abstract

This study aims to examine how the innovation of curriculum system development in educational institutions is carried out by integrating several curriculum references in improving the quality of education. Educational institutions are required to provide a wide space to facilitate students in developing competencies broadly to face increasingly complex problems. In the digital era, every individual is required to always adapt to social conditions and environmental changes that are accelerating. The curriculum must be adapted to the evolving situation and conditions and become a step, direction and process to achieve educational goals. This research was conducted using a field descriptive qualitative research method. The location of the research is in the Muhammadiyah Plus North Klaten Junior High School. The results of the study show that there is an integrated curriculum development in SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara by combining three curricula that are a reference in academic development. Integrating the curriculum of officials, organizations, and pesantren which is carried out through student learning activities.
Inovasi Pendidikan Karakter Berbasis Kurikulum: Pendekatan Holistik untuk SD, SMP, dan SMA di Era Digital Yusgiantara, Akbar; Gunarsih, Asma'I; Basiroh, Siti; Khuriyah, Khuriyah
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1901

Abstract

Pendidikan karakter berbasis kurikulum adalah pendekatan strategis untuk membentuk siswa yang unggul secara intelektual dan bermoral. Penelitian ini menganalisis integrasi nilai-nilai karakter dalam kurikulum di jenjang SD, SMP, dan SMA melalui studi literatur. Hasilnya menunjukkan efektivitas pendekatan pembiasaan di SD, diskusi dan refleksi di SMP, serta pengembangan kepemimpinan dan pengelolaan diri di SMA. Tantangan utama meliputi kurangnya kompetensi guru dan keselarasan kebijakan. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan guru yang terstandardisasi dan kolaborasi lintas sektor. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi siswa sesuai tuntutan era digital dan globalisasi.
Inovasi Kurikulum dan Metode Pembelajaran di Era Society 5.0 Akbar Yusgiantara
Al-Tarbiyah : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): Januari: Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/al-tarbiyah.v3i1.1633

Abstract

The transformation of Islamic education in Indonesia in the Society 5.0 era is crucial to address the rapid development of technology. The current era is marked by the application of technologies such as the Internet of Things (IoT), big data, and artificial intelligence (AI) in various aspects of life, including education. However, there is still a lack of research on how Islamic values can be integrated with modern technology in the Islamic education curriculum. This article offers creative solutions to integrate Islamic values with technology through multidisciplinary approaches and technology-based learning methods such as gamification, adaptive learning, and blended learning. By adopting modern technology without compromising fundamental Islamic values, Islamic education in Indonesia can evolve and contribute to shaping a generation that is not only intellectually capable but also morally upright. This study is expected to provide a new perspective on building a more comprehensive and relevant Islamic education in the modern era. 
MENGHINDARI PERILAKU BERLEBIHAN: MEMBUMIKAN GAYA HIDUP ISLAMI DALAM MENGATASI ISRAF, TABDZIR, DAN BAKHIL Akbar Yusgiantara
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 10 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Oktober
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i10.861

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan gaya hidup Islami dalam mengatasi perilaku berlebihan, khususnya israf (pemborosan), tabdzir (pemubaziran), dan bakhil (kekikiran). Menggunakan metode studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis berbagai teori dan konsep terkait perilaku tersebut dari perspektif Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku-perilaku tersebut tidak hanya mempengaruhi moralitas individu tetapi juga memiliki implikasi sosial yang lebih luas. Penelitian ini mengidentifikasi pendekatan praktis untuk membumikan nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari, dengan menekankan pentingnya sikap moderat dan perilaku etis. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang bagaimana prinsip-prinsip Islam dapat diterapkan secara efektif untuk mengatasi perilaku berlebihan dalam masyarakat modern, memberikan rekomendasi untuk pembangunan karakter dan pendidikan moral. Penelitian ini penting untuk pengembangan masyarakat yang seimbang dan berakhlak mulia berdasarkan nilai-nilai Islam.
Integrative Education in Amin Abdullah's Philosophy: A Contemporary Reinterpretation for Islamic Pedagogy Khasanah, Mita Nur; Yusgiantara, Akbar; Asy Syakur, Albert Taqy; Baidi
AN NUR: Jurnal Studi Islam Vol. 17 No. 1 (2025): January - June
Publisher : Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) An-Nur Yogyakarta Komplek PP An Nur Ngrukem PO BOX 135 Bantul 55702 Yogyakarta Tlp/Fax (0274) 6469012. http://jurnalannur.ac.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/annur.v17i1.1730

Abstract

This research rigorously reexamines Amin Abdullah's integrative-interconnected epistemology to provide a pedagogical framework suitable for modern Islamic education. Although Abdullah's framework has profoundly impacted the reformation of Islamic epistemology in Indonesian higher education, its practical application at the pedagogical level is still lacking development. This research utilizes a qualitative library research approach and theme analysis to integrate primary and secondary materials systematically, therefore connecting epistemological Theory with classroom practice. Research indicates that although epistemological integration has influenced institutional curriculum, it has not been implemented in instructional design, learning methodologies, and evaluation models in Islamic Education (Pendidikan Agama Islam/PAI). This research presents a context-sensitive educational paradigm grounded on Abdullah's transdisciplinary, dialogical, and ethical principles. The paradigm prioritizes thematic-integrative learning, critical analysis of religious texts, and the cultivation of social and moral literacy within the classroom environment. This work enhances the debate on Islamic educational reform by converting epistemological notions into instructional practice, contributing both theoretically and practically. The suggested method not only improves educational significance but also establishes Islamic education as a transformational entity by 21st-century requirements.
PENERAPAN KECERDASAN BUATAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM DALAM MASYARAKAT KONTEMPORER 5.0: PROSPEK, KENDALA, DAN PENDEKATAN ADAPTIF Akbar Yusgiantara; Naufal Labib; Baidi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2439

Abstract

Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) telah memicu perubahan signifikan dalam sistem pendidikan global, termasuk pendidikan Islam yang berakar pada wahyu dan prinsip-prinsip maqasid al-shari'ah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peluang, batasan, dan solusi adaptasi untuk integrasi AI dalam pendidikan Islam dalam konteks Society 5.0. Teknik yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan metodologi penelitian literatur, termasuk penilaian kritis terhadap literatur primer dan sekunder yang bersumber dari basis data global dan dokumen kebijakan resmi selama dekade terakhir. Temuan studi menunjukkan bahwa AI memiliki potensi besar dalam memfasilitasi pembelajaran personalisasi, memastikan akses pendidikan yang adil di daerah terpencil, memfasilitasi otomatisasi berbasis data, dan mendorong pembuatan materi interaktif yang selaras dengan kemajuan teknologi. Namun, penerapan AI menghadapi banyak hambatan, termasuk infrastruktur teknis yang tidak memadai, literasi digital yang rendah di kalangan pendidik, bias algoritmik yang mungkin terjadi, kurangnya aturan keamanan data yang kuat, dan penolakan budaya terhadap modernisasi. Implikasi dari temuan ini menyoroti kebutuhan akan strategi adaptif yang komprehensif dan berorientasi nilai, mencakup peningkatan infrastruktur digital, penyusunan kurikulum terintegrasi, penyelenggaraan pelatihan profesional, pembentukan ekosistem pembelajaran Islam yang kredibel, dan promosi literasi digital dengan fokus pada kesadaran etis. Studi ini bertujuan untuk memberikan kontribusi konseptual dalam penyusunan kebijakan pendidikan Islam kreatif yang selaras dengan prinsip-prinsip spiritual dan tuntutan abad ke-21.
Inovasi Pendidikan Karakter Berbasis Kurikulum: Pendekatan Holistik untuk SD, SMP, dan SMA di Era Digital Yusgiantara, Akbar; Gunarsih, Asma'I; Basiroh, Siti; Khuriyah, Khuriyah
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1901

Abstract

Pendidikan karakter berbasis kurikulum adalah pendekatan strategis untuk membentuk siswa yang unggul secara intelektual dan bermoral. Penelitian ini menganalisis integrasi nilai-nilai karakter dalam kurikulum di jenjang SD, SMP, dan SMA melalui studi literatur. Hasilnya menunjukkan efektivitas pendekatan pembiasaan di SD, diskusi dan refleksi di SMP, serta pengembangan kepemimpinan dan pengelolaan diri di SMA. Tantangan utama meliputi kurangnya kompetensi guru dan keselarasan kebijakan. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan guru yang terstandardisasi dan kolaborasi lintas sektor. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi siswa sesuai tuntutan era digital dan globalisasi.
SUFISTIC MORAL EDUCATION IN BUYA HAMKA'S THOUGHT: A LIBRARY-BASED THEMATIC ANALYSIS OF SPIRITUAL AND ETHICAL INTEGRATION Gunarsih, Asma'i; Yusgiantara, Akbar; Baidi, Baidi
AT-TA'DIB: JURNAL ILMIAH PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 17, No. 2 (Desember 2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/tadib.v17i2.5390

Abstract

The crisis of values in modern education has created an urgent need for an Islamic education paradigm that is both intellectually focused and morally and spiritually transformational. This research seeks to thoroughly examine Buya Hamka's Islamic educational philosophy by highlighting the aspects of morality, spirituality, and nationality via a humanistic-transcendental lens. This study employs qualitative methods, including literature reviews and thematic analysis of primary texts such as Modern Sufism, Lembaga Budi, and Falsafah Hidup, to compile key conceptual categories: Sufi moral education, the integration of reason and revelation, humanist spirituality, and prophetic national education. The study's findings indicate that, according to Hamka, education is a blend of reason, spiritual ethics, and social responsibility aimed at cultivating an ideal human being. This study's contribution is the reinterpretation of Islamic educational philosophy that addresses the issues posed by Generation Z and the secularisation crisis in contemporary education. These results have significant implications for the reformulation of the Islamic education curriculum, the enhancement of teacher ability grounded on spiritual principles, and the development of a holistic educational paradigm in Indonesia and the broader Islamic world.
Incorporating Artificial Intelligence into Islamic Education: An Epistemological Framework for Knowledge Interconnection in the Age of Industry 5.0 Yusgiantara, Akbar; Baidi, Baidi
Lisyabab : Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 6 No 2 (2025): Lisyabab, Jurnal Studi Islam dan Sosial
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jurnallisyabab.v6i2.394

Abstract

This research seeks to investigate the conceptual synergy between M. Amin Abdullah’s integrative-interconnective epistemology and the use of artificial intelligence in Islamic education in the context of the Industrial Revolution 5.0. The study used a qualitative library technique to critically analyze original philosophical texts, peer-reviewed journal papers, and policy documents, therefore constructing a theoretical framework that contextualizes AI within Islamic educational principles. The investigation revealed that the majority of current methods for AI integration in education mostly emphasize technical and practical dimensions, neglecting the ethical and epistemological factors crucial to Islamic pedagogy. The results demonstrate that Abdullah's framework offers a thorough basis for integrating technical innovation with the spiritual, ethical, and intellectual aspects of knowledge. This research presents a conceptual paradigm that directs curriculum creation, policy design, and teacher capacity enhancement, guaranteeing that AI implementation upholds the maqashid sharia and the cultural integrity of Islamic institutions. The study offers a unique viewpoint by illustrating that AI may serve as a catalyst for epistemic renewal when aligned with a cohesive Islamic framework. These findings are anticipated to guide next empirical research and facilitate the development of contextually relevant digital transformation initiatives in Islamic education.