Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Junior Medical Journal

Uji Efektivitas Obat Kumur untuk Mengurangi Pertumbuhan Bakteri di Mulut dan Tinjauan Menurut Pandangan Islam Nurul Amalia; Pratami Adityaningsari; Eri Dian Maharsi; Muhammad Fazlurrahman Anshar
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i3.4844

Abstract

Gangguan mulut adalah salah satu kondisi yang sering terjadi pada masyarakat kini antara lain infeksi mulut, bau mulut, dan sariawan. Flora normal memiliki peran yang penting dalam pertahanan tubuh, namun tidak selalu menguntungkan, dalam kondisi tertentu, flora normal dapat menimbulkan penyakit perubahan substrat atau perpindahan habitat (homeostatik) menjadi patogen. Umumnya, bakteri patogen yang terjadi di rongga mulut adalah bakteri Gram positif yaitu, Streptococcus mutans atau Streptococcus viridans dan Staphyloccocus aureus. Salah satu cara untuk mencegah dan menjaga kesehatan rongga mulut adalah dengan menggunakan obat kumur atau mouthwash. Produk obat kumur yang digunakan adalah Produk A dengan bahan Povidone Iodine 1% (PVP-1) dan Produk B dengan bahan Essential Oil. Rancangan penelitian ini dengan Quasi Experimental, yaitu one group pretest (sebelum diberikan perlakuan) dan postest (setelah diberikan perlakuan), dilanjut menggunakan metode Total Plate Count (TPC) dan pewarnaan Gram. Hasil dari penelitian ini dilakukan uji Paired Samples T-test didapatkan nilai signifikansi p-value < 0.05 pada produk A yang mengindikasikan bahwa produk A dapat menurunkan bakteri di dalam mulut dan tidak menimbulkan efek samping, sedangkan pada produk B p-value > 0.05 maka, tidak ada penurunan signifikan dan menimbulkan efek samping. Kesimpulan yaitu, jumlah bakteri yang menurun signifikan setelah pemberian daripada sebelum pemberian obat kumur terhadap produk A dibanding produk B, serta perbedaan antara kedua produk, yaitu lebih baik komposisi obat PVP-1 daripada Essential Oil.
Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik pada Lansia dengan Hipertensi di Komunitas Lansia Kelapa Gading febriyanti, yesha; Eri Dian Maharsi; Endah Purnamasari
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i6.5560

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah kondisi tekanan darah tinggi kronis yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular serius dan menjadi penyebab utama morbiditasserta mortalitas di dunia, termasuk Indonesia, dengan prevalensi mencapai 34,1% pada populasi umum dan 69,5% pada lansia usia ≥75 tahun (WHO, 2023; Dinas Kesehatan DKI Jakarta, 2023). Penyebab hipertensi multifaktorial meliputi faktor genetika, penuaan vaskular, pola makan tidak sehat, sertakurangnya aktivitas fisik, yang secarasignifikan memengaruhi kejadian hipertensi pada lansia (Widiyono et al., 2022; Meher et al., 2023). Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis hubungan pola makan dan aktivitas fisik terhadap kejadian hipertensi pada lansia di Komunitas Kelapa Gading. Metode: Penelitian ini merupakan studianalitik observasional desktiprif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 80 lansia di Komunitas Kelapa Gading menggunakan teknik convenience sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui pengukuran tekanandarah serta kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Analisismenggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa 62,5% responden mengalami hipertensi. Terdapathubungan signifikan antara pola makan denganhipertensi (p<0,001) dan aktivitas fisik denganhipertensi (p<0,001). Lansia dengan polamakan buruk dan aktivitas fisik rendahcenderung memiliki tekanan darah yang lebihtinggi. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa hipertensi masih menjadi masalah serius pada lansia di Komunitas Kelapa Gading, terutama pada tahap 2 dengan risiko komplikasi tinggi. Terdapat hubungan signifikan antara polamakan dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi, di mana lansia dengan pola makanburuk dan aktivitas fisik rendah lebih rentan mengalami hipertensi. Oleh karena itu, modifikasi gaya hidup melalui edukasi polamakan sehat dan peningkatan aktivitas fisik perlu menjadi fokus utama intervensi kesehatan.