Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN MENDESAIN BUSANA PESTA DENGAN TEKNIK FLAT DRAWING KELAS XI TATA BUSANA SMK PUTRA ANDA BINJAI Nadila Chairuna; Juliarti
Pesona Vol. 6 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pacf8m59

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dari observasi yang dilakukan di SMK Putra Anda Binjai bahwa dalam proses pembelajaran siswa mempunyai kesulitan dalam menggambar desain busana pesta secara manual yang didukung oleh data bahwa siswa kelas XI Tahun Ajaran 2023 -2024 dari 32 siswa hanya 45% atau 14 orang yang memperoleh nilai baik, sementara sisanya yaitu 55% atau 18 siswa dari 32 siswa tidak dapat mencapai nilai ketuntasan. Kesulitan yang dialami siswa saat mendesain busana diantaranya adalah 18 siswa tidak mampu dalam mendesain busana hingga mewarnai desain. Maka dengan latar belakang tersebut, adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana kemampuan siswa dalam mendesain busana pesta dengan teknik Flat Drawing secara manual di kelas XI SMK Putra Anda Binjai. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Putra Anda Binjai dan yang digunakan sebagai sampel penelitian adalah 32 orang siswa kelas XI SMK Putra Anda Binjai. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar pengamatan yang berisi 13 indikator yang akan diberikan kepada 3 orang pengamat dengan kriteria penilaian 4 (Sangat Baik), 3 (Baik), 2 (Cukup), 1 (Kurang). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai kemampuan siswa dalam mendesain busana pesta dengan teknik flat drawing secara manual pada kelas XI SMK Putra Anda Binjai diperoleh nilai rata-rata (median) 82 dan standar deviasi 8,6. Diperoleh juga hasil praktek kemampuan siswa berada pada kategori baik yaitu dengan diperoleh sebanyak 5 siswa (16%) memperoleh kategori sangat baik, sebanyak 2 siswa (6%) memperoleh kategori baik, sebanyak 18 siswa (56%) memperoleh kategori cukup, dan 7 siswa (22%) memperoleh kategori kurang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penilaian hasil praktek mendesain busana pesta pada siswa kelas XI SMK Putra Anda Binjai berada pada kategori Cukup Baik.   Kata kunci: Kemampuan Mendesain, Busana Pesta, Flat Drawing
ANALISIS KONSUMSI MAKANAN JAJANAN TERHADAP PEMENUHAN GIZI REMAJA Esi Emilia; Juliarti Juliarti; Nikmat Akmal
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 1 No. 1 (2021): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v1i1.20697

Abstract

Kecukupan gizi pada remaja tergantung dari makanan yang dikonsumsi. Makanan jajanan memberikan kontribusi gizi yang nyata terhadap pemenuhan kebutuhan gizi remaja. Tujuan penelitian untuk 1). Mengetahui gambaran konsumsi makanan dan konsumsi makanan jajanan pada remaja, 2) Menganalisis tingkat kecukupan makanan jajanan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi remaja. Desain penelitian adalah crossectional study dengan metode survey. Waktu pelaksanaan  penelitian mulai bulan Juni “ November 2018 dengan lokasi Universitas Negeri Medan.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa di Universitas Negeri Medan. Minimal sampel yang akan diambil berdasarkan proporsi adalah 196 orang. Untuk menghindari terjadinya pengurangan sampel, maka jumlah sampel ditambah 10 persen dari jumlah sehingga jumlah sampel menjadi 216 orang. Hasil penelitian menemukan bahwa konsumsi makanan yang mengandung kalori, protein, lemak dan karbohidrat adalah berturut-turut 1706,4 kal, 71,1 gram, 56,4 gram dan 227,5 gram. Lebih separoh sampel mengalami defisit energi tingkat berat atau konsumsi mereka kurang dari 70%. Konsumsi makanan jajanan mengandung kalori, protein, lemak dan karbohidrat adalah berturut-turut 1022,1 kalori, 39,6 gram, 32,7 gram dan 141,4 gram. Tingkat kecukupan makanan jajanan terhadap konsumsi perhari untuk kalori, protein, lemak dan karbohidrat berturut-turut 59,9%; 55,7%; 58,0% dengan rata-rata sebesar 58,9%, artinya separoh lebih konsumsi sampel diperoleh dari makanan jajanan. Hal ini disebabkan sebagian besar waktu sampel dihabiskan dikampus dan diluar rumah.
Hubungan Kecukupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi Anak SMP yang Tinggal di Panti Asuhan Vinesya Shintauly Siahaan; Rasita Purba; Esi Emilia; Erli Mutiara; Juliarti Juliarti
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol. 3 No. 1 (2023): EDISI FEBRUARI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v3i1.42724

Abstract

Untuk mencapai tumbuh kembang yang ideal, seorang anak SMP atau remaja membutuhkan zat gizi yang cukup sesuai dengan usia dan jenis kelaminnya, sehingga tidak ada kejadian malnutrisi. Layaknya anak SMP pada umumnya, anak SMP yang tinggal di panti asuhan juga membutuhkan zat gizi yang sama layaknya remaja pada umumnya meski tidak tinggal bersama dengan orang tuanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecukupan zat gizi makro dengan status gizi anak SMP yang tinggal di panti asuhan. Lokasi penelitian di Panti Asuhan Sendoro dan Panti Asuhan Anugrah Kasih Abadi. Waktu penelitian Mei “ Juni 2022. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian cross sectional study. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling sehingga jumlah sampel adalah 48 orang. Teknik pengumpulan data kecukupan zat gizi makro diambil dari persen rata-rata konsumsi zat gizi makro yang diperoleh dari food recall 3x24 jam dan data status gizi diambil dengan menggunakan hasil pengukuran. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji univariate dan uji bivariate dengan metode Uji Korelasi Rank Spearman. Hasil uji bivariate menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara kecukupan zat gizi makro dengan status gizi anak SMP yang tinggal di panti asuhan yang ditunjukkan dengan p value = 0.002. Penting bagi lembaga sosial untuk memperhatikan dan mempertahankan status gizi warga binaannya agar warga binaan tetap sehat. Kata kunci: kecukupan zat gizi makro, remaja, status gizi