Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BURN OUT SYNDROME PADA PERAWAT RUANG ICU-ICCU Meida Laely Ramdani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.086 KB)

Abstract

Latar Belakang: Burnout biasanya didefinisikan sebagai respons berkepanjangan terhadap stressor emosional dan interpersonal kronis, yang ditandai oleh kelelahan emosional, depersonalisasi dan kurangnya pencapaian sosial. Mekanisme koping dan kepuasan kerja adalah terkait dengan kejadian gejala kelelahan dalam konteks kerja. Sindrom burnout di antara perawat, terutama dalam pengaturan perawatan kritis, telah masalah persistendan semakin umum di bidang kesehatan Tujuan: tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan stress kerja, kepuasan kerja dan masa kerja dengan burnout syndrome pada perawat ICU-ICCU Metode: penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden 39. Data dianalisa dengan menggunakan uji fisher exact. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara, stress kerja, kepuasan kerja dan masa kerja dengan burnout syndrome, dengan masing-masing nilai p value: 0,682; 1,000 dan 1,000 Kesimpulan: Melihat hasil dari peneltian ini dimana rata-rata level stress kerja dan burnout syndrome adalah pada level sedang, dan juga rata-rata responden mempunyai tingkat kepuasan pada level sedang dan tinggi, maka harapannya untuk tetap dipertahankan dan bia ditingkatkan lagi. Untuk lebih menurunkan lagi tingkat stress dan kejenuhan dapat focus memfasilitasi peer kolaborasi, meningkatkan sumber yang ada dan staff rasio.
PENINGKATAN PENGETAHUAN BAHAYA LUKA BAKAR DAN P3K KEGAWATAN LUKA BAKAR PADA ANGGOTA RANTING AISYIYAH Meida Laely Ramdani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.109 KB)

Abstract

Latar Belakang: luka bakar merupakan bentuk trauma yang terjadi sebagai akibat dari aktifitas manusia dalam rumah tangga, industri, trafic accident, maupun bencana alam. Penderita luka bakar yang paling rentan adalah pada wanita karena peran utama mereka dalam keluarga yaitu banyak yang bersinggungan dengan api dan listrik seperti memasak dan menyetrika. Penanganan luka bakar yang kurang tepat dapat menimbulkan dampak yang akan merugikan penderita. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang cidera luka bakar, serta pertolongan pertama kegawatdaruratan yang tepat pada luka bakar pada anggota ranting Aisyiyah Sidabowa, kecamatan Patikraja. Metode: program ini diberikan dengan metode ceramah, dan pemaparan materi menggunakan alat audio visual laptop dan LCD. Setelah pemaparan materi dilanjutkan dengan pemutaran video edukasi pertolongan pertama pada cidera luka bakar, setelah pemutaran video dilanjutkan dengan simulasi/ demonstrasi tata cara pertolongan pertama pada cidera luka bakar termasuk mengenalkan jenis-jenis bahan dan obat yang direkomendasikan untuk pertolongan pertama luka bakar. Dan yeng terakhir adalah sesi diskusi Hasil: peserta memahami gambaran umum seputar luka bakar dan bahayanya serta peserta bisa mengerti penanganan P3K yang tepat. Peserta bisa menjawab pertanyaan pemateri dan berdiskusi terkait materi yang disampaikan. Kesimpulan: terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang bahaya luka bakar dan penanganan P3K luka bakar.
LATIHAN DISCHARGE PLANNING UNTUK MENINGKATAN KOMPETENSI PERAWAT DALAM PEMBERIAN ASUHAN KEPERAWATAN Sri Suparti; Etlidawati Etlidawati; Meida Laely Ramdani
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 3 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2021
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Discharge planning ini menjadi hal yang wajib dalam akreditasi Rumah Sakit (RS), dan pelayanan kesehatan, setiap asien yang masuk kerumah sakit akan mendapatkan layanan Kesehatan termasuk didalamnya adalah discharge planning yang menjamin keberlangsungan layanan rumah sakit. Adapun permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah Perawat RS sudah melakukan discharge planning namun masih belum sesuai dengan standar kompetensi sehingga kurang komprehensif dan berdampak pada kualitas. Solusi yang ditawarkan diantaranya dengan mengadakan pelatihan discharge planing sesuai dengan standar dan kompetensi terkini dengan berbasis evidence base nursing secara daring dna luring sehingga menjadi solusi mitra dan masukan pada kurikulum keperawatan. Melakukan pelatihan tentang metode discharge planning dan evaluasinya sesuai dengan standar dan kompetensi terkini dengan berbasis evidence base nursing. Evaluasi program pelatihan melalui kuesioner dan demonstrasi. Berdasarkan hasil penerapan IBM didapatkan data, adanya peningkatan pengetahuan kompetensi rata rata discharge planning dari nilai 44,59 menjadi 69,54 dengan target skor maksimal adalah 83. Padas indikator evaluasi lain menunjukan perawat dapat memamahami dan mempraktikan teknis pelaksanan discharge planning pada pasien.
The Correlation Between Instagram Social Media Use Intensity and Anxiety Levels of Nursing Students of Universitas Muhammadiyah Purwokerto Ghariza Amalia; Meida Laely Ramdani
Proceedings Series on Health & Medical Sciences Vol. 3 (2022): Proceedings of the 3rd International Nursing and Health Sciences Universitas Muhammad
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pshms.v3i.635

Abstract

Background: The use of social media can enhance interpersonal relationships, serve as a medium for personal growth and expression, and expand knowledge and information. However, social media use can also impact a person's self-esteem, quality of life, academic performance, Body Mass Index, and, most importantly, psychological diseases such as depression. The high rates of anxiety and sadness among students can be affected by the excessive use of social media.. Objective: This research to identify the correlation between To determine the correlation between the intensity of using Instagram social media and the level of anxiety in Nursing Students at Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Method: Cross-sectional approach was used as the research method. The sample of this research is the 6th semester of Nursing Students with Proportional Random Sampling Technique with 72 respondents. Chi-Square Test was used to analyze the data. Results: The average age of the respondents was 21 years, and 58 were primarily female. There is a correlation between the intensity of students' Instagram use; the Medium category as many as 36 (50%) respondents. At the Student Anxiety Level, 47 (65.3%) respondents were in the Moderate Anxiety category, with the Chi-Square test results obtaining a p-value = 0.001 (p<0.05). Conclusion: The prevalence of Instagram among social media users impacts nursing students' anxiety levels. According to the findings of this study, there was a correlation between the students' anxiety levels and their intensity of the use of Instagram social media at Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
THE EFFECT OF 40% RED BETEL LEAF SOLUTION ON THE NUMBER OF BACTERIA COLLONIES, AND EXUDATE IN CHRONIC WOUNDS: A CASE SERIES Susana Widyaningsih; Meida Laely Ramdani; Yasinta Nur Rohmah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i1.11867

Abstract

Luka kronis adalah luka yang membutuhkan waktu lebih lama dari proses normal penyembuhan luka, disebabkan adanya gangguan selama proses penyembuhan luka. Pelayanan keperawatan yang diberikan secara menyeluruh salah satunya adalah perawatan luka yang harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur tetap. Prosedur perawatan luka ini bertujuan agar mempercepat proses penyembuhan dan bebas dari infeksi. Metode perawatan luka secara herbal diantaranya dengan menggunakan larutan daun sirih merah. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh larutan daun sirih merah 40% terhadap jumlah koloni dan eksudat pada luka kronis pasien home care di wilayah Banyumas. Studi ini merupakan case series yang mengikutsertakan 6 responden dengan luka kronis dengan perawatan luka di rumah. Perawatan luka dengan larutan daun sirih merah 40% sebagai bahan pencuci luka dilakukan sebanyak 3 kali dalam 1 minggu. Koloni bakteri dan jumlah eksudat diambil sebelum dilakukan perawatan luka 1 (pre-test) dan setelah perawatan luka ke 2. Sampel dianalisis di laboratorium Farmasi UMP. Analisis data yang digunakan dalam penellitian ini menggunakan Uji T- test. Hasil penelitain menunjukan bahwa usia responden dengan rata-rata 66,53 tahun dengan jenis kelamin yang paling dominan perempuan (66,7%). Penghitungan jumlah koloni bakteri  sebelum diberikan terapi dengan larutan daun sirih merah 40% adalah 1266.67 ± 152.75. Sedangkan setelah diberi larutan daun sirih merah dengan 1x pengukuran adalah 1040.00 ± 495.17 (p value=0.325). Mengikuti sedikit penurunan koloni bakteri, jumlah eksudat juga berkurang. Meskipun terjadi penurunan jumlah koloni bakteri, namun secara statistik jumlahnya tidak signifikan. Namun larutan tersebut masih dapat digunakan sebagai alternatif larutan berbahan dasar herbal untuk membersihkan luka kronis yang terinfeksi dalam pengobatan luka.
ASSOCIATION OF BODY MASS INDEX WITH MORTALITY AMONG STROKE HAEMORRAGIC PATIENTS Meida Laely Ramdani; Sri Yani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i1.13490

Abstract

 Abnormal body mass index (BMI) that leads to obesity and overweight is a problem that must be considered. It was one of the major health problems in the worldwide. Obesity and overweight contribute to risk factor for stroke and contribute to rapid death than those in normal BMI. The aim of this study was to analyse the association of Body Mass Index (BMI) with mortality among haemorrhagic stroke patients in the Unit Stroke, RSUD Banyumas. Non-experimental with retrospective approach has been used on this study. Total of 111 respondents using total sampling technique was taken from the medical record data of the Banyumas hospital from November 2018 to November 2019. Chi-square analyses has been performed to analyse this data. The statistical analysis showed that hemorrhagic stroke patients who died within ?48 hours were 55 respondents (49,5%) and those who died within ? 48 were 56 respondents (50,5%). Abnormal BMI  (?25 kg/m2) were 46 patients (41,4%) and normal BMI (<25 kg/m2) were 65 respondents (58,6%). The chi square result obtained p value= 0,045 with OR 2,2189.  Which means that there was a relationship between BMI and mortality among hemoragic stroke.
Community Engagement in DHF Prevention: An Analysis of Variances in Knowledge and Behavior Dina Fajarina; Meida Laely Ramdani
Proceedings Series on Health & Medical Sciences Vol. 5 (2024): Proceedings of the 4th International Nursing and Health Sciences Universitas Muhammad
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pshms.v5i.997

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease that originates from the Aedes aegypti mosquito, especially in tropical areas. The spread of DHF is increasing, this is indicated by the high prevalence of the disease and the rapid increase in the number of DHF cases in Indonesia. Dengue fever cases will become the center of attention for health in Indonesia in the coming years. Objective: To find out differences in knowledge and behavior of dengue prevention in the community. Methods: This study uses a quantitative method with a case control design. The sampling technique used was total sampling with a total sample of 44 respondents, 22 groups had suffered from DHF and 22 groups had never suffered from DHF. The research was conducted in Ngalian Village, Wadaslintang District, Wonosobo Regency. Results: This study has an average knowledge of DHF prevention in people who have had DHF 7.36 and people who have never had DHF 8.36 Behavior of DHF prevention in people who have had DHF 19.31 , and people who have never had DHF 27 , after being carried out includes differences in knowledge and differences in dengue prevention behavior in the community in Ngalian Village, Wadaslintang District, Wonosobo Regency with a p-value of 0.005 (knowledge) and a p-value of 0.000 (behavior). Conclusion: This study shows that there are differences between the knowledge and behavior of DHF prevention in people who have had DHF and those who have not had DHF.
Hubungan Pengetahuan, Lama Terapi dan Akses Layanan Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada ODHIV Ramdani, Meida Laely
Jurnal Kesehatan Global Vol 7, No 2 (2024): Edisi Mei
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v7i2.6100

Abstract

Human Immunodeficiency Virus terus  menjadi masalah kesehatan masyarakat  global. Jumlah kumulatif kasus HIV di RSUD Banyumas sampai akhir juni 2022  sebanyak 986 orang, yang masih menjalani terapi sebanyak 256 orang dan loss 12 followup 175 orang. Tingkat kepatuhan pengobatan antiretroviral (ARV) di Indonesia sangat rendah (40-70%). Hasil studi pendahuluan di RSUD bayumas menunjukkan didapatkan angka kepatuhan tinggi 50%, kepatuhan sedang 20%, kepatuhan rendah 30%. Ketidakpatuhan terhadap terapiHRV berisiko memunculkan HIVresisten terhadap obat. Kepatuhan minum obat diantaranya dipengaruhi oleh pengetahuan, lama terapi, motivasi, dukungan keluarga, efek samping terapi, akses layanan ARV, stigma masyrakat. Desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang ARV, lama terapi dan akses layanan terhadap kepatuhan minum obat dengan jumlah sampel 74 responden, instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data dengan uji product moment pearson dan regresi berganda. Diperoleh hasil sebagian koresponden berjenis kelamin laki-laki (58,1%), pendidikan SMA (#9,2%), bekerja (62,2%), menikah (48,6%), usia rata-rata 39 tahun, rata-rata lama terapi 5,3 tahun, skor pengetahuan 75,68, skor akses layanan 55,74, skor kepatuhan 6,50. HAsil analisis regresi akses layanan yang berhubungan terhadap kepatuhan obat (p=0,04) B=0,16, β=0,317). Dapat disimpulkan dari variabel pengetahuan, lama terapi dan akses layananyang berhubungan dengan kepatuhan minum obat. Diharapkan pemerintah bisa membuka akses layanan ARV di Puskesmas dengan didukung fasilitas jalan dan transportasi yang memadai.
Screen time activity and its impact to sleep duration of school-aged Amelia, Vivi Leona; Ramdani, Meida Laely
MEDISAINS Vol 17, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v17i1.4823

Abstract

Background: Nowadays, massive development of technology impacts to human of all ages. One of the impacts to children is the increase of screen time activity duration. The activity correlates to children’s sleep quality, it reduces their sleep duration.Objective: this study aims to identify factors of screen time activities and its different impact to boys and girls with age range 9-11 years old.Methods: This study uses an observational analytic study design with a cross-sectional approach. The respondents are school-aged children aged 9-11 years old with a total of 368 respondents.Results: This study find that children have sleeping average duration 8.704 (SD ± 1.36) h/day, and 63.9% of the children is reported to get sleep insufficiency. The screen time factor relates to sleep insufficiency of boys who spend more than 2 hours for screen time (p=0.000) and got difficulty to sleep (p=0.006). While the girls spend 2 hours or more for watching TV (p=0.013) and have difficulty of sleep (p=0.000).Conclusion: School-aged children who have sleep insufficiency are associated with bad media habits, in a form of excessive screen time activity. It is a challenge for the parents, children, and nurses to be aware of good media habit importance.
Self-Efficacy dan Motivasi Mahasiswa Ners Dalam Kesiapan Melakukan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Lalu Lintas Damayanti, Zerlina Widyadhana; Ramdani, Meida Laely; Endiyono, Endiyono; Fitriana, Nurul Fatwati
Jurnal Kesehatan Global Vol 7, No 3 (2024): Edisi September
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v7i3.6317

Abstract

Kecelakaan lalu lintas menjadi masalah kesehatan global dengan tingkat kematian yang tinggi. Mahasiswa profesi ners harus memiliki self-efficacy, motivasi dan kesiapan yang optimal untuk menghadapi tekanan kerja sebagai perawat, khususnya dalam memberikan pertolongan pertama yang efektif dan profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dan motivasi dengan kesiapan mahasiswa profesi ners dalam melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 58 mahasiswa profesi ners di salah satu perguruan tinggi swasta di Kabupaten Banyumas, yang dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji univariat dan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa self-efficacy (p=0,456) tidak memiliki hubungan signifikan dan motivasi (p=0,015) memiliki hubungan yang signifikan dengan kesiapan mahasiswa. Hal ini mengindikasikan bahwa motivasi memainkan peran penting dalam kesiapan mahasiswa profesi ners menghadapi situasi darurat. Kedepannya, mahasiswa profesi ners diharapkan untuk aktif mengembangkan motivasi dan self-efficacy melalui partisipasi dalam kegiatan pelatihan, simulasi, serta kegiatan relawan untuk mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi situasi darurat dijalan raya.