Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGEMBANGAN SITUS BADAN PROMOSI PARIWISATA KOTA YOGYAKARTA Budi Susanto; Agata Filiana; Kristian Oentoro
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v5i2.36889

Abstract

Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY) dibentuk dengan tujuan mengembangkan promosi pariwisata di Kota Yogyakarta. Sebuah situs profil yang resmi dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat terkait promosi pariwisata di Kota Yogyakarta sekaligus untuk meningkatkan pemasaran digital dan pembentukan kehadiran digital atau digital presence. Artikel ini membahas pembangunan situs resmi BP2KY menggunakan content management system (CMS) Wordpress. Website dibangun melalui beberapa tahapan yaitu focus group discussion (FGD), data gathering, perancangan, implementasi, evaluasi, dan pelatihan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berupa sebuah situs profil yang mengandung informasi tujuan serta peran BP2KY, profil pengurus BP2KY, informasi tempat wisata di Yogyakarta, dan berita terkini. Situs tersebut dapat diakses pada https://bp2ky.or.id/. Pengujian situs dilakukan dengan user experience questionnaire (UEQ) yang disebarkan untuk melihat pengalaman pengunjung. Hasil pengujian menunjukkan evaluasi positif untuk daya tarik, kejelasan, efisiensi, ketepatan, stimulasi, dan kebaruan dengan nilai di atas 0.8. Sedangkan hasil benchmarking UEQ menunjukkan hasil “excellent” untuk daya tarik, kejelasan, efisiensi dan stimulasi, serta “good” untuk ketepatan dan kebaruan. Pelatihan untuk pengurus BP2KY juga dilakukan agar situs memiliki kontinuitas
Silver and Culinary MSMEs Assistance in the Purbayan Tourism Village through Synergized Promotional Design Wiyatiningsih Wiyatiningsih; Kristian Oentoro; Winta Tridhatu Satwikasanti; Marcellino Aditya Mahendra
Journal of Innovation and Community Engagement Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ice.v4i2.6456

Abstract

Purbayan Tourism Village is one of 17 tourist villages that received a decree from the Yogyakarta City Government, located in Kotagede. This area has a unique cultural potential that exhibits both historical and cultural wealth  in the form of traditions that exist even today. These traditions include traditional culinary arts, silversmithing and batik craft. However, the potential of this cultural heritage is not visible when compared to the development of the Purbayan Tourism Village. Promotional efforts from business groups and tourism are lacking synergy. Based on these problems, this community service activity aims to assist Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) to design synergistic tourism promotions. MSMEs that became community service partners are Kopi Lumbung Mataram culinary shop and Studio 76  silver art school. The implementation of this activity uses a user-centered approach to design thinking. In this method, partners as users are actively involved in Focus Group Discussions and workshops on content design and tourism promotion strategies in synergy. The activities described in this paper are understanding, observing, defining point of view, and ideation phase of design thinking. The activity resulted in the promotion concept of Studio 76 silver art school in the form of a draft booth design for silver making exhibitions and photography designs for culinary products of Warung Kopi Lumbung Mataram. Promotion synergy between the two MSMEs is carried out by combining the two tourism service products into an interactive exhibition. The collaboration of these MSME’s aims to promote and increase the number of visitors to the area.
Pengembangan Konsep Tematik Rute Sepeda Wisata: Studi Kasus Rute Gowes Monalisa Kota Yogyakarta Sita Yuliastuti Amijaya; Kristian Oentoro; Wiyatiningsih Wiyatiningsih
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14, No 4 (2023): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v14i4.15277

Abstract

Perancangan Lima Rute Sepeda Wisata Kota Yogyakarta telah dirancang untuk menunjukkan ikon-ikon budaya dan keunikan perkampungan di Kota Yogyakarta. Rute 1 disebut sebagai Romansa Kota Lawas, Rute 2 adalah Tilik Jeron Beteng, Rute 3 adalah Jajah Kampung Susur Sungai, Rute 4 disebut Jajah Kampung 2 atau Jelajah Harmoni Pesona Kampung, dan Rute 5 adalah Taman Pintar Taman Budaya. Tujuan pelaksanaan/implementasi program pengabdian ini adalah memberikan masukan atau rekomendasi bagi pengelola Kampung Wisata serta para pemangku kepentingan terkait dengan pariwisata di Kota Yogyakarta serta khususnya wisata sepeda dalam mengembangkan rute tematik sepeda wisata. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode focus group disscussions (FGD), test tour, kuesioner, analisis dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan dengan tahapan kegiatan persiapan berupa koordinasi, sosialisasi, dan audiensi. Tahap perlaksanaan berupa survei dan test tour serta penyebaran kuesioner, diteruskan dengan monitoring dan evaluasi kegiatan. Pada akhir tahapan dilakukan penyusunan laporan dan penulisan draft publikasi. Hasil implementasi kegiatan berupa masukan atau rekomendasi bagi peningkatan wisata sepeda yang disampaikan oleh para pengurus kampung wisata, pengelola wisata sepeda, serta stakeholder pemerintah dari Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta. Pengembangan konsep tematik wisata sepeda dilakukan dengan menggabungkan beberapa rute yang diawali pada titik awal baru di Kampus Universitas Kristen Duta Wacana melalui modifikasi rute 5 dan rute 1. Modifikasi rute ini tetap memberikan pengalaman berwisata sepeda yang memuaskan bagi pesepeda, memberikan dampak perekonomian bagi kampung wisata serta pengelola wisata sepeda mulai dari HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia), perusahaan penyewaan sepeda Jogjabike juga bagi para penyedia layanan akomodasi.
Desain Brand Kampung Wisata Kota Yogyakarta untuk Mendukung Daya Tarik Wisata Sepeda Oentoro, Kristian; Wiyatiningsih, Wiyatiningsih; Amijaya, Sita Yuliastuti
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 8 No. 03 (2022): September 2022
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v8i3.5709

Abstract

AbstrakKampung wisata di Kota Yogyakarta merupakan alternatif destinasi wisata yang menawarkan berbagai keunikan berbasis potensi lokal di 17 kampung wisata yang terdaftar pada Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta. Wisata merupakan peluang pariwisata di era new normal yang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta melalui pengembangan lima jalur sepeda wisata. Desain brand kampung wisata bertujuan untuk mendukung daya tarik wisata sepeda. Desain brand kampung wisata Kota Yogyakarta menggunakan metode desain Collaborative Destination Branding melalui proses studi awal, tahap perumusan arah branding, serta tahap perancangan desain branding. Hasil identifikasi menunjukan bahwa brand essence kampung wisata Kota Yogyakarta dirumuskan pada 3 kata kunci, yaitu: budaya, edukasi, dan keramahtamahan. Selain itu, identifikasi visual menunjukan warna ikonik kampung wisata adalah hijau, kuning, dan merah, sedangkan bentuk ikoniknya adalah Prajurit Kraton Yogyakarta (Bregada). Penerapan dari brand essence juga terdapat pada slogan dalam Bahasa Jawa, seperti ndherek langkung dan monggo pinarak yang mendukung keramahtamahan dalam kegiatan wisata sepeda di perkampungan. Perancangan brand kampung wisata Kota Yogyakarta telah diterapkan pada produk merchandise wisata sepeda seperti kaos pesepeda (jersey), tas serut, dan botol minum. Evaluasi bersama stakeholders menghasilkan penilaian dalam kategori baik sekali dan mampu merepresentasikan keunikan kampung wisata Kota Yogyakarta. Kata Kunci: Brand, Kampung Wisata, Wisata Sepeda, Yogyakarta AbstractTourism Villages in Yogyakarta City are alternative tourism attractions that offers uniqueness based on local potential from 17 tourism villages registered by the Yogyakarta City Tourism Office. Bicycle tourism is an opportunity since the new normal era developed by the Yogyakarta City Government through the development of five tourism bicycle tours. Tourism village brand design aims to support the promotion of bicycle tourism. Yogyakarta tourism village brand design uses the Collaborative Destination Branding design method through the initial study process, the formulation of branding directions, and the branding design stage. The identification results in the brand essence which is formulated in 3 keywords: culture, education, and hospitality. In addition, visual identification shows that the iconic colors are green, yellow, and red, and the iconic shape is the Soldiers of the Yogyakarta Kraton or Bregada. The brand essence applies slogans in Javanese, such as ndherek langkung and monggo pinarak which support hospitality in bicycle tourism activities. Design results are applied to bicycle merchandise products such as cycling jerseys, drawstring bags, and drinking bottles. The evaluation stage with stakeholders results in the assessment value with very good marks and represents the uniqueness of tourist villages and bicycle tours in Yogyakarta City. Keywords: Brand, Cycling Tourism, Tourism Village, Yogyakarta
Creative Workspace Design as A Form of Local Creative Industries Collaboration in Suryatmajan Tourism Kampong Kristian Oentoro; Wiyatiningsih Wiyatiningsih
PANGGUNG Vol 34, No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i1.3259

Abstract

Pariwisata dan industri kreatif merupakan penggerak ekonomi lokal yang saling berkaitan di Yogyakarta. Pengembangan industri kreatif lokal di kampung wisata Yogyakarta berpotensi memajukan perekonomian masyarakat/komunitas. Kampung wisata Suryatmajan merupakan destinasi wisata baru di kawasan Malioboro, Yogyakarta yang berfokus pada promosi kolaboratif melalui pariwisata kreatif. Penelitian ini mengidentifikasi potensi industri kreatif dan kolaborasi di antara masyarakat dalam creative workspace di kampung wisata Suryatmajan. Selain itu, penelitian ini juga mengusulkan untuk mengeksplorasi peran industri kreatif dalam membentuk jejaring relasi kepedulian dalam kerangka Tourism Social Entrepreneurs. Kajian ini terfokus pada desain ruang kerja kreatif untuk mendukung ekosistem kreatif. Data kualitatif dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan diskusi kelompok. Sementara itu, konsep desain Suryatmajan creative workspace dikembangkan secara kolaboratif dengan menggunakan pendekatan Tourism Experience Design. Hasil evaluasi desain secara konseptual mengusulkan relasi dan posisi creative workspace untuk mempromosikan industri kreatif lokal melalui pengalaman wisatawan dalam konteks pariwisata kreatif. Kata kunci: Industri Kreatif, Kampung Wisata, Ruang Kreatif, Suryatmajan, Yogyakarta
Creative Workspace Design as A Form of Local Creative Industries Collaboration in Suryatmajan Tourism Kampong Kristian Oentoro; Wiyatiningsih Wiyatiningsih
PANGGUNG Vol 34 No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i1.3259

Abstract

Pariwisata dan industri kreatif merupakan penggerak ekonomi lokal yang saling berkaitan di Yogyakarta. Pengembangan industri kreatif lokal di kampung wisata Yogyakarta berpotensi memajukan perekonomian masyarakat/komunitas. Kampung wisata Suryatmajan merupakan destinasi wisata baru di kawasan Malioboro, Yogyakarta yang berfokus pada promosi kolaboratif melalui pariwisata kreatif. Penelitian ini mengidentifikasi potensi industri kreatif dan kolaborasi di antara masyarakat dalam creative workspace di kampung wisata Suryatmajan. Selain itu, penelitian ini juga mengusulkan untuk mengeksplorasi peran industri kreatif dalam membentuk jejaring relasi kepedulian dalam kerangka Tourism Social Entrepreneurs. Kajian ini terfokus pada desain ruang kerja kreatif untuk mendukung ekosistem kreatif. Data kualitatif dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan diskusi kelompok. Sementara itu, konsep desain Suryatmajan creative workspace dikembangkan secara kolaboratif dengan menggunakan pendekatan Tourism Experience Design. Hasil evaluasi desain secara konseptual mengusulkan relasi dan posisi creative workspace untuk mempromosikan industri kreatif lokal melalui pengalaman wisatawan dalam konteks pariwisata kreatif. Kata kunci: Industri Kreatif, Kampung Wisata, Ruang Kreatif, Suryatmajan, Yogyakarta
Decoding community murals as visual representations of multiculturalism in Suryatmajan tourism kampong Oentoro, Kristian; Sunarya, Yan Yan; Nugraha, Adhi; Ihsan, Muhammad
International Journal of Culture and Art Studies Vol. 9 No. 2 (2025): International Journal of Culture and Art Studies (IJCAS)
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijcas.v9i2.21137

Abstract

Community murals, as participatory public art projects, express local identities and cultural influences within society. Situated in the heart of Yogyakarta, the community mural in Suryatmajan tourist village conveys a visual message about unity in diversity while promoting a multicultural ideology. Therefore, this study aims to analyze the signs on these community murals as visual representations of multiculturalism. Employing Roland Barthes' semiotic analysis, this research decodes the signs and layered meanings in four murals placed at the different entrance gates. These murals visually represent four distinct cultural influences, from local to global: Javanese, Chinese, Japanese, and American (popular culture). These cultural influences are identified through images of prominent figures or icons associated with each culture. They generate denotative and connotative meanings for each mural according to its story. As a manifestation of community engagement, the diversity in this mural representation reflects social conditions, cultural history, and residents' preferences. These murals also demonstrate the community's tolerance for cultural differences and foster multiculturalism. By prioritizing the value of harmony (guyub), Suryatmajan tourism kampong emphasizes unity in cultural diversity as a mural narrative. This research concludes that the community mural in tourism kampong is more than simply decoration; it serves as a collective expression, attracts tourists, and fosters multiculturalism within the society.
Creative Workspace Design as A Form of Local Creative Industries Collaboration in Suryatmajan Tourism Kampong Oentoro, Kristian; Wiyatiningsih, Wiyatiningsih
PANGGUNG Vol 34 No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i1.3259

Abstract

Pariwisata dan industri kreatif merupakan penggerak ekonomi lokal yang saling berkaitan di Yogyakarta. Pengembangan industri kreatif lokal di kampung wisata Yogyakarta berpotensi memajukan perekonomian masyarakat/komunitas. Kampung wisata Suryatmajan merupakan destinasi wisata baru di kawasan Malioboro, Yogyakarta yang berfokus pada promosi kolaboratif melalui pariwisata kreatif. Penelitian ini mengidentifikasi potensi industri kreatif dan kolaborasi di antara masyarakat dalam creative workspace di kampung wisata Suryatmajan. Selain itu, penelitian ini juga mengusulkan untuk mengeksplorasi peran industri kreatif dalam membentuk jejaring relasi kepedulian dalam kerangka Tourism Social Entrepreneurs. Kajian ini terfokus pada desain ruang kerja kreatif untuk mendukung ekosistem kreatif. Data kualitatif dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan diskusi kelompok. Sementara itu, konsep desain Suryatmajan creative workspace dikembangkan secara kolaboratif dengan menggunakan pendekatan Tourism Experience Design. Hasil evaluasi desain secara konseptual mengusulkan relasi dan posisi creative workspace untuk mempromosikan industri kreatif lokal melalui pengalaman wisatawan dalam konteks pariwisata kreatif. Kata kunci: Industri Kreatif, Kampung Wisata, Ruang Kreatif, Suryatmajan, Yogyakarta