Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Pertolongan Pertama Snakebite Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Petani di Desa Larangan Awaludin, M Dzikri; Ramdani, Meida Laely
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 1 (2024): Februari 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i1.1187

Abstract

Pengetahuan pertolongan pertama yang buruk tentang gigitan ular dapat meningkatkan angka kematian. Edukasi pertolongan pertama dengan demonstrasi menjadi upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama snakebite. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode demonstarsi pertolongan pertama snakebite terhadap pengetahuan dan ketrampilan petani di Desa Larangan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental with one group pre and posttest dan menggunakan Teknik total sampling sebanyak 30 petani di Desa Larangan. Pada penilitian ini menggunakan dua uji yaitu uji paired t test dan uji Wilcoxon. Penelitian ini menemukan bahwa tingkat pengetahuan petani sebelum dilakukan edukasi skor rata-rata sebesar 7,57 dan setelah diberikan edukasi meningkat menjadi 10,23. Keterampilan petani sebelum diberikan edukasi dengan skor rata-rata sebesar 3,37 dan setelah diberikan edukasi meningkat menjadi 4,93. Hasil uji statistik menunjukkan Nilai p value 0,0001 (p<0,05) berarti signifikan. Terdapat pengaruh sosialisasi edukasi dengan menggunakan metode demonstrasi terhadap pengetahuan dan keterampilan tentang pertolongan pertama saat terjadi snakebite di Desa Larangan.
Tingkat Pengetahuan Pertolongan Pertama Penanganan Cedera Olahraga Badminton Fitriana, Nurul Fatwati; Munawaroh, Nazilatul; Juwita, Dina Ratna; Suparti, Sri; Ramdani, Meida Laely
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 6, No 2 (2022): JIK-Oktober Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v6i2.600

Abstract

Cedera olahraga merupakan cedera yang bisa terjadi ketika berlatih maupun bertanding. Cedera olahraga dapat disebabkan oleh kurang pemanasan, salah teknik, benturan, latihan yang berlebihan serta sarana prasarana yang kurang mendukung. Cedera olahraga yang umum terjadi adalah cedera muskuluskeletal. Cedera pada pemain badminton bisa disebabkan karena perpindahan posisi pemain secara cepat. Penanganan cedera menggunakan protocol RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) berfungsi mengurangi peradangan dan mempercepat pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pertolongan pertama penanganan cedera olahraga badminton. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Uji statistik yang digunakan adalah uji univariat. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 50 masyarakat yang berolahraga badminton di Desa Windujaya Kecamatan Kedungbanteng Banyumas. Sampel pada penelitian ini adalah 34 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2022. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan penanganan pertama pada cedera olahraga berjumlah 15 soal. Hasil penelitian didapatkan mayoritas tingkat pengetahuan pertolongan pertama pada cedera olahraga adalah tinggi yaitu 26 orang (73,5%), sisanya 26,5% cukup. Kesimpulan dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mayoritas tingkat pengetahuan responden adalah tinggi bisa disebabkan karena responden mempunyai  pengalaman dalam menangani cedera ketika sedang bermain badminton.
Inovasi Filter Air (INFIAR) Terhadap Nilai pH, Bakteri, Besi dan Kekeruhan Aryudi, Mohamad; Ramdani, Meida Laely; Setiyabudi, Ragil; Suparti, Sri
Buletin Keslingmas Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i2.13022

Abstract

Air bersih yang memenuhi standar kualitas merupakan kebutuhan dasar masyarakat untuk menunjang kesehatan. Di Desa Cibangkong, air sumur masih mengandung zat besi, berbau, berwarna, keruh, dan mengandung partikel pasir, sementara akses air bersih dari PAM belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas inovasi filtrasi air (INFIAR) dalam meningkatkan kualitas air sumur berdasarkan parameter pH, bakteri Coliform, kadar besi (Fe), dan kekeruhan. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan teknik consecutive sampling. Sampel diambil dari satu sumur yang memiliki kualitas air terburuk. Air diuji sebelum dan sesudah difiltrasi menggunakan media zeolit, karbon aktif, pasir malang, dan pasir silika. Hasil uji laboratorium menunjukkan penurunan jumlah bakteri Coliform dari 108 CFU/100 ml menjadi 0 CFU/100 ml. Nilai pH air stabil dari 7,35 menjadi 7,32. Kadar besi menurun dari 1,17 mg/L menjadi 0,44 mg/L, dan kekeruhan berkurang dari 13,20 NTU menjadi 4,55 NTU. INFIAR efektif dalam menurunkan kadar bakteri Coliform dan menjaga stabilitas pH air. Namun, kadar besi dan kekeruhan masih belum memenuhi standar baku air bersih. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengoptimalkan efektivitas INFIAR dalam meningkatkan kualitas air secara menyeluruh.
Pengaruh Latihan Core Stability Exercise Terhadap Keseimbangan Dinamis (TUGT) Penurunan Resiko Jatuh Pada Lansia Di Panti Sosial Sudagaran Kabupaten Banyumas Tripriliana, Bayu Putra dwigusti; Ramdani, Meida Laely
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i7.14215

Abstract

Lansia mengalami penurunan keseimbangan akibat penurunan kekuatan otot dan stamina menurun yang menimbulkan gangguan berjalan, mempertahankan posisi postural sehingga meningkatkan resiko jatuh pada lansia. Kejadian jatuh pada lansia merupakan suatu masalah utama yang sering dialami lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan core stability exersice terhadap keseimbangan dinamis penurunan resiko jatuh pada lansia di Panti Sosial Sudagaran Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain pre eksperimental one group pretest postest. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 47 responden. Analisa bivariat menggunakan uji statistik wilcoxon ranked test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada latihan cores stability exercise terhadap keseimbangan dinamis penurunan resiko jatuh lansia dengan nilai p-value 0.000<0.05. Saran bagi responden sebaiknya memperhatikan aktivitas yang tidak memicu gangguan-gangguan yang berhubungan dengan keseimbangan serta disarankan untuk melakukan latihan core stability exercise untuk mengurangi risiko jatuh.
Pengaruh Pemberian Cuka Sari Apel Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbang 1 Salamah, Tri Ayu Nida; Isnaini, Nur; Handayani, Diyah Yulistika; Ramdani, Meida Laely
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51223

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2 adalah kondisi kronis dengan prevalensi yang terus meningkat secara global dan menjadi salah satu fokus utama dalam Pengelolaan kadar. Cuka sari apel memiliki potensi dalam menurunkan kadar glukosa darah melalui mekanisme peningkatan sensitivitas insulin dan pengaturan metabolisme glukosa. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh pemberian cuka sari apel terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Sumbang 1. Desain penelitian ini adalah quasi- eksperimen dengan pendekatan non-equivalent control group design. Sebanyak 40 responden yang memenuhi kriteria inklusi dibagi menjadi dua kelompok: 20 responden kelompok intervensi yang menerima cuka sari apel bersama obat diabetes, dan 20 responden kelompok kontrol yang hanya menerima obat diabetes. Pemberian cuka sari apel dilakukan selama 7 hari dengan dosis 15 ml yang dilarutkan dalam air dingin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian cuka sari apel secara di Uji Mann-Whitney tidak signifikan dengan nilai signifikasinya 0.317, namun jika di lihat dari kedua kelompok menggunakan kadar gula darah kelompok intervensi menunjukkan bahwa gula darah puasa mengalami penurunan. Cuka sari apel terbukti efektif sebagai terapi tambahan untuk mengontrol kadar gula darah pada penderita DM tipe 2, memberikan alternatif pengobatan yang lebih terjangkau dan alami dalam pengelolaan penyakit ini. Kata Kunci: Diabetes Mellitus Tipe 2, Cuka Sari Apel, Kadar Gula Darah
Fatherlessness as a Risk Factor for Suicide among Nursing Students in Indonesia: An Attachment Theory Perspective Karimatunnisa, Fatin; Ramdani, Meida Laely; Estria, Suci Ratna; Riyaningrum, Wahyu
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51946

Abstract

Suicide is the third leading cause of death among young people worldwide. Contributing  factors including family dysfunction and weak parent–child attachment. One prominent issue is the loss of a father’s role, either physically or emotionally, known as fatherlessness. This condition can hinder emotional regulation and increase vulnerability to mental health problems. Nursing students represent a high-risk group due to academic and clinical pressures. This study aimed to analyze the relationship between the level of fatherlessness and suicide risk among nursing students based on attachment theory. A quantitative cross-sectional design was used with 351 respondents selected through purposive sampling. The instruments included the Nurturant Father Involvement and Reported Father Involvement scales to measure fatherlessness, and the Suicide Behavior Questionnaire Revised (SBQ-R) to assess suicide risk. Results showed a significant relationship between fatherlessness and suicide risk (p < 0.001) with a moderate strength of association (Cramer’s V = 0,273). These findings emphasize that secure attachment as a protective factor for emotional well-being and highlight of paternal involvement as part of preventive efforts to reduce suicide risk among nursing students. Practical implications include educational institutions conducting family-based mental health screenings and educating on fathers’ caregiving importance to prevent suicide