Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

SOSIALISASI INOVATIF PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK KAMPUNG DOSAY DISTRIK SENTANI BARAT KABUPATEN JAYAPURA Sawir, Muhammad; Wulandari S, Lestari; Qomarrullah, Rif’iy; Fatimah, Siti; Kala’Padang, Yuliati; Kamaluddin, Santrio; Susilawaty, Susilawaty; Abubakar, Faisal; Pongtuluran, Rhina; Anirwan, Anirwan
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): November 2023, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/globalabdimas.v3i2.453

Abstract

Badan Usaha Milik Kampung merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kampung. Namun, di Kabupaten Jayapura Badan Usaha Milik Kampung masih belum berkembang secara optimal. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola Badan Usaha Milik Kampung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola Badan Usaha Milik Kampung. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode sosialisasi inovatif, yaitu dengan menggabungkan metode ceramah, diskusi, dan praktik langsung. Metode ini dipilih karena dinilai lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan Badan Usaha Milik Kampung.  Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat Kampung Dosay memiliki antusiasme yang tinggi untuk mengikuti kegiatan sosialisasi. Setelah mengikuti kegiatan sosialisasi, masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pengelolaan Badan Usaha Milik Kampung. Hal ini terlihat dari meningkatnya pemahaman masyarakat tentang konsep struktur organisasi, dan pengelolaan keuangan Badan Usaha Milik Kampung. Kegiatan ini membantu menjadikan Badan Usaha Milik Kampung Dosay menjadi lebih baik dan membantu membuat masyarakat di Kampung Dosay lebih mengerti dalam meningkatkan cara pengelolaan Badan Usaha Milik Kampung.
PEMUDA PEDULI: MERAJUT HARAPAN MASYARAKAT MELALUI AKSI BAKTI SOSIAL SEBAGAI SIMBOL GENERASI PENERUS Sawir, Muhammad; Kamaluddin, Santrio; Abubakar, Faisal; Fatimah, Siti; Kalapadang, Yuliati; Susilawaty, Susilawaty; Tambawang, Laela; Pongtuluran, Rhina; Juli, La; Usulu, Elvira M.
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Mei 2024, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/globalabdimas.v4i1.522

Abstract

Kebersihan lingkungan pantai sangat penting untuk kesehatan masyarakat dan daya tarik wisata. Pantai Base G sebagai destinasi wisata yang populer di Kota Jayapura menghadapi tantangan dengan meningkatnya jumlah dan aktivitas wisatawan perlu diimbangi dengan peningkatan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan Pantai. Untuk mengatasi masalah ini, Universitas Yapis Papua menyelenggarakan program bakti sosial di Pantai Base G dengan melibatkan mahasiswa dan civitas akademika. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, melatih mahasiswa baru dalam kepedulian lingkungan, dan memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Partisipasi dalam kegiatan pembersihan ini membantu mengurangi sampah di pantai, menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman, serta meningkatkan kepuasan pengunjung. Keberhasilan program ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, institusi pendidikan, dan pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan pantai. Diharapkan kegiatan ini dapat berkelanjutan untuk mendukung keberlanjutan wisata dan kesehatan lingkungan di Pantai Base G Kota Jayapura.
Implementasi Program Pemberdayaan Perempuan di Kabupaten Mamberamo Raya Sawir, Muhammad; Anirwan, Anirwan; Abubakar, Faisal; Kamaluddin, Santrio; Ondikeleuw, Margaretha; Pongtuluran, Rhina
Journal of Governance and Policy Innovation Vol. 3 No. 2 (2023): Oktober 2023, JGPI
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/jgpi.v3i2.455

Abstract

Rendahnya partisipasi masyarakat Mamberamo Raya dalam segala aspek pembangunan menandakan rendahnya pemberdayaan terhadap perempuan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program pemberdayaan perempuan di Kabupaten Mamberamo Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data hasil penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan penelitian. Informan penelitian dipilih dengan menggunakan Teknik purposive sampling, yaitu informan dianggap memiliki pengetahuan dan mampu memberikan informasi terkait permasalahan yang diteliti. Selain itu, untuk mendukung hasil penelitian dilakukan obsevasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, memilah dan mengelelompokkan data, interpretasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh program pemberdayaan perempuan di Kabupaten Mamberamo telah berhasil diimplementasikan oleh Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BKBP3A) sesuai Peraturan Bupati Nomor 52 Tahun 2013, namun belum berhasil mewujudkan kesetaraan gender yang disebabkan karena minimnya alokasi anggaran dari pemerintah daerah, kualitas aparatur BKBP3A masih rendah, keterbatasan informasi terkait program yang diimplementasikan, rendah sikap aparatur pelaksana dan kurangnya sosialisasi program.
Family Financial Management during the Covid-19 Crisis: A Community Service Initiative for Tablanusu Village Jayapura Mothers Labo, Irwan Adam; Ameliana, Yana; Kamaluddin, Santrio; Muhammad, Endang; Zein, Haris M
Advances in Community Services Research Vol. 1 No. 2 (2023): March - August
Publisher : Yayasan Pendidikan Bukhari Dwi Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60079/acsr.v1i2.120

Abstract

Life is dynamic, twists and turns over a long period of time, many things can affect the financial goals that have been set, including during the current crisis due to the Covid-19 pandemic. We cannot close our eyes to the Covid-19 outbreak that occurred in the country of Indonesia at the beginning of 2020, causing a significant impact on almost all aspects of life. Not only health but also financial care is very important in solving this problem. However, good family financial management skills will help us get out of this problem easily. Through community service conducted by the teaching team and inviting students to discuss various solutions for family financial management for Tablanusu village mothers in times of crisis. The process of using this community service consists of the preparation stage starting from the inspection of the workplace, the work stage of introducing financial management, introducing finance, introducing household financial development with monitoring and analysis. The results obtained by the participants are equipping village mothers or PKK mothers with skills in managing family finances in times of crisis, so that they can help solve the problem of household arrangement funders in the future, such as ideas between partners and education costs. In organizing family finances, special solutions are needed, the use of money for certain purposes must be used as a measure of importance. Needs that are not urgent and only hobbies and activities that are not important can be crossed out of the list of expenses. Parents should make a list of basic/fundamental needs, secondary needs and advanced needs. Women PKK remove secondary and advanced requirements if they have not fulfilled all the basic requirements. There is an urgent need for household leaders to organize all essential needs, this work can empower housewives who were previously unfamiliar with family financial management. In the face of all the family financial management problems they face, they are consequently mothers who must be careful about spending too much money that has no result or value.
Konseling Hukum dan Dukungan Emosional (Membentuk Sikap dan Tindakan Positif Mencegah Bullying dan Body Shaming di Kalangan Pelajar) Wulandari S, Lestari; Tanggahma, Biloka; Sawir, Muhammad; Kamaluddin, Santrio; Abubakar, Faisal; Rahmadani, Ulfa
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2024): November 2024 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v4i6.590

Abstract

Artikel ini mengangkat pentingnya konseling hukum dan dukungan emosional dalam membentuk sikap dan tindakan positif untuk mencegah bullying dan body shaming di kalangan pelajar. Topik ini dipilih mengingat meningkatnya kasus bullying dan body shaming yang berdampak negatif pada kesehatan mental dan perkembangan karakter pelajar. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui lokakarya, diskusi kelompok terarah, dan sesi konseling individu. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman pelajar tentang dampak negatif bullying dan body shaming serta perubahan sikap yang lebih positif. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil menumbuhkan kesadaran dan memberikan alat praktis bagi pelajar untuk melawan perilaku negatif tersebut, yang berkontribusi pada lingkungan sekolah yang lebih aman dan inklusif.
Revolusi Birokrasi di Papua: Menghadirkan Pelayanan Publik Prima di Tengah Keterbatasan Infrastruktur Kamaluddin, Santrio; Pongtuluran, Rhina; Juli, La
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 5 No. 1 (2024): Nopember 2024, IJI Publication
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v5i1.581

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi urgensi revolusi birokrasi di Papua dalam menghadirkan pelayanan publik prima di tengah keterbatasan infrastruktur yang signifikan. Di tengah kompleksitas wilayah, minimnya aksesibilitas, dan keterbatasan sumber daya manusia, perbaikan birokrasi menjadi sangat penting untuk memastikan pemerataan layanan publik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis berbagai strategi yang diterapkan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta untuk mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi dalam proses tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif, melalui wawancara mendalam dan kajian literatur kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat sejumlah inisiatif perbaikan, masih banyak kendala terkait koordinasi antar-lembaga, keterbatasan anggaran, serta kurangnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung pelayanan. Kesimpulan penelitian menegaskan pentingnya pendekatan holistik yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi antar-stakeholder untuk menciptakan birokrasi yang efisien dan inklusif. Dengan demikian, revolusi birokrasi di Papua menjadi kunci bagi tercapainya pelayanan publik yang adil dan merata di wilayah tersebut.
Analysis Of the Effect of Work Process Digitalization, Employee Experience, and Ethical Leadership on Employee Performance in Technology Start-Up Companies Nugraha, Jefri Putri; Nurdiani, Tanti Widia; Abubakar, Faisal; Kamaluddin, Santrio; Suntoro, Bambang; Violin, Vivid
Journal of Information System, Technology and Engineering Vol. 3 No. 2 (2025): JISTE
Publisher : Yayasan Gema Bina Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61487/jiste.v3i2.143

Abstract

This study aims to analyze the influence of work process digitalization, employee experience, and ethical leadership on employee performance in technology start-up companies in Indonesia. In the digital era, start-up companies are required to continue to innovate and adapt quickly to technological changes, so the role of work process digitalization becomes increasingly crucial. In addition, individual work experience and ethical leadership are also believed to play an important role in driving employee performance. This study uses a quantitative approach with a survey method, involving 100 respondents who work in various technology start-up companies. The analysis technique used is Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results of the study show that work process digitalization has a positive and significant effect on employee performance. Employee experience also shows a positive effect, although not as strong as the digitalization variable. Meanwhile, ethical leadership has the most significant influence in shaping employee behavior and work motivation. This finding strengthens the results of previous studies, which state that an ethical and digital work environment can drive employee productivity and loyalty. The implications of this study underline the importance of start-up companies adopting digital strategies and focusing on developing ethics-based leadership in their HR management.
Analysis of the Influence of Digital Training, Organizational Agility, and Digital Literacy on the Digital Resilience of Employees in the Public Service Sector Djunaedi, Djunaedi; Abubakar, Faisal; Hamdany, Mohammad Azharie; Sidjabat, Sonya; Kamaluddin, Santrio; Yanti, Jumianis
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4454

Abstract

This study seeks to explore the influence of digital training, organizational agility, and digital literacy on the digital resilience of employees within the public service sector. The study employs a quantitative approach through a survey distributed to 180 purposively sampled participants. A five-point Likert scale questionnaire, validated through the t-test and whose reliability was assessed using Cronbach’s Alpha, was used as the research instrument. Furthermore, the data underwent classical assumption tests that consist of normality, heteroscedasticity, and multicollinearity tests. Multiple linear regression was used for data analysis to explore the simultaneous and partial effects of the variables. Findings indicated that all three independent variables had a positive and statistically significant impact on digital resilience. In particular, the individual effects of digital training, organizational agility, and digital literacy were illustrated as being connectivity to employees' adaptive, psychological and technological capabilities in dealing with digital changes in the workplace. This study has the potential to significantly contribute to the literature on digital-based HR management through its theoretical implications as well as offering practical benefits to the public sector in terms of developing resilient human resources who are capable of coping with and staying up to date with the continuous digital transformation.
Lanskap Pemerintahan: Memahami Perbedaan dan Implikasi Sistem Presidensial, Parlementer, dan Semi Presidensial Basri, Abdul Rahman; Sawir, Muhammad; Kamaluddin, Santrio; Pongtuluran, Rhina
Jurnal Pemerintahan dan Politik Lokal Vol 6 No 1 (2024): JGLP, MEI 2024
Publisher : Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jglp.v6i1.1257

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan implikasi sistem pemerintahan presidensial, parlementer, dan semi-presidensial. Variabel penelitian mencakup struktur kekuasaan eksekutif, pembagian kekuasaan antara eksekutif dan legislatif, stabilitas politik, dan akuntabilitas pemerintah. Metode penelitian melibatkan analisis perbandingan sistem pemerintahan di negara-negara yang mewakili ketiga sistem tersebut, dengan mempertimbangkan sampel negara yang relevan dan menggunakan teknik analisis deskriptif. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa sistem presidensial cenderung memiliki eksekutif yang lebih kuat dan terpisah dari legislatif, sementara sistem parlementer menunjukkan integrasi yang lebih erat antara kedua cabang pemerintahan. Sementara itu, sistem semi-presidensial menggabungkan elemen dari kedua sistem. Implikasi dari perbedaan ini mencakup stabilitas politik, kualitas kebijakan, dan akuntabilitas pemerintah. Penelitian ini memberikan wawasan yang lebih dalam tentang desain dan kinerja sistem pemerintahan, serta memberikan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas politik dan efektivitas pemerintahan di seluruh dunia.
Revolusi Birokrasi di Papua: Menghadirkan Pelayanan Publik Prima di Tengah Keterbatasan Infrastruktur Kamaluddin, Santrio; Pongtuluran, Rhina; Juli, La
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 5 No. 1 (2024): Nopember 2024, IJI Publication
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v5i1.581

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi urgensi revolusi birokrasi di Papua dalam menghadirkan pelayanan publik prima di tengah keterbatasan infrastruktur yang signifikan. Di tengah kompleksitas wilayah, minimnya aksesibilitas, dan keterbatasan sumber daya manusia, perbaikan birokrasi menjadi sangat penting untuk memastikan pemerataan layanan publik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis berbagai strategi yang diterapkan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta untuk mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi dalam proses tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif, melalui wawancara mendalam dan kajian literatur kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat sejumlah inisiatif perbaikan, masih banyak kendala terkait koordinasi antar-lembaga, keterbatasan anggaran, serta kurangnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung pelayanan. Kesimpulan penelitian menegaskan pentingnya pendekatan holistik yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi antar-stakeholder untuk menciptakan birokrasi yang efisien dan inklusif. Dengan demikian, revolusi birokrasi di Papua menjadi kunci bagi tercapainya pelayanan publik yang adil dan merata di wilayah tersebut.