Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PERAN KELUARGA DALAM PERKEMBANGAN PERILAKU ANAK Watak, Skivo Reiner; Elias, Thomson Framonty E; Mambrasar, Ariance Trivena
Jurnal Neria Vol 1 No 2 (2023): Neria
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/neria.v1i1.150

Abstract

Pengaruh Lingkungan keluarga sangat besar dalam perkembangan seorang anak, terutama dalam pembentukan perilaku. Dalam observasi awal penulis menemukan bahwa di Kelurahan Warmasen ada sebagian keluarga yang mengalami permasalahan yang berdampak pada perubahan perkembangan perilaku anak yang tadinya baik menjadi buruk. Dengan menggunakan penelitian kualitatif, yang dimana metode ini dilakukan dengan cara penulis melakukan penelitian secara langsung dengan turun lapangan untuk mengambil data kepada objek yang diteliti. Teknik pengambilan data dengan observasi dan Wawancara. Dalam penelitian ini terdapat populasi sebanyak 261 KK, dengan jumlah L+P sebanyak 572 orang. Sedangkan untuk sampelnya sebanyak 30 orang termasuk didalam adalah hasil observasi dari penulis. Hasil yang didapatkan di tempat penelitian yaitu, Dalam lingkungan keluarga ada orangtua yang mendidik anak mereka dengan baik tetapi juga ada keluarga yang tidak memperhatikan anak-anak mereka dengan baik. Sehingga mengakibatkan perubahan perilaku anak yang tadinya baik menjadi buruk. Oleh sebab itu sebagai orangtua harus menunjukkan sikap dan teladan yang baik didepan anak, karena teladan orangtua dapat menjadi pengaruh besar dalam pertumbuhan anak baik di dalam keluarga, Gereja dan Masyarakat.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENANGANI MASALAH KENAKALAN REMAJA Kambuaya, Arianti; Liling, Sermia; Watak, Skivo Reiner
Jurnal Neria Vol 2 No 1 (2024): Neria: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/jurnalneria.v2i1.178

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk kenakalan remaja yang dilakukan oleh Siswa, mengetahui faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja pada Siswa dan mengetahui peran guru pendidikan agama Kristen dalam menangani masalah kenakalan remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bertujuan untuk untuk mendiskripsikan dan menganalsis tentang fenomena, peristiwa, kepercayaan, sikap, dan aktivitas sosial secara individual maupun kelompok. Teknik analisis data yang dipakai yaitu (data collection) yakni, data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), dan conclusions: drawing/verifying (penarikan kesimpulan/ verifikasi). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk kenakalan siswa terbagi menjadi tiga, kenakalan biasa, kenakalan sedang dan kenakalan berat. Faktor utama kenakalan remaja adalah faktor lingkungan dan kondisi keluarga. Faktor lingkungan merupakan yang paling umum, dimana pada semua tingkat kenakalan baik pada kenakalan biasa/ ringan, kenakalan sedang dan kenakalan berat merupakan akibat dari pergaulan dan dorongan lingkungan sekitar. Sedangkan Faktor kondisi keluarga lebih banyak menyebabkan perilaku nakal pada tingkat kenakalan sedang dan berat. Peran guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam upaya mengangani kenakalan remaja belum menunjukan hasil yang memuaskan. Namun guru PAK telah berusaha menunjukan peran pentingnya sebagai motivator, pendidik, penasehat, dan model bagi siswa.
PERANAN PELAYANAN BIMBINGAN KONSELING TERHADAP ORANG DENGAN HIV/AIDS ( ODHA) DI KOTA SORONG Halauwet, Imelda; Watak, Skivo Reiner; Montang, Ricky Donald
Jurnal Neria Vol 2 No 1 (2024): Neria: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/jurnalneria.v2i1.179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pelayanan bimbingan konseling Kristen terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kota Sorong. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan wawancara, melibatkan 56 partisipan penelitian yang terdiri dari 50 ODHA yang menganut agama Kristen di Kota Sorong dan 6 petugas kesehatan dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan bimbingan konseling Kristen memiliki peran yang penting dalam kehidupan ODHA terkait dengan HIV/AIDS. Pelayanan ini memberikan dukungan emosional, membantu mengatasi stigma, dan meningkatkan kualitas hidup ODHA. Selain itu, penerapan pelayanan ini secara holistik, dengan mempertimbangkan aspek spiritualitas dan kepercayaan agama, mampu memberikan perawatan yang menyeluruh dan mendalam bagi ODHA. Dalam konteks penerapan bimbingan konseling Kristen, hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan holistik ini sangat efektif bagi ODHA di Kota Sorong. Pelayanan ini membantu ODHA dalam merancang strategi pengelolaan HIV/AIDS yang lebih efektif, mengidentifikasi dan mengatasi dampak psikologis yang terkait, serta memperoleh keseimbangan emosional dan dukungan spiritual yang diperlukan. Analisis data juga menunjukkan peningkatan kualitas hidup ODHA setelah menerima pelayanan bimbingan konseling Kristen. Aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan mengalami peningkatan yang signifikan, menunjukkan efektivitas pelayanan dalam memberikan dukungan dan bimbingan kepada ODHA.
PERANAN ORANG TUA DALAM MENDORONG ANAK KE SEKOLAH MINGGU Yapen, Mariangke Rehinalda; Watak, Skivo Reiner; Elias, Thomson Framonty E
Jurnal Neria Vol 2 No 1 (2024): Neria: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/jurnalneria.v2i1.180

Abstract

Peranan orang tua dalam medorong anak ke sekolah minggu adalah merupakan tanggung jawab yang tidak dapat dilemparkan kepada Pendeta, majelis, guru agama, ataupun pengasuh. Juga, kewajiban wali dalam dalam menumbuhkan iman rohani anak sangatlah penting. Namun kenyataannya yang telah terjadi di GKI Sion Saupapir Klasis Sorong tidak seperti yang di harapkan. Buktinya ada wali yang tidak memperhatikan bahkan tidak mendorong anaknya untuk pergi beribadah pada hari minggu malahan membiarkan anak-anak mereka bermain di rumah dan di pantai pada hari minggu, ini menjadi masalah bagi anak-anak untuk datang ke sekolah minggu. Strategi yang digunakan dalam eksplorasi ini adalah penggambaran subjektif dengan prosedur pemeriksaan informasi induktif. Hasil yang didapat dari hasil eksplorasi ini bahwa. Faktor yang mempengaruhi kurangnya kehadiran anak ke sekolah minggu adalah, malas, sakit, dan bermain, banyak keluarga yang lalai dalam mendorong anak ke sekolah Minggu, mereka lebih mementingkat pekerjaan mereka, itulah sebabnya sebagai orang tua perlu memahami Pentingnya Peranan Orang Tua dalam Mendorong anak Ke Sekolah Minggu.
PERAN GURU BAGI PEMBENTUKAN KARATER IMAN ANAK Ulim, Venni Annace; Watak, Skivo Reiner; Anouw, Yulian
Jurnal Neria Vol 2 No 1 (2024): Neria: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/jurnalneria.v2i1.181

Abstract

Kepatuhan merupakan suatu bentuk perilaku positif yang diterapkan oleh seseorang dalam menjalani kehidupannya. Sebagai seorang siswa harus menpunyai sikap perilaku disiplin atau taat pada suatu peraturan yang dibuat oleh lembaga pendidikan atau sekolah tempat siswa tersebut menuntun ilmu, akan tetapi penulis menemukan terdapat siswa-siswi yang memiliki perilaku yang tidak disiplin, tidak taat kepada peraturan yang dibuat oleh guru di SD Inpres 74 Malawei. Dimana siswa-siswi tidak patuh dalam membawa Alkitab pada saat jam pelajaran Agama Kristen yang merupakan permasalahan yang harus segera diatasi oleh guru. Karena akan berpengaruh terhadap pembentukan karakter iman anak atau siswa-siswi SD Inpres 74 Malawei. Maka dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Kualitatif. Metode Kualitatif adalah suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tulisan atau lisan orang-orang dan perilaku yang diamati. Penulis melakukan penelitian selama satu bulan pada lingkungan sekolah SD Inpres 74 Malawei. Dalam penelitian ini populasi yang diambil penulis berjumlah 30 orang. Dari populasi ini penulis menetapkan sempel yang berjumlah 10 orang. Dan hasil penelitian yang penulis temukan adalah peran guru dalam proses pembemtukan karakter iman anak di SD Inpres 74 Malawei sudah dilakukan dengan baik. Akan tetapi diperlukan kerjasama dari orang tua dalam mendidik anak dari rumah dengan menanamkan nilai – nilai kerohanian kepada anak atau siswa.
PERANAN ORANG TUA DAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Urbasa, Yulce Delfin; Watak, Skivo Reiner; Ohoiwutun, Korneles Viktor
Jurnal Neria Vol 2 No 1 (2024): Neria: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/jurnalneria.v2i1.184

Abstract

Tugas orang tua dan orang tua dalam Memperluas Inspirasi Pembelajaran Siswa. Dalam observasi awal, penulis menemukan bahwa orang tua tidak hanya mempercayakan sepenuhnya tanggung jawab mendidik anaknya kepada guru di sekola, namun peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anaknya dan mengecek hasil belajar anak setiap hari dan secara aktif membangun komunikasi yang baik dengan wali kelas untuk memeriksa perkembangan kemajuan belajar anak di sekolah. Dengan menggunakan penelitian kualitatif, metode ini dilakukan langsung oleh penulis dengan turun lapangan untuk mengumpulkan data tentang objek yang diteliti. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Dalam penelitian ini populasinya berjumlah 102 orang. Sedangkan untuk sampelnya berjumlah 22 orang termasuk dalam hasil observasi penulis. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah peranan orang tua dan guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa sangat diperlukan karena peran orang tua dan guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa sangatlah diperlukan disini karena peran orang tua adalah dua individu yang lebih dewasa daripada pelajar, dituntut agar bisa meninjau, konsultatif serta antusias, dalam mendidik dan menyediakan fasilitas-fasilitas yang diperlukan didalam belajar, maka akan membangkitkan semangat ingin belajar dan terus-menerus belajar melalui terwujudnya impian dan cita-citanya. Faktor-faktor yang mempengaruhi peranan orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar siswa yang belum lancar belajar membaca adalah kurangnya perhatian, pemberian kebebasan bermain dan yang terakhir adalah anak tidak mempunyai waktu untuk belajar di rumah..