Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Remaja Desa melalui Pelatihan Pembuatan Konten Digital dan Website Portofolio Pribadi: Pengabdian Devi Rahmah Sope; Rully Arifiansyah; Jatmiko Wahyu Nugroho ; Eka Bobby Febrianto; Ahmad Fauzi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1735

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan remaja desa melalui pelatihan pembuatan konten digital dan website portofolio pribadi sebagai upaya meningkatkan literasi digital, personal branding, dan kemandirian digital. Bertempat di PIK-R MAN 2 Makassar, pelatihan ini melibatkan 25 peserta remaja dan dilaksanakan dalam dua hari dengan pendekatan edukatif-partisipatif. Kegiatan mencakup materi literasi digital dasar, praktik pembuatan konten (video, infografis, storytelling), serta pelatihan pembuatan website portofolio menggunakan platform gratis.Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dari aspek pemahaman literasi digital peserta, yang ditunjukkan melalui perbandingan skor pre-test dan post-test. Selain itu, peserta berhasil membuat konten digital kreatif dan sebanyak 72% mampu menyusun serta mempublikasikan website portofolio pribadi secara mandiri. Tidak kalah penting, pelatihan ini juga mendorong peningkatan kepercayaan diri dan kemandirian digital peserta. Hal ini terlihat dari partisipasi aktif dalam diskusi, keberanian mempresentasikan karya, serta peningkatan keberanian untuk mengekspresikan diri melalui media daring.Pelatihan ini menunjukkan bahwa remaja desa memiliki potensi besar dalam pengembangan literasi digital apabila diberikan ruang, akses, dan bimbingan yang tepat. Kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat karakter peserta dalam menghadapi tantangan era digital. Oleh karena itu, pelatihan serupa sangat direkomendasikan untuk direplikasi di komunitas remaja lainnya sebagai bagian dari strategi pemberdayaan digital berbasis komunitas dan pendidikan.
Pengenalan QRIS pada usaha Mikro Pedagang Kaki Lima di Kota Jayapura: Pengabdian M. Yusuf Golam; Fauziah F. Farawowan; Dewi Endah Fajariana; Devi Rahmah Sope; Johnny Chandra
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4281

Abstract

Transformasi digital pada sektor usaha mikro menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya penggunaan pembayaran non-tunai di Indonesia. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan keterampilan teknis pedagang kaki lima di Kota Jayapura melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, mentoring, serta evaluasi kemampuan melalui pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan bahwa pemahaman peserta terkait konsep dasar pembayaran digital, instalasi aplikasi, serta penggunaan fitur keamanan masih berada pada kategori sangat rendah. Setelah mengikuti pelatihan, terjadi peningkatan signifikan pada seluruh indikator, dengan nilai post-test berada pada kategori sangat tinggi. Peserta mampu mengoperasikan QRIS secara mandiri, melakukan transaksi, membaca laporan, serta memahami aspek keamanan sistem. Implementasi QRIS juga terbukti memberikan dampak positif dalam aktivitas usaha harian, termasuk peningkatan efisiensi waktu pelayanan, keamanan transaksi, keakuratan pencatatan pemasukan, serta peningkatan profesionalitas pedagang dalam melayani konsumen. Selain itu, beberapa pedagang melaporkan adanya peningkatan omzet akibat meningkatnya kenyamanan dan preferensi konsumen terhadap pembayaran digital. Secara keseluruhan, program ini berhasil menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan pendampingan intensif merupakan strategi efektif untuk mendorong digitalisasi pada pedagang kaki lima. Hasil kegiatan ini diharapkan menjadi model intervensi serupa di wilayah lain dalam rangka memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional.