Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Peran Masyarakat Dalam Pengembangan Literasi Di Distrik Sorong Kepulauan Watak, Skivo Reiner; Iwanggin , Alexanderina Paulina; Liling, Sermia; Rumbewas, Feronika Ety; Lesirolo, Jolanda
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9719

Abstract

Penelitian: Peran Masyarakat Dalam Pengembangan Literasi Anak Kelas Awal Di Distrik Sorong Kepulauan. Setiap orang harus memiliki literasi, atau kegiatan membaca dan menulis. Dengan memiliki literasi yang baik, anak-anak akan lebih mencintai dan menjiwai kegiatan membaca dan menulis. Dengan literasi yang baik, mereka dapat memecahkan masalah dan membuat keputusan berdasarkan apa yang mereka ketahui. Salah satu provinsi di Indonesia dengan indeks literasi membaca terendah adalah Papua Barat. Pemerintah pusat dan provinsi harus lebih memperhatikan provinsi dan daerah yang memiliki indeks literasi membaca yang rendah, terutama Papua. Provinsi Papua Barat Daya adalah salah satu provinsi Indonesia dengan tingkat literasi yang paling rendah Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, diskusi terpumpun, wawancara terbuka, dan studi pustaka. Penelitian dilakukan di Kelurahan Doom Timur dan Doom Barat di Distrik Sorong Kepulauan. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui studi literatur, wawancara mendalam, diskusi terpumpun, dan observasi. Faktor yang menjadi penghambat salah satunya adalah minat baca dari anak-anak yang kurang, banyak anak yang lebih tertarik menonton TV dan bermain game dari pada membaca buku. Dengan adanya perkembangan teknologi, anak-anak lebih tertari secara aktif menggunakan handphone dari pada membaca buku di rumah baca.
A Model Of Christian Family Custody In South West Papua Province Leuwol, Natasya Virginia; Watak, Skivo Reiner; Solissa, Ferdinando
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 1 (2025): Januari, Special Issue on "Educational design research for human beings learning
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i1.44116

Abstract

In the Southwest Papua Province, where traditional customs and Christian beliefs coexist, the goal of this study is to develop a model of Christian family foster care that is sensitive to cultural and spiritual differences. The study examines the ways in which Christian principles and regional customs are integrated to settle family parenting disputes, particularly those pertaining to marriage, childrearing, and family dispute resolution. The study uses focus groups, case studies, interviews with church leaders, community elders, and families, and a qualitative methodology.According to research, the sanctity of marriage, respect for parents, and harmony within the community serve as the cornerstones of Christian family foster care in Southwest Papua.The main focus of this research is the maintenance of family ties. The model created in this study outlines key ideas, such as the importance of public involvement in decision-making about nursing, how the church works to resolve conflicts, and how Christian teachings can be integrated with conventional wisdom. In addition, the model identifies problems, such as possible conflicts between Christian doctrine and customs, and then provides solutions to balance these elements. This study enhances our knowledge of how Christian teachings are contextualized in indigenous cultures and provides useful recommendations for families, legislators, and church leaders in Southwest Papua. To ensure that family-care procedures in this area are appropriate from a cultural and spiritual point of view, advancing the well-being of children and family stability, the proposed model provides a framework.
PERAN KELUARGA DALAM PERKEMBANGAN PERILAKU ANAK Watak, Skivo Reiner; Elias, Thomson Framonty E; Mambrasar, Ariance Trivena
Jurnal Neria Vol 1 No 2 (2023): Neria
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/neria.v1i1.150

Abstract

Pengaruh Lingkungan keluarga sangat besar dalam perkembangan seorang anak, terutama dalam pembentukan perilaku. Dalam observasi awal penulis menemukan bahwa di Kelurahan Warmasen ada sebagian keluarga yang mengalami permasalahan yang berdampak pada perubahan perkembangan perilaku anak yang tadinya baik menjadi buruk. Dengan menggunakan penelitian kualitatif, yang dimana metode ini dilakukan dengan cara penulis melakukan penelitian secara langsung dengan turun lapangan untuk mengambil data kepada objek yang diteliti. Teknik pengambilan data dengan observasi dan Wawancara. Dalam penelitian ini terdapat populasi sebanyak 261 KK, dengan jumlah L+P sebanyak 572 orang. Sedangkan untuk sampelnya sebanyak 30 orang termasuk didalam adalah hasil observasi dari penulis. Hasil yang didapatkan di tempat penelitian yaitu, Dalam lingkungan keluarga ada orangtua yang mendidik anak mereka dengan baik tetapi juga ada keluarga yang tidak memperhatikan anak-anak mereka dengan baik. Sehingga mengakibatkan perubahan perilaku anak yang tadinya baik menjadi buruk. Oleh sebab itu sebagai orangtua harus menunjukkan sikap dan teladan yang baik didepan anak, karena teladan orangtua dapat menjadi pengaruh besar dalam pertumbuhan anak baik di dalam keluarga, Gereja dan Masyarakat.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENANGANI MASALAH KENAKALAN REMAJA Kambuaya, Arianti; Liling, Sermia; Watak, Skivo Reiner
Jurnal Neria Vol 2 No 1 (2024): Neria: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/jurnalneria.v2i1.178

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk kenakalan remaja yang dilakukan oleh Siswa, mengetahui faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja pada Siswa dan mengetahui peran guru pendidikan agama Kristen dalam menangani masalah kenakalan remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bertujuan untuk untuk mendiskripsikan dan menganalsis tentang fenomena, peristiwa, kepercayaan, sikap, dan aktivitas sosial secara individual maupun kelompok. Teknik analisis data yang dipakai yaitu (data collection) yakni, data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), dan conclusions: drawing/verifying (penarikan kesimpulan/ verifikasi). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk kenakalan siswa terbagi menjadi tiga, kenakalan biasa, kenakalan sedang dan kenakalan berat. Faktor utama kenakalan remaja adalah faktor lingkungan dan kondisi keluarga. Faktor lingkungan merupakan yang paling umum, dimana pada semua tingkat kenakalan baik pada kenakalan biasa/ ringan, kenakalan sedang dan kenakalan berat merupakan akibat dari pergaulan dan dorongan lingkungan sekitar. Sedangkan Faktor kondisi keluarga lebih banyak menyebabkan perilaku nakal pada tingkat kenakalan sedang dan berat. Peran guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam upaya mengangani kenakalan remaja belum menunjukan hasil yang memuaskan. Namun guru PAK telah berusaha menunjukan peran pentingnya sebagai motivator, pendidik, penasehat, dan model bagi siswa.
PERANAN PELAYANAN BIMBINGAN KONSELING TERHADAP ORANG DENGAN HIV/AIDS ( ODHA) DI KOTA SORONG Halauwet, Imelda; Watak, Skivo Reiner; Montang, Ricky Donald
Jurnal Neria Vol 2 No 1 (2024): Neria: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/jurnalneria.v2i1.179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pelayanan bimbingan konseling Kristen terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kota Sorong. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan wawancara, melibatkan 56 partisipan penelitian yang terdiri dari 50 ODHA yang menganut agama Kristen di Kota Sorong dan 6 petugas kesehatan dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan bimbingan konseling Kristen memiliki peran yang penting dalam kehidupan ODHA terkait dengan HIV/AIDS. Pelayanan ini memberikan dukungan emosional, membantu mengatasi stigma, dan meningkatkan kualitas hidup ODHA. Selain itu, penerapan pelayanan ini secara holistik, dengan mempertimbangkan aspek spiritualitas dan kepercayaan agama, mampu memberikan perawatan yang menyeluruh dan mendalam bagi ODHA. Dalam konteks penerapan bimbingan konseling Kristen, hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan holistik ini sangat efektif bagi ODHA di Kota Sorong. Pelayanan ini membantu ODHA dalam merancang strategi pengelolaan HIV/AIDS yang lebih efektif, mengidentifikasi dan mengatasi dampak psikologis yang terkait, serta memperoleh keseimbangan emosional dan dukungan spiritual yang diperlukan. Analisis data juga menunjukkan peningkatan kualitas hidup ODHA setelah menerima pelayanan bimbingan konseling Kristen. Aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan mengalami peningkatan yang signifikan, menunjukkan efektivitas pelayanan dalam memberikan dukungan dan bimbingan kepada ODHA.
PERANAN ORANG TUA DALAM MENDORONG ANAK KE SEKOLAH MINGGU Yapen, Mariangke Rehinalda; Watak, Skivo Reiner; Elias, Thomson Framonty E
Jurnal Neria Vol 2 No 1 (2024): Neria: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/jurnalneria.v2i1.180

Abstract

Peranan orang tua dalam medorong anak ke sekolah minggu adalah merupakan tanggung jawab yang tidak dapat dilemparkan kepada Pendeta, majelis, guru agama, ataupun pengasuh. Juga, kewajiban wali dalam dalam menumbuhkan iman rohani anak sangatlah penting. Namun kenyataannya yang telah terjadi di GKI Sion Saupapir Klasis Sorong tidak seperti yang di harapkan. Buktinya ada wali yang tidak memperhatikan bahkan tidak mendorong anaknya untuk pergi beribadah pada hari minggu malahan membiarkan anak-anak mereka bermain di rumah dan di pantai pada hari minggu, ini menjadi masalah bagi anak-anak untuk datang ke sekolah minggu. Strategi yang digunakan dalam eksplorasi ini adalah penggambaran subjektif dengan prosedur pemeriksaan informasi induktif. Hasil yang didapat dari hasil eksplorasi ini bahwa. Faktor yang mempengaruhi kurangnya kehadiran anak ke sekolah minggu adalah, malas, sakit, dan bermain, banyak keluarga yang lalai dalam mendorong anak ke sekolah Minggu, mereka lebih mementingkat pekerjaan mereka, itulah sebabnya sebagai orang tua perlu memahami Pentingnya Peranan Orang Tua dalam Mendorong anak Ke Sekolah Minggu.
PERAN GURU BAGI PEMBENTUKAN KARATER IMAN ANAK Ulim, Venni Annace; Watak, Skivo Reiner; Anouw, Yulian
Jurnal Neria Vol 2 No 1 (2024): Neria: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/jurnalneria.v2i1.181

Abstract

Kepatuhan merupakan suatu bentuk perilaku positif yang diterapkan oleh seseorang dalam menjalani kehidupannya. Sebagai seorang siswa harus menpunyai sikap perilaku disiplin atau taat pada suatu peraturan yang dibuat oleh lembaga pendidikan atau sekolah tempat siswa tersebut menuntun ilmu, akan tetapi penulis menemukan terdapat siswa-siswi yang memiliki perilaku yang tidak disiplin, tidak taat kepada peraturan yang dibuat oleh guru di SD Inpres 74 Malawei. Dimana siswa-siswi tidak patuh dalam membawa Alkitab pada saat jam pelajaran Agama Kristen yang merupakan permasalahan yang harus segera diatasi oleh guru. Karena akan berpengaruh terhadap pembentukan karakter iman anak atau siswa-siswi SD Inpres 74 Malawei. Maka dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Kualitatif. Metode Kualitatif adalah suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tulisan atau lisan orang-orang dan perilaku yang diamati. Penulis melakukan penelitian selama satu bulan pada lingkungan sekolah SD Inpres 74 Malawei. Dalam penelitian ini populasi yang diambil penulis berjumlah 30 orang. Dari populasi ini penulis menetapkan sempel yang berjumlah 10 orang. Dan hasil penelitian yang penulis temukan adalah peran guru dalam proses pembemtukan karakter iman anak di SD Inpres 74 Malawei sudah dilakukan dengan baik. Akan tetapi diperlukan kerjasama dari orang tua dalam mendidik anak dari rumah dengan menanamkan nilai – nilai kerohanian kepada anak atau siswa.
PERANAN ORANG TUA DAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Urbasa, Yulce Delfin; Watak, Skivo Reiner; Ohoiwutun, Korneles Viktor
Jurnal Neria Vol 2 No 1 (2024): Neria: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/jurnalneria.v2i1.184

Abstract

Tugas orang tua dan orang tua dalam Memperluas Inspirasi Pembelajaran Siswa. Dalam observasi awal, penulis menemukan bahwa orang tua tidak hanya mempercayakan sepenuhnya tanggung jawab mendidik anaknya kepada guru di sekola, namun peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anaknya dan mengecek hasil belajar anak setiap hari dan secara aktif membangun komunikasi yang baik dengan wali kelas untuk memeriksa perkembangan kemajuan belajar anak di sekolah. Dengan menggunakan penelitian kualitatif, metode ini dilakukan langsung oleh penulis dengan turun lapangan untuk mengumpulkan data tentang objek yang diteliti. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Dalam penelitian ini populasinya berjumlah 102 orang. Sedangkan untuk sampelnya berjumlah 22 orang termasuk dalam hasil observasi penulis. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah peranan orang tua dan guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa sangat diperlukan karena peran orang tua dan guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa sangatlah diperlukan disini karena peran orang tua adalah dua individu yang lebih dewasa daripada pelajar, dituntut agar bisa meninjau, konsultatif serta antusias, dalam mendidik dan menyediakan fasilitas-fasilitas yang diperlukan didalam belajar, maka akan membangkitkan semangat ingin belajar dan terus-menerus belajar melalui terwujudnya impian dan cita-citanya. Faktor-faktor yang mempengaruhi peranan orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar siswa yang belum lancar belajar membaca adalah kurangnya perhatian, pemberian kebebasan bermain dan yang terakhir adalah anak tidak mempunyai waktu untuk belajar di rumah..
PERAN GURU PAK TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL PADA ANAK REMAJA DI SMP NEGERI 8 KOTA SORONG Burdam, Sance E; Watak, Skivo Reiner; Liling, Sermia
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 10 No 2 (2025): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/p124aq98

Abstract

Pada era Tekologi Digital ini membuat banyak anak-anak remaja bahkan kalangan orang dewasa kecanduan dengan gadget yang menyediakan tawaran menarik seperti games, film dan lain-lain sehingga membuat anak remaja Kristen lupa dengan kewajiban sebagai pelajar Mereka malas sekolah, malas belajar bahkan beribadah. Karena lebih mementingkan dunia maya. Hal ini menjadi tugas dan tanggung jawab para guru-guru terlebih khusus guru PAK dan orang tua. Terdapat beberapa anak-anak remaja di SMP Negeri 8 Kota Sorong yang sudah kecanduan dengan gadget yang mereka gunakan, perubahan Teknologi Digital ini membawah dampak positif tetapi juga dampak negatif jika guru dan orang tua tidak memperhatikan dan memberikan pemahaman tentang Lieterasi Digital terhadap anak remaja maka pergaulan dan masa depan akan hancur secara perlahan. Metode penulisan ini menggunakan metode kualitatif yang di mana penulis langsung melakukan penelitian di SMP Negeri 8 Kota Sorong. Dari hasil penelitian ini yang di dapatkan penulisan pada tempat penelitian yaitu di SMP Negeri 8 Kota Sorong adalah guru PAK dan orang tua berperan penting dalam memberikan pemahaman Literasi Digital agar anak tidak salah mengguanakan gadget.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DI SMA YPK 2  MARANATHA KOTA SORONG Tade, Srivailda Himu; Watak, Skivo Reiner; Ohoiwutun, Korneles Viktor
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 10 No 2 (2025): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/szr1dc25

Abstract

Kedisiplinan menjadi salah satu aspek penting dalam dunia pendididkan, agar lingkungan belajar menjadi kondusif dan proses pembelajaran pun dapat berjalan dengan efektif. Namun Berdasarkan hasil observasi yang peneliti dapat di SMA YPK 2 Maranatha Kota Sorong, ditemukan masih banyak siswa yang melakukan pelanggaran di sekolah. Seperti terlambat masuk sekolah, bolos, mengeluarkan kata-kata kotor, merokok disekolah, bahkan minum-minuman keras. Fakta inilah yang menjadi landasan penulis untuk dilakukannya penelitian di SMA YPK 2 Maranatha Kota Sorong, untuk mengetahui penyebab minimnya kedisiplinan siswa dan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam meningkatkan Kedisiplinan siswa. Dengan metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dimana secara langsung penulis terjun kelapangan untuk mengumpulkan data dan informasi sedalam-dalamnya, dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan juga wawancara. Teknik analisis data yang dipakai yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang didapat yaitu yang menyebabkan siswa tidak disiplin diantaranya faktor intenal seperti Rasa malas, cuek/malas tahu terhadap peraturan sekolah. Selanjutnya faktor ekternal seperti latar belakang keluarga anak yatim piatu, kerluarga yang kurang harmonis atau Broken Home, orang tua terlalu sibuk bekerja ataupun kondisi ekonomi keluarga yang lemah. Selain itu, disebabkan juga karena lingkungan sekolah seperti kelemahan penegakan tata tertib sekolah yang terkesan tidak tegas dan tidak konsisten, dan pengaruh dari teman sebaya. Untuk mencegah maupun mengatasi perilaku ketidakdisiplinan siswa, sekolah maupun guru PAK yang sudah berusaha menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengajar atau pendidik, Teladan, Pembimbing dan Konselor, Fasilitator, serta Motivator dengan baik, namun hal ini belum dilakukan oleh seluruh siswa.