Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PEMURNIAN MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN KARBON AKTIF DARI AMPAS TEBU DAN AKTIVATOR H2SO4 Mardwita Mardwita; Eka Sri Yusmartini; Meylinda Rahayu; Elfidiah Elfidiah
BAROMETER Vol 8 No 1 (2023): Barometer
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/barometer.v8i1.7914

Abstract

Waste cooking oil is one of the B3 wastes produced by industrial or household activities. Since this waste cooking oil will cause pollution to the environment, hence it cannot be disposed directly into the environment. Reuse of this cooking oil through a refining process is an alternative way to reduce the amount of waste cooking oil. This study aims to determine the effect of sulfuric acid (H2SO4) as an activator and the effect of contact time on water content, free fatty acid levels, and saponification levels. In this study, we used waste cooking oil that has been heated for 9 hours and 11 hours. The mass of activated carbon used was 7.5 gr, 12.5 gr and 14.5 gr, and the contact times were 9 hours, 120 hours and 144 hours. The results showed that the lowest water content was 47,81% achieved by waste cooking oil heated for 11 hours and 14,5 gr of activated carbon, whereas free fatty acid was reduced until 29,7% on waste cooking oil heated 9 hours and 14,5 gr of activated carbon.
Pengaruh Abu Arang Sebagai Campuran Beton Ditinjau Dari Kuat Tekan Beton Eddy Hamid; Sri Martini; Kiagus Ahmad Roni; Elfidiah Elfidiah
TEKNIKA Vol. 17 No. 1 (2023): Teknika Januari - Juni 2023
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.7951777

Abstract

Dengan semakin berkembangnya dunia konstruksi, perkembangan teknologi beton juga dituntut menghasilkan beton yang mempunyai kualitas tinggi tanpa mengabaikan nilai ekonomis. Abu arang yang belum maksimal dalam pemanfaatannya dan memiliki kandungan silika sebagai pengikat agregat, diharapkan dapat meminimalisir penggunaan semen dalam campuran beton. Dalam penelitian ini, aditif abu arang dan Sika Viscocrete 1003 dimanfaatkan sebagai campuran alternatif substitusi semen untuk memproduksi beton. Dalam ekperimen, dilakukan penambahan abu arang sebagai pengganti sebagian semen dengan variasi kadar 0%, 6%, 8% dan 10% serta penambahan sikacim Sika Viscocrete-1003 sebesar 0,6% dari berat semen di setiap variasinya. Pengujian dilakukan untuk mengetahui nilai kuat tekan beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu arang sebagai pengganti sebagian semen dan Sika Viscocrete-1003 dapat menambah kuat tekan beton dengan nilai slump yang tinggi. Hasil pengujian kuat tekan beton umur 14 hari berturut-turut dari beton normal dan beton variasi abu arang dari 0% sampai dengan 10% serta Sika Viscocrete-1003 0,6%adalah 25,8 MPa; 32,876 MPa; 25,929 MPa; 33,103 MPa; dan 30,385 MPa. Nilai kuat tekan beton umur 28 hari berturut-turut dari beton normal dan beton variasi abu arang dari 0% sampai dengan 10% serta Sika Viscocrete1003 0,6% adalah 30,953 MPa; 41,613 MPa; 34,493 MPa; 36,954 MPa;dan 34,871 MPa.
VARIASI PERSENTASE POZZOLAN SILLICA FUME SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN TERHADAP PERFORMA KUAT TEKAN BETON Isa, Isa; Elfidiah, Elfidiah; Martini, Sri
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ekonomi yang semakin meningkat setiap tahun berpengaruh terhadap percepatan infrastruktur tiap wilayah di Indonesia. Hal inilah yang mendasari berbagai program yang telah dilakukan oleh pemerintah di dalam bidang pembangunan. Tentu saja, banyak proyek yang membutuhkan jenis semen khusus untuk menunjang kesuksesan program tersebut. Biasanya semen yang sering dipasaran hanya menggunakan bahan konstruksi biasa. Supaya mendapatkan kualitas semen yang lebih baik maka diperlukan studi lebih lanjut mengenai inovasi pembuatan semen. Beton merupakan bahan dari campuran antara portland cement, agregat halus (pasir), agregat kasar (kerikil), air dengan tambahan adanya rongga-rongga udara. Seiring dengan perkembangan zaman, inovasi tentang beton semakin banyak dan bervariasi. Selama ini silica fume dikenal sebagai bahan campuran pembuatan beton karena dapat meningkatkan kuat tekan beton, menurunkan permeabilitas beton dan memiliki ketahanan sulfat yang tinggi, silica fume memainkan peranan penting di dalam zona transisi melalui kedua efek fisik dan kimia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi persentase pozzolan silica fume terhadap performa kuat tekan beton dan pengaruh variasi substitusi semen dengan persentase pozzolan silica fume terhadap performa kuat tekan beton . Adapun bahan tambahan dalam pembuatan beton seperti serat, fly ash, superplasticizer dan silicia fume. Jenis metode penelitian pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Berdasarkan dari data kuat tekan beton yang dihasilkan bahwa variasi persen fozollan silica fume dapat mempengaruhi mutu beton yang didapat.ak 0,10 % dari berat semen menghasilkan kuat tekan sebesar 56,741 MPa pada umur 28 hari. Pada campuran ini di hasilkan kuat tekan yang terbaik antara campuran variasi persen fozollan silica fume yang lainnya.Kata kunci: Sillica Fume, Semen, Beton
ABU VULKANIK GUNUNG DEMPO SEBAGAI CAMPURAN KERAMIK DENGAN VARIASI ADITIF DAN WAKTU PEMBAKARAN Wahyu, Wahyu; Elfidiah, Elfidiah; Erna, Erna
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana alam hanya dikatakan sebagai masalah selama tidak disadari akan adanya suatu manfaat atau hal positif yang bisa dikembangkan dari bencana alam tersebut. Dengan adanya peristiwa erupsi gunung dimana mengeluarkan berbagai macam material sehingga mengganggu aktivitas kesehatan masyarakat sekitarnya. Salah satu material yang disemburkan ialah abu vulkanik. Abu vulkanik yang dikeluarkan oleh gunung mengakibatkan pendangkalan pada sungai-sungai yang berada di hulu dan hilir gunung. Sebagai usaha untuk mencari manfaat dari bencana tersebut maka diupayakan untuk memanfaatkan abu vulkanink tersebut sebagai bahan yang berguna. Salah satunya sebagai bahan pembuatan keramik yang di harapkan dapat digunakan sebagai bahan pengganti sebagian semen serta pengaruhnya terhadap perilaku mekanik yaitu kuat tekan dan kuat geser keramik. Oleh karena itu perlu diadakan penelitian sebagai bahan alternatif penambah sebagian semen yaitu abu vulkanik yang bertujuan membandingkan kuat tekan dan kuat geser keramik normal dengan kuat tekan dan kuat geser keramik yang ditambahkna abu vulkanik.Tujuan dari penelitian untuk pengaruh penambahan abu vulkanik dalam pembuatan keramik dan pengujian kuat tekan dan kuat geser pada keramik yang telah dibuat. Jenis metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Adapun benda uji 5% adalah benda uji yang mengalami pergerakan yang fluktuatif (naik turun) dalam mencapai usia keramik 28 hari maupun setelah usia keramik 28 hari maupun penurunannya setelah 28 hari. Akan tetapi pada uji kuat tekan keramik ini abu vulkanik tidak dapat meningkatkan kuat tekan keramik yang maksimal melebihi kuat tekan keramik normal. Benda uji 15% dan 20% memiliki kuat tekan yang lebih rendah dibandingkan dengan benda uji 10% dan benda uji normal.Kata kunci: Abu Vulkanik, Keramik
Variasi Sinar Ultraviolet pada Sistem Membran Ultrafiltrasi untuk Pengolahan Air Gambut Erna Yuliwati; Edisfha Ajeng Rahayu; Heni Yuniar; Elfidiah
Jurnal INOVATOR Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v6i1.3

Abstract

Peat water treatment still has many obstacles, one of the alternatives that can be used to overcomethis obstacle is membrane technology and UV light variais. This study aims to determine the effect of UV rayson the flux and content of BOD, TSS, pH, Turbidity, Color and E.Coli Bacteria. This study used a combinedmethod, namely ultraviolet (UV) light poses using a UV Water Sterilizer, the filtration process using the KUF3 ultrafiltration membrane and the phytoremediation method with kiambang plants. The results of this studyshowed the highest removal rate of BOD in the filtration process with UV 6 watts at 90 minutes of filtrationtime with an efficiency of 94.71%. The color removal rate in the filtration process with UV is 6 watts at 90minutes of filtration time with an efficiency of 70.92%. Turbidity removal rate in the filtration process withUV 6 watts at 90 minutes filtration time with an efficiency of 99.97%%. The TSS removal rate in the filtrationprocess with UV is 6 watts at 90 minutes of filtration time with an efficiency of 47.77%. The pH removal ratein the filtration process with UV is 6 watts at 90 minutes of filtration time with an efficiency of 24.79%. Theelimination rate of E.coli bacteria in the filtration process with UV is 6 watts at 90 minutes of filtration timewith 100% efficiency
Ekstraksi Nikotin Limbah Puntung Rokok Sebagai Inhibitor Untuk Memperlambat Laju Korosi Pada Baja Mild Steel Elfidiah, Elfidiah; nurul fatimah; Legiso, Legiso
Jurnal INOVATOR Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v7i2.387

Abstract

Korosi adalah kerusakan maetrial khususnya logam secara umum akibat adanya reaksi oleh lingkungan. Salah satu upaya alternatif untuk menurunkan tingkat korosi adalah menggunakan inhibitor. Tujuan penelitian ini adalah menentukan laju korosifitas pada besi baja dengan menggunakan air sungai, dan air laut sebagai medium perendaman  dengan waktu perendaman dan kadar inhibitor yang bervariasi. Adapun manfaat dari penelitan ini yaitu sebagai acuan pemanfaatan limbah puntung rokok sehingga dapat mengurangi jumlah sampah yang ada di indonesia dan sebagai acuan pengendalian korosi pada besi baja. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dihasilkan ekstrak tembakau dari puntung rokok menggunakan metode maserasi dengan pelarut ethanol 96% didapatkan volume ekstrak sebanyak 250 ml dengan ph 4,9 optimum terjadi pada media air sungai yang mana dengan medium air sungai inhibitor bekerja maksimal pada hari ke-7 dengan volume 15 ml 8,5395 mpy yaitu 4,6711 gm2/hari sedangkan dengan medium larutan NaCl inhibitor bekerja maksimal pada hari ke-7 dengan volume 15 ml 10,0738 mpy yaitu 5,5104 gm2/hari dimana semakin lamanya waktu perendaman maka akan semakin optimal inhibitor melindungi plat baja tersebut.
Tanin Dari Kulit Buah Durian (Durio Zibethinus Murr) Sebagai Inhibitor Organis untuk Mereduksi Laju Korosi Baja Karbon Elfidiah, Elfidiah; Martini , Sri; Kalsum, Ummi
Jurnal INOVATOR Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v8i1.460

Abstract

Korosi merupakan suatu bentuk kerusakan yang terjadi pada logam dan tidak dapat dicegah namun, korosi dapat diperlambat. Salah satu metode untuk memperlambat terjadinya korosi adalah dengan cara pemberian inhibitor. Pemilihan bahan alam sebagai inhibitor korosi merupakan salah satu alternatif yang dapat dikembangkan karena biaya yang relatif murah serta ramah lingkungan. Bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai inhibitor adalah  bahan yang mengandung atom N, O, P, S, dan senyawa-senyawa yang memiliki pasangan elektron bebas pada atom penyusunnya.  Salah  satu  senyawa  yang  dapat  digunakan  sebagai  inhibitor  alami adalah polifenol, yaitu senyawa yang banyak terdapat didalam tanin kulit buah durian.Pembuatan spesimen uji dilakukan di Laboratorium Desain dan Uji Bahan Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang. Sedangkan  pengamatan  struktur  mikro dilakukan di Laboratorium Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang. Variabel yang digunakan adalah variasi konsentrasi ekstrak kulit buah durian 0 ppm, 1000 ppm, 1200 ppm, 1400 ppm. Korosi rata-rata pada konsentrasi 0 ppm adalah 6,1213 mdd, 1000 ppm adalah 2,3404 mdd, 1200 ppm adalah 2,8409 mdd,dan 1400 ppm adalah 3,5074 mdd. Dengan efisiensi inhibitor terbesar yaitu setelah perendaman selama 30 hari pada konsentrasi 1000 ppm adalah 78,98%,dan pada 40 hari konsentrasi 1200 ppm adalah 72,08%,dan 1400 ppm adalah 65,81%. Variasi konsentrasi ekstrak kulit buah durian berpengaruh terhadap laju korosi baja karbon.
Pengolahan Limbah Cair Industri Petroleum Menggunakan Membran Komposit PVDF/Karbon Aktif/TiO2 Martini, Sri; Marhaini; Khairil Iksani; Elfidiah
Jurnal INOVATOR Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v8i2.500

Abstract

Industri perminyakan menghasilkan limbah cair berminyak dalam jumlah yang signifikan. Hal ini memerlukan strategi pengolahan yang efektif untuk menghindari permasalahan terkait lingkungan. Dalam penelitian ini, dikembangkan membran komposit berbahan dasar polyvinylidene fluoride (PVDF), karbon aktif (AC) dari kulit singkong, serta TiO₂, yang ditujukan untuk mengolah limbah cair kilang minyak mentah dengan kandungan pencemar organik dan anorganik yang tinggi. Dalam penelitian ini, membran difabrikasi dengan variasi konsentrasi AC/TiO₂ sebesar 0, 1, 2, dan 3% untuk mengevaluasi pengaruh komposisi komposit terhadap kualitas permeat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran dengan penambahan AC/TiO₂ sebesar 3% memberikan kinerja paling optimal. Pada rasio tersebut, efisiensi penyisihan mencapai lebih dari 40% for BOD5,  40% for COD, 80% for oil and grease, 69% for sulfida and 60% for amonia. Dengan demikian, membran komposit berpotensi menjadi alternatif yang andal untuk pengolahan limbah cair industri. penelitian lanjutan diharapkan dapat lebih mengeksplorasi integrasi membran komposit dengan teknik pengolahan lain untuk memperpanjang umur membran sekaligus meningkatkan kualitas limbah cair.
Variasi Sinar Ultraviolet pada Sistem Membran Ultrafiltrasi untuk Pengolahan Air Gambut Erna Yuliwati; Edisfha Ajeng Rahayu; Heni Yuniar; Elfidiah
Jurnal INOVATOR Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v6i1.3

Abstract

Peat water treatment still has many obstacles, one of the alternatives that can be used to overcomethis obstacle is membrane technology and UV light variais. This study aims to determine the effect of UV rayson the flux and content of BOD, TSS, pH, Turbidity, Color and E.Coli Bacteria. This study used a combinedmethod, namely ultraviolet (UV) light poses using a UV Water Sterilizer, the filtration process using the KUF3 ultrafiltration membrane and the phytoremediation method with kiambang plants. The results of this studyshowed the highest removal rate of BOD in the filtration process with UV 6 watts at 90 minutes of filtrationtime with an efficiency of 94.71%. The color removal rate in the filtration process with UV is 6 watts at 90minutes of filtration time with an efficiency of 70.92%. Turbidity removal rate in the filtration process withUV 6 watts at 90 minutes filtration time with an efficiency of 99.97%%. The TSS removal rate in the filtrationprocess with UV is 6 watts at 90 minutes of filtration time with an efficiency of 47.77%. The pH removal ratein the filtration process with UV is 6 watts at 90 minutes of filtration time with an efficiency of 24.79%. Theelimination rate of E.coli bacteria in the filtration process with UV is 6 watts at 90 minutes of filtration timewith 100% efficiency
Ekstraksi Nikotin Limbah Puntung Rokok Sebagai Inhibitor Untuk Memperlambat Laju Korosi Pada Baja Mild Steel Elfidiah, Elfidiah; nurul fatimah; Legiso, Legiso
Jurnal INOVATOR Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v7i2.387

Abstract

Korosi adalah kerusakan maetrial khususnya logam secara umum akibat adanya reaksi oleh lingkungan. Salah satu upaya alternatif untuk menurunkan tingkat korosi adalah menggunakan inhibitor. Tujuan penelitian ini adalah menentukan laju korosifitas pada besi baja dengan menggunakan air sungai, dan air laut sebagai medium perendaman  dengan waktu perendaman dan kadar inhibitor yang bervariasi. Adapun manfaat dari penelitan ini yaitu sebagai acuan pemanfaatan limbah puntung rokok sehingga dapat mengurangi jumlah sampah yang ada di indonesia dan sebagai acuan pengendalian korosi pada besi baja. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dihasilkan ekstrak tembakau dari puntung rokok menggunakan metode maserasi dengan pelarut ethanol 96% didapatkan volume ekstrak sebanyak 250 ml dengan ph 4,9 optimum terjadi pada media air sungai yang mana dengan medium air sungai inhibitor bekerja maksimal pada hari ke-7 dengan volume 15 ml 8,5395 mpy yaitu 4,6711 gm2/hari sedangkan dengan medium larutan NaCl inhibitor bekerja maksimal pada hari ke-7 dengan volume 15 ml 10,0738 mpy yaitu 5,5104 gm2/hari dimana semakin lamanya waktu perendaman maka akan semakin optimal inhibitor melindungi plat baja tersebut.