Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Journal of Innovation Research and Knowledge

INOVASI PRODUK OLEH-OLEH BOLU KEMOJO BERBASIS TEPUNG KACANG ARAB : PENGEMBANGAN PRODUK UMKM DI PEKANBARU Liora Valencia; Rosie Oktavia Puspita Rini; Agung Arif Gunawan; Eryd Saputra
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bolu kemojo sebagai kuliner tradisional khas Riau yang populer di kota Pekanbaru sebagai ibukota dari Provinsi Riau kini tidak hanya menjadi warisan budaya Melayu tetapi juga produk unggulan UMKM daerah. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat, konsumen semakin selektif dalam memilih pangan yang bergizi dan aman dikonsumsi. Oleh karena itu, inovasi terhadap bolu kemojo dilakukan dengan memanfaatkan bahan yang lebih sehat dan bernutrisi, sebagai langkah untuk menjaga keaslian cita rasa tradisional sekaligus mendorong daya saing serta keberlanjutan UMKM di Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan dua perlakuan, yaitu sampel A (100% tepung terigu) dan sampel B (100% tepung kacang arab). Uji sensori dilakukan menggunakan uji hedonik dan uji mutu hedonik terhadap empat parameter, yaitu warna, aroma, rasa, dan tekstur, dengan melibatkan 20 panelis tidak terlatih dan 5 panelis terlatih. Data hasil penilaian dianalisis menggunakan IBM SPSS 25 dengan uji Paired Sample T-Test, karena kedua sampel dinilai oleh panelis yang sama. Uji ini bertujuan mengetahui ada atau tidaknya perbedaan signifikan antara rata-rata penilaian dua sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aspek sensori memperoleh nilai rata-rata di atas 4,0 yang termasuk kategori “suka” hingga “sangat suka”. Substitusi tepung kacang arab berpengaruh nyata terhadap warna (p<0,05), sedangkan terhadap aroma, rasa, dan tekstur tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p>0,05). Hal ini membuktikan bahwa penggunaan tepung kacang arab dapat menjadi bahan alternatif yang layak tanpa menurunkan kualitas sensori bolu kemojo serta berpotensi dikembangkan sebagai inovasi produk pangan fungsional khas daerah.
STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA KULINER MASJID RAYA SULTAN MAHMUD RIAYAT SYAH BATAM Mario Marcelino Tampemawa; Agung Arif Gunawan
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 8: Januari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i8.9394

Abstract

Wisata Religi Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah adalah salah satu masjid terbesar yang ada di Batam. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi yang direncanakan dan dilakukan pengelola masjid Sultan Mahmud Riayat Syah dalam pengembangan wisata kuliner serta faktor yang kemudian mempengaruhi dalam Strategi Pengembangan Wisata Religi Di Masjid Raya Sultan Mahmud Riayat Syah Batam. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dan diperkuat dengan pendekatan analisis SWOT untuk menentukan strategi. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan yang dilakukan wisata kuliner Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah adalah dengan mengoptimalkan Event keagamaan dan festival religi yang ada dapat dipromosikan melalui media sosial dan platform digital untuk memperkenalkan kawasan kuliner dan menarik wisatawan, Memanfaatkan lokasi yang strategis untuk mengembangkan wisata kuliner, Memanfaatkan Bebas biaya masuk sebagai daya tarik untuk menarik wisatawan yang kemudian dapat diarahkan untuk menikmati kuliner di Kawasan Masjid.
PENGARUH DAYA TARIK WISATA TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN DI PANTAI BALE-BALE Nabila Khuzaimah; Eryd Saputra; Agung Arif Gunawan; Wahyudi Ilham
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 8: Januari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i8.9465

Abstract

Pantai Bale-Bale di Kecamatan Nongsa, Batam, adalah salah satu destinasi wisata yang menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Dibuka pada 2016, pantai ini awalnya merupakan perkampungan dengan pemandangan alam yang mempesona. Dikelola oleh Muhammad Nurdin, pantai ini terus berkembang dengan berbagai fasilitas seperti musholla, gazebo, restoran seafood, dan area parkir. Selain itu, atraksi budaya seperti tarian Melayu juga ditampilkan, menambah daya tarik wisata. Pantai Bale-Bale berfokus pada kenyamanan wisatawan dengan fasilitas yang memadai dan inovasi yang terus dilakukan setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh daya tarik wisata terhadap kepuasan wisatawan di Pantai Bale-Bale, yang diharapkan dapat meningkatkan kunjungan dan ekonomi daerah sekitar. Penelitian ini menggunakan pendeketan kuantitatif dan jenis penelitian analisis deskriptif, instrumen penelitian diuji dengan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data yang digunakan adalah analisis linier sederhana, analisis deskriptif, dan uji hipotesis menggunakan uji F dan uji t. Berdasarkan analisis data dan hasil pembahasan perihal daya tarik wisata terhadap kepuasan wisatawan. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel daya tarik wisata berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan wisatawan di Pantai Bale-Bale. Hal ini dibuktikan dengan sejumlah penilaian yang diberikan wisatawan (responden) yang pernah melakukan kunjungan ke Pantai Bale-Bale
ANALISIS PENERAPAN STRATEGI PEMASARAN (MARKETING MIX) PADA KAFE KEBOON KOPI BATAM Putri Rizkika Ariza; Agung Arif Gunawan; Rosie Oktavia Puspita Rini; Eva Amalia
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya persaingan di sektor kuliner Batam menuntut implementasi strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan penjualan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi dan kontribusi elemen bauran pemasaran (4P) yang paling efektif di Keboon Kopi Batam. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Action Research, data dikumpulkan dari Manajer, Supervisor, dan staf melalui wawancara, observasi juga melibatkan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa elemen Tempat (Place) menjadi keunggulan strategis utama, yang diperkuat oleh posisi kafe di Palmspring Batam Centre serta desain interior yang memikat. Keunggulan ini diperkuat oleh elemen Produk (Product) melalui konsistensi kualitas dan inovasi R&D menu. Sementara itu, Harga (Price) dan Promosi (Promotion) berfungsi sebagai alat taktis untuk meningkatkan transaksi. Kesimpulan utama adalah bahwa efektivitas pemasaran ditentukan oleh kombinasi keunggulan lokasi dan suasana (Place) sebagai daya tarik utama, didukung kualitas produk yang konsisten sebagai faktor retensi pelanggan.
PENGARUH DIFERENSIASI PRODUK KULINER TERHADAP KEUNGGULAN BERSAING PADA UMKM FARIS KITCHEN DI PANTAI TUAH HAMID Anisa Salsabila; Heri Nuryanto; Agung Arif Gunawan; Rosie Oktavia Puspita Rini
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan diferensiasi produk terhadap keunggulan bersaing pada UMKM Faris Kitchen di Pantai Tuah Hamid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan sampel 80 pengunjung yang dipilih melalui Simple Random Sampling. Variabel independen berupa diferensiasi produk diukur melalui indikator bentuk, kualitas, kesesuaian, ketahanan, dan gaya, sedangkan variabel dependen berupa keunggulan bersaing diukur melalui keunikan produk, harga bersaing, ketersediaan, dan kesulitan ditiru. Uji validitas dan reliabilitas instrumen menunjukkan hasil yang baik, sedangkan uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas memastikan asumsi klasik terpenuhi. Analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa diferensiasi produk berpengaruh signifikan terhadap keunggulan bersaing dengan koefisien regresi 0,773, t-hitung 8,034, p-value 0,000, dan R² sebesar 0,453. Hasil ini menyatakan bahwa inovasi dalam diferensiasi produk menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing UMKM di sektor kuliner.
ANALISIS PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP KETIMPANGAN PROMOSI PASTRY DAN KITCHEN DI KOZE PATISSERIE Lumban Gaol, Reinhard Yosie; Silitonga , Frangky; Agung Arif Gunawan; Wahyudi Ilham
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi konsumen terhadap ketimpangan promosi antara menu pastry dan menu kitchen di Koze Patisserie, di mana promosi menu kitchen dinilai kurang optimal dibandingkan dengan promosi menu pastry. Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya perhatian (attention), minat (interest), dan daya ingat (recall) konsumen terhadap produk kitchen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan observasi lapangan dan wawancara mendalam kepada konsumen yang pernah berkunjung ke Koze Patisserie. Data yang diperoleh dianalisis secara sistematis untuk memahami bagaimana ketidakseimbangan promosi memengaruhi persepsi dan preferensi konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi promosi menu pastry memperkuat citra produk tersebut, sementara menu kitchen kurang mendapat eksposur yang memadai sehingga dianggap kurang menarik dan kurang dikenal. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi promosi yang seimbang untuk membangun persepsi positif konsumen terhadap seluruh lini produk Koze Patisserie.
INOVASI PEMBUATAN LAPIS LEGIT DENGAN MENGGUNAKAN ANDALIMAN SEBAGAI ALTERNATIF VARIAN RASA Hans Steven Sembiring; Miratia Afriani; Puspita Rini, Rosie Oktavia; Kamelia Santika; Agung Arif Gunawan
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Andaliman merupakan rempah khas Nusantara yang berasal dari Tanah Batak dan umumnya digunakan pada masakan gurih, namun pemanfaatannya dalam produk pangan manis masih sangat terbbatas. Lapis legit sebagai kue tradisional Nusantara hasil adaptasi budaya Eropa memiliki karakter penggunaan rempah yang kuat sehingga berpotensi dikombinasikan dengan andaliman. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penggunaan andaliman sebagai alternatif varian rasa pada produk lapis legit. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan menambahkan bubuk andaliman ke dalam adonan lapis legit pada tiga tingkat konsentrasi berbeda. Produk yang dihasilkan diuji secara organoleptik melalui uji hedonik dan uji mutu hedonik oleh panelis terlatih dan tidak terlatih. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan andaliman tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap atribut rasa, aroma, warna, dan tekstur (p>0,05), baik pada penilaian panelis terlatih maupun tidak terlatih. Meskipun demikian, secara deskriptif sampel dengan konsentrasi andaliman rendah hingga sedang cenderung lebih disukai. Hasil ini menunjukkan bahwa andaliman berpotensi diaplikasikan pada produk pangan manis tanpa menurunkan tingkat penerimaan konsumen, serta berkontribusi pada inovasi.
SUBTITUSI TEPUNG CANGKANG TELUR DALAM PEMBUATAN SCONES PENGGANTI TEPUNG TERIGU Muhammad Zidane Fahrultullah; Rosie Oktavia Puspita Rini; Miratia Afriani; Agung Arif Gunawan
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pemanfaatan tepung cangkang telur sebagai substitusi sebagian tepung terigu dalam pembuatan scones. Tepung cangkang telur mengandung sekitar 94% kalsium karbonat sehingga berpotensi menjadi sumber kalsium tambahan dalam produk pangan. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan tiga formulasi substitusi, yaitu 20%, 50%, dan 80%. Eksperimen ini menunjukkan bahwa tepung cangakang telur tidak dapat sepenuhnya menggantikan tepung terigu. Uji organoleptik oleh panelis terlatih dan tidak terlatih meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar sampel dari segi warna, aroma, rasa dan tekstur, namun sampel dengan substitusi 20% (610) memperoleh nilai tertinggi dan paling disukai panelis. Eksperimen ini menunjukkan bahwa tepung cangakang telur tidak dapat sepenuhnya menggantikan tepung terigu dengan maksimal penggunaan sebesar 20% . Dengan demikian, tepung cangkang telur dapat digunakan sebagai substitusi parsial tepung terigu sekaligus menambah nilai gizi produk.