Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMANFAATAN SISTEM OPEN DATA KIT SEBAGAI MEDIA PENGUMPULAN DATA Rimawati Aulia Insani Sadarang; A Syamsiah Adha; Sukfitriyanti Syahrir; Abd. Majid HR.Lagu; Muh. Fajar Pahrir; A. Suci Awaliyah Ishak
Journal of Information System, Applied, Management, Accounting and Research Vol 5 No 1 (2021): JISAMAR : Volume 5, Nomor 1, February 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52362/jisamar.v5i1.344

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang masif memberi tuntutan pelaksanaan penelitian yang lebih cepat, namun tetap efektif dan efisien. Pengumpulan hingga analisis data merupakan rangkaian proses penelitian dengan alokasi waktu dan dana yang terbesar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif pemanfaatan produk teknologi agar proses pengumpulan hingga analisis data dapat berlangsung efektif dan efisien. Pada penelitian ini, sistem Open Data Kit (ODK) dikembangkan sebagai media pengumpulan data. Penggunaan sistem ini dapat memberikan efisiensi pembiayaan pengadaan instrumen penelitian/ kuesioner kertas, dapat meniadakan proses penginputan, kompilasi dan pre-prosesing data sehingga proses analisis dapat berlangsung lebih cepat. Pemanfaatan sistem ODK akan sangat membantu pelaksanaan penelitian agar efektif dan efisien karena penggunaan yang sederhana, dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan penelitian dan tidak membutuhkan keterampilan khusus untuk dapat mengoperasikannya The massive development of communication and information technology demands a faster, yet effective and efficient research implementation. Data collection to analysis is a series of research processes with the largest allocation of time and funds. This study aims to provide an alternative use of technology products so that the process of collecting and analyzing data can be effective and efficient. In this study, the Open Data Kit (ODK) system was developed as a data collection medium. The use of this system can provide cost efficiency in the procurement of research instruments / paper questionnaires, can eliminate the process of inputting, compiling and pre-processing data so that the analysis process can take place more quickly. The use of the ODK system will greatly assist the implementation of research to be effective and efficient because of its simple use, it can be developed according to research needs and does not require special skills to be able to operate it.
Hubungan Jumlah Penghuni , Jumlah Tempat Penampungan Air dan Pelaksanaan 3M Plus dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes Sp di Kelurahan Balleangin Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep Abdul Majid HR. Lagu; Dwi Santy Damayati; Muhammad Wardiman
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 3 No 1 (2017): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.464 KB)

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit berbasis lingkungan yang banyak ditemukan di daerah tropis dan sub tropis yang penularannya melalui gigitan nyamuk spesies Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Upaya untuk mencegah penularan penyakit ini dengan memutus rantai perkembangbiakan nyamuk itu sendiri yakni dengan melakukan kegiatan 3M plus dan menekan faktor penularan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan jumlah penghuni, jumlah tempat penampungan air (TPA) dan pelaksanaan 3M Plus terhadap keberadaan jentik nyamuk Aedes sp di wilayah Kelurahan Balleangin Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian analitik dan menggunakan rancangan cross sectional study. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar variable memiliki hubungan yang bermakna dengan keberadaan jentik Aedes sp, adapun variabel yang tidak memiliki hubungan bermakna yakni, menutup lubang-lubang pada potongan bambu dan pohon (p value 0,867). Dan variable yang memiliki hubungan yakni variable jumlah penghuni (p value 0,000), jumlah tempat penampungan air (TPA) (p value 0,000) kemudian variabel yang termasuk pelaksanaan 3M Plus dan memiliki hubungan bermakna yakni, menguras tempat penampungan air (p value 0,000), menutup tempat penampungan air (p value 0,000), mengubur barang bekas ( p value 0,000) , memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar (p value 0,000), menabur bubuk abate (p value 0,000), memelihara ikan pemakan jentik (p value 0,014), memasang kawat kasa (p value 0,000), kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah (p value 0,001), mengupayakan pencahayaan dan ventilasi yang memadai (p value 0,000). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan sebaiknya pihak puskesmas meningkatkan pemeriksaan jentik secara berkala, dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melaksanakan 3M plus secara berkelanjutanh hal ini dimaksudkan untuk memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti dan menekan angka kejadian DBD. Kata Kunci : Jumlah Penghuni, Jumlah TPA, 3M Plus
Gambaran Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun Di Terminal Bahan Bakar Minyak Luwuk Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah Habibi Habibi; Ratih Rahayu; Munawir Amansyah; Abdul Majid HR. Lagu; Syahratul Aeni
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 3 No 3 (2017): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.842 KB)

Abstract

Kegiatan Terminal Bahan Bakar Minyak Luwuk Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah dapat menimbulkan potensi untuk menurunkan kualitas lingkungan atau degradasi lingkungan terutama yang terkait dengan limbah bahan berbahaya dan beracun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun di Terminal Bahan Bakar Minyak Luwuk Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah.Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif dengan objk studi adalah rangkaian proses pengelolaan limbah B3 dengan mengunakan analisis univariat yaitu analisis yang dilakukan untuk menggambarkan distribusi frekuensi dari tiap variable. Hasil penelitian adalah kegiatan penyimpanan sementara, pengumpulan,  pengangkutan dan kegiatan pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun sudah memenuhi syarat sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 101 tahun 2014  tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun serta kegiatan penimbunan dan pemanfaatan limbah dialihkan ke pihak ke-3. Saran berdasarkan penelitian ini, antara lain : (1) Sebaiknya pihak HSSE  selalu melakukan pemantauan terhadap penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan,  pemanfaatan, penimbunan dan label limbah B3. (2) Meningkatan pengawasan pengolahan limbah B3 yang  dilakukan oleh pihak ke-3. (4) Melengkapi tempat penyimpanan sementara limbah B3 dengan eye wash dan pagar pengaman serta, (5)Mengadakan pelatihan khusus mengenai pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Kata Kunci : Luwuk, Pengelolaan Limbah, Bahan Berbahaya Dan Beracun
Participatory Based Waste Management In The Faculty Of Medicine And Health Sciences Of Alauddin State Islamic University Of Makassar Firdah Firdah; Andi Susilawaty; Abdul Majid HR. Lagu
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 3 (2019): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.812 KB)

Abstract

Waste management has become a pressing issue in many major cities in the world, including in Indonesia. As the health aspect of a faculty is crucial and impacts each member, this research aims to conduct and analysis on the participatory waste management in Faculty of Medicine and Health Sciences of Alauddin State Islamic University of Makassar by addressing the knowledge, attitude and behaviour of students regarding waste management. It uses qualitative method and community-based research (CBR) approach to understand the issue. The samples consist of 150 respondents who are selected by using random sampling technique. The research findings suggest that respondents’ average score on waste management knowledge improves after receiving an intervention, from 77.26 to 86.30. Next, respondents’ average score on their attitude toward waste management also improves after receiving an intervention, from 47.64 to 69.50. They exhibit appropriate response to proper waste management. The findings indicate that students’ knowledge influences their attitude toward waste management issue. The better their knowledge on the issue is the better their displayed attitude becomes, as indicated by the increase in respondents’ average score from 17.25 to 21.84. The significance values of 0.000 p=(<0,05) suggests that there is a significant difference in respondents’ knowledge, attitude and behaviour after an intervention. Thus, this research encourages students and other faculty members to improve their participation in waste management program. Keywords: knowledge, attitude and behavior, management, waste, environment
Pengelolaan Bank Sampah di Desa Sunggumanai Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa Tahun 2019 Indah Lestari; Andi Susilawaty; Abdul Majid HR. Lagu
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 3 (2019): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.855 KB)

Abstract

Selama ini permasalahan sampah tidak tertangani secara optimal dikarenakan ketidaktepatan pengelolaan   sampah   dari   sumbernya.   Melalui   sistem   bank   sampah   setidaknya   dapat menimbulkan  budaya  memilah  sampah  dari  sumbernya  karena  tindakan  memilah  sampah organik dan anorganik saat ini belum menjadi budaya di Indonesia. Hal tersebut menyebabkan pengelolaan sampah di TPA menjadi tidak optimal karena sampah yang datang dalam jumlah besar dan masih tercampur. Kehadiran sistem bank sampah ini dapat menggiring masyarakat untuk memilah sampah serta mengedukasi masyarakat dapat juga bernilai ekonomis terutama sampah yang bisa didaur ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan bank sampah di Desa Sunggumanai Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan  cross  sectional  menggunakan  analisis  chi  square.  Variabel  dependen  dalam penelitian ini adalah pengelolaan bank sampah, variabel independen yaitu pengetahuan pengelolaan sampah, teknis manajemen bank sampah, manfaat ekonomi, dan peran stake holder. Responden  dalam  penelitian  ini  berjumlah  153  responden  yang  merupakan  nasabah  Bank Sampah Green secara total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan pengelolaan sampah dengan pengelolaan bank sampah dengan nilai p=0,095. Ada hubungan antara teknis manajemen bank sampah dengan pengelolaan bank sampah dengan nilai p=0,002. Ada hubungan antara manfaat ekonomi dengan pengelolaan bank sampah dengan nilai p=0,010. Ada hubungan antara peran Stake Holder dengan pengelolaan bank sampah dengan nilai p=0,010. Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah sebaiknya lebih menggalakkan lagi program bank sampah dengan menjadikan manfaat ekonomi sebagai minat masyarakat, juga melalui sosialisasi untuk meningkatkan jumlah nasabah. Kata kunci: bank sampah, pengelolaan sampah
Pengendalian Sampah Berbasis Partisipatif di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar Evi Aprianti Radjiman; Andi Susilawaty; Abdul Majid HR. Lagu
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 3 (2019): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.724 KB)

Abstract

Persampahan di Indonesia merupakan permasalahan umum sebagai bagian dinamika kehidupan manusia. Peningkatan jumlah penduduk sebanding dengan peningkatan jumlah konsumsi yang mempengaruhi besarnya peningkatan volume sampah. Fakultas kedokteran dan Ilmu Kesehatan yaitu peneliti mendapatkan adanya mahaiswa, dosen ataupun staff yang sudah maupun yang belum berpartisipasi dalam membuang sampah pada tempatnya dengan benar, walaupun telah disediakan tempat sampah dengan pengelompokkan jenisnya pada tiap sudut gedung fakultas. Penelitiaan ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Community Based Research (CBR) untuk mengetahui bagaimana partisipasi civitas akademika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar dalam Pengendalian Sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan berminat untuk mengadakan pengendalian sampah di lingkungan fakultas disertai aturan yang dapat mengikat dan mengatur perilaku individu. Sejauh ini juga tidak ada data yang mencatat tentang penyakit akibat sampah karena dianggap belum menjadi hal yang penting, walaupun mereka sadar pengendalian sampah bisa menjadikan fakultas lebih nyaman sebagai tempat perkuliahan. Dari pengetahuan informan yaitu mengetahui arti dan tujuan diadakannya pengendalian sampah, serta hal- hal yang harus dibutuhkan dalam pengendalian sampah seperti dukungan sosial dalam bentuk apresiasi dan penghargaan diiringi dengan penyiapan fasilitas yang memadai. Dilihat dari segi hambatan yang dialami selama ini, informan mengganggap selain dari kesadaan para individu juga dari pihak birokrasi yang kurang menjadikan masalah ini sebagai masalah yang penting. Rekomendasi kepada pimpinan FKIK UIN Alauddin Makassar agar membuat regulasi dalam bentuk kebijakan tertulis tentang pengendalian sampah yang mengikat civitas akademika baik dosen, pegawai maupun mahasiswa untuk melakukan pengendalian sampah di wilayah fakultas. Kata Kunci : Pengendalian, Sampah, Lingkungan
The Relationship Between Dengue Hemorrhagic Fever and Climate Change in Wajo District 2015-2019 Nurfadhillah Nurfadhillah; Andi Susilawaty; Muhammad Rusmin; Abdul Majid HR. Lagu; Syahrul Basri
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 7 No 1 (2021): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.555 KB)

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an acute febrile disease caused by the dengue virus which enters human circulation through the bite of the aedes aegypti mosquito. Significant climate change that occurs over a certain period of time. In other words, climate change is also defined as changes in temperature, rainfall, wind speed and so on. This study aims to determine the relationship between the incidence of dengue hemorrhagic fever and climate change in Wajo Regency. This type of research is an analytical study with a correlation design in which to see the relationship between one variable and another. The results of this study indicate that there is a significant relationship between air temperature, rainfall, humidity and the incidence of dengue bleeding (p = 0.001 and r = -0.403), (p value = 0.001 and r = 0.403), (p value = 0.002 and r = 0.533) and there was no significant relationship between wind speed and the incidence of dengue hemorrhagic fever (p value = 0.632 and r = 0.057). It is hoped that in future studies using different designs, data sources, locations and variables and using all other climate variables that are thought to have a relationship with the incidence of dengue hemorrhagic fever. And secondary data used is longer. Keywords : Dengue Haemorrhagic Fever occurrence, air temperature, rainfall, humidity, wind speed
Gambaran Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) pada Pasien Rawat Inap di Puskesmas Batua Kecamatan Manggala Kota Makassar 2015 Muhammad Fais Satrianegara; Abdul Majid H.R. Lagu; Nur Iftitah
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 7, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.512 KB) | DOI: 10.24252/as.v7i2.2003

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan sebagai salah satu bagian dari manajemen akan memberikan berbagai manfaat bagi manajemen suatu instan( Pohan:2007).  Oleh karena itu, setiap pemberi layanan kesehatan atau profesi layanan kesehatan yang secara langsung melayani pasien perlu memiliki keterampilan, termasuk dalam berkomunikasi dengan konsumen/pasien. Meski demikian mutu pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan dari tingkat kemampuan akademisnya, tetapi juga oleh sifatsifat kemanusiaan yang dimiliki oleh petugas kesehatan di suatu rumah sakit maupun puskesmas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional. Populasi dalam penelitian ini  Pasien rawat inap  yang berkunjung di wilayah Puskesmas Batua pada bulan 1 sampai bulan 6 Tahun 2015 yang berjumlah 149 orang dengan mengunakan teknik total accidental Sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa bahwa 50 responden (83.3%) memanfaatkan pelayanan kesehatan dan yang tidak memanfaatkan 10 responden (16.7%). responden yang tingkat pendidikannya paling banyak adalah responden mempunyai jenjang pendidikan SMA yaitu sebanyak 25 orang (41,7%). dari Aksesbilitas yang mudah sebanyak 48 responden (80.0%) sedangkan responden yang Aksesbilitasnya Sulit sebanyak 12 responden (20.0%). Dari Persepsi responden mengatakan baik sebanyak 57 responden (95%) dan persepsi responden yang mengatakan  tidak baik sebanyak 3 responden (5.0%). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu lebih banyak responden yang memanfaatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Batua daripada yang tidak memanfaatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Batua. Saran yaitu petugas kesehatan lebih banyak Melakukan pendekatan kepada masyarakat sehingga masyarakat lebih mengenal petugas kesehatan dan pasien lebih dapat meningkatkan pemanfaatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Batua. 
Gambaran Penyediaan Air Bersih PDAM Kota Makassar Tahun 2015 Abdul Majid H.R. Lagu; Munawir Amansyah; Fakhrul Mubarak
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.406 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i2.2657

Abstract

Penyediaan  air  bersih  merupakan  hal  yang  sangat  vital  bagi  kehidupan  manusia. Kebutuhan terhadap penyediaan dan pelayanan air bersih dari waktu ke waktu semakin meningkat yang terkadang tidak diimbangi oleh kemampuan pelayanan. Peningkatan kebutuhan   ini   disebabkan   oleh   peningkatan   jumlah   penduduk,   peningkatan   derajat kehidupan warga serta perkembangan kota/kawasan pelayanan ataupun hal-hal yang berhubungan dengan peningkatan kondisi sosial ekonomi warga yang diikuti dengan peningkatan jumlah kebutuhan air per kapita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyediaan air bersih serta persepsi pelanggan PDAM Kota Makassar tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 300 kepala keluarga namun kenyataannya hanya 199 dari sampel yang terpilih yang merupakan pelanggan PDAM. Dari hasil penelitian menunjukkan kualitas air bersih secara fisik dan kimiawi di kota Makassar masih baik dan telah memenuhi syarat walaupun masih terdapat kepala keluarga yang masih mengalami gangguan kualitas fisik air. Untuk menjaga kestabilan ketersediaan air bersih, hendaknya dilakukan pengawasan terhadap kualitas air, kontinuitas pengaliran air dan kuantitas secara berkala sehingga permasalahan yang ada dapat segera dicari solusinya sehingga pelayanan air bersih dapat berjalan efektif serta melakukan perencanaan pengembangan yang berorientasi pada wilayah prioritas yang sulit mendapatkan akses air bersih. 
Penilaian Risiko Sanitasi Lingkungan di Pulau Balang Lompo Kelurahan Mattiro Sompe Kecamatan Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Andi Susilawaty; Abdul Majid HR. Lagu; Syahrul Basri; Ultry Maisari; Munawir Amansyah
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 2, July-December 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.213 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i2.6872

Abstract

Penilaian risiko sanitasi lingkungan atau yang juga dikenal dengan Environmental Health Risk Assessment (EHRA) adalah studi untuk memahami kondisi fasilitas sanitasi dan perilaku-perilaku yang berisiko pada kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran analisis risiko sanitasi lingkungan di Pulau Balang Lompo Kelurahan Mattiro Sompe Kecamatan Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik. Responden dalam penelitian ini sebanyak 65 ruman yang diambil dengan simple random sampling. Data diolah dengan menggunakan SPSS 17.0 dan disajikan dalam bentuk tabel sederhana atau tabel frekuensi untuk analisis univariat. Hasil penelitian diperoleh bahwa bahaya-bahaya sanitasi lingkungan di Pulau Balang Lompo meliputi bahaya terkait kepemilikan tempat sampah (58,5%) dan air limbah domestik (37,4%). Adapun beberapa perilaku tidak sehat yang memberikan peluang keterpaparan bahaya, yaitu perilaku tidak Cuci Tangan Pakai Sabun (47,7%), Buang Air Besar Sembarangan (29,2%), tidak memilah sampah (83,1%), serta perilaku tidak melakukan penanganan sampah (84,6%).  Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat risiko sanitasi lingkungan di Pulau Balang Lompo menunjukkan bahwa RW 1 berada pada kategori Risiko sangat tinggi dengan nilai indeks risiko 191, RW 2 dengan kategori Risiko rendah dengan nilai indeks risiko 124, RW 3 dengan kategori Risiko rendah dengan nilai indeks risiko125 dan untuk RW 4 dengan kategori Risiko rendah dengan nilai indeks risiko 135. Beberapa faktor yang menjadi penyebab risiko sangat tinggi di RW 1 adalah penduduk yang menyimpang dari perilaku hidup sehat, tingkat pendidikan, kurangnya kepemilikan tempat sampah, kepemilikan SPAL dan kepemilikan jamban, serta tingginya tingkat kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan. Dalam hal ini, diperlukan risk communication agar masyarakat mengetahui dan memahami besaran risiko sanitasi lingkungan tempat tinggalnya, sehingga ada upaya pencegahan dalam bentuk peningkatan cakupan rumah tangga dan individu berperilaku bersih dan sehat