Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH FREKUENSI PERDAGANGAN SAHAM, KAPITALISASI PASAR DAN JUMLAH HARI PERDAGANGAN SAHAM TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2019-2022 Sari, Mela; Rosalin, Feronika; Kurniati, Echi
JEMBATAN (Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Auditing, dan Akuntansi) Vol 8 No 2 (2023): JEMBATAN (Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Auditing, dan Akuntansi)
Publisher : P3M STIE Mulia Darma Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54077/jembatan.v8i2.166

Abstract

Return saham secara umum adalah hasil yang diperoleh investor dalam berinvestasi yang berupa capital gain/loss .Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan frekuensi perdagangan saham, kapitalisasi pasar dan jumlah hari perdagangan saham terhadap return saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2022, dan juga untuk mengetahui pengaruh frekuensi perdagangan saham, kapitalisasi pasar dan jumlah hari perdagangan saham terhadap return saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2022. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode analisis deskriptif dan verifikatif. Berdasarkan hasil pengujian didapat kesimpulan bahwa secara parsial variabel frekuensi perdagangan saham berpengaruh negatif terhadap return saham, variabel frekuensi perdagangan saham tidak berpengaruh terhadap return saham sedangkan variabel jumlah hari perdagangan saham memiliki pengaruh positif terhadap return saham. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien determinasi (R²) adalah sebesar 0,652 atau 65,2%. Dengan kata lain, dapat diartikan pengaruh frekuensi perdagangan saham (X1), kapitalisasi pasar (X2) dan jumlah hari perdagangan saham (X3) terhadap return saham (Y) sebesar 65,2%, sisanya sebesar 34,8% (100%-65,2%) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
Pengaruh Leverage, Kebijakan Deviden, Dan Likuiditas Terhadap Keputusan Hedging Pada Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sub Sektor Kontruksi Bangunan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2021 Rosalin, Feronika; Kurniati, Echi; Mardiyyah Pratiwi, Nurul
Jurnal Media Wahana Ekonomika Vol. 19 No. 4 (2023): Jurnal Media Wahana Ekonomika, Januari 2023
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jmwe.v19i4.11018

Abstract

ABSTRAK Keputusan hedging adalah suatu keputusan yang diambil perusahaan untuk melindungi nilai perusahaan dari risiko perubahan kurs. Faktor yang menentukan keputusan hedging adalah leverage, kebijakan deviden, dan likuiditas. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati perkembangan dan faktor yang mempengaruhi serta melihat pengaruh leverage, kebijakan deviden, dan likuiditas terhadap keputusan hedging secara parsial dan simultan pada perusahaan Badan Usaha Milik Negara subsektor kontruksi bangunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 20 perusahaan, setelah pemilihan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling maka didapat 10 perusahaan. Metode analisis yang digunakan yaitu metode deskriptif dan metode verifikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel leverage berpengaruh terhadap keputusan hedging, sedangkan variabel kebijakan deviden dan likuiditas tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap keputusan hedging dan secara simultan minimal ada satu variabel bebas leverage, kebijakan deviden, dan likuiditas berpengaruh terhadap keputusan hedging periode 2017-2021. Nilai koefisien determinasi yang dilihat dari Adjusted R² sebesar 0,218 yang menunjukan keputusan hedging dapat dipengaruhi leverage, kebijakan deviden, likuiditas sebesar 21,8% dan sebesar 78,2% merupakan faktor lain yang tidak diajukan dalam laporan penelitian ini. Kata Kunci: Leverage, kebijakan deviden, likuiditas, keputusan hedging ABSTRACT A hedging decision is a decision taken by the company to protect the value of the company from the risk of exchange rate changes. Factors that determine hedging decisions are leverage, dividend policy, and liquidity. This study aims to observe developments, and influencing factors and see the effect of leverage, dividend policy, and liquidity on hedging decisions partially and simultaneously in State-Owned Enterprises in the building construction subsector listed on the Indonesia Stock Exchange. The total population in this study was 20 companies, after selecting the sample using the purposive sampling technique, 10 companies were obtained. The analytical method used is the descriptive method and verification method. The results show that partially leverage variables affect hedging decisions, while dividend and liquidity policy variables have no significant influence on hedging decisions, and simultaneously there is at least one independent variable leverage, dividend policy, and liquidity affect hedging decisions for the 2017-2021 period. The coefficient of determination seen from the Adjusted R² is 0.218 which shows that hedging decisions can be influenced by leverage, dividend policy, liquidity of 21.8% and 78.2% are other factors that are not proposed in this research report. Keywords : Leverage, Dividend Policy, Liquidity, and Hedging Decision
ANALISIS AUDIT KEPATUHAN ATAS PEMBERIAN KREDIT PENSIUN (STUDI KASUS PADA BANK MANDIRI TASPEN KCP OGAN ILIR) Tami, Nabila Emelda; Agustini, Agustini; Aktarina, Destia; Kurniati, Echi
JEMBATAN (Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Auditing, dan Akuntansi) Vol 9 No 2 (2024): JEMBATAN (Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Auditing, dan Akuntansi)
Publisher : P3M STIE Mulia Darma Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54077/jembatan.v9i2.203

Abstract

Audit merupakan suatu proses pengumpulan data, penilaian ataupun pengevaluasian yang dilakukan untuk menilai sesuatu apakah telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui audit kepatuhan atas pemberian kredit pensiun pada Bank Mandiri Taspen KCP Ogan Ilir sudah berjalan dengan baik. Locus penelitian ini dilakukan di Bank Mandiri Tapsen KCP Ogan Ilir Jl. Lintas Timur Indralaya No. 16 Kel. Indralaya Mulia, Kec. Indralaya, Kab. Ogan Ilir. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar prosedur pemberian kredit pensiun telah dilaksanakan dengan baik sesuai SOP, tetapi terdapat beberapa temuan terkait ketidakpatuhan dalam tahap verifikasi dan validasi berkas yang dilakukan oleh Relationship Officer Pension (ROP). Ketidakpatuhan ini berpotensi menimbulkan risiko kredit macet yang lebih tinggi. Berdasarkan hasil temuan ini, direkomendasikan perlu adanya peningkatan mekanisme kontrol internal dan peningkatan kapasitas pengawasan untuk memastikan bahwa setiap proses pemberian kredit pensiun berjalan sesuai dengan SOP untuk mengurangi kemungkinan risiko terjadi.
ANALISIS PROMOSI JABATAN, KOMPENSASI DAN LINGKUNGAN KERJA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN DI KOPERASI KONSUMEN BMT BINA UMMAT MADANI BANYUASIN Ikhwan, Afiful; Porwani, Sri; Kurniati, Echi; Ridho, Ahmad Muhammad
Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Indonesia STIE Widya Wiwaha Vol 4 No 4 (2024): Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32477/jrabi.v4i4.1086

Abstract

This look at targets to investigate task promoting, reimbursement and work surroundings in growing worker motivation in BMT Bina Ummat Madani Banyuasin client Cooperative. The sampling approach used is a saturated sampling method, particularly all personnel of BMT Bina Ummat Madani Banyuasin client Cooperative, a complete of 21 respondents. This study employs a quantitative methodology featuring descriptive analysis. The consequences showed that process advertising, reimbursement and paintings environment had been best in increasing worker motivation. this could be visible from the results of the percentage of respondents regarding task promotion with a percent degree of ninety eight%, reimbursement with a percentage degree of 86% and paintings environment with a percent degree of 78%.
PENGARUH KINERJA LINGKUNGAN, UMUR PERUSAHAAN, UKURAN PERUSAHAAN, TERHADAP PENGUNGKAPAN INFORMASI LINGKUNGAN ( PADA SUB SEKTOR PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DIBURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2020-2023 ) Sari, Nur Meika; Hendrayani, Iin; kurniati, Echi; Pratiwi, Nurul Mardiyyah; Siringoringo, Gokmanto
JEMBATAN (Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Auditing, dan Akuntansi) Vol 10 No 1 (2025): Jurnal JEMBATAN (Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Auditing dan Akuntansi)
Publisher : P3M STIE Mulia Darma Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54077/jembatan.v10i1.220

Abstract

Pengungkapan informasi lingkungan merupakan informasi yang berisikan pengungkapan lingkungan yang dilakukan perusahaan dalam laporan tahunan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kinerja lingkungan, umur perusahaan, ukuran perusahaan secara persial dan secara simultan terhadap pengungkapan informasi lingkungan pada perusahaan sub sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2023. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 8 perusahaan sub sektor pertambangan, metode analisis yang digunakan adalah deskriptif dan verifikatif dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian secara persial yaitu hasil uji t menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kinerja lingkungan terhadap pengungkapan informasi lingkungan pada perusahaan sub sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2023 sedangkan umur perusahaan dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap pengungkapan informasi lingkungan pada perusahaan sub sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2023. Sedangkan hasil penelitian secara simultan berdasarkan hasil uji F menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kinerja lingkungan, umur perusahaan, ukuran perusahaan secara simultan terhadap pengungkapan informasi lingkungan pada perusahaan sub sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2023. Nilai koefisien determinasi R2 adalah sebesar 0,186 atau 18,6% hal ini menunjukkan bahwa pengaruh setiap variabel sebesar 18,6% sisanya 81,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
ANALISIS LAPORAN ARUS KAS PADA PT. UNILEVER INDONESIA TBK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2018-2022 Shaqinah, Azalika Putri; Mulatsih, Endang Sri; Kurniati, Echi; Jannah, Miftahul; Feriyana, Winda
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 8 No. 3 (2024): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v8i3.14585

Abstract

The aim of this study was to compare the cash flow statements for each operating, funding, and investing activity at PT. Unilever Indonesia Tbk for the years 2018–2022. It also sought to ascertain how the cash flow statement's performance at PT. Unilever Indonesia Tbk for the same period was perceived using cash flow ratio analysis. The financial statements for the years 2018 through 2022 of PT. Unilever Indonesia tbk are the subject of this study, which has its locus at that company. The descriptive approach of data analysis is employed in conjunction with qualitative research methods. The study's findings show that because revenue surpasses expenses, the company's operating cash flow is positive from 2018 to 2022. However, because cash from operations is utilized to pay dividends, investments, and loans, finance and investment activities typically result in negative outcomes. The company's ability to cover interest charges varies with a ratio of 78%, while its ability to pay current liabilities with operational cash flow is just 64%. Cash coverage to current debt varies as well; it can be as high as 111%, yet the capital expenditure ratio is as low as 105%. The cash flow to total debt ratio is erratic at 59%, and over the next five years, it will be 42% for the cash flow adequacy ratio. Keywords: Analysis of cash flow ratios and cash flow statements
PENGARUH TOXIC LEADERSHIP, EMOTIONAL INTELLIGENCE DAN JOB INSECURITY TERHADAP BURNOUT KARYAWAN PADA RICHEESE FACTORY KOTA PALEMBANG Sunarti, Sunarti; Aktarina, Destia; Porwani, Sri; Kurniati, Echi; Heryanto, Imam
JEMBATAN (Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Auditing, dan Akuntansi) Vol 10 No 2 (2025): JEMBATAN (Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Auditing, dan Akuntansi)
Publisher : P3M STIE Mulia Darma Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54077/jembatan.v10i2.249

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh fenomena burnout yang semakin meningkat di industri makanan cepat saji akibat tingginya tuntutan kerja, kepemimpinan yang tidak sehat, rendahnya kecerdasan emosional, serta rasa tidak aman dalam pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh toxic leadership, emotional intelligence, dan job insecurity terhadap burnout karyawan pada Richeese Factory Kota Palembang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif verifikatif, populasi berjumlah 50 karyawan dari tiga outlet Richeese Factory dengan teknik sampling jenuh, data diperoleh melalui kuesioner, wawancara, dan studi pustaka, serta dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial toxic leadership berpengaruh positif signifikan terhadap burnout, emotional intelligence berpengaruh negatif signifikan terhadap burnout, dan job insecurity berpengaruh positif signifikan terhadap burnout, sedangkan secara simultan ketiganya berpengaruh signifikan terhadap burnout. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang toksik dan ketidakamanan kerja meningkatkan burnout, sementara kecerdasan emosional mampu menurunkannya. Perlunya perbaikan gaya kepemimpinan, peningkatan pelatihan kecerdasan emosional, serta menciptakan rasa aman kerja agar risiko burnout dapat diminimalkan.